Maret 10, 2022

PERKEMBANGAN USAHA ERA DIGITAL DENGAN MENGUSUNG METERI KESIAPAN PENGUSAHA MUDA MILENIAL BISA

 

PERKEMBANGAN USAHA ERA DIGITAL DENGAN MENGUSUNG METERI         “ KESIAPAN PENGUSAHA MUDA MILENIAL BISA”

 

Oleh : DJALU TRISNA ALAMSYAH @U19-DJALU

 

A. PENDAHULUAN

Wirausahawan adalah orang-orang yang mengenal potensi dan bisa memanfaatkannya dengan baik untuk menangkap peluang serta menjalankan usaha dalam mewujudkan cita-cita. Sedikit factor-faktor yang harus dimiliki seorang pengusaha, contohnya mempunyai sifat ulet dan kuat untuk bertemu masalah dalam segi apapun, tidak pantang menyerah, serta yang pasti harus tau mana peluang untuk memulai usaha dan pintar menganalisa masalah. Untuk berwirausaha tidak lah sulit, banyak sekali sekarang pengusaha muda diera digital seperti ini bahkan saya pribadi banyak menemui teman sepantaran yang bisa dibilang sudah mempuni dalam berwirusaha. Namun memang ada permasalahan yang menurut saya dan hasil riset saya sendiri, mengapa usaha tidak lancer untuk memulainya, karena permasalahan sosial dan konsep usaha yang kurang banyak orang awam tau, tetapi sangat mudah sekali untuk mengatasinya dengan membaca artikel serta di negara kita banyak sekali Lembaga swadaya masyarakat yang memberi arahan untuk memulai usaha.

 

B. PEMBAHASAN

Kali ini saya akan membahas kewirausahan yang dilakukan anak muda di era digital seperti ini, dengan membangun merek (brand) itulah usaha yang dilakukan, tanpa alasan untuk takut bersaing di negara kita yang memiliki banyakn brand local yang tidak sedikit sudah go interntional. Semua merek (brand) lokal berpeluang mendunia. Asalkan, merek tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki citra yang sangat kuat dan dipasarkan dengan cara yang tepat. Di sisi lain, makin berkembangnya era digital membuat upaya mengangkat merek lokal ke pasar global menjadi lebih relatif mudah. Era digital seperti saat ini membuat peluang sebuah merek mendunia makin besar. Era digital membuka akses target pasar dengan jangkauan lebih luas. Tinggal sang pemilik merek memahami culture dari konsumen karena tiap negara berbeda, dibutuhkan kapabilitas mengidentifikasi dan menerka apa yang dibutuhkan konsumen dengan cepat dan akurat.

Saya ambil contoh terdekat yaitu Notforhimanity brand lokal asal Jakarta yang memiliki tema Sustainable Luxury brand. Kebetulan pemilik brand tersebut merupakan teman saya dan saya tahu betul mengenai processnya. Memiliki akun instagram resmi @nforhumanity terbilang sukses memanfaatkan era digital masa pandemi saat ini. Mereka berhasil menghabiskan produk terbaru mereka dengan hanya waktu 1 hari. Tanpa toko offline yang nyata namun mereka mencapai itu dengan hanya mengandalkan campaign dan marketplace yang tersedia. Padahal di tahun pertama mereka begitu sulit mendapatkan penjualan malahan bisa dibilang buruk. Dengan proses yang signifikan tersebut lah brand ini mungkin memiliki kapabilitas untuk terus berkembang.

PENYELESAIAN MASALAH

Berwirausaha harus berani berinovasi dan rela meluangkan waktunya dalam hal apapun, hal tersebut dapat menyelesiakan maslah jika kita jalankan dengan baik ditambah kita juga dapat menghasilkan gagasan serta ide yang inovatif, bahkan bisa menjadi contoh bagi siapa saja dan para pemuda yang ingin memuali usaha. Secara tidak langsung lapangan pekerjaan di Indonesia menjadi lebih luas dan dapat termaksimalkan dengan baik.

 

C. KESIMPULAN

Kewirusahaan diera digital seperti ini bisa merubah hidup para wirausahwan, tidak hanya orang yeng berpengalaman bahkan pemuda pun bisa menjadi wirausahwan jika dia memiliki sifat dan kemuan yang baik, ditambah era digital seperti ini memudahkan wirausahawan untuk memperkenalkan produk apapun yang akan dirintis serta banyak juga referensi bahkan wirausahawan yang sudah berhasil untuk kita jadikan contoh.

 

REFERENSI

MODUL KEWIRAUSAHAN 1

Bornstein,D, 2004, How to Change the World: Social Entrepreneur and the Power of New Idea. Oxford; Oxford University Press Dees, J. G , 2001, The Meaning of Social Entrepreneurship Drucker, P.F , 1994, Innovation and Entrepreneurhip, New York: Harpercollins Publisher Helltrom, T, 2004, Innovation as Social Action., Denmark: Copenhagen Bussiness School Jain, Monika, 2012, Social Entrepreneurship – Using Business Methods to Solve Sosial Problems: The Case of Kotwara, Decision, Vol.39, No.3, Desember 2012 Mulgan, G., Tucker, S., Ali, R., and Sanders,B, 2007, Social Innovation: What It Is, Why It Matters and How It Can Be Accelerated. Oxford; Skoll Centre for Social Entrepreneurship, Said Business Scholl- University of Oxford Noruzi, M.R,Westover, J.H. dan Gholam,R.R, 2010, An Exploration of Social Entrepreneurship in the Entrepreneurhip Era. Asian Social Science Vol.6, No.6; June 2010 Saragih, Rintan, 2013. Berwirausaha Cerdas, Inspirasi bagi kaum muda, Yogyakarta;.Graha Ilmu. Saifan, S.A, 2012, Social Entrepreneurship: Definition and Boundaries. Teknology Innovation Management Review Wawan D., Hendrati,D,M., Anggraeni,P.,Grisns,A.,Indriyani, A, 2013, Inovasi dan

Kewirausahaan Sosial. Panduan Dasar Menjadi Agen Perubahan, Bandung; Alfabeta

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.