Maret 17, 2022

PENGGUNAAN MEDIA ONLINE SHOP DALAM BISNIS PADA WIRAUSAHA

 

PENGGUNAAN MEDIA ONLINE SHOP DALAM BISNIS PADA WIRAUSAHA



Oleh : Muhamad Risky Yusdi Alganiy (@U25-RISKY)

PENDAHULUAN
Saat ini, Perkembangan zaman semakin dinamis dan telah menunjukkan kemajuan yang begitu luar biasa dalam segala aspek kehidupan, hal itu di sebabkan karena banyaknya terdapat perubahan sosial yang di alami masyarakat. Dengan keberadaan teknologi yang semakin maju, menjadikan masyarakat begitu bergantung pada kehadirannya, terlebih lagi dengan kehadiran internet yang membuat masyarakat tidak kesulitan dalam memperoleh berbagai macam informasi. Internet menjadi bagian yang sangat penting dan susah untuk di pisahkan dari masyarakat modern. Terutama bagi mereka yang lahir di abad 20, internet yang sudah mendesain dunianya sendiri melalui banyaknya model peralatan teknologi informasi dan komunikasi agar setiap individu maupun berbagai kelompok masyarakat dapat saling bertukar pikiran, dan bekerjasama untuk melakukan sejumlah aktivitas interaksi. Internet telah menempatkan dirinya sebagai salah satu pusat informasi terpenting yang dapat diakses dari lokasi manapun tanpa batasan ruang dan waktu. Internet juga dapat dikatakan sebagai pusat informasi bebas hambatan karena dapat menyampaikan satu situs informasi ke situs informasi lainnya dengan kurun waktu yang sangat singkat. Informasi apapun yang di butuhkan masyarakat, saat ini dapat diakses dengan begitu mudahnya menggunakan fasilitas teknologi seperti smartphone (gadget), computer dan notebook yang memiliki fitur internet. Fenomena yang ada di masyarakat saat ini mulai mengubah cara berpikir mereka dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dan telah mengikuti kemajuan perkembangan zaman. Masyarakat lebih menyukai hal-hal instan dan praktis tanpa harus menggunakan banyak tenaga dan mengeluarkan banyak uang. Kemudahan yang di berikan smartphone dengan segala aplikasi nya seperti social media (Instagram, Youtube, Twitter, Facebook dll) yang dapat mewujudkan tidak adanya jarak ruang dan waktu untuk berbagi informasi, menjadikan smartphone sebagai bagian yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari aktifitas kehidupan masyarakat sehari-hari. Saat ini, masyarakat juga semakin dimudahkan dalam melakukan segala aktifitas untuk menunjang dan mewujudkan segala kebutuhan dalam hidup mereka, mulai dari jual-beli online, proses pemesanan secara online, pusat perbelanjaan online, belajaran online dan banyak lagi kegiatan yang serba online. Adanya perangkat bergerak seperti smartphone (gadget), komputer dan notebook serta semakin majunya teknologi, tentu sangat membantu semua kegiatan online tersebut. Kondisi ini tentunya sangat dimanfaatkan dengan baik oleh para pebisnis wanita untuk menjalankan bisnis mereka secara online, karena dengan kehadiran smartphone, aktifitas bisnis secara online dapat di lakukan secara mobile, dimanapun pebisnis berada, tidak terbatas ruang, tempat dan waktu. Khususnya bagi para pebisnis wanita, mereka mampu menjalankan bisnisnya secara online dan membawa mereka mendapatkan keuntungan sendiri, di tengah kesibukan aktifitas rutin mereka sehari-hari. Kemajuan Perkembangan teknologi semakin pesat, keberadaan smartphone terus tersebar bebas di Indonesia, semua kalangan baik anakanak, remaja dan dewasa saling berlomba untuk bisa memiliki produk smartphone dengan tawaran berbagai merk serta kecanggihannya sebagai pemenuhan kebutuhan dalam memperoleh informasiinformasi secara cepat dan dengan waktu yang terbilang singkat. Dari banyaknya ragam produk teknologi yang beredar di masyarakat, yang paling banyak digunakan yaitu produk smartphone. Ketersediaan smartphone dengan berbagai fitur internet di dalamnya, sebagai jaringan dengan tingkat akses yang menyeluruh dalam beberapa bentuk fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan baik dalam dunia komunikasi dan bisnis terbukti sangat membantu. Membahas tentang trend pemakaian smartphone, maka yang paling aktif dan banyak di temui penggunanya adalah dikalangan wanita. Selain di menfaatkan sebagai media untuk mendapatkan informasi secara individual, smartphone juga digunakan para pebisnis wanita sebagai media interaksi komunikasi dengan membentuk komunitas-komunitas antara para pebisnis online wanita maupun dengan semua pebisnis indonesia melalui aplikasi social media seperti, Instagram, Youtube, Facebook, Twitter, dll. Dan berbicara masalah jumlah, tidak sedikit komunitas pebisnis wanita yang bergabung di dalamnya, juga menggunakan dan memanfaatkan social media untuk memperkenalkan bisnis online shop mereka dan menawarkan produk/jasa yang mereka jual. Penggunaan social media sebagai sarana promosi bisnis online shop tidak terlepas dari adanya tujuan-tujuan tertentu yang pastinya sangat di inginkan oleh setiap pelaku bisnis, tujuan-tujuan itu bisa juga di sebut sebagai motif, dan pengertian motif adalah yang mencakup penggerak, keinginan, rangsangan, hasrat dan dorongan dalam diri seseorang sehingga menyebabkan dia berbuat sesuatu secara singkat atau dengan kata lain yang mendasari perilaku individu tersebut. (Sunaryo, 2014: 135). Bisnis online shop, selain dapat menghemat waktu, praktis dan ekonomis, juga dapat memberikan keuntungan finansial yang terbilang lumayan besar bagi yang menjalankan bisnis tersebut dengan baik dan jujur. Penggunaan waktu yang terbilang efisien dalam proses menjalankan bisnis online tentu juga dapat memberikan penghasilan tambahan yang nilainya tidak sedikit. Terdapat Banyak macam tipe bisnis yang bisa dijalankan oleh pebisnis wanita, mulai dari jasa penitipan (JASTIP), menjual berbagai jenis kuliner, menjual produk kecantikan baik import ataupun dalam negeri, produk mainan anak, produk fashion, produk kerajinan tangan, jasa rias pengantin dan lain-lain. Keberadaan dan fungsi internet sebagai sarana bisnis berkembang sangat pesat di era informasi saat ini. Itu terlihat dengan begitu banyaknya bermunculan bermacam bisnis online shop yang menawarkan aneka produk/jasa yang dari segi jumlah, fungsi serta bentuknya yang tidak terbatas. Entah itu untuk memenuhi segala kebutuhan seseorang ataupun kelompok. Kesempatan pelaku bisnis untuk memasarkan dan menawarkan produk/jasa mereka melalui media online shop, untuk kedepannya akan semakin di mudahkan dan diminati pelaku bisnis, terutama para wanita. Di lihat dari hasil survei Payment Solution kepada negaranegara maju dan berkembang yang ada di seluruh dunia menunjukkan bahwa Indonesia masuk kedalam negara dengan transaksi online paling besar se-asia pasifik, ungkap Iim Fahima Jachja, CEO Virtual Consulting (dalam female.kompas.com,2012). Dengan keberadaan fasilitas internet yang semakin maju serta tergolong ekonomis bagi banyak masyarakat dan pelaku bisnis, tentu saja menjadi salah satu faktor utama untuk memulai dan mengembangkan bisnis secara online. Termasuk bagi kaum pebisnis wanita yang mulai banyak melirik aktifitas ini. Multiply.com merupakan satu dari beberapa penyedia layanan e-commerce di Indonesia mengatakan bahwa jumlah wanita yang melakukan bisnis online shop di Multiply.com lebih tinggi dari pria. Pada proses kegiatan bisnis online shop, wanita merupakan sasaran utama, entah itu dari sisi pembeli ataupun penjual. Karena di lihat dari sifat perempuan yang cenderung lebih konsumtif dari pria. Itu semua dapat dilihat dari banyaknya jenis produk yang melekat di tubuh wanita ataupun dibutuhkan oleh seorang wanita saat akan berkegiatan, baik di dalam rumah maupun diluar rumah dibandingkan pria tentunya. Produk tersebut di gunakan wanita mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kakinya. Seperti contoh: jilbab, pakaian, perhiasan, make up, sendal/sepatu. Keberadaan perilaku konsumtif tersebut dikarenakan oleh adanya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang menjadi pengaruh pada perilaku konsumtif individu antara lain motivasi, kepribadian, proses belajar, observasi, harga diri dan konsep diri. Dan faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku konsumtif individu adalah keluarga, kebudayaan, kelas sosial, kelompokkelompok sosial, serta referensi (masukan) dari lingkungan sekitar. Dan Faktor eksternal inilah yang nantinya menjadi penghubung pada identitas (gaya hidup) yang banyak berpengaruh terhadap kehidupan perempuan, membuat perempuan akhirnya masuk dan terjebak dalam kehidupan yang konsumtif.

Pembahasan

Pertanyaan Peneltian Dan dari latar belakang penelitian ini yang sebelumnya telah peneliti bahas, maka peneliti ingin mengetahui gambaran proses penggunaan social media dalam bisnis online shop oleh wanita komunitas SHALIHAH PRENEUR dari dua pertanyaan penelitian di bawah ini: 1. Bagaimanakah alur proses pengelolaan transaksi bisnis online shop yang dilakukan oleh pebisnis wanita pada komunitas SHALIHAH PRENEUR? 2. Bagaimanakah proses transaksi jualbeli dalam bisnis online shop yang dilakukan oleh para pebisnis wanita di komunitas SHALIHAH PRENEUR dalam memperoleh keuntungan? Alur Proses Transaksi Bisnis Online Alur prosess transaksi bisnis online shop haruslah dapat di ukur dan di gambarkan sebaik mungkin. Tujuannya adalah agar kegiatan bisnis onine shop yang di jalankan sesuai dengan strategi yang telah di tettapkan masing-masing pelaku bisnis online shop. Penelitian sebelumnya menggunakan diagram Lancaster dalam menentukan alur transaksi bisnis. Pada penelitian ini, alur yang di gunakan lebih sederhana dan mencakup saat bisnis online shop tersebut di jalankan sampai dengan selesainya produk/jasa itu terjual dan sampai ke tangan konsumen. Berikut :
diagram proses jual beli dalam bisnis online shop yang peneliti gunakan :





Gambar 1 : Diagram Proses Jual Beli dalam Bisnis OnlineShop

 

Dari gambar di atas dapat di lihat bahwa proses jual beli dalam bisnis online shop di mulai dengan menetapkan akan melakukan produsi sendiri produk/jasa yang akan di jual atau menjual kembali produk yang sudah ada, kemudian membuat akun di social media apakah itu instagram atau youtube. Langkah kedua memulai proses produksi atau memilih dan menetapkan produk yang akan di jual. Langkah berikutnya memposting semua gambar dari produk yang akan di jual ke dalam social media yang di miliki lengakap dengan deskripsi produk dan harga nya. Para pebisnis wanita dalam bisnis online shoop komunitas SHALIHAH PRENEUR harus selalu memeriksa ketersediaan produk/

stock produk yang mereka miliki. Setelah produk terjual secara online, konsumen pasti akan membayar sesuai dengan jumlah biaya yang telah di sepakati melalui transfer/COD (Cash Delivery Order, karena proses jual-beli ini secara online. Setelah konsumen membayar maka transaksi jual-beli bisa di katakana selesai.



Gambar 2 : Sistem Informasi Dalam Bisnis OnlineShop

 

 

Gambar di atas memperlihatkan sebuah system informasi yang bersifaat sederhana. System tersebut hanya di gunakan untuk mencatat transaksi penjualan dan melibatkan satu orang saja, melalui sebuah teknologi computer, bisa juga notebook dan smartphone, pebisnis memasukkan data produk yang akan mereka jual, dengan mencantumkan deskripsi produk dengan lengkap beserta harganya ke social media bisnis mereka, setiap laporan penjualan di cek dan di catat dengan lengkap, kemudian laporan di Analisis untuk produk yang sudah berhasil di jual yang nantinya akan menjadi keputusan dalam proses transaksi jual-beli.

 

Pelaku Bisnis dan Teknologi : para anggota komunitas SHALIHAH PRENEUR membuat akun di jejaring sosial untuk bisnis mereka dan mencantumkan/memposting gambar serta deskripsi produk dalam kurun waktu perhari memposting 3-10 postingan produk yang mereka jual, apakah di instagram, youtube, facebook dan twitter yang mereka miliki.

 

1.               System Informasi Produk : Setiap produk yang di posting sudah seharusnya memiliki keterangan lengkap untuk masing-masing nya agar memudahkan konsumen mendapatkan informasi tentang produk yang mereka beli. Mencakup di dalamnya gambar produk, video cara penggunaan produk, harga, fungsi dan kegunaan, pilihan warna (jika ada), proses pembayaran, proses transaksi (apakah bisa COD atau di kirim melalui ekspedisi). Dan permasalah yang banyak di hadapi selama proses meneliti berlangsung adalah di system informasi produk ini. Konsumen masih banyak yang belum mendapatkan informasi lengkap tentang produk yang akan mereka beli karena kurangnya deskripsi produk yang di tampilan dalam media sosial para pebisnis. Dan ini menyebabkan terjadinya ketidak percayaan antara konsumen dengan pebisnis terhadap produk yang akan di beli.

 

2.               Berkas Data Produk : merupakan permasalahan kedua yang sering muncul yaitu tentang berkas data dari produk ataupun konsumen yang komunitas shalihah preneur miliki. Masih belum tersimpan dengan rapi. Seringnya setelah proses transaksi selesai, pebiisnis dalam komunitas SHALIHAH PRENEUR tidak menyimpan data lengkap dari proses transaksi mereka. Termasuk dengan produk-produk yang mereka posting, seringnya produk tersebut sudah habis terjual (stock sudah habis) namun masih ada juga di dalam media sosial mereka (tidak di hapus)yang membuat konsumen merasa kecewa, karena gambar produk masih ada, begitu akan di beli, ternyata produk itu sudah tidak ada stock nya. Sudah seharusnya postingan produk yang stock nya sudah habis itu di hapus dari media sosial pebisnis komunitas SHALIHAH PRENEUR agar konsumen tidak kecewa ketika produk tersebut di pertanyakan dan akan di beli ternyata stock nya sudah lama habis.

 

3.               Laporan Penjualan Produk : setiap transaksi jual beli harus di catat lengkap di tiap transaksi, agar di saat akhir minggu, akhir bulan ataupun akhir tahun laporan penjualan bisa menunjukkan berapa jumlah produk yang terjual, berapa keuntungan dan berapa kerugian serta biaya-biaya operasional yang di keluarkan pebisnis di komunitas SHALIHAH PRENEUR. Laporan penjualan produk sangat penting di buat, agar pebisnis dapat mengetahui secara rinci setiap proses transaksi jual-beli pada bisnis mereka.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan mengirim kuesioner melalui email dan direct message ke media sosial pebisnis di komunitas SHALIHAH PRENEUR. Menurut Sepulveda (2009), penelitian dengan media internet digunakan untuk penelitian dengan jumlah responden tak terhingga jumlahnya (nonprobability sampling). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan menjadikan pebisnis wanita pada komunitas SHALIHAH PRENEUR yang sudah menjalankan bisnis online shop nya minimal selama satu tahun dan sudah memperoleh keuntungan secara kontiniu dari bisnis online shop nya. Jumlah populasi sebanyak 18.700 wanita anggota komunitas SHALIHAH PRENEUR. Sedangkan sampel di ambil secara acak berdasarkan masa berbisnis mereka yang di atas 1 tahun dan sudah mendapatkan keuntungan secara kontiniu yaitu 100 orang responden. Peneliti menggunakan instrumen kuesioner, wawancara, observasi, data sekunder dan studi pustaka untuk mendapatkan data yang di butuhkan.

 

Analisis Data

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui,       menjelaskan     dan menganalisa bagaimana dan sejauh apa peran penggunaan media online dalam kegiatan bisnis yang di lakukan oleh khususnya para pebisnis wanita di komunitas SHALIHAH PRENEUR, indikator yang di gunkan peneliti adalah masyarakat informasi.

 

Pengelolaan Informasi Bisnis Online Shop oleh pebisnis wanita di Komunitas SHALIHAH PRENEUR

Dalam bisnis online shop, masyarakat informasi merupakan bagian terpenting di dalam proses nya. Daam Economy, Society and Culture sudah lama menyebutkan tentang kemunculan sebuah ekonomi, masyarakat dan kultur baru yang ditinjau dari aspek revolusi teknologi informasi, seperti komputer, internet dan lain sebagainya Sugihartati (2010: 13), dan Kelahiran revolusi teknologi informasi juga di katakan sebagai masyarakat informasi, di mana sumber utama kegiatan masyarakat nya adalah memaksimalkan pemanfaatan serta kegunaan faktor-faktor produksi yang berbasis pengetahuan dan  informasi.

Saat ini, Semua transaksi bisnis bisa dilakukan dengan memanfaatkan internet menggunakan teknologi smartphone. Kegiatan bisnis yang menggunakan internet di era ekonomi informasi inilah yang kemudian disebut

dengan bisnis online shop. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan dalam bisnis online shop yang jeas diminati oleh kaum wanita, karena mereka bisa bekerja serta menghasilkan peendapatan tambahan dari rumah tanpa harus mengabaikan tanggung jawabnya sebagai seorang wanita.

Dalam bisnis online shop, Pengelolaan informasi yang baik penting untuk dilakukan. Karena prinsip utama dalam kegiatan bisnis online shop adalah menawarkan informasi barang ataupun jasa. Dengan pengelolaan informasi bisnis online shop yang baik, jelas dapat memudahkan calon konsumen dalam proses mendapatkan informasi yang mereka butuhkan serta dapat menjadi bahan pertimbangan dalam hal memutuskan produk apa yang akan dibeli. Berikut gambaran dari hasil penelitian mengenai pengelolaan informasi melalui kegiatan bisnis online shop para pebisnis wanita di komunitas SHALIHAH PRENEUR peneliti deskripsikan berdasarkan langkah- langkah dalam diagram proses jual beli yang sudah di modifikasi.

 

Mulai

Banyaknya bisnis online shop yang berbasis jasa informasi saat ini tidaklah lepas dari peran masyarakat informasi, kerena masyarakat informasi dituntut untuk mampu bersaing dengan informasi. Seperti yang sudah dibahas di atas, masyarakat yang berada di zaman informasi   telah    berusaha memperkenalkan informasi serta keahlian pribadi yang mereka punya melalui media elektronik. Mulai banyak bermunculan orang yang menjual jasa informasi dan teknologi, mulai dari jasa penitipan, jasa Make Up Artist, jasa Wedding Organizer, desain grafis (website, logo, undangan, template, dll), jasa terjemah bahasa asing, jasa membuat software (software developer), jasa mencarikan informasi (information

broker), jasa menulis artikel (content writer), dan beragam jasa informasi lainnya sesuai dengan tuntutan kebutuhan informasi                         masyarakat.      Selain menawarkan produk dan jasa, banyak orang yang juga menjual informasi dengan bahasan khusus, yang dikemas dalam bentuk digital (e-book), contoh salah satunya, e-book mengenai cara cepat menjawab soal psikotest yang diakses melalui www.carajawab.com.

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada pebisnis wanita di komunitas SHALIHAH PRENEUR mengenai jasa teknologi informasi yang ditawarkan dalam bisnis online sebanyak 7,5% responden memilih produk jasa seperti, jasa penitipan (JASTIP), membuat blog/website, cap logo perusahaan/instansi, undangan acara resmi, template, dll), sementara selebihnya sebesar 92.5% responden memilih untuk menjual barang (non jasa) secara online. produk yang paling banyak ditawarkan oleh responden dikomunitas SHALIHAH PRENEUR adalah produk fashion seperti baju muslim/muslimah, aksesories jilbab, mukena, al quran digital, sepatu, tas, dan sebagainya (75,5%) dan yang menjual obat-obatan herbal, madu, kurma dll (24,5%)

Untuk memulai bisnis ini, para pebisnis                   wanita                         di                     komunitas SHALIHAH PRENEUR harus membuat dan memiliki keyakinan diri yang tinggi, dan mampu memanfaatkan dengan baik teknologi internet melalui media sosial seperti instagram/youtube/twitter/whatsApp yang mereka miliki guna mempersiapkan media dan tempat bagi produk/jasa yang mereka jual dengan tujuan di ketahui dan di         informasikan           kepada        masyarakat informasi itu sendiri. Para pebisnis di komunitas                     SHALIHAH       PRENEUR berusaha untuk mendapatkan sebanyak- banyaknya                        followers/subscribers yang nantinya     akan     menjadi                       pelanggan mereka, agar setiap postingan produk

yang di pajang pada media sosial di lihat oleh banyak masyarakat informasi. Dan dalam hal menetapkan barang/jasa apa yang akan di jual, pebisnis wanita di komunitas shalihah preneur harus memujlai bisnisnya dengan fokus pada satu jenis produk tertentu dan tidak menjual banyak jenisproduk agar lebih konsisten dan terarah.

 

Penentuan Proses Produksi

Proses menetapkan dalam hal penentuan proses produksi, haruslah berdasarkan pada kondisi pebisnis wanita di komunitas SHALIHAH PRENEUR itu sendiri. Apakah mereka mampu memproduksi sendiri atau mengambil produk dari produsen dan menjualnya kembali atau mengambil di pusat grosir dan menjualnya kembali. Dan kegiatan itu semua juga tergantung dari produk apa yang sekiranya sedang tren pada saat ini, memiliki kualitas baik (dari segi tampilan dan kenyamanan memakainya), brand yang terkenal, harga produk yang terbilang terjangkau oleh semua kalangan serta proses transaksi yang cepat. Hasil penelitian mengenai penentuan proses produksi di komunitas SHALIHAH PRENEUR, Responden yang menetapkan menjual barang secara online, banyak yang memperoleh barangnya dari pusat grosir yang dijual kembali secara online, yaitu sebesar (45%), sementara yang membuat sendiri barang jualan mereka sebesar (20%), yaitu dengan menjual produk kerajinan tangan atau membuat cake dan kue berdasarkan orderan online, dan yang langsung mengambil produk dari produsen sebesar (35%).

 

 

Penutup

Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan tantang bagaimana pengelolaan informasi bisnis melalui media online shop oleh pebisnis wanita di komunitas SHALIHAH PRENEUR maka dapat di ambil kesimpulan bahwa proses deskripsi informasi barang/jasa dalam bisnis online shop sangatlah penting karena secara tidak langsung kegiatan bisnis online shop adalah menjual informasi, jadi hendaknya setiap pebisnis online shop mampu memberikan informasi yang sejelas-jelasnya tentang identitas produk yang mereka pasarkan. Sebagian besar responden dari 100 responden yang di jadikan sampel di komunitas SHALIHAH PRENEUR telah mendeskripsikan informasi tentang barang/jasa yang dijual dengan baik yakni   sebanyak   75%   (75  responden).

Sedangkan sisanya sebanyak 25% (25 responden)  menjawab        belum mendeskripsikan  informasi   barang atau

jasa dengan baik dengan berbagai alasan. Dengan memberikan informasi deskripsi produk yang di jual dengan baik, maka konsumen dapat mengetahui informasi tentang produk yang akan di beli dan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap bisnis online shop itu sendiri. Dengan memberikan informasi yang jelas serta menampilkan foto di setiap produk yang di jual di media sosial, maka pebisnis wanita di komunitas SHALIHAH PRENEUR akan lebih banyak memperoleh penghasilan dari pada yang belum mendeskripsikan informasi produk/jasa yang di jual nya dengan baik.

Pebisnis wanita di komunitas SHALIHAH PRENEUR yang menjadi responden, yang telah melakukan pengelolaan informasi barang/jasa yang dijual dengan baik, yaitu dengan mendeskripsikan informasi dengan jelas serta menampilkan foto di setiap barang/jasa sejatinya akan lebih banyak memperoleh penghasilan dari pada yang belum mendeskripsikan informasi jualannya dengan baik. Selain memperoleh keuntungan yang lebih tinggi, kelebihan yang dapat diperoleh dari melakukan pengelolaan informasi yang baik adalah mampu membangun kepercayaan konsumen bisnis online shop untuk berbelanja karena memberikan informasi yang jelas dan akurat. Yang paling banyak di gunakan sebagai catalog dalam bisnis online shop pada pebisnis wanita di komunitas SHALIHAH PRENEUR adalah

instagram, karena jumlah pengguna instagram di Indonesia yang terus bertambah, maka dari itu peluang yang tersedia ini tidak bisa dilepas begitu saja dalam menjaring calon konsumen.

Dalam proses system informasi bisnis online shop di komunitas SHALIHAH PRENEUR, responden harus lebih memperhatikan laporan hasil penjualan dengan baik dan lengkap setiap bulannya, agar responden bisa

mendapatkan informasi valid tentang seperti apa grafik perkembangn bisnis mereka, berapa kuantitas produk yang sudah mereka jual dan keuntungan yang di dapatkan dari bisnis online shop ini. Semua harus di laporkan secara rinci, agar responden dapat membuat strategi- strategi baru dalam bisnis online shop.

Media sosial yang paling banyak di pilih oleh responden dalam memasarkan produk mereka adalah instagram. Di karenakan pengguna instagram di Indonesia yang dari tahun ke tahun terus bertambah, menjadi alasan utama pebisnis wanita di komunitas SHALIHAH PRENEUR lebih banyak menggunakan instagram dari pada media sosial yang lain (Youtube dan facebook), alasan lainnya adalah, penggunaan instagram yang bersifat gratis serta postingan foto yang dapat di posting ke instagram dapat beralih fungsi menjadi sebuah katalog online. Dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang paling banyak digunakan oleh responden di komunitas SHALIHAH PRENEUR untuk mengakses katalog bisnis melalui media online adalah smartphone dengan merk apa saja yang bisa menginstal instagram di dalamnya. Kemudahan menginstal instagram pada smartphone dari berbagai merk menjadi alasan yang membuat instagram lebih banyak di minati oleh para pebisnis wanita di komunitas SHALIHAH PRENEUR.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ariestya Ayu Permata, 2016, Pemanfaatan Media Sosial untuk Jual Beli Online di Kalangan Mahasiswa FISIP Universitas Airlangga Surabaya melalui Instagram, Surabaya

 

Darwin, Waizly. 2011. Anxieties/Desires:

90 Insights fow Marketing to Youth, Women, Netizen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

 

 

Data Strategis BPS 2010 - Badan Pusat Statistik. (2012). Tesedia pada www.bps.go.id/65tahun/data_strat egis_2012.pdf. diakses pada 15 September 2012

 

Entertainment.kompas.com. Belanja dan Jualan      Online Dunianya Perempuan.             Tersedia           pada http://entertainment.kompas.com/ read/2011/05/20/13024473/Belanj a.dan.Jualan.Online.Dunianya.Per empuan

 

Female.kompas.com. 2011. Bisnis Online Modal Minimal Keuntungan Maksimal. Tersedia pada http://female.kompas.com/read/20 11/11/01/16170771/Bisnis.Online

.Modal.Minimal.Keuntungan.Mak simal diakses pada 5 juni 2012

 

Female.kompas.com.         2012.        Ingin Berbisnis           Online Baca                ini. Tersedia padahttp://female.kompas.com/re ad/2012/09/17/17075599/Ingin.B erbisnis.Online.Baca.Ini.                     diakses pada 5 juni 2012

 

Female.kompas.com   .   Belanja    Online Indonesia Rp. 2Triliun, Peluang Masih            Besar.  Tersedia                             pada http://female.kompas.com/read/20 11/12/13/18014276/Belanja.Onlin e.Indonesia.Rp.2.Triliun.Peluang. Masih.Besar.

 

Gabriel F. Tharob, Elfie Mingkid , Ridwan Paputungan, 2017, Analisis hambatan bisnis online bagi mahasiswa UNSRAT, Manado

 

Irfan. (2011). Posisi Wanita Pada Proses Pengambilan Keputusan Dalam Dunia Marketing.Tersedia pada http://the-

marketeers.com/archives/posisi- wanita-pada-prosespengambilan- keputusan-dalam-dunia- marketing.html diakses pada 10 September 2012

 

Juju, Dominikus dan Sulianta, Feri. 2010. Branding Promotion with Social Network.Jakarta: Elex Media Komputindo

 

Lancaster, F.W. 1998. Indexing and Abstracting in Theory and Practice. London: Library Association Publishing.

 

M. Kaplan, Andreas., 2012, Mobile marketing and media social, Business Horizons Journal, Elsevier Publisher, volume 55, page 129-139, http ://scholar. google.com/citations

?view_op=view_citation&hl=en& user

 

Manfaat Media Sosial Dalam Berbisnis, http://www.pakarbisnisonline.co m/manfaat-sosial-media-dalam- berbisnis/

 

Menjadi Online Enterpreneur Dengan Jejaring        Sosial,

http://www.academia.edu/467122 4/MENJADI_ONLINE_ENTREP RENEUR_DENGAN_JEJARING

_SOSIAL

 

Made Lasmadiarta, 2010, Extreme Facebook Marketing for Giant Profits. Jakarta: Elex Media Komputindo.

 

Nurul Izzati, 2015, Motif Penggunaan Gadget Sebagai sarana Promosi Bisnis Online di Kalangan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.