Maret 29, 2022

PENERAPAN DESIGN THINKING UNTUK MENGEMBANGKAN INOVASI DALAM BERWIRAUSAHA

 

PENERAPAN DESIGN THINKING UNTUK MENGEMBANGKAN INOVASI DALAM BERWIRAUSAHA

Oleh : Muhamad Ripano (@U35-RIPANO)

ABSTRAK

Design thinking merupakan proses berulang dimana kita berusaha memahami pengguna, menantang asumsi, dan mendefinisikan kembali masalah yang membutuhkan strategi dan solusi alternatif. Design thinking juga biasanya dalam berwirausaha merupakan solusi untuk menyelesaikan masalah. hal ini adalah cara berpikir dan bekerja pada saat mengembangkan suatu usaha. Design thinking ini sangat berguna pada wirausaha dan sangat bermanfaat untuk mengembangkan suatu usaha dalam mengatasi masalah – masalah pada produk yang ingin dikembangkan. Design thinking juga membuat beberapa test pada usaha seperti : membuat sketsa, testing pada produk, prototype, dan mencoba berbagai konsep ide – ide baru yang ingin di produksi pada konsumen.

Inovasi merupakan suatu kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperbaiki kinerja usaha. Dalam berwirausaha sangat penting dengan adanya inovasi. Karena inovasi dapat menghasilkan produk baru yang dikembangkan dengan konsep ide – ide baru, inovasi juga merupakan suatu hasil produk yang dirasakan oleh sesuatu yang baru pada pengguna atau konsumen tersebut.

PEMBAHASAN



 

Apa itu design thinking ?

Design thinking merupakan suatu metode yang menggunakan kepekaan dan sesuaikan kebutuhan masyarakat secara teknis yang layak dan dapat diubah menerjemahkan ke dalam nilai pelanggan dan peluang pasar melalui strategi bisnis yang layak. Design thinking juga dapat dilakukan untuk memecahkan suatu masalah dengan cara yang kreatif dan praktis. Pola berpikir kreatif merupakan salah satu yang dijadikan sebagai komponen penting dalam melakukan design thinking hal ini untuk dijadikan sebagai bagian yang penting dalam pengajaran di semua sektor agar dapat berpikir kritis.

Dalam membedakan design thinking selalu berpijak pada pemikiran kritis yang berdasarkan persepsi, kemungkinan, dan praktik hal ini yang nantinya akan di analisis, cari fakta dan alasan agar mendapatkan hasil yang akurat dan sesuai keinginan. Berpikir kritis merupakan cara kerja yang linier dan sebagai metode ilmiah agar tidak dapat di ubah karena hasilnya sering mengalami peningkatan tetapi bukan untuk berinovasi. Pemecahan masalah dengan menggunakan design thinking dapat dilakukan namun harus mengetahui tingkat regulasi diri yang tinggi agar dapat berpengaruh pada perubahan metakognitif yang tinggi. Design thinking seiring berkembangnya zaman akan terus mengalami perubahan yang luas biasanya cakupan yang berkaitan dengan aplikasinya beberapa bidang seperti desain Organisasi, perencanaan strategis daerah maupun sektor publik, praktik manajemen, dalam menciptakan suatu inovasi dalam bidang bisnis yang baru. Didalam design thinking memiliki tiga fungsi yang dijadikan sebagai mindset, proses, dan toolbox.

Pemikiran dalam design thinking mengenai strategi dan transformasi bisnis dapat digambarkan sebagai pemikiran yang komprehensif. Pendekatan ini untuk dijadikan sebagai pusat pemikiran Inovasi dan transformasi bisnis, penemuan dalam kebutuhan dan peluang yang tidak ada dan mampu untuk menciptakan visi misi yang baru dan membuat rencana alternatif. elemen inti design thinking merupakan kemampuan dalam pengetahuan baru. Dalam pemikiran design thinking sangat berguna untuk menentukan pemecahan masalah dalam memahami kompleks yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, mendefinisikan kembali masalah dalam beberapa cara agar dapat berorientasi pada individu dan dengan melakukan pendekatan langsung membuat prototype ide yang nantinya agar dapat di uji.

Adapun 5 tahapan design thinking yaitu antara lain:

1.      Empathize (empati) adalah tahap pertama dari pemikiran desain. Merupakan suatu pemahaman empati tentang keinginan untuk menemukan solusi. Dalam pengertian Empati ini adalah sikap terhadap klien dan dari sinilah kita mengetahui yang diinginkan oleh klien. Misalnya seperti pada saat kita melakukan wawancara langsung kepada narasumber maka kita juga dapat menjadi klien.

2.      Define (Mendefinisikan) merupakan tahap kedua yang dijadikan untuk mengumpulkan suatu informasi yang sudah didapatkan dari empathize sebelumnya. Selanjutnya dilakukan cara dengan menganalisis kemudian dapat digabungkan untuk menentukan suatu masalah.

3.      Ideate ini adalah tahap ketiga dari design thinking dimana pada tahap ini digunakan untuk mengumpulkan ide untuk diambil. Semua ide yang muncul akan diakomodasi sebagai pemecah masalah dalam tahap definisi. Selanjutnya setelah mengetahui masalah yang ada dapat melakukan analisis kembali pada tahap ini. Hal ini untuk menemukan sesuatu setelah semua elemen diperlukan untuk menghindari masalah di masa yang akan datang.

4.      Prototype adalah tahap dimana ide-ide yang ada pada tahap ide akan dieksekusi. Namun pada tahap ini biasanya memiliki versi yang kecil dari produk yang akan di produksi, prototipe itu sendiri biasanya masih memiliki kesalahan namun lebih mudah untuk diperbaiki. Hal ini karena untuk mencegah produk yang sudah jadi namun masih memiliki tekstur yang kasar, sehingga ketika produk sudah jadi tidak banyak mengalami kesalahan.

5.      Test merupakan tahapan terakhir dimana pada tahap ini dilakukan suatu uji coba agar hasilnya dapat di evaluasi. Hal ini untuk dapat memastikan apakah hasilnya sudah maksimal atau belum agar hasilnya sempurna untuk digunakan.

MANFAAT PADA DESIGN THINKING DALAM MENGEMBANGKAN USAHA



Manfaat yang dapat diperoleh dengan menerapkan design thinking dalam mengembangkan suatu usaha diantaranya :

1.      Design thinking berfokus pada solusi.

Design thinking ini harus berfokus pada memecahkan suatu masalah dan memberikan solusi dengan keadaan yang dihadapi pada usaha tersebut.

2.      Menciptakan ide – ide dan solusi yang inovatif

Design thinking untuk merencanakan solusi dalam suatu pemecahan masalah. Hal ini akan membentuk ide - ide baru yang bisa dikembangkan pada suatu usaha tersebut ide tersebut sangat bernilai karena dapat dapat membantu suatu usaha pola pikir yang kreatif diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pada suatu usaha.

3.      Pola pikir design thinking menjadi tujuan pada suatu usaha.

Design thinking sangat bermanfaat dalam proses penghematan pengeluaran. Design thinking juga dapat meingkatkan kualitas pada produk yang dikembangkan pada suatu usaha. Design thinking ini harus di terapkan pada perusahaan – perusahaan.

 

KESIMPULAN

            Kesimpulan yang saya dapat dari artikel yang saya buat dapat dikatakan bahwa design thinking ini mampu dijadikan sebagai solusi dalam memecahkan masalah pada suatu usaha. Design thinking ini dapat menjadikan kita untuk mau berpikir lebih keras secara efisien dan berinovasi secara meluas untuk mengembangkan suatu usaha. Design thinking digunakan sebagai suatu pendekatan dan cara dakam proses berpikir untuk menemukan konsep dari sebuah perancangan yang sudah ditentukan agar menjadi efektif dan efisien.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Madanih, R., Susandi, M., & Zhafira, A. (2019). Penerapan Design Thinking Pada Usaha Pengembangan Budi Daya Ikan Lele Di Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Journal of Business and Entrepreneurship, 2(1), 55–64. https://doi.org/10.24853/baskara.2.1.55-64

Rizky Rabbani, A. (2021). Penerapan Design Thinking Terhadap Usaha Baju Di Toko Setal Pangkalpinang Dengan Menggunakan Website Sebagai Salah Satu Solusi. Rainstek Jurnal Terapan Sains Dan Teknologi, 3(3), 167–175. https://doi.org/10.21067/jtst.v3i3.6046

Suprobo, P. (2012). Penerapan Design Thinking dalam Inovasi Pembelajaran Desain dan Arsitektur Penerapan Design Thinking dalam Inovasi Pembelajaran Desain dan Arsitektur Abstrak Pendahuluan. Seminar Nasional Menuju Arsitektur BerEmpati, May 2012, 509–517. https://www.researchgate.net/publication/262561679_Penerapan_Design_Thinking_dalam_Inovasi_Pembelajaran_Desain_dan_Arsitektur

https://www.ruangkerja.id/blog/apa-itu-design-thinking-penerapan-dan-manfaatnya-bagi-perusahaan-1

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.