Maret 24, 2022

Pengembangan Produk/jasa untuk Memenuhi Permintaan Pasar

 

Pengembangan  Produk/jasa untuk Memenuhi Permintaan Pasar

 Oleh : Muhammad Alief Diandri (@U46-ALIEF)

Intensitas persaingan dan ekspektasi pelanggan kondisinya terus meningkat hampir pada semua industri yang diiringi juga oleh perubahan yang cepat dalam hal selera dan teknologi. Oleh sebab itu, setiap perusahaan harus terus mengikuti dan mengantisipasi perubahan yang ada agar bisnisnya berkembang secara berkelanjutan.Dalam mengembangkan bisnisnya, perusahaan tidak hanya bersandar pada penyediaan produk atau jasa yang ada sekarang, tetapi juga dalam penciptaan produk dan jasa baru

 

Sebuah perusahaan harus mampu mengembangkan produk atau jasa baru. Selain itu, perusahaan tersebut juga harus mengelolanya dalam menghadapi selera, teknologi, dan persaingan yang terus berubah. Setiap produk tentunya akan melewati suatu daur hidup: dilahirkan, tumbuh, dewasa, dan akhirnya mati ketika produk yang lebih baru muncul dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen lebih baik. Daur hidup produk tersebut menghadirkan dua tantangan utama bagi perusahaan, pertama yaitu karena semua produk akhirnya akan mengalami penurunan maka perusahaan harus menemukan produk baru untuk menggantikan yang sudah mulai berumur (masalah pengembangan produk baru). Kemudian yang kedua yaitu perusahaan harus memahami produknya menjadi semakin berumur dan mengadaptasi strategi pemasarannya yang sesuai dengan tahap daur hidup produk tersebut (masalah strategi daur hidup produk).

 

Sebuah perusahaan dapat memperoleh produk baru lewat dua cara, yaitu melalui akuisisi atau pengembangan produk sendiri. Banyak perusahaan berani menginvestasikan dana yang cukup besar untuk pengembangan produk baru, dengan harapan dapat menghindari perang harga karena diferensiasi tidak tercipta atau sangat tidak signifikan dan mencegah pesaing memiliki produk yang unik di mata pelanggan yang tidak dimiliki oleh perusahaan tersebut. Apabila suatu perusahaan tidak bisa mengatasi kedua masalah tersebut, para pesaingnya akan sangat merusak masa depan bisnis perusahaan tersebut karena para pesaingnya dapat melakukan pengembangan produk secara berhasil dan produk barunya dapat memberikan kontribusi yang lebih baik daripada produk perusahaan tersebut.

 

Produk adalah sesuatu yang dijual oleh perusahaan kepada pelanggan. Pengembangan produk adalah serangkaian kegiatan yang diawali dengan persepsi terhadap suatu peluang pasar dan diakhiri dengan produksi, penjualan, dan penyampaian produk (Ulrich, 2012). Suatu produk adalah suatu item yang ditawarkan pada suatu pasar untuk memuaskan suatu kebutuhan yang spesifik (Alsem, 2007). Sedangkan menurut Kotler (2012), suatu produk adalah apapun yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk atensi, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang mungkin memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan. Lebih spesifik, Lovelock (2011) menyatakan bahwa suatu produk jasa terdiri dari semua elemen kinerja jasa, baik fisik maupun non-fisik (intangible), yang menciptakan nilai untuk pelanggan.

Pencarian gagasan produk baru harus secara sistematik bukannya serampangan. Kalau tidak demikian, walaupun perusahaan menemukan banyak gagasan baru, maka akan banyak tidak cocok dengan tipe bisnisnya. Manajemen puncak dapat menghindari kesalahan ini dengan menetapkan strategi pengembangan produk baru secara cermat. Sumber utama dari gagasan produk baru adalah sumber internal, pelanggan, pesaing, distributor, serta pemasok, dan lain-lain. Idea screening: tujuan dari penggalian gagasan adalah menciptakan gagasan dalam jumlah besar. Tujuan dari tahap-tahap berikutnya adalah mengurangi jumlah gagasan tersebut

 

Pentingnya Memahami Permintaan Konsumen

Pertama adalah pengusaha harus mengerti apa itu permintaan konsumen, serta pentingnya untuk memahami hal tersebut. Singkatnya permintaan ini berkaitan dengan hasrat atau keinginan konsumen akan suatu jasa dan barang yang ingin dipenuhi ataupun dimiliki. Dalam hal ini keinginan atas kedua barang tersebut adalah sifatnya tidak tentu dan juga tidak terbatas.

Bagi pelaku usaha perlu diketahui bahwa konsumen memiliki perilaku permintaan berbeda satu dengan yang lainnya dan pastinya unik, karenanya penting untuk dipahami. Apabila permintaan tinggi, maka bisa dipastikan bahwa branding berjalan dengan baik dan tentu usaha lebih dikenal oleh konsumen. Itulah alasan mengapa permintaan sangat penting, karena apabila tidak ada permintaan maka sulit melakukan penawaran.

1. Tentukan Standar yang Dibutuhkan untuk Mengelola Permintaan

Banyak diantara perusahaan yang mengelompokkan permintaan konsumen pada beberapa hal seperti jenis produk yang diinginkan, daerah geografis di sekitarnya serta tipe pelanggan yang dihadapi. Selain itu selalu bersiaplah untuk mengubah cara dalam memprediksi permintaan sesuai dengan perubahan-perubahan yang bersifat tidak terduga, maupun dari faktor “eksternal” lalu mulai membuat rencana dari hal tersebut.

2. Memastikan Semua Proses Berjalan Dengan Baik

Perencanaan yang telah dibuat sebelumnya merupakan bagian dari proses perencanaan pelaksanaan maupun penjualan. Kedua hal tersebut tidak bisa berdiri secara terpisah. Rencana bisnis yang sifatnya mengintegrasikan aktivitas lintas-perusahaan adalah hal yang penting untuk dibuat. Selain itu pastikan juga rencana yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan terlaksana dengan baik.

3. Tidak Terlalu Bergantung Kepada “Ramalan” atau Prediksi Secara Penuh

Memang prediksi bisa membantu dalam menentukan suatu rencana, tapi ada baiknya untuk tidak terlalu bergantung kepada hal tersebut. Karena seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa permintaan pelanggan ini sifatnya unik. Sehingga alih-alih terus mengandalkan prediksi, tidak ada salahnya juga untuk mulai membuat sebuah terobosan baru dan menantang prediksi yang ada.

4. Kembangkan Produk Komplementer

Produk tambahan ataupun komplementer, sekilas memang terlihat tidak terlalu penting. Padahal hal tersebut akan mengalihkan perhatian konsumen dari permintaan awalnya. Dengan begitu pengusaha memiliki waktu untuk mengevaluasi permintaan konsumen yang sebelumnya, dan berusaha untuk memenuhi permintaan tersebut dengan sebaik mungkin. Tidak perlu yang mewah, cukup buat produk ataupun jasa yang sederhana.

5. Membuat SOP yang Mudah Dinilai dan Diamati

Ini hal yang sering diremehkan padahal merupakan salah satu strategi pengelolaan permintaan konsumen yang tepat. Dengan meletakkan SOP utama sebagai tolak ukur, dan selalu melakukan evaluasi setiap saatnya maka tentu akan cepat diambil tindakan jika terjadi kesalahan. Apalagi jika ternyata kesalahan tersebut terletak dalam rantai penyedia kebutuhan pelanggan, maka tentu tidak membutuhkan waktu lama untuk mengurusnya.

6. Lakukan Proses Kolaboratif, Tidak Melulu Soal Statistik

Data maupun statistik memang sifatnya sangat kuat untuk strategi mengelola Permintaan. Tetapi pembelajaran, pengalaman, dan pengetahuan lapangan juga penting dan tidak bisa didapatkan dan dikerjakan oleh suatu sistem. Karenanya penting juga untuk menggunakan feeling maupun intuisi pengusaha untuk memenuhi bisa memenuhi semua dan mengelola permintaan tersebut.

7. Jadikan Kesalahan Prediksi untuk Feedback Positif

Apabila sebelumnya terjadi kesalahan dalam hal prediksi, maka jadikan itu sebagai ajang untuk mendapatkan feedback positif. Hal ini akan mengarahkan pengusaha untuk bertindak melakukan pengelolaan permintaan dengan baik dan layanan yang lebih maksimal. Dengan begitu permintaan akan tetap terpenuhi, dengan tambahan tanggapan baik akan didapatkan.

8. Menghasilkan Produk yang Berkualitas

Penting untuk melakukan hal ini sebab dengan hal ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan, juga meningkatkan permintaan masyarakat. Selain itu hal ini juga bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan. Dengan begitu akan terjadi pembelian selanjutnya yang sifatnya berkelanjutan.

9. Melakukan Riset Dengan Selalu Melihat Kebutuhan Pasar

Memanfaatkan hasil survey maupun testimonial yang pernah diberikan oleh konsumen merupakan cara jitu untuk menjaga permintaan tetap tinggi. Lakukan riset apa saja yang sedang disukai oleh masyarakat, lalu hal apa yang bisa memenuhi permintaan masyarakat tersebut. Selain itu dengan mempelajari melalui hasil riset tersebut nantinya akan muncul ide-ide segar yang bisa saja melahirkan produk baru.

10. Berikan Penawaran Produk Untuk Konsumen Baru

Terakhir untuk meningkatkan permintaan konsumen adalah dengan menawarkan produk sebagai bonus untuk konsumen yang baru bergabung. Tidak perlu memberikan yang besar, pengusaha bisa melakukan pemotongan harga ataupun memberikan produk kecil sebagai suvenir. Hal ini tentu akan memancing kepuasan konsumen, dan meningkatkan permintaan untuk mendapatkan barang dan jasa yang diinginkan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi umum pihak ketiga (third party)

adalah seseorang atau pihak sebagai pengganti dua orang/pihak utama yang terikat dalam suatu kesepakatan, kontrak, hukum, dan sebagainya. Definisi ini dapat dipakai pada kasus TPL. Suatu perusahaan yang bertindak sebagai perantara antara dua pihak utama dalam suatu rantai pasokan (supply chain) merupakan third party. Pihak ketiga menangani aliran barang sebagai pengganti pengirim atau penerima, yang berperan sebagai pihak pertama dan kedua.



Menurut Simchi-Levi (2004), Third Party Logistics adalah penggunaan perusahaan pihak luar untuk melaksanakan sebagian atau seluruh fungsi manajemen material dan distribusi produk perusahaan. Logistik sendiri merupakan kegiatan yang terdiri dari aliran material fisik, aliran kas, aliran informasi, dan aliran sumber daya. Aliran material fisik dapat dibagi dalam tiga aliran yang berbeda, yaitu: aliran utama yang terdiri dari segala hal dari mulai bahan baku sampai produk akhir yang dibeli oleh konsumen; aliran suku cadang atau jasa setelah penjualan; aliran balik dari item yang pernah menjadi bagian dari aliran utama (misalnya produk bekas, rusak, usang, dan sebagainya). Jadi, logistik dapat dikatakan meliputi semua kegiatan yang diperlukan untuk memungkinkan perusahaan merencanakan, mengendalikan, dan melaksanakan keempat aliran yang berbeda tersebut. Menurut Stock dan Lambert (2001), manajemen logistik adalah bagian dari proses rantai pasok (supply chain) yang merencanakan, mengimplementasikan, dan mengendalikan aliran barang, jasa, dan informasi secara efektif dan efisien dari titik awal (origin) sampai akhir (konsumsi) dalam rangka memenuhi permintaan pelanggan.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

    https://media.neliti.com/media/publications/167874-ID-model-pengembangan-produk-jasa-baru-pada.pdf

 

    https://accurate.id/marketing-manajemen/memahami-permintaan-konsumen/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.