Maret 14, 2022

PENGEMBANGAN JIWA KREATIF WIRAUSAHAWAN

“PENGEMBANGAN JIWA KREATIF DALAM WIRAUSAHAWAN”
OLEH: PRIMA WIJAYA KUSUMA
@U40 PRIMA


I.ABSTRAK

Perkembangan  ekonomi  kreatif  tidak  dapat  terlepas  dari  generasi  muda  sebagai  “gudang”kreativitas. Generasi  muda  adalah  sumber  daya  produktif  yang  dengan  ide  keratifnya  dapat  membuka  sebuah  usaha  (wirausaha)  yang  juga  membantu  pemerintah  dalam  mengurangi  tingkat  pengangguran  di  angkatan  kerja  produktif. Semakin  banyak  anak  muda  yang  berkecimpung  di  dunia  wirausaha, semakin  banyak  pula  produktifitas  yang  dihasilkan  sehingga  berdampak  pula  pada  meningkatnya  perkembangan  ekonomi  nasional.

Salah  satu  bentuk  kreatifitas  bisa  melalui  kewirausahaan. Kewirausahaan  adalah  kemampuan  kreatif  dan  inovatif  yang  dijadikan  dasar, kiat, dan  sumber  daya  untuk   mencari  peluang  sukses. Memiliki  jiwa  entrepreneur  berarti  mendorong  adanya  mental  yang  mandiri, kreatif, inovatif, bertanggung  jawab , disiplin, dan  tidak  mudah  menyerah, sperti  layaknya  seorang  wirausahan  ketika  memulai  usahanya  dari  bawah. Alangkah  baiknya  jika  sifat-sifat  ini  dilakukan  pada  generasi  muda  yang  notabenya  adalah  jiwa  petualang, penuh  ide,  dan  menyukai  tantangan  secara  umum  memiliki  kesamaan  dengan  konsep  wirausaha  yang  menjawab  tantangan  secara  umum  memiliki  kesamaaan  dengan  konsep  wirausaha  yang  menjawab  tantangan  dan  memanfaatkan  peluang.

II.PENDAHULUAN

Generasi  muda  merupakan  bagian  dari  masyarakat  yang  memiliki  tingkat  produktivitas  yang  paling  tinggi. Namun  sayangnya  kurang  dimafaatkan  dengan  baik. Hal  tersebut  karena  masih  banyaknya  dari  segelintir  pemuda  yang  melakukan  ataupun  terlibat  tindak  kejahatan  seperti, pencurian, narkoba, tawuran, sampai  pergaulan  bebas.  Tentu  kita  tidak  ingin  hal  ini  terus  berkelanjutan. Maka  dari  itu  sekolah  dan  dari  dini  bekali  generasi  muda  dengan  pendidikan  yang  baik. Selain  itu  agar  generasi  muda  terpacu  untuk  mnegeksplor  ide  kreatif  dalam  dirinya, kita  dapat  arahkan  ke  dunia  bisnis. Dari hal  ini  generasi  muda  mudanya  bisa  belajar  untuk  menjadi  sorang  wirausaha  agar  dapat  meminimalkan  tindak  kejahatan  yang  ada  karena  kreatifitasnya  diluangkan  untuk  dunia  usaha  bukan  untuk  sesuatu  yang  malah  dapat  menghancurkan  masa  depannya. Wirausaha  muda  nantinya  akan  menjadi  potensi  pembangunan,  baik  dalam  jumlah  maupun  mutu  wirausaha  muda  itu  sendiri.

 

II.PENGERTIAN

II.a PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN YANG KREATIF

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan menurut Drucker (1959) adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang. Bayak orang, baik pengusaha maupun yang bukan pengusaha, meraih sukses karena hanya terdapat orang-orang yang berpikir kreatif dan inovatif. Karya dan karsa hanya terdapat pada orang-orang yang berpikir kreatif. Tidak sedikit orang dan perusahaan yang berhasil meraih sukses karena memiliki kemampuan kreatif dan inovatif. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan munculnya ide-ide dan pemikiran-pemikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan dalam organisasi perusahaan, proses kreatif dan inovatif dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan untuk meraih pangsa pasar. Baik ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak lain adalah untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda seperti :

1.     Pengembangan teknologi.

2.     Penemuan pengetahuan ilmiah.

3.     Perbaikan produk barang dan jasa yang ada

4.     Menemukan cara-cara baru untuk mendapatkan produk yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efesien.

III.PEMBAHASAN

MENCIPTAKAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN KREATIVITAS



1.     Pengertian Kreativitas

 Kreativitas merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menemukan dan menciptakan suatu hal baru,cara-cara baru, model baru, yang berguna bagi dirinya dan masyarakat. Hal-hal baru itu tidak selalu sesuatu yang sama sekali tidak pernah ada sebelumnya, unsur-unsurnya bisa saja telah ada sebelumnya, tetapi individu menemukan kombinasi baru, konstruk baru yang memiliki kualitas yang berbeda dengan keadaan sebelumnya. Jadi, hal baru itu adalah sesuatu yang bersifat inovatif. Kreativitas memegang peranan penting dalam kehidupan dan perkembangan manusia. Kreativitas banyak dilandasi oleh kemampuan intelektual, seperti intelegensi bakat dan kecakapan hasil belajar, tetapi juga didukung oleh faktor-faktor afektif dan psikomotor.

2.     Tahap tahap penciptaan perilaku kreatif

Bagaimana cara menciptakan sikap kreatif, Menurut spada.uns Penciptaan kreatif menurut ahli yaitu dengan 4 tahap yaitu :

a.      Persiapan (preparation)

Merupakan tahap awal berisi kegiatan pengenalan masalah, pengumpulan data-informasi yang relevan, melihat hubungan antara hipotesis dengan kaidah-kaidah yang ada. Tetapi belum sampai menemukan sesuatu, baru menjajagi kemungkinan-kemungkinan.

b.      Inkubasi (incubation)

Merupakan tahap menjelaskan, membatasi, membandingkan masalah. Dengan proses ini diharapkan ada pemisahan, mana hal-hal yang benar-benar penting dan mana yang tidak, mana yang relevan dan mana yang tidak.

c.       Iluminasi (illumination)

Merupakan tahap mencari dan menemukan kunci pemecahan,  menghimpun informasi dari luar untuk dianalisis dan disintesiskan kemudian merumuskan beberapa keputusan.

d.      Ferifikasi (verification)

Merupakan tahap mentes dan membuktikan hipotesis,apakah keputusan yang diambil itu tepat atau tidak.

 

3. KONSEP DASAR KREATIVITAS WIRAUSAHA BERDASAR 4 P

Adapun Definisi kreativitas dalam berwirausaha tergantung pada segi penekanannya, kreativitas dapat didefinisikan kedalam empat jenis dimensi sebagai Four P’s Creativity, yaitu dimensi Person,Proses, Press dan Product sebagai berikut :

Strategi 4P yaitu Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk yang menurut para ahli dapat membantu mengembangkan kreatifitas anak jika diterapkan secara benar. Pada dasarnya setiap orang memiliki kreativitas, hanya saja tidak semua orang bisa mengembangkan kreatifitasnya dengan benar. Untuk itu diperlukan pemahaman dalam mengembangkan kreatifitas tersebut. Melalui strategi 4P ini diharapkan dapat membantu wirausaha dalam mengembangkan kreativitas

1.        Definisi kreativitas dalam dimensi Person.

Definisi pada dimensi person adalah upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada individu atau person dari individu yang dapat disebut kreatif. “Creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people” (Guilford, 1950 dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001). “Creative action is an imposing of one’s own whole personality on the environment in an unique and characteristic way

(Hulbeck, 1945 dikutip Utami Munandar, 1999). Guilford menerangkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan atau kecakapan yang ada dalam diri seseorang, hal ini erat kaitannya dengan bakat. Sedangkan Hulbeck menerangkan bahwa tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Definisi kreativitas dari dua pakar diatas lebih berfokus pada segi pribadi.

 

2.      Kreativitas dalam dimensi Process.

Definisi pada dimensi proses upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada proses berpikir sehingga memunculkan ide-ide unik atau kreatif. “Creativity is a process that manifest in self in fluency, in flexibility as well in originality of thinking” (Munandar, 1977 dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001). Utami Munandar menerangkan bahwa kreativitas adalah sebuah proses atau kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibititas), dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci), suatu gagasan. Pada definisi ini lebih menekankan pada aspek proses perubahan (inovasi dan variasi). Dari pendapat diatas kreativitas sebagai sebuah proses yang terjadi didalam otak manusia dalam menemukan dan mengembangkan sebuah gagasan baru yang lebih inovatif dan variatif (divergensi berpikir).

3.      Definisi Kreativitas dalam dimensi Press.

Definisi dan pendekatan kreativitas yang menekankan faktor press atau dorongan, baik dorongan internal diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif, maupun dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis. Definisi Simpson (1982) dalam S. C. U. Munandar 1999, merujuk pada aspek dorongan internal dengan rumusannya sebagai berikut : “The initiative that one manifests by his power to break away from the usual sequence of thought”

Mengenai “press” dari lingkungan, ada lingkungan yang menghargai imajinasi dan fantasi, dan menekankan kreativitas serta inovasi. Kreativitas juga kurang berkembang dalam kebudayaan yang terlalu menekankan tradisi, dan kurang terbukanya terhadap perubahan atau perkembangan baru.

4.      Definisi Kreativitas dalam dimensi Product. (Kunci dalam berwirausaha0

Definisi pada dimensi produk merupakan upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/original atau sebuah elaborasi/penggabungan yang inovatif. “Creativity is the ability to bring something new into existence” (Baron, 1976 dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001)

Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan pada orisinalitas, seperti yang dikemukakan oleh Baron (1969) yang menyatakan bahwa kreatifitas adalah kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang baru. Begitu pula menurut Haefele (1962) dalam Munandar, 1999; yang menyatakan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial. Dari dua definisi ini maka kreatifitas tidak hanya membuat sesuatu yang baru tetapi mungkin saja kombinasi dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya.

Dari berbagai pengertian yang dikemukakan oleh para ahli untuk menjelaskan makna dari kreativitas yang dikaji dari empat dimensi yang memberikan definisi saling melengkapi. Untuk itu kita dapat membuat berbagai kesimpulan mengenai definisi tentang kreativitas dengan acuan beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli.

Dari beberapa uraian mengenai definisi kreativitas yang dikemukakan diatas peneliti menyimpulkan bahwa : “Kreativitas adalah proses konstruksi ide yang orisinil (asli), bermanfaat, variatif (bernilai seni) dan inovatif (berbeda/lebih baik)”.

Untuk itu 4 poin diatas sangat berkorelasi dalam pengambangan wirausaha dan penimbulan ide dalam usaha.

 

4. CARA MELATIH PEMIKIRAN KREATIF

Untuk diketahui bahwa berpikir kreatif memiliki banyak sekali macamnya. Pada artikel kali ini, kita akan menjabarkan contoh-contoh creative thinking atau berpikir kreatif.

 

Simak beberapa contoh di bawah ini untuk materi berpikir kreatif:

1. Kreativitas yang Artistik (Artistic Creativity).

- Pembuatan skrip untuk iklan pemasaran pada radio ataupun televisi

- Membuat desain kemasan produk

- Merancang desain logo untuk produk

- Menyusun rencana webinar atau pembelajaran online.

- Merancang desain pakaian 

- Membuat poster atau flyer untuk promosi 

 

 2. Kreativitas dalam Pemecahan Masalah (Creative Problem-Solving).

- Mengidentifikasi pemotongan biaya anggaran pembelanjaan bisnis perusahaan.

- Membuat rumusan aturan pada perusahaan

- Menyarankan cara komunikasi baru untuk menyelesaikan konflik antar karyawan.

- Menyarankan cara-cara baru untuk meningkatkan layanan pelanggan.

- Menyarankan prosedur baru untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan.

- Brainstorming untuk memotong penggunaan energi yang berlebihan (contoh air, listrik).

- Brainstorming untuk penetapan strategi pada dunia kerja 

 

3. Kreativitas dalam STEM (Creativity in STEM).

 

Sebelumnya, kita perlu tahu dulu apa yang dimaksud dengan STEM? Bidang STEM adalah singkatan dari Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh berpikir kreatif dalam bidang STEM.

- Membuat programan komputer untuk proses pembelajaran online secara otomatis.

- Berpikir kreatif dalam pelayanan dengan merancang platform media sosial pada sistem android.

- Bereksperimen dalam menciptakan obat baru yang ampuh untuk mengobati penyakit atau virus.

- Membuat analisa dan cara baru agar meningkatkan jumlah ketertiban di sekolah, kantor.

- Berpikir kreatif dalam pelayanan masyarakat dalam bidang transportsi. (Gojek)

 

5.  KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN YANG KREATIF

1.       Memiliki dorongan (drive) yang tinggi

2.       Memiliki rasa ingin tahu yang besar

3.       Penuh percaya diri

4.       Toleran terhadap ambiguitas

5.       Bersifat sensitive, dan lain-lain

6.       Senang mencari pengalaman baru

7.       Memiliki inisiatif

8.       Memerlukan situasi yang mendukung

9.       Sensitif terhadap lingkungan

10.    Memiliki nilai estetik yang tinggi

11.    Memiliki rasa ingin tahu yang besar

12.    Tekun dan tidak mudah bosan

13.    Percaya diri dan mandiri

14.    Berani mengambil resiko

15.    Berpikir divergen

 

Seorang Wirausaha yang memliki sifat kreatif dapat mendorong pengembangan lingkungan usahanya menjadi berhasil. Karena dengan kreativitas seorang Wirausaha dapat menghasilkan:

1. meningkatkan efisiensi kerja

2. meningkatkan inisiatif dan pemikiran yang kritis

3. meningkatkan system dan pendistribusian

4. meningkatkan mutu produk

5. meningkatkan laba.

 

6. Hambatan dalam Berpikir Kreatif

1. Kurang memahami tujuan dan sasaran yang akan dicapai

Hambatan pertama untuk berpikir kreatif adalah tidak adanya tujuan dan sasaran yang jelas. Untuk kelas pelaksana, hambatan berlaku kreatif kadang disebabkan tidak ada panda yang tertulis dan terperinci dalam sebuah kegiatan. Saat semuanya jelas, seseorang bisa berpikir luas di dalam koridor yang ada. Jadi, yang dibutuhkan adalah penajaman tujuan dan panduan yang jelas agar kreativitas dapat berkembang.

2. Takut Berbuat Salah

Banyak orang yang takut salah. Salah adalah kegagalan yang harus dijauhi.Saat ini terjadi, bukan kegagalan yang menahan kita untuk kreatíf. Perasaan kita sendiri yang menghadang kreativitas mengucur keluar dari dalam otak.

3. Takut Dikritik

Takut dikritik, diejek, dicemooh, atau ditolak adalah hal hajar yang ada dalam setiap manusia. Hal ini dipicu oleh keinginan untuk disukai dan disetujui oleh orang lain. Namun berbahaya untuk pengembangan kemampuan berpikir kreatif.

4. Homeostasis

Homeostasis adalah keinginan bawah sadar untuk tetap konsisten dengan apa yang telah dilakukan atau katakan di masa lalu. Ini menimbulkan rasa takut melakukan atau mengatakan sesuatu yang baru atau berbeda dari apa yang Sudan dilakukan sebelumnya.

5. Tidak Berpikir Proaktif

Menjadi orang yang pasif dan menunggu instruksi membuat pikiran kita tidak terangsang untuk ide-ide dan informasi baru. Membuat pikiran kita kehilangan vitalitas dan energinya, seperti otot yang tidak dilatih.

 

6. Selalu Merasionalisasi Keadaan

Hambatan keenam untuk berpikir kreatif adalah kebiasaan merasionalisasi. Kita tahu  manusia adalah makhluk rasional. Kadang saat mencoba menjadi rasional kita berusaha merasionalisasi kegagalan. Membuat diri kita merasa lebih aman. Hal ini bisa berbahaya. Dengan terus  merasionalisasi keputusan yang diambil, kita tidak dapat belajar untuk meningkatkan kinerja.*) PPSDM Aparatur secara kontinu menggelar pelatihan Creative Thinking and Innovation untuk mendukung ASN Kementerian ESDM maju dan mencapai kompetensi yang lebih baik, dalam rangka mewujudkan ASN berstandar internasional.

 

IV. KESIMPULAN

Kreativitas merupakan sumber yang penting dalam mengubah ide-ide menjadi kritis dan terealisasi. Dengan berusaha menjadi lebih kreatif, Anda akan sadar terhadap ide-ide yang lebih produktif. Kreativitas bukanlah suatu bakat misterius yang diperuntukkan hanya bagi segelintir Wirausaha.Kreatif merupakan proses pemikiran yang membantu dalam mencetuskan gagasan-gagasan,Kreativitas merupakan bahan bakunya. Kreativitas seorang Wirausaha dapat merombak dan mendorongnya dalam perkembangan lingkungan usaha agar berhasil. Adapun kegunaan lainnya dari kretivitas adalah berhubungan secara langsung dengan penambahan nilai, penciptaan nilai, dan penemuan peluang usaha. Kreativitas seorang Wirausaha, sangat dibutuhkan untuk menggambarkan keadaan masa depan usahanya dimana ia akan beroperasi.pemikiran seorang Wirausaha yang kreatif merupakan motivator yang sangat besar karena akan membuat mereka tertarik terhadap pekerjaanya. Kreativitas itu merupakan sebuah proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan, sedangkan kemampuan dan bakat merupakan dasarnya, tetapi pengetahuan lingkungan usaha juga dapat mempengaruhi krativitas seseorang. Banyak juga diantara kita yang merasa dirinya tidak kreatif. Padahal bagaimanapun, dalam lingkungan bisnis global dimana perubahan-perubahan bisnis begitu cepat, organisasi perusahaan dipaksa membuat orang-orang kreatif.

V. Daftar Pustaka

Modul 02.docx (live.com)

https://mufari.files.wordpress.com/2009/10/modul-4-kreatif-dan-inovatif.pdf

https://www.vivilutviana.com/10-cara-yang-mampu-meningkatkan-kreatifitas-dalam-berwirausaha/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.