Maret 14, 2022

PENGARUH JIWA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA

PENGARUH JIWA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA

 


Oleh : YEHEZKIEL BILLY TYO SURLIA

41620110044

 

( @ T13-Billy )

          PENDAHULUAN

Indonesia sebagai Negara dengan populasi terbesar di kawasan ASEAN, memiliki masyarakat yang heterogen dan terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa dan adat istiadat yang terhampar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia memiliki kekuatan ekonomi yang cukup baik, dengan pertumbuhan ekonomi cukup tinggi di dunia sebesar 4,5 % dan diperkirakan tumbuh sekitar 5,2 % di tahun 2015 ( http:///www.beritasatu.com. Kamis, 26 Februari 2015 ). Hal ini merupakan modal yang penting untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menuju Masyarakat  Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015. Sebagai salah satu dari tiga pilar utama ASEAN Community 2015, MEA yang dibentuk dengan misi menjadikan perekonomian di ASEAN menjadi lebih baik serta mampu bersaing dengan negara - negara yang perekonomiannya lebih maju dibandingkan dengan kondisi negara ASEAN saat ini. Selain itu juga dapat menjadikan posisi ASEAN menjadi lebih strategis di kancah Internasional.

MEA dijadikan sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan pada Usaha Kecil Menengah (UKM).  Kemampuan daya saing dan dinamisme UKM akan ditingkatkan dengan memfasilitasi akses mereka terhadap informasi terkini, kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan kemampuan, keuangan, serta teknologi.

Pelaksanaan MEA 2015 sudah di depan mata. Indonesia harus mulai mempersiapkan diri jika tidak ingin menjadi sasaran masuknya produk produk negara anggota ASEAN. Indonesia harus banyak belajar dari pengalaman Free Trade Agreement (FTA) dengan Tiongkok, dimana Tiongkok menguasai pasar komoditi Indonesia. Tidak ada pilihan lain selain menghadapi dengan percaya diri bahwa bangsa Indonesia mampu dan menjadi lebih baik perekonomiannya dalam keikutsertaan MEA 2015 ini. Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan oleh  pemerintah antara lain memberikan bantuan modal bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, serta memperbaiki kualitas produk dalam negeri. Dalam sektor tenaga kerja Indonesia perlu meningkatkan kualifikasi pekerja, meningkatkan mutu pendidikan serta pemerataannya dan  memberikan kesempatan yang sama kepada  masyarakat

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian dari latar belakang, maka permasalahan yang dirumuskan adalah sebagai berikut :

1.   Bagaimana jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh mahasiswa?

2.   Bagaimana motivasi mahasiswa dalam memilih profesi wirausaha?

3.   Berapa besar pengaruh jiwa  kepemimpinan terhadap motivasi ini adalah :

1.   Untuk mengetahui jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh mahasiswa.

2.   Untuk mengetahui motivasi mahasiswa dalam memilih profesi wirausaha.

3.   Untuk mengetahui berapa besar pengaruh jiwa kepemimpinan terhadap  motivasi mahasiswa dalam memilih profesi wirausaha ?


MAKSUD DAN TUJUAN  PENELITIAN

Maksud Penelitian

 Berdasarkan masalah yang telah  dipaparkan, maksud dari penelitian ini adalah untuk melihat, mencari data dan  mengetahui jiwa kepemimpinan dan  motivasi mahasiswa dalam memilih profesi wirausaha (studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Nurtanio  Bandung).

Tujuan Penelitian

 Berdasarkan masalah yang diteliti, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian

menurut Hasibuan (2017) adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.

Menurut Flippo yang dikutip oleh Handoko (2012) fungsi manajerial ada empat yaitu:

1.   Planning (perencanaan)



        Adalah proses untuk mempelajari dan meramalkan masa depan, serta menyusun program-program kegiatan mengenai segala yang akan dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan. Seorang manajer yang efektif akan banyak memberikan waktu perencanaan.

2.   Organizing (pengorganisasian).

Adalah membuat wadah, mengatur  hubungan-hubungan, membagi  wewenang serta tanggung jawab diantara kelompok orang yang akan  mewujudkan rencana yang telah disusun. Manajemen harus membentuk pedoman organisasi dan uraian jabatan yang jelas dari setiap jabatan agar pemegang jabatan dapat mengetahui, batasan-batasan tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya.

3.   Directing (pengarahan).

Adalah proses yang menuntun dan mengawasi pihak-pihak yang terkait dalam suatu perusahaan, agar dapat diarahkan pada satu tujuan akhir.  Pengarahan ini mencakup motivasi, menggerakkan, dan memerintah  sehingga proses pengarahan menjadi lebih efektif dan efisien.

4.   Controlling (pengendalian).

Adalah tindakan mengawasi dan membimbing agar aktivitas berjalan sesuai rencana. Selain itu, diadakan pula evaluasi penyimpangan - penyimpangan  yang terjadi serta penyesuaian untuk



menghadapi penyimpangan yang tidak dapat dihindari.

Dalam fungsi controlling, seorang pemimpin harus mempunyai leadership (jiwa kepemimpinan).

Dalam pengertian umum, menurut Suryana (2013), jiwa kepemimpinan sebagai faktor penting untuk dapat memengaruhi kinerja orang lain, memberikan sinergi yang kuat demi tercapainya suatu tujuan.

Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya dan upaya untuk mencapai kepuasan (Hasibuan, 2017).

Menurut Yukl (2015), ciri – ciri yang khas hanya ada pada orang –orang yang  mempunyai jiwa dan naluri kepemimpinan, adalah :

1.   Berani mengambil keputusan, risiko, dan tanggung jawab.

2.   Konsisten.

 

Suryana (2013) ciri-ciri kewirausahaan yang berhasil adalah :

1.   Memiliki visi dan tujuan yang jelas.

2.   Inisiatif dan selalu proaktif.

3.   Berorientasi pada prestasi.

4.   Berani mengambil risiko.

5.   Kerja keras.

6.   Bertanggung jawab atas segala aktivitas yang dijalankannya, sekarang atau akan datang.

7.   Komitmen.

8.   Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan siapapu

Hubungan jiwa kepemimpinan terhadap motivasi berwirausaha adalah bahwa jiwa kepemimpinan sebagai faktor penting kunci  keberhasilan wirausahawan bukan disebabkan oleh keterampilan semata, melainkan lebih oleh jiwa kepemimpinan yang dimiliki si pengusaha itu sendiri. Orang-orang sesungguhnya energik,  berorientasi kepada perkembangan memotivasi diri sendiri dan tertarik untuk menjadi produktif.

 Hipotesis

Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan  pendekatan          kuantitatif dalam  pengujiannya. Pendekatan kuantitatif dilakukan karena data penelitian berupa angka-angka dan dianalisis  menggunakan statistik. Sugiyono (2014)  menyatakan bahwa “Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian”, dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru berdasarkan teori yang relevan, belum pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan  data.

Berdasarkan rumusan masalah dan model penelitian diatas, peneliti menyimpulkan Jiwa Kepemimpinan  berpengaruh terhadap Motivasi Berwirausaha pada mahasiswa Fakultas  Ekonomi di Universitas Nurtanio Bandung.

Maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut Jiwa  Kepemimpinan berpengaruh positif



KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh jiwa kepemimpinan terhadap motivasi berwirausaha pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Nurtanio Bandung, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1.   Faktor jiwa kepemimpinan (variabel X) yang dimiliki mahasiswa dapat dikatakan baik, namun untuk lebih meningkatkan faktor disiplin sebagai salah satu bagian dari jiwa kepemimpinan perlu diberlakukan pemberian sangsi kepada mahasiswa agar dapat lebih melatih diri mahasiswa dalam mendisiplinkan penggunaan  waktu.

2.   Faktor motivasi mahasiswa (variabel Y) dalam memilih profesi wirausaha dapat dikatakan sangat baik. Seringnya  mahasiswa mengikuti pelatihan kesekretariatan, pelaporan keuangan, dan pengembangan sumber daya manusia dapat lebih meningkatkan kemampuan manajerial mahasiswa sehingga meningkatkan motivasi mahasiswa untuk memilih profesi berwirausaha.

3.   Berdasarkan hasil penelitian dengan terbuktinya jiwa kepemimpinan berkorelasi kuat terhadap motivasi berwirausaha maka mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Nurtanio Bandung dapat mengikuti kegiatan yang melatih dan meningkatkan kedisiplinan tinggi pada diri mahasiswa seperti kegiatan outbond, pelatihan kepemimpinan, mengikuti kegiatan keorganisasian  mahasiswa yang positif, dan pelatihan / kursus kewirausahaan untuk menambah wawasan tentang wirausaha terintegrasi dengan segala daya dan upaya untuk mencapai kepuasan (Hasibuan, 2017: 179). Menurut Yukl (2015), ciri – ciri yang khas hanya ada pada orang –orang yang mempunyai jiwa dan naluri kepemimpinan, adalah : berani mengambil keputusan, resiko, tanggung jawab, dan konsisten. Dengan jiwa kepemimpinan dapat memotivasi seseorang untuk berwirausaha.

DAFTAR PUSAKA

Ardiyanti & Mora. (2019). Pengaruh Minat Usaha dan Motivasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha Wirausaha Muda di kota Langsa. Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis, Vol 10, No 2 Juli 2019. P-

ISSN 2089-1989 E-ISSN 2614-1523.

Ariyanti, A. (2018). Pengaruh Motivasi dan Mental Berwirausaha Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta. Jurnal Pengembangan Wiraswasta Vol. 20 No. 02 Agustus 2018 p-ISSN 1411-

710X e-ISSN 2620-388X.


Handoko, T. (2012). Manajemen Personalia & Sumberdaya Manusia. Edisi 2. Yogyakarta : BPFE.

Hartono, Warka, dan Purwanto. 2017. Pengaruh Kepemimpinan Perwira Pengasuh Terhadap Nilai Prestasi Melalui Motivasi dan Disiplin Taruna Akademi TNI Angkatan Laut. Jurnal Pertahanan & Bela Negara. Agustus 2017, Volume 7 Nomor 2.

Hasibuan, M.S.P. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : BumI

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.