Maret 10, 2022

MEMBANGUN USAHA KREATIF MELALUI PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL

     MEMBANGUN USAHA KREATIF MELALUI PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL

Oleh : Andi Apriansah Polii @U33-ANDI

A. PENDAHULUAN

Mereka yang menjadi wirausaha adalah orang-orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkannya untuk menangkap peluang serta mengorganisasi usaha dalam mewujudkan cita-citanya. Kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif dan inovatif, jeli melihat peluang dan selalu terbuka untuk setiap masukan dan perubahan yang positif yang mampu membawa bisnis terus bertumbuh serta memiliki nilai. Salah satu pendorong terciptanya inovasi selain perubahan dan keharusan untuk beradaptasi adalah kesadaran akan adanya celah antara apa yang ada dan apa yang seharunya ada, dan antara apa yang diinginkan oleh masyarakat dengan apa yang sudah ditawarkan ataupun dilakukan oleh pemerintah, sektor swasta maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Bisnis sebaiknya memiliki nilai dan bermanfaat. Hal ini bisa dicapai melalui kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menerapkan konsep kewirausahaan sosial. Konsep kewirausahaan sosial telah menjadi konsep yang popular di berbagai Negara. Berbagai kalangan mulai memperbincangkan konsep kewirausahaan sosial sebagai solusi inovatif dalam menyelesaikan permasalahan sosial. Permasalahan sosial sendiri sudah menjadi permasalahan bersama sehingga penanggulangannya membutuhkan sinergi dari semua pihak. 

 B. PEMBAHASAN

Salah satu manfaat dari kewirausahaan sosial adalah untuk membangun sebuah bisnis sebagai solusi untuk permasalahan sosial ekonomi, pendidikan, lingkungan dan berbagai permasalahan yang telah menjadi tantangan dunia. Seperti yang diungkapkan Bill Drayton, seorang innovator publik yang mendirikan Ashoka Foundation menulis bahwa cara yang paling efektif untuk mempromosikan dapat merumuskan solusi inovatif yang berkelanjutan dan dapat ditiru baik nasional maupun global. Berikut adalah peran wirausaha sosial dalam perekonomian suatu Negara: • Menciptakan lapangan kerja • Mengurangi pengangguran • Meningkatkan pendapatan masyarakat • Mengombinasikan factor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian) • Meningkatkan produktivitas nasional Menjadi wirausaha sosial tidaklah mudah. Wirausaha sosial melihat permasalahan sosial sebagai peluang usaha serta memiliki keberanian dan mengambil risiko untuk menyelesaikannya. Hal inilah yang dilakukan oleh Purba Plastik. Simpati Anas Agusta Purba pria Batak Karo adalah pemilik nama wirausaha tersebut. Usaha yang bergerak dibidang produksi biji plastik ini berdiri pada bulan Pebruari 2012 dengan mengusung merek “Purba Plastik” yang berlokasi di Jl Djamin Ginting, Lau Cih, Medan. Gambar 3.1 Biji plastik yang siap dikirim ke pabrik Bahan baku usaha ini adalah sampah-sampah dari berbagai jenis plastik yang berasal dari lokasi tempat pembuangan akhir. Namun demikian sampah-sampah plastik yang berasal dari rumah tangga juga ditampung disini. Sampah-sampah plastic ini diolah menjadi biji plastic dan selanjutnya dikirim ke pabrik pengolahan untuk kemudian diproses labih lanjut (misalnya menjadi produk plastik yang kita gunakan sehari-hari). Pada usaha ini penyortiran dilakukan oleh ibu-ibu yang berdomisili di sekitar lokasi produksi. Sebelum bekerja di usaha Purba Plastik, ibu-ibu ini kesehariannya adalah seorang pemulung (nyeker). Ternyata bisnis yang dijalankan tersebut memberikan peluang kerja bagi masyarakat di lingkungan sekitar yang tentunya membawa dampak positif serta mampu mengurangi gundukan-gundukan sampah yang berada di tempat pembuangan akhir. Penyelesaian Masalah Sosial Melalui Inovasi Sosial Penyelesaian masalah sosial membutuhkan analisis yang cermat dan solusi yang rasional, mewakili aspirasi masyarakat, terintegrasi dan holistic sehingga menghasilkan sebuah gagasan atau ide yang lebih konprehensif dalam penyelesaian permasalahan-permasalahan sosial yang ada. Diantaranya kemiskinan, pendidikan dan pengangguran. Melalui terbentukya agen-agen perubahan yang melakukan percobaan terusmenerus dan berkelanjutan diharapkan dapat memberikan solusi terhadap masalah sosial. Seorang wirausaha sosial berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja diharapkan mampu mengurangi tingkat pengangguran serta memberikan pengaruh positif pada peningkatan pendapatan perkapita. 

 C. KESIMPULAN

Kewirausahaan sosial adalah tindakan berinovasi dan mengenali masalah sosial dengan menggunakan prinsip kewirausahaan. Modal dasar yang dibutuhkan untuk menjadi wirausahawan sosial adalah lebih kepada komitmen untuk membuat perubahan sosial berdasarkan tujuan mulia. Penguaha sosial harus memiliki trategi berdaarkan kekuatan sosial untuk menyebarkan pengaruhnya, penggunaan media sosial akan membantu organisasi maupun individu untuk menyebarkan permaalahan yang dialami masyarakat. Untuk itu pengusaha sosial berfokus pada pengalaman yang dialami masyarakat, sehingga sangat perlu untuk menjalin komunikasi serta mambangun empati melalui peritiwa yang dialami oleh masyarakat.

REFERENSI

MODUL 1 KEWIRAHUSAAN

Bornstein,D, 2004, How to Change the World: Social Entrepreneur and the Power of New Idea. Oxford; Oxford University Press Dees, J. G , 2001, The Meaning of Social Entrepreneurship Drucker, P.F , 1994, Innovation and Entrepreneurhip, New York: Harpercollins Publisher Helltrom, T, 2004, Innovation as Social Action., Denmark: Copenhagen Bussiness School Jain, Monika, 2012, Social Entrepreneurship – Using Business Methods to Solve Sosial Problems: The Case of Kotwara, Decision, Vol.39, No.3, Desember 2012 Mulgan, G., Tucker, S., Ali, R., and Sanders,B, 2007, Social Innovation: What It Is, Why It Matters and How It Can Be Accelerated. Oxford; Skoll Centre for Social Entrepreneurship, Said Business Scholl- University of Oxford Noruzi, M.R,Westover, J.H. dan Gholam,R.R, 2010, An Exploration of Social Entrepreneurship in the Entrepreneurhip Era. Asian Social Science Vol.6, No.6; June 2010 Saragih, Rintan, 2013. Berwirausaha Cerdas, Inspirasi bagi kaum muda, Yogyakarta;.Graha Ilmu. Saifan, S.A, 2012, Social Entrepreneurship: Definition and Boundaries. Teknology Innovation Management Review Wawan D., Hendrati,D,M., Anggraeni,P.,Grisns,A.,Indriyani, A, 2013, Inovasi dan Kewirausahaan Sosial. Panduan Dasar Menjadi Agen Perubahan, Bandung; Alfabeta 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.