Maret 31, 2022

NILAI KREATIVITAS KEWIRAUSAHAAN

 NILAI KREATIVITAS KEWIRAUSAHAAN  

Oleh : Muhammad Yusuf – 41419010022 (@U15-YUSUF) 

I. PENDAHULUAN  

Seiring perkembangan dan pesatnya persaingan dalam berwirausaha menuntut  wirausahawan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk atau jasa yang  dimilikinya dalam rangka menyelaraskan kebutuhan konsumen yang semakin beragam dan  tanpa batas. Memasuki abad 21 sebagian besar “ futurist” menyebutkan bahwa perusahaan  semakin lama cenderung semakin bertambah ramping. Itu dimaksudkan agar perusahaan  dapat bekerja secara lebih efisien dan fleksibel, sehingga dapat mengikuti setiap boptimal.  Terlebih lagi pada kondisi pasar yang terpilah-pilah menurut Alfin Tofler, pasar masal telah  terpecah dan berubah menjadi pasar kecil menuntut berbagai spesialisasi model, warna, jenis  produk, ukuran dan sebagainya. Dari situllah tercipta era persaingan bebas  

Menurut Dermawan Wibisono, Manajemen Kinerja Konsep, Desain, dan Teknik  Meningkatkan Daya Saing Perusahaan mengemukakan bahwa tingkat persaingan perusahaan  di abad 21 ini semakin ketat sejalan dengan diberlakukannya era perdangangan bebas seperti  AFTA (Asian Free TradeArea), APEC (The Asia Pacific Economic Cooperation),  NAFTA(NorthAmerica Free Trade Asia) dan ditandatanganinya berbagai macam persetujuan  bilateral maupun multibilateral yang pada intinya untuk mendukung persaingan bebas dalam  perdagangan, seperti GATT (General Agreement on 120 Tariffs and Trade), Eropa  Bersatu(European Union) dan sebagainya.  

Oleh karena itu untuk mengantisipasi era persaingan perdagangan bebas tersebut, banyak  perusahaan di Indonesia baik yang berskala besar, menengah maupun yang berskala kecil  mulai menata ulang strategi persaingannya dengan melakukan kajian terhadap tujuan  strategik perusahaan yang didasarkan atas kebutuhan pasar baik di tingkat lokal, nasional,  maupun internasional, dan juga melakukan evaluasi yang intens (terus menerus secara  mendalam) terhadap kompetensi internal perusahaan itu sendiri, termasuk dalam hal ini  melakukan penilaian kinnerja pemasaran. 


II. PEMBAHASAN  

A. Definisi Kretivitas  

Kreativitas adalah inisiatif terhadap suatu produk atau proses yang bermanfaat, benar,  tepat, dan bernilai terhadap suatu tugas yang lebih bersifat heuristic yaitu sesuatu yang  merupakan pedoman, petunjuk, atau panduan yang tidak lengkap yang akan menuntun  kita untuk mengerti, mempelajari, atau menemukan sesuatu yang baru. Atribut orang  yang kreatif adalah : terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan melihat sesuatu  dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang  bertentangan, toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil  keputusan, berpikir dan bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi, percaya  diri, tidak menjadi subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang  diperhitungkan, gigih, sensitif terhadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk  mengenerik ide-ide yang banyak, fleksibel keaslian, responsif terhadap perasaan, terbuka  terhadap fenomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal, berpikir dalam  imajinasi, selektif.  

Memahami kreativitas (daya cipta) akan memberikan dasar yang kuat untuk membuat  modul atau perangkat tentang kewirausahaan. Peran sentral dalam kewirausahaan adalah  adanya kemampuan yang kuat untuk menciptakan (to create or to innovate) sesuatu yang  baru, misalnya: sebuah organisasi baru, pandangan baru tentang pasar, nilai-nilai  

corporate baru, proses-proses manufacture yang baru, produkproduk dan jasa-jasa baru,  cara-cara baru dalam mengelola sesuatu, cara-cara baru dalam pengambilan keputusan.  Suryana (2003) menyatakan bahwa kreativitas adalah: “Berpikir sesuatu yang baru”.  “Kreativitas sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk  menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dalam menghadapi peluang”.  Kreativitas merupakan suatu topik yang relevan tidak hanya bagi wirausaha yang baru  memulai, tetapi juga bagi bisnis dan kegiatan bisnis pada umumnya.  

Kretivitas merupakan sumber penting dalam penciptaan daya saing untuk semua  organisasi yang peduli terhadap growth (pertumbuhan) dan change (perubahan).  A. Roe dalam Frinces (2004) menyatakan bahwa syarat-syarat orang yang kreatif yaitu: a. Keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience).  

b. Pengamatan melihat dengan cara yang biasa dilakukan (observanvce seeing things in  unusual ways).  

c. Keinginan (curiosity) Toleransi terhadap ambiguitas (tolerance of apporites). 

d. Kemandirian dalam penilaian, pikiran dan tindakan (independence in judgement,  thought and action).  

e. Memerlukan dan menerima otonomi (needing and assuming autonomy) f.  Kepercayaan terhadap diri sendiri (self-reliance).  

g. Tidak sedang tunduk pada pengawasan kelompok (not being subject to group standart  and control).  

h. Ketersediaan untuk mengambil resiko yang diperhitungakan (willing to take calculated  risks).  

B. Sumber Kreativitas  

Dalam konteks manajemen, peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi  merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan  efisiensi pada suatu sistem. Aspek penting dalam kreativitas adalah proses dan  manusia. Proses berorientasi pada tujuan yang di desain untuk mencapai solusi suatu  problem. Manusia merupakan sumber daya yang menetukan solusi. Proses tetap sama  namun pendekatan yang digunakan dapat bervariasi misalnya, pada suatu problem  mereka mengadaptasikan suatu solusi, tetapi pada kesempatan yang berbeda mereka  menerapkan solusi inovasi.  

A. Imajinasi dan ide  

Berdasarkan fungsinya, kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan  menjadiempat bagian, yaitu absortive, retentive,reasoning, creative. Imajinasi  yang kreatifmerupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya meskipun  seseorang yang hampir tidakpernahkeluar rumah tetapi dengan menggunakan  imajinasinya ia dapat melalang buana kedunia sekitar. Imajinasi jauh lebih  penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murnidari pikiran manusia.  


B.
Sifat Proses kreatif  

Kreativitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan  

ditingkatkan. Setiaporang Kreatif pada tingkat tertentu. Orang mempunyai  kemampuan dan bakat dalam bidangtertentu dapat lebih kreatif dari pada orang  lain. Hal yang sama juga dialami oleh orang yangdilatih dan dikembangkan  dalam suatu lingkungan yang mendukung pengembangan kreativitas, mereka  diajari untuk berfikir dan bertindak secara kreatif . Bagi pihak lain proseskreatif lebih sukar karena tidak dikembangkan secara positif dan jika  mereka inginmenjadikreatif, mereka harus belajar cara mengimplementasikan  proses kreatif . Ada tiga tahap dalamproses kreatif yaitu Absortive,Retentive  dan reasonin.  

C. Hambatan dan teknik meningkatkan kreativitas  

Dalam proses kreativitas terdapat hal-hal yang menghambat ataupun  mendukung dalam diri seseorang.  

a. Hambatan kreativitas  

Secara rinci, hambatan-hambatan kreativitas dapat dijelaskan sebagai  berikut:  

Hambatan psikologis  

Hambatan ini membuat seseorang menjadi tidak bebas dalam  

mengeksploitasi dan mengubah gagasan, mengalami halangan dalam  mengekspresikan kemampuan konseptual, dan kurang mampu  

berkomunikasi dengan baik.  

Hambatan budaya  

Hambatan dalam hal budaya adalah adanya keseragaman berpikir atau  “pemujaan” terhadap cara berpikir logis dan rasional. Hal ini akan  

menghambat penyelesaian yang bersifat intuitif atau menggunakan  perasaan.  

Hambatan lingkungan  

Lingkungan sosial seperti sekolah, dimana guru-guru sangat khawatir untuk  mencoba gagasan baru, akan menghambat kreativitas. Lingkongan fisik  misalnya tata letak ruang kerja dapat diatur sedemikian rupa agar dapat  mendukung suasana kerja yang produktif dan kreatif.  

Hambatan bahasa berpikir  

Kemampuan untuk memilih bahasa berpikir yang paling tepat untuk  memecahkan masalah akan dapat menghasilkan pemecahan masalah yang  amat kreatif.  

Hambatan keterpakuan fungsional  

Hambatan ini bersumber pada kebiasaan kita untuk memfungsikan  peralatan, orang, ataupun teknologi hanya dengan satu cara. 

Hambatan kebiasaan memandang  

Kebiasaan memandang suatu benda atau alat adalah suatu penghambat  kreativitas.  

b. Teknik Meningkatkan Kreativitas  

Cara-cara meningkatkan kreativitas dalam proses pemecahan masalah :  Perumusan masalah secara kreatif  

Adalah usaha yang dilakukan untuk menghindar dari perumusan masalah  yang sudah jelas. Dengan berpikir secara divergen dan bukan convergen  dengan melontarkan pertanyaan baru maupun mencoba melihat dari sudut  pandang yang berbeda agar memperoleh kemungkinan baru.  

Bertanya dan bertanya  

Jadi untuk membangkitkan kembali sikap bertanya adalah dengan  

melontarkan pertanyaan, tanpa perlu khawatir apakah pertanyaan yang kita  ajukan salah satu karena pertanyaan tersebut orang lain menganggap kita  bodoh.  

Curah gagasan  

Biasanya dipakai untuk memecahkan masalah yang kompleks oleh  kelompok yang terdiri atas dua sampai tujuh orang.  

Orang aneh  

Maksudnya adalah memasukkan orang lain yang tidak begitu tahu tentang  bidang pekerjaan atau bidang pengetahuan yang sedang dipecahkan  masalahnya. Kehadiran orang aneh ini dapat memperluas kreativitas, karena  ia akan memberikan perspektif dari sudut pandang yang unik atau tidak  lazim.  

Iklim kreatif  

Pedoman utamanya adalah menciptakan suasana yang kondusif. Ini berati  harus membuang semua hambatan terjadinya kreativitas, sekaligus  menciptakan lingkungan fisik, psikologis, dan sosial yang kondusif untuk  kreatif.  

D. Kreativitas Wirausaha  

Kreativitas merupakan daya menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan  perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Menurut Sulaiman Sahlan dan 

Maswan, kreativitas adalah ide atau gagasan dan kemampuan berpikir kreatif.  Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan  kreativitas ialah kemampuan untuk mencipta daya cipta.  

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan  kemampuan seseorang dalam menuangkan ide atau gagasan melalui proses  berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan, perhatian,  kemauan, kerja keras dan ketekunan. Sedangkan yang dimaksud dengan  wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha.  Wirausaha adalah pionir dalam bisnis, inovator, penanggung resiko yang  mempunyai penglihatan visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam  berprestasi di bidang usaha.[3][8] Sementara itu menurut Prawirokusumo  wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif  dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan  peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup. Senada dengan  pendapat di atas, menurut Suryana, enterpreneur atau wirausaha adalah  seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur (elemen-elemen) internal yang  meliputi kombinasi motivasi diri, visi, komunikasi, optimisme, dorongan  semangat, dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha.  

Dalam konteks manajemen, peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi  merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas  dan efisiensi pada suatu sistem. Aspek penting dalam kreativitas adalah proses  dan manusia. Proses berorientasi pada tujuan yang di desain untuk mencapai  solusi suatu problem. Manusia merupakan sumber daya yang menetukan  solusi.  

Ada 2 sumber kreatifitas diantaranya :  

1) Imajinasi dan ide  

Berdasarkan fungsinya, kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan  menjadi empat bagian, yaitu absortive, retentive, reasoning, creative.  Imajinasi yang kreatif merupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya  meskipun seseorang yang hampir tidak pernah keluar rumah tetapi dengan  menggunakan imajinasinya ia dapat melalang buana ke dunia sekitar.  Imajinasi jauh lebih penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murni  dari pikiran manusia. 

2) Sifat Proses kreatif  

Kreativitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan.  Setiap orang Kreatif pada tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan  dan bakat dalam bidang tertentu dapat lebih kreatif dari pada orang lain. Hal  yang sama juga dialami oleh orang yang dilatih dan dikembangkan dalam  suatu lingkungan yang mendukung pengembangan kreativitas, mereka  diajari untuk berfikir dan bertindak secara kreatif . Bagi pihak lain proses  kreatif lebih sukar karena tidak dikembangkan secara positif dan jika  mereka inginmenjadi kreatif, mereka harus belajar cara  

mengimplementasikan proses kreatif.  

E. Inovasi  

A. Pengertian Inovasi  

Inovasi merupakan ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh manusia  atau unitadopsi lainnya. Teori ini meyakini bahwa sebuah inovasi terdifusi ke  seluruh masyarakatdalam pola yang bisa diprediksi. Beberapa kelompok orang  akan mengadopsi sebuah inovasisegera setelah mereka mendengar inovasi  tersebut. Sedangkan beberapa kelompokmasyarakat lainnya membutuhkan  waktu lama untuk kemudian mengadopsi inovasi tersebut.Ketika sebuah  inovasi banyak diadopsi oleh sejumlah orang, hal itu dikatakan atau meledak.  

Inovasi merupakan tahap awal ketika seseorang mulai melihat, dan  mengamati inovasibaru dari berbagai sumber, khususnya media massa.  Pengadopsi awal biasanya merupakanorang-orang yang rajin membaca koran  dan menonton televisi, sehingga mereka bisamenangkap inovasi baru yang ada.  Jika sebuah inovasi dianggap sulit dimengerti dan sulitdiaplikasikan, maka hal  itu tidak akan diadopsi dengan cepat oleh mereka, lain halnya jikayang  dianggapnya baru merupakan hal mudah, maka mereka akan lebih   cepatmengadopsinya. Beberapa jenis inovasi bahkan harus disosialisasikan  melalui komunikasiinterpersonal dan kedekatan secara fisik.  

B. Inovasi Wirausaha  

Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka  pemecahanmasalah dan menemukan peluang (doing new thing) inovasi 

merupakan fungsi utamadalam proses kewirausahaan. Peter Drucker  mengatakan inovasi memiliki fungsi yang khasbagi wirausahawan. Dengan  inovasi wirausahawan menciptakan baik sumberdaya produksibaru maupun  pengelolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi  untukmenciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada.  

Inovasi adalah sutu proses untuk mengubah kesempatan menjadi ide yang  dapat dipasarkan. Inovasi lebih dari sekedar ide yang baik suatu gagasan murni  memegang perananpenting, dan fikiran kreatif mengembangkanya menjadi  gagasaan berharga. Meskipundemikian terdapat perbedaan yangsignifikan  antara sebuah ide yang timbul semata darispekulasi dan ide yang merupakan  hasil pemikiran riset pengalaman dan kerja yang sempurnahal yang lebih  penting, Wirausahawan yang prospektif harus mempunyai keberanian untuk  memberikan sebuah ide melalui tahapan pengembangan.  

Dengan demikian inovasi adalahsuatu kombinasi visi untuk menciptakan suatu  gagasan yang lebih baik dan keteguhan sertadedikasi untuk mempertahankan  konsep melalui implementasi.  

C. Proses Inovasi  

Inovasi merupakan hasil pencarian suatu kesempatan yang di lakukan  dengan sepenuhhati. Proses ini di mulai dengan analisis sumberdaya  kesempatan yang menjadi obyek.Inovasi beresifat konseptual dan perseptual,  dapat di pahami dan dilihat inovator harusmaelihat bertanya dan mendengar  orang lain dalam mencari inovasi. Mereka berfikir kerasdengan segenap  kemampuan otaknya, mereka melakukan perhitungan dengan cermat  danmendengarkan pendapat orang lain, serta memperhatikan potensi pengguna  inovasi yang dicarinya untuk memenuhi harapan nilai dan kebutuhan.Inovasi  yang berhasil pada umumnyasederhan dan terfokus dan di tujukan pada  aplikasi yang di desain khas, jelas dan cermat.Inovasi lebih banyak melibatkan  kerja fisik dari pada pemikiran. Thomas Alfa Edisonmengatakan ”jenius  merupakan perpaduan yang terdiri dari 1% inspirasi dan 99% kerjakeras” lebih  dari itu inovator pada umumnya bekerja dalam suatu bidang, edison  bekerjadalam hanya dalam bidang listrik dan menemukan inovasi baru yang  berupa bola lampu. 

D. Jenis Inovasi  

Menurut Donald Kuratko, Inovasi terdiri dari empat jenis, penemuan,  pengembangan,duplikasi dan sintesis.  

a. Penemuan. Kreasi suatu produk, jasa, atau proses baru yang belum pernah  dilakukansebelumnya. Konsep ini cenderung disebut revolisioner. Ex,  penemuan pesawat terbang olehwright bersaudara, telepon oleh alexander  graham bell dll.  

b. Pengembangan. Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang sudah  ada. Konsepseperti ini menjadi aplikasi ide yang telah ada berbeda.  Misalnya, pengembangan McD olehRay Kroc.  

c. Duplikasi. Peniruan suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada.  Meskipun demikianduplikasi bukan semata meniru melainkan menambah  sentuhan kreatif untuk memperbaikikonsep agar lebih mampu  

memenangkan persaingan. Misalnya, duplikasi perawatan gigi  

olehDentaland.  

d. Sintesis. Perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi  formulasi baru.Proses ini meliputi engambilan sejumlah ide atau produk  yang sudah ditemukan dan dibentuk sehingga menjadi produk yang dapat  diaplikasikan dengan cara baru. Misal, sintesis padaarloji oleh Casio.  

E. Sumber Inovasi  

Inovasi bagi wirausahawan lebih bersifat untuk memanfataatkan perubahan  dari padamenciptakanya. Mencari inovasi dilakukan dengan memanfaatkan  perubahan pada penemuanyang menyebabkan terjadinya perubahan. Ide inovatif  dapat bersumber pada kraetivitaseksternal dankreativitas internal. Kreativitas  eksternal dapat dirangsang denganmemanfaatkan secara sistematis rasa  keingintahuan tentang perkembangan, ide dan kekuatanbaru yang sedang  berlangsung di sekitar seseorang. Dengan melakukan hal ini,  

Seseorang membangun sumber informasi tentang berbagai hal tentang fakta  kesan, citra dan berbagaiide. Dengan demikian seseorang dapat memperoleh ide  yang dapat di raih dan di manfaatkan.Kreativitas internal muncul secara tiba-tiba  ketika seseorang sedang sibuk denga kreativitaseksternal. Dalam upaya ini 

menggunakan pengalaman sebagai sumber karena pengetahuandapat di peroleh  melalui belajar.  

III. Kesimpulan  

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kreativitas dan inovasi sangat  diperlukan apalagi dalam menghadapi persaingan dunia usaha, yang semakin ketat sehingga  seorang wirausahawan dituntut agar memliki pemikiran khusus dalam bidang Usaha yang  kreatif dan inovatif. Untuk itu, seorang wirausahawan perlu memahami proses-proses  pemikiran kreatif dan inovatif. serta bagaimana menerapkannya dalam dunia usaha. Selain  itu, wirausahawan juga dituntut untuk berpikir kreatif dan inovatif serta mampu menyadari  tuntutan bisnis masa kini agar mampu bersaing dan mempertahankan usahanya dalam  menghadapi persaingan dunia usaha saat ini.  

IV. Referensi  

Modul 4 Kewirahusaan  

Ernani, H. (2010). Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha  Kecil. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 13(1), 8–16.  

Sahlan Sulaiman dan Wasman,Multi Dimensi Sumber Kreatifitas Manusia(bandung ,Sinar Baru .1988)hlm11  

Hubeis Musa. (2012) Manajemen Ritel Kreatif dan Inovatif dalam Bisnis. Jakarta Timur. Inti  Prima Promosindo


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.