Maret 29, 2022

PEMIMPIN VISIONER DALAM BIDANG KEWIRAUSAHAAN DI ERA GENERASI MILENIAL

 

Oleh : Kharis Febriansyach ( @U38-Kharis )

 

Pendahuluan

            Sikap malas, manja, egois, dan perilaku serba instant merupakan beberapa sikap negatif yang melekat pada mayoritas manusia milenial. Tidak banyak dari mereka akhirnya memutuskan untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri sebagai seorang kewirausahaan. Hal tersebut tidak membuat mereka bermalas-malasan, namun membuat mereka lebih semangat karena mampu mengendalikan dan memimpin perusahaannya sendiri. Beberapa contoh adalah William Tanuwidjaya yang sukses dengan platform Tokopedia, Nadiem Makarim yang sukses dengan Go-Jek, serta masih banyak yang lainnya.

Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku menuju pencapaian tujuan tertentu. Dalam hal, kepemimpinan menyebabkan orang lain bertindak ke arah tertentu. Pengusaha dikatakan sukses apabila pemimpin berhasil memimpin karyawannya dengan baik. Seorang pemimpin yang sukses, mereka percaya akan pertumbuhan yang berkelanjutan, peningkatan efisiensi dan sukses yang berkelanjutan untuk perusahaan. Wirausahawan memiliki prinsip kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter masing-masing dalam memajukan perusahaan atau bisnisnya. Zaid (2011) mengungkapkan bahwa hampir 62,5% efektivitas organisasi / perusahaan dapat ditentukan oleh kepemimpinan yang visioner.

Pemimpin visioner harus mengadopsi visi yang lebih menarik dan efektif serta pandai dalam penyampaiannya kepada anak buahnya untuk memperoleh dukungan dari para pemangku kepentingan dan secara langsung mendedikasikan diri untuk berpartisipasi dalam implementasi visi yang mereka harapkan bermanfaat. Kepemimpinan pada era milenial memiliki pendekatan yang khas karena digitalisasi yang merambah dunia kewirausahaan tidak lagi memungkinkan pemimpin untuk bertindak secara konvensional. Adapun dalam hal pola kepemimpinan, kepemimpinan milenial perlu memahami dan memakai pola komunikasi generasi milenial yang dipimpinnya. Di samping itu, kepemimpinan milenial perlu mendorong inovasi, kreativitas, dan jiwa entrepreneurship generasi baru. Semua saluran inovasi, kreativitas dan entrepreneurship harus dirancang dengan baik dan konkrit. Tidak hanya berisi wacana saja, tetapi juga terdapat proses yang benar-benar dapat dinikmati oleh generasi milenial untuk mengembangkan dirinya.

Pembahasan



Visi merupakan suatu pernyataan yang berisi petunjuk yang jelas tentang apa yang harus diperbuat organisasi atau negara di masa yang akan datang. Karena itulah, jika ingin menjadi seorang pemimpin, maka harus jadilah pemimpin yang visioner dan memiliki karakter. Hal tersebut dikemukakan oleh M. Afnan Hadikusumo, yang merupakan anggota DPD RI Perwakilan Provinsi DIY, selaku pembicara dalam acara Masa Ta’aruf (Mataf) Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Selasa (2/9).

Seorang pemimpin yang visioner biasanya cenderung berpikir kreatif demi masa depan organisasi yang ia pimpin. Kemampuan ini tentu saja didapatkan melalui berbagai proses pembelajaran dan juga pengalaman, baik itu secara pendidikan formal maupun informal.

# Kemampuan khusus pemimpin visioner, diantaranya:

  1. Difficult Learning: kemampuan dalam mengidentifikasi problem yang belum diketahui dan belum ada pemecahannya.
  2. Maximizing Energy: Memaksimalkan energi dalam usaha untuk mengambil keputusan yang berkualitas melalui mindset yang sifatnya kompromistis.
  3. Resonant Simplicity: Logika sederhana yang menjadi keunggulan dalam sebuah persaingan.
  4. Multiple Focus: Memiliki fokus pada kegiatan yang strategis maupun non strategis.
  5. Mastering Inner Sense: Memiliki prediksi tidak hanya berdasarkan logika dan rasio dari berbagai data tetapi juga memiliki “intuisi” dari inner sense yang menuntut kepada keputusan yang cepat dalam kondisi tertentu.

Visionary Leadership menuntut pemimpin memiliki kemampuan dalam menentukan arah masa depan melalui visi. Visi merupakan idealisasi pemikiran pemimpin tentang masa depan organisasi yang dikomunikasikan dengan stakeholders dan merupakan kekuatan kunci bagi perubahan suatu usaha untuk menciptakan usaha agar lebih  berkembang dan antisipatif terhadap persaingan global. Secara umum dapat kita katakan bahwa visi adalah suatu gambaran mengenai masa depan yang kita inginkan bersama. Visionary Leadership didasarkan pada tuntutan perubahan zaman yang meminta dikembangkannya secara intensif peran pendidikan dalam menciptakan sumber daya manusia yang handal bagi pembangunan, sehingga orientasi visi diarahkan pada mewujudkan nilai comparative dan kompetitif peserta didik sebagai pusat perbaikan.

# Kemampuan umum pemimpin yang visioner, diantaranya:

  1. Merumuskan dan menjual visi serta mengelola organisasi secara profesional.
  2. Mendapatkan respek dan kepercayaan dari anggota kelompok untuk merealisasikan visi yang ditetapkan.
  3. Memiliki integritas, kompetensi, konsistensi, loyal dan terbuka.
  4. Menstimuli motivasi karyawan untuk menghasilkan karya yang inovatif dan kreatif.
  5. Mengakomodir ego dan kepentingan individu serta kelompok demi merealisasikan visi organisasi.
  6. Memiliki perhatian kepada anggota dalam usaha untuk membimbing, memberi nasihat dan penilaian kerja yang adil.
  7. Memiliki human skill terutama dalam usaha untuk memecahkan konflik antar anggota serta memiliki kemampuan oral persuasion.

Dengan demikian karena adanya kepemimpinan visioner dapat menciptakan, merumuskan, mentransformasikan serta mengimplementasikan visi secara konsisten dan konsekuen.


Kesimpulan

Sebagaimana yang sudah diketahui oleh sebagian besar orang bahwa kepemimpinan adalah suatu usaha untuk mempengaruhi orang atau sekelompok anggota untuk melakukan sesuatu sesuai dengan arahan, tujuan dan sasaran yang telah disepakati bersama. Dengan terwujud nya pemimpin yang visioner dapat menciptakan usaha agar lebih  berkembang dan antisipatif terhadap persaingan global.

Pada Intinya kepemimpinan sangat berpengaruh dalam berwirausaha. Pemimpin harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan kepemimpinan visioner. Gaya kepemimpinan adalah kepemimpinan yang dapat memobilisasi semua sumber daya misi untuk mendekati visi yang ditetapkan. Wawasan kepemimpinan visioner untuk memahami masa depan dan memiliki kemampuan untuk membawa organisasi tumbuh dan mampu menghadapi semua tantangan zaman. Dalam berwirausaha membutuhkan pemimpin visioner, yang berorientasi pada pencapaian visi yang telah ditetapkan untuk mengundang semua pihak untuk secara efektif menjangkau melalui berbagai program dan kegiatan yang produktif. Selanjutnya, kepemimpinan visioner dalam berwirausaha memiliki prinsip, keterampilan, dan karakteristik yang dimiliki perusahaan.


Daftar Pustaka

Modul 4 Kewirausahaan

Bencsik, A., & Machova, R. 2016. Knowledge Sharing Problems from the Viewpoint of Intergeneration Management. In ICMLG2016 - 4th International Conferenceon Management, Leadership and Governance: ICMLG2016 (p.42). Academic Conferences and publishing limited.

Singh, P., Nadim, A. dan Ezzedeen, S.R. 2012. Leadership Styles and Gender: An Extension. Journal of Leadership Studies. Vol. 5 Iss 4 pp. 6-19

Mustiningsih, M., Maisyaroh, M., & Ulfatin, N. (2020). PERAN KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH HUBUNGANNYA DENGAN KESIAPAN GURU MENYONGSONG REVOLUSI INDUSTRI 4.0. JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan)4(2), 101-112.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.