Maret 14, 2022

PERAN TEKNOLOGI DALAM MEMBANGUN SDM

 Oleh: Yosep Saepuloh

(@T08-Yosep)




ABSTRAK

Perkembangan teknologi pada era modern saat ini tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sangat berpengaruh besar terhadap kemudahan dan kelancaran dalam mengirim suatu informasi atau pengolahan data dalam berbagai bidang, saIah satunya dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia. Dengan fungsi Teknologi Informasi sebagai pengumpulan, pengambilan, pengolahan, penyebaran, penyimpanan, dan penyajian informasi akan memudahkan proses Manajemen Personalia untuk mengatur sumber daya manusianya dengan baik dan cepat.

 

PEMBAHASAN

Dalam kehidupan masyarakat, peran teknologi sangat penting bahkan dapat mempengaruhi pola hidup saat ini.  Ini menandakan bahwa teknologi berkembang secara pesat dan mampu memberikan kontribusi yang sangat besar. Teknologi yang sering digunakan oleh masyarakat setempat ialah teknologi informasi dan komunikasi, yang salah satunya berupa handphone. Dengan demikian, Handphone sebagai landasan untuk membantu masyarakat sehari-hari mengetahui dan memahami. Maksud dari kalimat di atas, handphone dapat membantu masyarakat dalam membangun SDM yang berkualitas. Sebaliknya juga teknologi informasi dan komunikasi ini disalah gunakan dengan baik, maka mempengaruhi kualitas teknologi yang minim untuk membangun SDM yang berkualitas. Artinya bahwa SDM yang rendah disebabkan kurangnya pengetahuan dan teknologi informasi.

Tujuan dari teknologi yang canggih adalah mempermudah aktivitas manusia, menghasilkan produk yang berkualitas, membantu proses perkembangan dalam kebutuhan kehidupan masyarakat akan tetapi, tidak banyak orang yang bisa menggunakan teknologi dengan baik dan benar.  Maka dari berbagai teknologi yang canggih, pasti memiliki dampak yang positif dan yang negatif dalam penggunaan teknologi.

Contoh Dampak positif teknologi sebagai berikut: membantu meningkatkan SDM (mendapatkan ilmu pengetahuan), mendapatkan informasi yang tepat dan lebih luas. Dan mampu memberikan kontribusi yang sangat besar.

Sedangkan contoh untuk dampak negatif dari teknologi adalah penyalahgunaan handphone.  Dari  berbagai sumber pengetahuan dan informasi,  banyak orang yang salah memanfakan HP seperti : pada jam kerja, tidak fokus kerja atau menghiraukan pekerjaan, menggangu aktifitas orang lain, dan menjadi orang sukar memberikan pendapat kepada orang lain tanpa memperhatikan kata atau kalimat yang baik,  sehingga dapat menyakiti orang tersebut, dapun dampak negatif teknologi pada suatu perusahaan adalah semakin tinggi tingkat teknologi pada sebuah perusahaan, perusahaan tersebut sudah tidak membutuhkan banyak karyawan lagi karena lebih bisa melakukan segala sesuatu dengan bantuan teknologi yang canggih tersebut dan tingkat pengangguran semakin tinggi.

Jadi dari beberapa pengalaman yang saya dapatkan,saya mengambil kesimpulan bahwa di zaman modern ini, penting untuk meningkatkan SDM, agar semakin tinggi tingkat teknologi, SDM juga bisa di andalkan dan tingkat pengangguran menjadi lebih rendah.

Ketika kita kembali ke masyarakat,bukan tentang teori lagi tapi bagaimana cara kita membuat metode sehingga aplikasi yang kita gunakan itu bisa di terima oleh masyarakat.

Interaksi dan Integrasi Digital pada Tenaga Kerja

Sesuai dengan instruksi kebijakan pemerintah mengenai perkembangan situasi terkait dalam mencegah dan meminimalisir penyebaran dan mengurangi risiko covid-19 menyebabkan aktivitas rekrutmen dan orientasi tenaga kerja berubah. Umumnya, dilakukan secara offline akan berganti menjadi tes online. Sesuai dengan instruksi tersebut, manajemen SDM harus lebih mengandalkan teknologi untuk memperhatikan produktivitas tenaga kerjanya dalam proses penilaian kinerja karyawan. Contohnya melakukan interaksi digital kepada tenaga kerja, seperti menguji pengetahuan teknologi dan melakukan pengajaran secara terstruktur untuk mengeksplorasi dan mengukur pengalaman karyawan secara virtual.

Penguasaan teknologi manajemen SDM akan memastikan tenaga kerja memiliki keahlian dan daya adaptasi yang baik untuk kesiapan perusahaan dalam menghadapi perubahan di masa depan. Integrasi digital dalam meningkatkan keterampilan di bidang teknologi akan memberikan kesempatan  dalam menyampaikan strategi SDM, mendorong efisensi SDM dan dampak usaha. Perusahaan pastinya akan terus bereksperimen untuk menjaga kesejahteraan, koneksi, kolaborasi yang baik agar memberikan kepuasan terhadap karyawan sehingga mengoptimalkan tujuan perusahaan.

Strategi Dan Tantangan Pemimpin SDM di bidang Teknologi

Pandemi covid -19 hampir membuat semua perusahaan mengalami penurunan yang tidak biasa. Oleh karena itu, manajemen perlu membuat perencanaan agar pemimpin SDM berhasil mengelola SDM melalui kebijakan Work from Home (WFH).

Work From Home (WFH) adalah kegiatan bekerja dari rumah yang dilakukan karyawan dalam upaya untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para karyawan saat menghadapi pandemi Covid-19. Work From Home tentu mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang sama dengan pekerjaan kantoran, namun dalam prakteknya pelaksanaan pekerjaan rumahan ternyata memiliki tantangan dan hambatan yang tidak mudah, karena tidak semua bidang pekerjaan dapat dimainkan dari rumah. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan rumahan yang secara langsung dapat mempengaruhi kinerja karyawan seperti kelengkapan alat kerja dan komunikasi, kurangnya koordinasi, gangguan lingkungan di rumah, dll. Untuk itu diperlukan strategi-strategi tertentu untuk mengantisipasi dan mengatasi kendala-kendala yang ada, yaitu:

1. Menjalankan kerja jarak jauh (remote working)

Menyampaikan ekspektasi dengan jelas dan terbuka dalam menormalisasikan dampak nyata krisis dalam perusahaan.

Memberikan kepercayaan terhadap karyawan dalam melakukan pekerjaannya untuk menjadi produktif.

Meningkatkan penggunaan teknologi (WhatsApp, Google Meet, Zoom, dan lain-lain) sebagai bentuk interaksi dan kebijakan cyber yang diberikan.

2. Mengelola produktivitas karyawan.

 - Melengkapi Alat kerja untuk memudahkan kegiatan WFH melalui media digital dengan menggunakan aplikasi seperti Zoom, Google Meet, dan lain-lain.

Melakukan Pengecekan secara rutin teratur dengan cara mengirim berkas melalui email,WhatsApp, dan lain-lain.

Mentetapkan ekspektasi kinerja dengan mengirimkan kesepakatan dan jadwal kerja agar karyawan mengerti akan tugas dan tanggung jawabnya.

Tawarkan dukungan & dorongan emosional untuk meningkatkan semangat kerja tim.

3. Upskilling for Digital

Melakukan inovasi berkelanjutan dan pertumbuhan budaya, memicu rasa ingin tahu dan minat karyawan untuk terus belajar agar tetap kompetitif di pasar.

Konsisten melakukan pelatihan training/learning tools, mendorong peningkatan produksi kinerja pegawai dalam upaya mencari solusi dan mengambil tindakan atas permasalahan dengan adanya tujuan bersama.

KESIMPULAN

Tujuan dari teknologi yang canggih adalah mempermudah aktivitas manusia, menghasilkan produk yang berkualitas, membantu proses perkembangan dalam kebutuhan kehidupan masyarakat akan tetapi, tidak banyak orang yang bisa menggunakan teknologi dengan baik dan benar.  Maka dari berbagai teknologi yang canggih, pasti memiliki dampak yang positif dan yang negatif dalam penggunaan teknologi.

Referensi

https://www.kompasiana.com/tegarkirana130103/61bd676217e4ac179d338cb3/pentingnya-peran-teknologi-dalam-membangun-sdm-yang-lebih-berkualitas-di-masa-covid-19

https://www.kompasiana.com/kristina88670/61dc65a64b660d543527bcb3/peran-teknologi-dalam-membangun-sdm

https://www.kompasiana.com/kristina88670/61dc65a64b660d543527bcb3/peran-teknologi-dalam-membangun-sdm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.