Maret 10, 2022

Mencegah Menurunnya Omset Berwirausaha Dimasa Pandemi Covid-19

 Oleh : Dikar Ardiyanto (@U50-DIKAR)



Untuk pencegahan menurunnya omset berwirausha di masa pandemi Covid-19 ini di butuhkan semangat tentunya untuk meraih apa yang di harapkan dalam bidang ekonomi maupun bidang lainnya, meskipun kadang tidak sebanding dengan apa yang di harapkan karena banyak persaingan dalam menjalankan usaha apapun, dan  meningkatnya jumlah yang berwirausha dikarenakan banyak pekerja - pekerja yang di pecat akibat berkurangnya pencapaian dan  perusahan pun yang mengalami penurunan di setiap tahunnya, di sisi lain jumlah lapangan pekerjaan menjadi sangat terbatas, kondisi ini tentunya akan berdampak susahnya mencari lapangan pekerjaan.

    Tentunya ini menjadi tantangan dan pelajaran bagi kita untuk menjadi kreatif dalam berwirausaha, serta solusi yang di perlukan khusuhnya bagi yang telah lulus Sma/smk maupun mahasiswa yang ingin menjalani Bidang kewirausahaan. Namun Dibutuhkan tekat yang kuat untuk memulai sebuah usaha, dari apa yang disukai, agar fokus dan konsisten terhadap apa saja, seperti belajar dari kisah orang yang sudah menjalani kesuksesan sebagai motivasi untuk mendapatkan pengalaman yang lebih, bahwa dalam menjalankan sebuah usaha juga mengalami tantangan dan rintangan.

    Berwirausaha yang kreatif dan inovatif akan mnemukan ide dan gagasan, untuk persiapan menghadapi pandemi Covid-19 yang tentunya kita tidak tahu pasti kapan berakhir, sehingga muncul berwirausaha seperti berjualan masker, sanitizer dan kelengkapan kesehatan lainnya, muncul lah kegiatan usaha di bidang ekonomi melalui online agar mencegahnya menurunnya omset berwirausaha  saat pandemi Covid-19.penjualan online akan lebih menguntungkan karena terjadi secara langsung antara konsumen dan penjual melalui e-commerce atau marketplace.

sumber : https://www.visme.co/


Persiapan untuk membangun omset agar tidak menurun tentunya dengan faktor - faktor berikut :

    1. Menjual produk yang berkualitas.

    2. Memberikan harga yang sesuai dengan harga pasar dan tidak mengambil keuntungan yang terlalu  tinggi.

    3. Mempersiapkan lokasi yang strategis agar penjual jika ingin berbelanja secara langsung lebih mudah .

    4. Lebih banyak promo yang di tawarkan , seperti halnya iklan atau promosi di media sosial.


namun tidak itu saja kita harus tahu juga faktor peminat mengapa konsumen memilih untuk tidak belanja online :

    1. Seperti transaksi dan perlindungkan konsumen yang takut akan penipuan yang terjadi ketika belanja online.

    2. Barang tidak dapat terlihat jelas.ketika berbelanja online.

    3. Terkadang yang dijual kebanyakan sudah tidak bergaransi atau garansinya tidak bisa di buktikan.

    4. Tidak mengerti cara untuk belanja online dan menurunya tidak praktis.

    5. Proses transaksi atau pengirimannya tidak efisien atau terkadang lama.



Penggunaan internet sudah menjadi bagian sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat dunia,dari banyaknya penggunaan internet tersebut. ternyata situs-situs raksasa seperti Google, Facebook, dan Youtube masih menjadi situs utama yang paling banyak di kunjungi.

sumber:  https://id.vpnmentor.com/blog/trend-internet-vital/


Berdasarkan data statistik yang tersaji di atas, bisa terlihat bahwa peluang yang di berikan oleh pasar global atau penjualan online terus meningkat , dan sangat mudah di akses melalui pemasaran digital online seperti halnya memasang iklan, salah satu hal mungkin bisa di lakukan dengan menjalankan strategi content marketing untuk mencegahnya menurunnya omset , atau kita juga tentu bisa menyalurkan konten promosi melalui media sosial seperti Facebook atau Instagram.


Kesimpulannya, berwirausaha lah dengan terkendala, seperti halnya bahwa usaha tersebut bisa terbentuk, namun tentu saja tidak sedikit yang dari mereka yang terkendala, semacam untuk membangun usaha di butuhkan modal, namun dengan tekad diawali dengan modal sedikit dan berfikir realistis , artinya memilih usaha yang sesuai dengan modal yang dimiliki atau mencari partner usaha yang dapat membantu menimimalisasi biaya, seperti dengan menonjolkan produk yang dijual, mengukur pengetahuan, untuk selalu kreatif dan inovatif mengikuti tren zaman dan bisa menghadapi di segala keadaan.


Referensi 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.