Maret 31, 2022

SENI BERTUMBUH DI ERA NEW NORMAL PADA KEWIRAUSAHAAN

Oleh: Resa Alif Kurniawan (@U45-Resa)

Abstrak

New normal merupakan istilah yang berkaitan dengan kemampuan beradaptasi. Bagi seoarang wirausahawan yang ingin bertumbuh perlu setidaknya melakukan adaptasi dengan melakukan observasi, inovasi, kreativitas dan sebagainya terkait kewirausahaan.

Pendahuluan

WHO (World Health Oragnization atau badan kesehatan dunia), secara resmi mendeklarasikan virus Corana (Covid-19) sebagai pandemi pada tanggal 9 maret 2020. Penyebabnya tak lain adalah karena virus corona ini telah menyebar secara luas diberbagai belahan dunia.

Selama masa pandemi Covid-19 tersebut, pemerintah indonesia menghadapi banyak masalah pada berbagai sektor seperti sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan ataupun masalah sosial lainnya. Pada sektor ekonomi sendiri terjadi penurunan pertumbuhan perekonomian yang mana mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran, kemiskinan serta PHK karyawan, hal tersebut kemudian menimbulkan berbagai masalah sosial di kalangan masyarakat akibat merebaknya keterbatasan ekonomi yang melanda.

Dalam upaya menangani masalah-masalah tersebut, pemerintah mengambil berbagai tindakan penanganan yang mana salah satunya dengan menerapkan sistem new normal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan kondisi sosial dengan mendorong masyarakat untuk menerapkan budaya baru dalam menjalani kehidupan sosial seperti menjaga protokol kesehatan dan sebagainya yang menyangkut kesehatan manusia, sehingga masyarakat dapat beradaptasi pada lingkungan yang baru. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dapat kembali dijalani sehingga akan terjadi trend pemulihan ekonomi pada masyarakat dan tanah air secara perlahan.

Pembahasan

1. New Normal pada Kewirausahaan

Istilah New Normal pertama kali muncul ketika terjadi krisis ekonomi dunia sekitar tahun 2007-2008. Setelah diterpa krisis, maka berbagai kebijakan baru dibidang keuangan muncul, sehingga digunakan istilah ”new normal”. new normal adalah perubahan dari keadaan normal menjadi keadaan tidak normal dimana hal baru yang tidak normal diadaptasi sehingga diharapkan menjadi budaya baru atau hal normal. New normal menjadi tantangan bagi para wirausahawan, karena mengharuskan mereka untuk merubah cara bisnisnya dari konvensional menjadi bentuk lainnya seperti digitalisasi dan sebagainya. 

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan manusia seperti menjaga jarak dan menggunakan alat proteksi seperti masker ketika berkegiatan. Perubahan-perubahan yang terjadi, memberikan dampak yang cukup mengikis perekonomian negara sebab terhentinya berbagai sektor bisnis dan kegiatan industri. Beberapa aspek kehidupan juga akan ikut berubah secara permanen dan mengalami pergeseran budaya. Hal tersebutlah yang disoroti oleh para wirausahawan terhadap konsumen atau masyarakat agar dapat bertahan di era new normal ini. Accenture melakukan desk review atas data-data global antara lain world economic forum yang menghasilkan lima perubahan mendasar atau trend yang terjadi akibat pandemi.

  1. Tingkat Kepercayaan. Konsumen akan semakin waspada dalam membeli produk atau jasa. Akibatnya, perusahaan perlu memodifikasi produk mereka atau memberikan layanan tambahan dengan meningkatkan keamanan produk dan layanan mereka demi kenyamanan pelanggan.
  2.  Semua serba virtual. Menjaga jarak mendesak masyarakat untuk lebih bergantung pada teknologi virtual sebagai instrumen pengganti pertemuan tatap muka. Sehingga perusahaan harus mengubah cara berinteraksi dengan konsumen dan karyawannya secara virtual.
  3. Disertakannya komponen kesehatan dalam berbisnis. Menyertakan faktor kesehatan dalam perusahaan. Artinya, perusahaan perlu menerapkan protokol kesehatan dalam operasional bisnisnya  untuk memberikan keamanan kepada konsumen dan lingkungan bisnis. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk membangun kepercayaan pelanggan atau masyarakat.
  4. Kembali ke lingkungan rumah. Artinya, perusahaan perlu secara cermat melihat kebutuhan konsumen dan karyawan dirumah serta melihat dampaknya terhadap pola hidup dan konsumsi.
  5. Kembalinya figure otoritas. Pemerintah berperan penting sebagai figure otoritas sentral. Implikasinya, perusahaan dan pemerintah sangat berperan dalam menentukan ataupun menganjurkan pola hidup dan kerja untuk kepentingan bersama.

Langkah Strategis Bertumbuh di Era new Normal

Ichsan Adiwidjaya, Director Accenture di Indonesia, mengatakan "Dibutuhkan langkah strategis untuk beradaptasi dan berinovasi agar perusahaan mampu mengatasi tantangan saat ini, untuk itu perusahaan perlu cermat dalam mengamati perubah-perubahan mendasar pada manusia dan dampaknya terhadap bisnis serta operasional perusahaan". Maka berikut merupakan langkah-langkah strategis yang dapat digunakan dalam upaya menjaga atau membangun eksistensi usaha di era new normal, antara lain:

1.      Beradaptasi dan berinovasi. Adaptasi dan inovasi merupakan kunci perkembangan dalam berwirausaha. Inovasi dan adaptasi saling berkaitan, inovasi merupakan bentuk atau cara kita untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Maka dengan kita mencoba untuk beradaptasi dalam lingkungan baru usaha, akan menimbulkan ide-ide bisnis yang cukup berpeluang dan relavan dengan situasi atau menjadi jawaban atas permasalahan yang sedang dialami secara luas.  

2.      Melakukan Riset pasar untuk memperoleh jenis produk dan segmentasi pasarnya.

3.      Mengetahui potensi kebutuhan konsumen, yakni dengan mengetahui tingkat minat dan kebutuhan konsumen terhadap produk atau mengetahui peluang konsumen dalam melakukan pembelian produk

4.      Mengamati perubahan perilaku konsumen dan karyawan.

5.      Mengedepankan Protokol kesehatan pada lingkungan bisnis agar konsumen merasa aman.

6.      Manfaatkan Teknologi dan digitalisasi bisnis (mencakup promosi, membuat sistem pelayanan dan laman digital atau membuat dan menjual produk digital dan sebagainya).

Selain itu, adapun hal lainnya yang tidak kalah penting dan harus dilakukan wirausahawan jika ingin bertumbuh, yakni:

1.      Mengenali dan mengembangkan potensi diri (mencakup kemampuan intelegensi, emosional, mengorganisir, berinovasi dan kreativitas serta berani mengambil resiko) dan Potensi kewirausahaan.

2.      Mau belajar hal baru, pengetahuan dan pengalaman merupakan satu hal yang penting yang harus dimiliki seorang wirausaha, dengan memiliki minat dan motivasi untuk memperdalam ilmu maka akan meningkatkan potensi keberhasilan usaha. Selain itu, memiliki minat belajar hal baru juga dapat menumbuhkan kepercayaan diri wirausahawan sehingga ia akan cenderung yakin dengan tindakan yang ia lakukan.

3.      Mendapatkan informasi terbaru dan arahan seprofesi, informasi dapat membantu kita ketika akan mengambil suatu keputusan, wirausahawan yang sukses merupakan wirausahawan yang selalu menganalisa situasi pasar dan bisnisnya. Dan arahan dari rekan atau mentor seprofesi dapat membantu kita dalam proses pengambilan keputusan.

4.      Berdiskusi atau bermusyawarah, seorang wirausaha yang senang akan forum diskusi maka akan membantu meningkatkan kemampuan menganalisa dan kemampuan berpikir kritis. Selain tu, ha tersebut jua dapat membawakan keuntungan lainnya seperti bertambahnya  relasi atau networking dan berkemungkinan mendapat mitra bisnis dan mentor. 

5.      Berpikir Kreatif dan inovatif, berpikir kreatif dan inovatif merupakan salah satu modal dan kunci sukses wirausahawan. Dengan melatih cara kita berpikir secara kreatif dan inovatif dan melakukan observasi lingkungan untuk tujuan pencarian infomasi, maka kita akan melihat suatu celah baik itu solusi permasalahan atau gagasan usaha. 

6.      Siap dan berani untuk gagal. Kesiapan seorang wirausaha menandakan ia telah mantap dan yakin akan apa yang ia akan lakukan. Seorang wirausaha yang memiliki sikap ini memiliki rasa percaya diri tinggi dan memiliki keyakinan bahwa usaha yang ia lakukan akan berhasil walaupun memang tidak mudah bahkan berkemungkinan akan mengalami kegagalan. 

7.      Bertanggung jawab, sikap bertanggung jawab merupakan hal penting dan menjadi prioritas utama bagi pengusaha. Sikap ini dapat meningkatkan mutu usaha dan citra positif konsumen  terhadap perusahaan sehingga dapat mengantarkan suatu wirausaha menuju gerbang kesuksesan. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan wirausaha dalam menerapkan sikap tanggung jawabnya seperti bertanggung jawab terhadap konsumen mengenai kualitas produk yang dipasarkan, bertanggung jawab pada karyawan, bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial, dan bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup usaha.   

8.      Bertindak Cepat, ketika tersedianya peluang usaha atau terjadinya suatu masalah maka wirausahawan perlu untuk segera melakukan tindakan pada  kejadian tersebut.

9.      Percaya diri, memiliki rasa percaya diri dapat menimbulkan integritas seorang wirausaha sehngga dapat membantu meningkatkan keyakinan konsumen atau mitra bisnis terhadap dirinya atau perusahaan sehingga meningkatkan peluang keberhasilan usaha.

10.  Kerja keras dan Konsisten. Untuk mencapai sukses, dibutuhkan kerja keras sehingga menghasilkan hasil yang maksimal dalam menjalani usaha, namun kerja keras saja tidaklah cukup, diperlukan konsistensi diri sebagai motivasi dalam bertindak, sehingga arah tujuan menjadi lebih jelas dan usaha yang dilakukan menjadi lebih ter-arah.

11.  Memperluas jaringan atau relasi. jaringan atau relasi itu penting bagi pengusaha, dengan menjalin hubungan antar individu dapat memberikan keuntungan dalam usaha seperti koneksi ke individu berpengaruh, hubungan kemitraan, saran atau nasihat dan hal-hal positif lainnya.

12.  Menguatkan kolaborasi, kolaborasi merupakan salah satu strategi usaha. Kolaborasi dapat menghilangkan segala bentuk sekat-sekat dan pragmentasi yang berujung kompetisi yang tidak menghadirkan solusi. Ketika menguatnya kolaborasi antar sesama wirausaha maka menumbuhkan semangat usaha dan menghasilkan dampak positif seperti inovasi bisnis, memperluas jaringan usaha, memperkuat kerjasama dan sebagainya.  

 

Kesimpulan

New normal merupakan istilah yang berkaitan dengan kemampuan beradaptasi. Dalam menjalani kewirausahaan di-era new normal, terdapat berbagai kesulitan yang mungkin terjadi, hal tersebut dapat mencakup suatu kondisi, perubahan atau berbagai masalah lainnya. Untuk itu, bagi seoarang wirausahawan yang ingin bertumbuh perlu setidaknya melakukan adaptasi bisnis, observasi pasar, inovasi dan kreativitas bisnis, mengembangkan potensi diri dan potensi kewirausahaan serta melakukan perubahan terhadap model bisnis seperti digitalisasi bisnis.   



Daftar Pustaka

Modul 4 Kewirausahaan 1

Aziz, Muhammad. A. Webinar Be Stronger in New Normal: Strategi Bertumbuh bagi Pengusaha dan Profesional. Youtube, diunggah oleh Ruang Seminar TV. Diakses pada 25 Maret 2022, dari https://youtu.be/BBH7OxwqZ98

Cision PR Newswire. (2020). Accenture Report 2020: "Never Normal", Ini Empat Langkah Strategis yang Perlu Dilakukan Perusahaan. Di akses pada 25 Maret 2022, dari https://id.prnasia.com/story/47683-5.shtml

Covid19.go.id. Tanya Jawab: Apa yang dimaksud dengan Pandemi. Di akses pada 25 Maret 2022, dari https://covid19.go.id/tanya-jawab?search=Apa%20yang%20dimaksud%20dengan%20pandemi

Hartanto.(2020).New Normal Apakah Normal?. Di akses pada 25 Maret2022, dari http://new.widyamataram.ac.id/content/news/new-normal-apakah-normal#.YkIkslVBy00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.