Maret 31, 2022

 

NILAI KREATIVITAS KEWIRAUSAHAAN

 

 

 

Oleh : Brenanda Kristian Vrathama(41420010008

@-U8Brenanda

 

 

 

I.            PENDAHULUAN

Seiring perkembangan dan pesatnya persaingan dalam berwirausaha menuntut wirausahawan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk atau jasa yang dimilikinya dalam rangka menyelaraskan kebutuhan konsumen yang semakin beragam dan

tanpa batas. Memasuki abad 21 sebagian besar “ futurist” menyebutkan bahwa perusahaan semakin lama cenderung semakin bertambah ramping. Itu dimaksudkan agar perusahaan dapat bekerja secara lebih efisien dan fleksibel, sehingga dapat mengikuti setiap boptimal. Terlebih lagi pada kondisi pasar yang terpilah-pilah menurut Alfin Tofler, pasar masal telah terpecah dan berubah menjadi pasar kecil menuntut berbagai spesialisasi model, warna, jenis produk, ukuran dan sebagainya. Dari situllah tercipta era persaingan bebas

Menurut Dermawan Wibisono, Manajemen Kinerja Konsep, Desain, dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan mengemukakan bahwa tingkat persaingan perusahaan di abad 21 ini semakin ketat sejalan dengan diberlakukannya era perdangangan bebas seperti AFTA (Asian Free TradeArea), APEC (The Asia Pacific Economic Cooperation), NAFTA(NorthAmerica Free Trade Asia) dan ditandatanganinya berbagai macam persetujuan bilateral maupun multibilateral yang pada intinya untuk mendukung persaingan bebas dalam perdagangan, seperti GATT (General Agreement on 120 Tariffs and Trade), Eropa Bersatu(European Union) dan sebagainya.

Oleh karena itu untuk mengantisipasi era persaingan perdagangan bebas tersebut, banyak perusahaan di Indonesia baik yang berskala besar, menengah maupun yang berskala kecil mulai menata ulang strategi persaingannya dengan melakukan kajian terhadap tujuan strategik perusahaan yang didasarkan atas kebutuhan pasar baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, dan juga melakukan evaluasi yang intens (terus menerus secara mendalam) terhadap kompetensi internal perusahaan itu sendiri, termasuk dalam hal ini melakukan penilaian kinnerja pemasaran.


II.            PEMBAHASAN

A. Definisi Kretivitas

Kreativitas adalah inisiatif terhadap suatu produk atau proses yang bermanfaat, benar, tepat, dan bernilai terhadap suatu tugas yang lebih bersifat heuristic yaitu sesuatu yang merupakan pedoman, petunjuk, atau panduan yang tidak lengkap yang akan menuntun kita untuk mengerti, mempelajari, atau menemukan sesuatu yang baru. Atribut orang yang kreatif adalah : terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi, percaya diri, tidak menjadi subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan, gigih, sensitif terhadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk mengenerik ide-ide yang banyak, fleksibel keaslian, responsif terhadap perasaan, terbuka terhadap fenomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal, berpikir dalam imajinasi, selektif.

Memahami kreativitas (daya cipta) akan memberikan dasar yang kuat untuk membuat modul atau perangkat tentang kewirausahaan. Peran sentral dalam kewirausahaan adalah adanya kemampuan yang kuat untuk menciptakan (to create or to innovate) sesuatu yang baru, misalnya: sebuah organisasi baru, pandangan baru tentang pasar, nilai-nilai corporate baru, proses-proses manufacture yang baru, produkproduk dan jasa-jasa baru, cara-cara baru dalam mengelola sesuatu, cara-cara baru dalam pengambilan keputusan.

Suryana (2003) menyatakan bahwa kreativitas adalah: “Berpikir sesuatu yang baru”. “Kreativitas sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dalam menghadapi peluang”. Kreativitas merupakan suatu topik yang relevan tidak hanya bagi wirausaha yang baru memulai, tetapi juga bagi bisnis dan kegiatan bisnis pada umumnya.

Kretivitas merupakan sumber penting dalam penciptaan daya saing untuk semua organisasi yang peduli terhadap growth (pertumbuhan) dan change (perubahan).

A.  Roe dalam Frinces (2004) menyatakan bahwa syarat-syarat orang yang kreatif yaitu:

a.  Keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience).

b.  Pengamatan melihat dengan cara yang biasa dilakukan (observanvce seeing things in unusual ways).

c.  Keinginan (curiosity) Toleransi terhadap ambiguitas (tolerance of apporites).


d.  Kemandirian dalam penilaian, pikiran dan tindakan (independence in judgement, thought and action).

e.  Memerlukan dan menerima otonomi (needing and assuming autonomy) f. Kepercayaan terhadap diri sendiri (self-reliance).

g. Tidak sedang tunduk pada pengawasan kelompok (not being subject to group standart and control).

h. Ketersediaan untuk mengambil resiko yang diperhitungakan (willing to take calculated risks).

 

B.     Sumber Kreativitas

Dalam konteks manajemen, peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu sistem. Aspek penting dalam kreativitas adalah proses dan manusia. Proses berorientasi pada tujuan yang di desain untuk mencapai solusi suatu problem. Manusia merupakan sumber daya yang menetukan solusi. Proses tetap sama namun pendekatan yang digunakan dapat bervariasi misalnya, pada suatu problem mereka mengadaptasikan suatu solusi, tetapi pada kesempatan yang berbeda mereka menerapkan solusi inovasi.

A.     Imajinasi dan ide

Berdasarkan fungsinya, kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan menjadiempat bagian, yaitu absortive, retentive,reasoning, creative. Imajinasi yang kreatifmerupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya meskipun seseorang yang hampir tidakpernahkeluar rumah tetapi dengan menggunakan imajinasinya ia dapat melalang buana kedunia sekitar. Imajinasi jauh lebih penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murnidari pikiran manusia.

 

B.      Sifat Proses kreatif

Kreativitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Setiaporang Kreatif pada tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan dan bakat dalam bidangtertentu dapat lebih kreatif dari pada orang lain. Hal yang sama juga dialami oleh orang yangdilatih dan dikembangkan dalam suatu lingkungan yang mendukung pengembangan kreativitas, mereka diajari untuk berfikir dan bertindak secara kreatif . Bagi pihak lain proseskreatif lebih sukar karena tidak dikembangkan secara positif dan jika


mereka inginmenjadikreatif, mereka harus belajar cara mengimplementasikan proses kreatif . Ada tiga tahap dalamproses kreatif yaitu Absortive,Retentive dan reasonin.

 

C.     Hambatan dan teknik meningkatkan kreativitas

Dalam proses kreativitas terdapat hal-hal yang menghambat ataupun mendukung dalam diri seseorang.

a.       Hambatan kreativitas

Secara rinci, hambatan-hambatan kreativitas dapat dijelaskan sebagai berikut:

Ø  Hambatan psikologis

Hambatan ini membuat seseorang menjadi tidak bebas dalam mengeksploitasi dan mengubah gagasan, mengalami halangan dalam mengekspresikan kemampuan konseptual, dan kurang mampu berkomunikasi dengan baik.

Ø  Hambatan budaya

Hambatan dalam hal budaya adalah adanya keseragaman berpikir atau “pemujaan” terhadap cara berpikir logis dan rasional. Hal ini akan

menghambat penyelesaian yang bersifat intuitif atau menggunakan perasaan.

Ø  Hambatan lingkungan

Lingkungan sosial seperti sekolah, dimana guru-guru sangat khawatir untuk mencoba gagasan baru, akan menghambat kreativitas. Lingkongan fisik misalnya tata letak ruang kerja dapat diatur sedemikian rupa agar dapat mendukung suasana kerja yang produktif dan kreatif.

Ø  Hambatan bahasa berpikir

Kemampuan untuk memilih bahasa berpikir yang paling tepat untuk memecahkan masalah akan dapat menghasilkan pemecahan masalah yang amat kreatif.

Ø  Hambatan keterpakuan fungsional

Hambatan ini bersumber pada kebiasaan kita untuk memfungsikan peralatan, orang, ataupun teknologi hanya dengan satu cara.

Ø  Hambatan kebiasaan memandang

Kebiasaan memandang suatu benda atau alat adalah suatu penghambat kreativitas.


b.      Teknik Meningkatkan Kreativitas

Cara-cara meningkatkan kreativitas dalam proses pemecahan masalah :

Ø  Perumusan masalah secara kreatif

Adalah usaha yang dilakukan untuk menghindar dari perumusan masalah yang sudah jelas. Dengan berpikir secara divergen dan bukan convergen dengan melontarkan pertanyaan baru maupun mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda agar memperoleh kemungkinan baru.

Ø  Bertanya dan bertanya

Jadi untuk membangkitkan kembali sikap bertanya adalah dengan melontarkan pertanyaan, tanpa perlu khawatir apakah pertanyaan yang kita ajukan salah satu karena pertanyaan tersebut orang lain menganggap kita bodoh.

Ø  Curah gagasan

Biasanya dipakai untuk memecahkan masalah yang kompleks oleh kelompok yang terdiri atas dua sampai tujuh orang.

Ø  Orang aneh

Maksudnya adalah memasukkan orang lain yang tidak begitu tahu tentang bidang pekerjaan atau bidang pengetahuan yang sedang dipecahkan masalahnya. Kehadiran orang aneh ini dapat memperluas kreativitas, karena ia akan memberikan perspektif dari sudut pandang yang unik atau tidak lazim.

Ø  Iklim kreatif

Pedoman utamanya adalah menciptakan suasana yang kondusif. Ini berati harus membuang semua hambatan terjadinya kreativitas, sekaligus menciptakan lingkungan fisik, psikologis, dan sosial yang kondusif untuk kreatif.

 

D.     Kreativitas Wirausaha

Kreativitas merupakan daya menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Menurut Sulaiman Sahlan dan Maswan, kreativitas adalah ide atau gagasan dan kemampuan berpikir kreatif. Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan kreativitas ialah kemampuan untuk mencipta daya cipta.


Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang dalam menuangkan ide atau gagasan melalui proses berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan, perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Sedangkan yang dimaksud dengan wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah pionir dalam bisnis, inovator, penanggung resiko yang mempunyai penglihatan visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha.[3][8] Sementara itu menurut Prawirokusumo wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup. Senada dengan pendapat di atas, menurut Suryana, enterpreneur atau wirausaha adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur (elemen-elemen) internal yang meliputi kombinasi motivasi diri, visi, komunikasi, optimisme, dorongan semangat, dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha.

Dalam konteks manajemen, peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu sistem. Aspek penting dalam kreativitas adalah proses dan manusia. Proses berorientasi pada tujuan yang di desain untuk mencapai solusi suatu problem. Manusia merupakan sumber daya yang menetukan solusi. Ada 2 sumber kreatifitas diantaranya :

1)       Imajinasi dan ide

Berdasarkan fungsinya, kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan menjadi empat bagian, yaitu absortive, retentive, reasoning, creative.

Imajinasi yang kreatif merupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya meskipun seseorang yang hampir tidak pernah keluar rumah tetapi dengan menggunakan imajinasinya ia dapat melalang buana ke dunia sekitar.

Imajinasi jauh lebih penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murni dari pikiran manusia.

2)       Sifat Proses kreatif

Kreativitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Setiap orang Kreatif pada tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan dan bakat dalam bidang tertentu dapat lebih kreatif dari pada orang lain. Hal yang sama juga dialami oleh orang yang dilatih dan dikembangkan dalam


suatu lingkungan yang mendukung pengembangan kreativitas, mereka diajari untuk berfikir dan bertindak secara kreatif . Bagi pihak lain proses kreatif lebih sukar karena tidak dikembangkan secara positif dan jika mereka inginmenjadi kreatif, mereka harus belajar cara mengimplementasikan proses kreatif.

 

E.      Inovasi

A.      Pengertian Inovasi

Inovasi merupakan ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh manusia atau unitadopsi lainnya. Teori ini meyakini bahwa sebuah inovasi terdifusi ke seluruh masyarakatdalam pola yang bisa diprediksi. Beberapa kelompok orang akan mengadopsi sebuah inovasisegera setelah mereka mendengar inovasi tersebut. Sedangkan beberapa kelompokmasyarakat lainnya membutuhkan waktu lama untuk kemudian mengadopsi inovasi tersebut.Ketika sebuah inovasi banyak diadopsi oleh sejumlah orang, hal itu dikatakan atau meledak.

Inovasi merupakan tahap awal ketika seseorang mulai melihat, dan mengamati inovasibaru dari berbagai sumber, khususnya media massa. Pengadopsi awal biasanya merupakanorang-orang yang rajin membaca koran dan menonton televisi, sehingga mereka bisamenangkap inovasi baru yang ada. Jika sebuah inovasi dianggap sulit dimengerti dan sulitdiaplikasikan, maka hal itu tidak akan diadopsi dengan cepat oleh mereka, lain halnya jikayang dianggapnya baru merupakan hal mudah, maka mereka akan lebih cepatmengadopsinya. Beberapa jenis inovasi bahkan harus disosialisasikan melalui komunikasiinterpersonal dan kedekatan secara fisik.

 

B.       Inovasi Wirausaha

Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka pemecahanmasalah dan menemukan peluang (doing new thing) inovasi merupakan fungsi utamadalam proses kewirausahaan. Peter Drucker mengatakan inovasi memiliki fungsi yang khasbagi wirausahawan. Dengan inovasi wirausahawan menciptakan baik sumberdaya produksibaru maupun pengelolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untukmenciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada.


Inovasi adalah sutu proses untuk mengubah kesempatan menjadi ide yang dapat dipasarkan. Inovasi lebih dari sekedar ide yang baik suatu gagasan murni memegang perananpenting, dan fikiran kreatif mengembangkanya menjadi gagasaan berharga. Meskipundemikian terdapat perbedaan yangsignifikan antara sebuah ide yang timbul semata darispekulasi dan ide yang merupakan hasil pemikiran riset pengalaman dan kerja yang sempurnahal yang lebih penting, Wirausahawan yang prospektif harus mempunyai keberanian untuk memberikan sebuah ide melalui tahapan pengembangan.

Dengan demikian inovasi adalahsuatu kombinasi visi untuk menciptakan suatu gagasan yang lebih baik dan keteguhan sertadedikasi untuk mempertahankan konsep melalui implementasi.

 

C.       Proses Inovasi

Inovasi merupakan hasil pencarian suatu kesempatan yang di lakukan dengan sepenuhhati. Proses ini di mulai dengan analisis sumberdaya kesempatan yang menjadi obyek.Inovasi beresifat konseptual dan perseptual, dapat di pahami dan dilihat inovator harusmaelihat bertanya dan mendengar orang lain dalam mencari inovasi. Mereka berfikir kerasdengan segenap kemampuan otaknya, mereka melakukan perhitungan dengan cermat danmendengarkan pendapat orang lain, serta memperhatikan potensi pengguna inovasi yang dicarinya untuk memenuhi harapan nilai dan kebutuhan.Inovasi yang berhasil pada umumnyasederhan dan terfokus dan di tujukan pada aplikasi yang di desain khas, jelas dan cermat.Inovasi lebih banyak melibatkan kerja fisik dari pada pemikiran. Thomas Alfa Edisonmengatakan ”jenius merupakan perpaduan yang terdiri dari 1% inspirasi dan 99% kerjakeras” lebih dari itu inovator pada umumnya bekerja dalam suatu bidang, edison bekerjadalam hanya dalam bidang listrik dan menemukan inovasi baru yang berupa bola lampu.


D.      Jenis Inovasi

Menurut Donald Kuratko, Inovasi terdiri dari empat jenis, penemuan, pengembangan,duplikasi dan sintesis.

a.       Penemuan. Kreasi suatu produk, jasa, atau proses baru yang belum pernah dilakukansebelumnya. Konsep ini cenderung disebut revolisioner. Ex, penemuan pesawat terbang olehwright bersaudara, telepon oleh alexander graham bell dll.

b.      Pengembangan. Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang sudah ada. Konsepseperti ini menjadi aplikasi ide yang telah ada berbeda. Misalnya, pengembangan McD olehRay Kroc.

c.       Duplikasi. Peniruan suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada. Meskipun demikianduplikasi bukan semata meniru melainkan menambah sentuhan kreatif untuk memperbaikikonsep agar lebih mampu memenangkan persaingan. Misalnya, duplikasi perawatan gigi olehDentaland.

d.      Sintesis. Perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru.Proses ini meliputi engambilan sejumlah ide atau produk yang sudah ditemukan dan dibentuk sehingga menjadi produk yang dapat diaplikasikan dengan cara baru. Misal, sintesis padaarloji oleh Casio.

 

E.        Sumber Inovasi

Inovasi bagi wirausahawan lebih bersifat untuk memanfataatkan perubahan dari padamenciptakanya. Mencari inovasi dilakukan dengan memanfaatkan perubahan pada penemuanyang menyebabkan terjadinya perubahan. Ide inovatif dapat bersumber pada kraetivitaseksternal dankreativitas internal. Kreativitas eksternal dapat dirangsang denganmemanfaatkan secara sistematis rasa keingintahuan tentang perkembangan, ide dan kekuatanbaru yang sedang berlangsung di sekitar seseorang. Dengan melakukan hal ini,

Seseorang membangun sumber informasi tentang berbagai hal tentang fakta kesan, citra dan berbagaiide. Dengan demikian seseorang dapat memperoleh ide yang dapat di raih dan di manfaatkan.Kreativitas internal muncul secara tiba-tiba ketika seseorang sedang sibuk denga kreativitaseksternal. Dalam upaya ini menggunakan pengalaman sebagai sumber karena pengetahuandapat di peroleh melalui belajar.


III.            Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kreativitas dan inovasi sangat diperlukan apalagi dalam menghadapi persaingan dunia usaha, yang semakin ketat sehingga seorang wirausahawan dituntut agar memliki pemikiran khusus dalam bidang Usaha yang kreatif dan inovatif. Untuk itu, seorang wirausahawan perlu memahami proses-proses pemikiran kreatif dan inovatif. serta bagaimana menerapkannya dalam dunia usaha. Selain itu, wirausahawan juga dituntut untuk berpikir kreatif dan inovatif serta mampu menyadari tuntutan bisnis masa kini agar mampu bersaing dan mempertahankan usahanya dalam menghadapi persaingan dunia usaha saat ini.

 

 

 

 

IV.            Referensi

Modul 4 Kewirahusaan

Ernani, H. (2010). Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 13(1), 8–16.

Sahlan Sulaiman dan Wasman,Multi Dimensi Sumber Kreatifitas Manusia(bandung ,Sinar Baru .1988)hlm11

Hubeis Musa. (2012) Manajemen Ritel Kreatif dan Inovatif dalam Bisnis. Jakarta Timur. Inti Prima Promosindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.