Maret 29, 2022

MENERAPKAN DESAIN THINGKING UNTUK MODAL DALAM BERWIRAUSAHA

 Oleh : MUHAMMAD IQBAL (@U29-IQBAL)



A.    PENDAHULUAN

Design thinking adalah pendekatan yang berfokus pada kemanusiaan dengan mengintegrasikan kebutuhan manusia, kemampuan teknologi, dan kesuksesan bisnis. Pentingnya mengadopsi design thinking sebagai pola pikir adalah untuk menghadapi pergeseran dari service economy (ekonomi pelayanan) menjadi experience economy (ekonomi pengalaman). Design thinking dapat dimanfaatkan untuk menciptakan business model yang unggul, service blue print yang peka, dan desain produk yang mengutamakan pengalaman pelanggan. Design thinking memiliki 4 prinsip, yaitu:

Empati. Design thinking menekankan titik tolak dari perspektif pengguna yang merasakan manfaatnya dan mengalami persoalannya.

Partisipatif. Keluhan dan usulan perbaikan desain datang dari pengguna. Perancang tidak dapat memaksakan idenya.

Holistik. Semua pengguna berhak menyatakan idenya, semua keahlian dapat menyumbangkan ide dan solusinya. Perancang, yang disebut design thinker, berperan sebagai fasilitator, penampung ide, dan menerjemahkannya dalam prototipe desain.

Visual. Gagasan dan usulan harus disampaikan dalam suatu prototipe yang lengkap secara visual sehingga semua pihak dapat melihatnya secara utuh.

 

PEMBAHASAN

B.   Konsep Teori Dan Prosedur Dalam Metode Desain Thingking

     Design Thinking merupakan suatu metode pendekatan dalam berbagai proses mencari sebuah solusi untuk memecahkan suatu permasalahan yang ada di masyarakat. Metode Design Thinking akan banyak mempengaruhi dalam mengambi sebuah keputusan yang akan menciptakan ide - ide baru yang inovatif. Metode ini dianggap fleksibel karena dapat digunakan dalam berbagai bidang yang berkompetensi.

     Design Thinking merupakan sebuah disiplin yang menggunaka sensibilitas desainer danmetode untuk mencocokkan kebutuhan masyarakat dengan apa yang secara teknologi layak danmenurut strategi bisnis dapat diubah menjadi nilai pelanggan dan peluang pasar (Brown, 2013:2).Terdpat tiga proses dalam design thinking, diantaranya:

1.      Inspirasi, situasi dan kondisi disekitar yang mampu memotivasi untuk mencarisebuah solusi.

2.      Ideasi, adalah proses menghasilkan, mengembangkan dan menguji ide ataugagasan yang memuat sebuah solusi.

3.      Implementasi, sebuah proses merencanakan hasil dari solusi ke pasar.

Design Thinking merupakan pola pemikiran dari kaca mata desainer dalam memecahkan masalah dengan pendekatan yang berpusat pada manusia ( human centered ). Di beberapa Negara, Design Thinking telah dikembangkan dalam berbagai bidang seperti dunia bisnis, pengembangan produk, sosial, budaya keputusan politik, dan juga pendidikan serta kebijakan hingga berbagai strategi jangka pendek dan jangka panjang. Design thinking mengkolaborasikan proses prosessecara sistematis yang berpusat pada manusia sebagai penggunanya melalui proses terencanasehingga menghasilkan perubahan perilaku dan kondisis sesuai harapan. Terdapat empat pilar dalam Design Thinking, yaitu pilar keseimbangan, kerangka berpikir, penggunaan alat atautoolkits dan pola pendekatan (Glinski,2012)

Metode Design thinking, dikenal sebagai suatu proses berpikir komprehensif yangmemiliki konsentras dalam menciptakan sebuah solusi yang diawali dengan proses empatiterhadap suatu kebutuhan tertentu yang berpusat pada manusia (human centered) menuju suatu inovasi berkelanjutan berdasarkan kebutuhan. Dalam perkembangannya metode Design Thinking memiliki lima tahapan, sebagai berikut:



Tahapan Design Thinking dimulai dari Emphatize (empati) merupakan inti dari proses dalam merancang sebuah inovasi yang berpusat pada manusia (human centered), metode ini dilakukan untuk memahami pengguna dalam konteks inovasi yang dirancang. Tahapan ini dilakukan dengan observasi, wawancara daan gabungan dari keduanya. Tahap yang kedua, Define (penetapan) merupakan proses dalam memahami dan menganalisis berbagai informasiyang telah diketahui dari melakukan tahapan pertama, hal ini bertujuan untuk menentukan pokok permasalahan sebagai point utama dalam penelitian. Dari kedua tahapan tersebut akanmenghasilkan keuntuntungan yaitu pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengguna produk. Gagasan atau ide akan tercipta sesuai dengan kondisi, kebutuhan dan keinginana pengguna. Proses Design Thinking dapat mendorong seseorang berperan aktif dan memiliki pemikiran terbuka sehingga dapat berkontribusi secara optimal. Hal tersebut dapat menciptakansebuah gagasan – gagasan baru yang dapat menjadi sebuah inovasi dalam suatu produk.

    Tahap yang ketiga yaitu Ideate (ide) merupakan proses transisi dari rumusan masaahmenuju penyelesaian masalah, dalam proses ini akan lebih berkonsentrasi terhadap permasalahanuntuk mengahasilkan sebuah gagasan sebagai landasan dalam membuat prototype atau rancangan yang akan dibuat. Dalam tahapan ini dapat menambahkan beberapa alternativesebagai pemantapan sebuah gagasan atau ide sehingga solusi yang dihasilkan dapat sesuaidengan kebutuhan pengguna produk. Selain itu, alternatif pilihan juga menjadi jembatan penghubung design thinking dengan proses selanjutnya agar lebih memuaskan.

     Tahap keempat yaitu Prototype (prototipe) merupakan rancangan awal suatu produk yangakan dibuat untuk mendeteksi kesalahan sejak dini dan memperoleh berbagai kemungkinan baru.Dalam artian tahapan ini memproses sebuah ide yang ada menjadi Rapid Prototyping (RP). Rapid prototyping dapat didefinisikan sebagai metode yang digunakan dalam membeuat model berskala, mulai dari bagian –  bagian produk (part) hingga proses perakitan produk (assembly). Setelah rancangan awal dibuat maka akan dilakukan proses uji coba kepada penggun untukmemperoleh sebuah respon atau umpan balik dengan tujuan dapat menyempurnakan kembalihasil dari sebuah produk tersebut.

     Tahapan yang terakhir yaitu Test (uji coba atau pengujian) merupakan proses untuk mengumpulkan berbagai respon dari seluruh pengguna saat menggunakan produk dengan formulasi rancangan terakhir yang telah dirumuskan pada tahap prototype sebelumnya. Proses inimerupakan tahpa terakhir namun memiliki sifat life cycle sehingga mungkin saja terjadi pengulangan dan kembali pada tahap perancangan sebelumnya jika terjadi sebuah kesalahan(Brown & Katz, 2009:2).

 

C.     KESIMPULAN

Metode Design Thinking dapat membantu proses inovasi dalam berwirausaha, jika dilakukan secara tepat maka hasil dari Design Thinking dapat menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan adanya Design Thinking, proses penyusunan dan penacrain solus imenajdi lebih mudah, transparan, terstruktur dan dapat mengingkatkan efektifitas konsultasi. Metode desain thinking juga dapat digunakan dalam perancangan produk dan mengembangkan proses lainnya di berbagai bidang, seperti dalam bidang politik, sosial, bisnis, dan dapat membantu mengembangkan pola pembelajaran kreatif yang berbasis kompetensi.

 

 

 

 

Referensi :

Modul 4 kewirausahaan

https://samahitawirotama.com/menerapkan-dan-membudayakan-design-thinking-dalam-organisasi/

https://sis.binus.ac.id/2020/03/17/design-thinking-pengertian-tahapan-dan-contoh-penerapannya/

https://www.ruangkerja.id/blog/apa-itu-design-thinking-penerapan-dan-manfaatnya-bagi-perusahaan-1

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.