Maret 17, 2022

TREN KEWIRAUSAHAAN DAN SEJARAHNYA HINGGA PERKEMBANGAN WIRAUSAHA DIGITAL

TREN KEWIRAUSAHAAN DAN SEJARAHNYA HINGGA PERKEMBANGAN WIRAUSAHA DIGITAL
Oleh : Widya Septiani (@U11-WIDYA)

 

Bisnis telah dikenal secara historis sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, konsep bisnis telah dikenal sejak abad ke-16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad ke-20. Beberapa konsep bisnis, misalnya di Belanda dikenal dengan ondernemer, di Jerman disebut unternehmer. Pendidikan kewirausahaan dimulai pada tahun 1950-an di beberapa negara, seperti Eropa, Amerika dan Kanada.




        Kewirausahaan atau bisnis merupakan proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan mewujudkan visi. Visi itu bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu. Hasil akhir dari proses ini adalah terciptanya bisnis baru yang dibuat dalam kondisi risiko atau ketidakpastian. 

Secara harfiah bisnis terdiri dari kata-kata dasar bisnis yang memiliki awalan dan akhiran, sehingga dapat diartikan bahwa bisnis adalah hal-hal yang berkaitan dengan bisnis. Sedangkan kewirausahaan berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan usaha komersial atau non komersial, sehingga berbisnis juga dapat diartikan sebagai keberanian seseorang untuk berbisnis.

Dalam bahasa Inggris entrepreneur adalah entrepreneur, istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Perancis. Menurutnya, pengusaha adalah "agen yang membeli alat produksi dengan harga tertentu agar bisa menggabungkannya". Belum lama berselang, ekonom Prancis lainnya, Jean Baptista Say, menambahkan definisi Cantillon pada istilah wirausaha sebagai pemimpin.

Bisnis berkembang relatif cepat di berbagai negara. Kewirausahaan tidak hanya berperan dalam meningkatkan output dan pendapatan per kapita, tetapi juga memasukkan atau menerapkan perubahan dalam struktur bisnis dan masyarakat. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan juga berperan dalam mempromosikan praktik bisnis, yang pada akhirnya mengarah pada penemuan produk dan layanan baru bagi konsumen. Hal ini tentunya akan membuka lapangan kerja baru, membuka pasar baru dan dalam jangka panjang mampu menciptakan pertumbuhan bisnis di berbagai sektor. Para wirausahawan akan menghadapi berbagai tantangan, sehingga merumuskan strategi pemasaran membutuhkan kemampuan manajemen yang kuat untuk dapat bertahan di dunia bisnis.

Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi juga ditentukan oleh dinamika perekonomian daerah, sedangkan perekonomian daerah pada umumnya merupakan hasil dari kegiatan ekonomi kecil dan menengah. Keberadaan usaha kecil dan menengah memang merupakan proses awal berkembangnya industrialisasi di daerah, namun nyatanya masih banyak kendala yang dihadapi oleh usaha kecil dan menengah di daerah ini. Menurut Prawiranegar (2019), kendala internal yang dihadapi pengusaha kecil adalah kualitas sumber daya manusia yang rendah, akses dan pengembangan pangsa pasar yang buruk, struktur permodalan yang lemah, penguasaan teknologi yang terbatas, organisasi dan manajemen yang lemah, serta jaringan usaha yang terbatas dan kerjasama dengan pelaku ekonomi lainnya. Untuk menghadapi kendala tersebut, seorang wirausahawan harus memiliki landasan yang kokoh sebelum memulai dan menjalankan usahanya. Pengusaha harus memiliki orientasi kewirausahaan.

Saat ini berbisnis sudah menjadi gaya hidup, berkelas, pilihan karir yang cepat untuk meraih kesuksesan dan kaya di usia muda. Untuk itulah kewirausahaan (entrepreneurship) telah berubah dari dulu hingga sekarang dan mengalami kecenderungan yang mengarah pada technology based.Orang-orang muda yang bergelut di dunia digital dan teknologi informasi mengalami fenomena yang luar biasa hingga mereka punya kekayaan jutaan dolar saat usianya belum menginjak usia 30 tahun.


·         Bill Gates mendapatkan kontrak 1 juta USD di usia 24 tahun

·         Jeff Bezos dengan Amazon.com

·         Mark Elliot Zuckerberg kelahiran 14 Mei 1984 dengan Facebook-nya yang membuat ia kaya-raya karena penawaran Yahoo dengan harga 1 miliar USD di tahun 2006. Oleh sebab itu, jenis entrepeneurship -nya bisa dikatakan sebagai economical entrepeneurship atau entrepeneurship berbasis faktor ekonomi.

Saat ini bisnis sudah menjadi gaya hidup, pilihan karir yang tepat untuk meraih kesuksesan di usia muda. Untuk itukah kewirausahaan (entrepreneurship) telah berubah dari dulu hingga sekarang dan mengalami kecenderungan yang mengarah pada teknologi. Tren entrepreneurship yang terjadi dari dulu hingga di masa mendatang, yaitu :

1.      1Entrepeneurship based on technology (technopreneur)

     Dunia bisnis pasar, persaingan, perilaku konsumen berubah setelah aspek teknologi telah mengubah segalanya baik dari sisi konsumen hingga proses produksinya. Teknologi telah menjadi change driver dari kunci kesuksesan dunia usaha sehingga para entrepreneur telah menempatkan sisi teknologi sebagai awal pijakan dalam bisnisnya.Untuk itu jenis entrepreneur -nya disebut technopreneur atau entrepreneurship berbasis teknologi atau engineering based sebagai keunggulan bersaingnya.

2.     2.  Entrepreneurship based on creativitiy (creativepreneur)

Perubahan faktor-faktor kunci kesuksesan bisnis yang bersumber dari aspek teknologi juga mengalami perkembangan. Untuk itu keunggulan bersaing sebuah bisnis tidak lagi mengandalkan sebuah teknologi saja, tetapi ada faktor lain yang menjadi kunci sukses dalam memulai sebuah bisnis dan dapat dijadikan sebuah peluang bisnis, yaitu kemampuan berpikir kreatif serta pemikiran untuk menciptakan produk atau jasa yang kreatif agar bisnis yang baru dimulai bisa berkembang.

Persaingan yang semakin ketat akan membuat perusahaan-perusahaan justru meningkatkan anggaran belanja iklan dan segala hal yang menunjangnya. Disaat itulah secara otomatis sektor desain, perancang, pencipta dan pekerja yang kreatif. Untuk membuat bisnis bisnis yang membutuhkan konsep marketing yang kreatif agar mereka tetap bertahan di pasar. Pebisnis yang kreatif dibutuhkan untuk menjadi rekan dan penunjang kesuksesan perusahaan-perusahaan besar. Munculnya pengusaha muda yang kreatifkan menciptakan model entrepreneur gaya baru, yaitu “creativepreneur”. Istilahnya adalah wirausahawan yang menciptakan kreasi tiada henti sebagai inti bisnisnya.

3.    3. Enterpreneurship based on digital technology (digitalpreneur)

Sebuah perubahan yang sangat cepat di dunia usaha yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi sejak ditemukannya yang sekarang telah mengubah gaya hidup seseorang dari hanya menggunakan handphone untuk berkomunikasi kemudian dokumentasi, berinternet ria, bahkan kini handphone bisa berfungsi sebagai televise dan menjadi individual entertainment.

Semua diawali dari munculnya teknologi digital dalam dunia informasi, telekomunikasi dan kehidupan sosial seseorang. Dampaknya adalah banyaknya peluang-peluang bisnis baru yang tumbuh sehingga pengusaha-pengusaha baru memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai kunci utama dalam care business-nya. Inilah yang menjadi tren saat ini dan memunculkan peluang-peluang baru, yaitu munculnya digitalpreneur muda dengan mimpi-mimpi yang tinggi dan akhirnya meraih kesuksesan.

4.  4. Entrepreneurship based on community and social concept (socialpreneur)

        Semakin hari semakin baik dalam konsep entrepreneurship atau strategi memasarkan suatu produk. Perubahan gaya dan pola yang terjadi pada konsumen dalam kehidupan sosialnya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi, internet dan berkomunitas. Situs-situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Friendster, dll membuat strategi pemasaran berubah, dari strategi pemasaran vertical menjadi strategi pemasaran horizontal (community marketing). Untuk itu, tren entrepeneurship yang muncul berbasis komunitas dancara individu bersosial disebut juga sebagai socialpreneur dalam menumbuhkan bisnisnya dengan hati yang berkonsepkan sosial.

Membangun komunitas tersendiri dengan cara berorientasi pada lingkungan,menciptakan UKM baru, dan meluncurkan konsep CSR (Corporate Social Responsibility). wirausahawan yang berbasis komunitas mampu menciptakan wirausahawan-wirausahawan muda sebagai visinya telah membuat sebuah perubahan dan tren dari seseorang dalam memulai bisnisnya. Tren perubahan ini disebut sebagai social entrepreneur, yang tipe pengusahanya disebut socialpreneur.

Inilah yang dibutuhkan oleh negara kita agar tingkat pengangguran bisa dikurangi dengan menciptakan pengusaha-pengusaha berbasis komunitas dengan tujuan utamanya dapat menciptakan rekan bisnis, mitra bisnis, dan plasma yang baru yang nantinya akan memisahkan diri menjadi pengusaha-pengusaha didikannya. Bisa dikatakan menciptakan entrepreneur yang bisa mentransformasikan skill, pengetahuan, konsep, strategi dan wawasan bisnisnya kepada para pendukung bisnisnya agar menjadi perusahaan yang kompeten untuk menjadikan usahanya semakin berkembang. Strategiini dibutuhkan oleh negara yang sedang berkembang dan pengusaha yang menginginkan bisnisnya cepat berkembang dengan menggunakan konsep baru, yaitu enterpreneurship based oncommunity.

Pertama, dekade terakhir telah menyaksikan transformasi besar dalam bagaimana kewirausahaan dipraktekkan dan diajarkan. Secara khusus, digitalisasi mengubah model kewirausahaan tradisional. Namun, ini membawa tantangan baru kepada masyarakat terkait dengan pengurangan biaya produksi dan manajemen menggunakan platform ekonomi digital, dengan peningkatan radikal dalam efisiensi perusahaan, industri, lembaga pendidikan untuk menghadapi tantangan teknologi, ekonomi, dan sosial global. Berbicara tentang pengaruh digitalisasi terhadap pekerjaan di masa depan, ini bukan hanya tentang apakah akan ada pekerjaan yang tersedia untuk orang-orang atau tidak. Digitalisasi juga menggeser lingkungan kerja: dari tempat kita bekerja, konten pekerjaan, ke rutinitas kerja, ke cara kita dikelola di tempat kerja. Teknologi juga mengubah cara pengusaha mencari cara untuk mengatur sistem produksi mereka dan cara pengusaha dan calon pekerja ingin terhubung dan mengontrak pekerjaan: ini semakin banyak terjadi di seluruh platform digital.


      Pada saat yang sama, digitalisasi merupakan subjek intensif bagi pengusaha, mitra sosial, dan politisi. Kami berharap digitalisasi memiliki efek mendasar dan abadi pada masyarakat yang sebanding dengan penemuan mesin uap, pengenalan produksi jalur perakitan atau globalisasi bisnis. Media sering membatasi digitalisasi sebagai subjek TI atau teknologi tinggi. Sebenarnya digitalisasi bukanlah tren atau hype IT saat ini. Ini adalah perkembangan yang memberikan peluang besar bagi pengusaha, tetapi juga disertai dengan sejumlah tantangan. Di masa lalu, selama pembuatannya oleh perangkat lunak dan data, produk dan layanan terutama dipantau, dianalisis, dan dikendalikan. Sekarang model digital membutuhkan lebih banyak dengan pembuatan dan penggunaan data yang lengkap selama penggunaan produk dan hingga akhir siklus hidup produk. Untuk proses ini semua sumber daya dalam rantai nilai dilengkapi dengan sensor yang mengumpulkan dan menganalisis data.

Perusahaan yang sukses khususnya dihadapkan pada tantangan berikut. Mereka harus mengelola operasi harian yang efisien yang menikmati pertumbuhan dan pada saat yang sama menjadi kreatif dan menemukan energi untuk mengembangkan model bisnis digital dan menguasai perubahan yang terkait dengan ini. Selain pengembangan lebih lanjut atau orientasi baru model bisnis kewirausahaan dasar, digitalisasi memerlukan pembangunan struktur organisasi bi-modal dan infrastruktur TI di mana, misalnya, sistem ERP yang ada dapat dikembangkan untuk menjadi inti dari sebuah platform digital. Tantangannya adalah menimbang momentum dan langkah-langkah dengan tepat dan terus menyesuaikan diri.

Singkatnya, wirausahawan digital selangkah lebih maju dari yang lain dan mereka akan membentuk dunia setelah pandemi. Jadi, kami ingin para wirausahawan di masyarakat kami cepat beradaptasi dengan keadaan baru dan membuat kehidupan masyarakat lebih mudah. Baik untuk melanjutkan operasi bisnis atau mempertahankan akses ke kebutuhan esensial, ekonomi digital akan memainkan peran penting dalam semua aspek kehidupan kita. Maka, dalam realitas baru ini, dunia bisnis harus menciptakan solusi inovatif baru untuk memudahkan kehidupan masyarakat dan mengisi kesenjangan teknologi untuk krisis di masa depan.

Referensi

CourseHero. 2020. Mengelola dan Mengembangkan Bisnis dalam Tren Kewirausahaan. Diakses pada tanggal 16 Maret 2022. https://www.coursehero.com/file/p119asv/Kehadiran-revolusi-industri-40-yang-menjadi-indikator-menguatnya-peran/.

CNBC. 2018. Menkominfo: Anak Muda, Ayo Bangun Startup!. Diakses pada tanggal 16 Maret 2021. https://www.cnbcindonesia.com/news/20181115154735-8-42345/menkominfo-anak-muda-ayo-bangun-startup.

Mathilda. 2016. Perkembangan Wirausaha di Indonesia. Diakses pada tanggal 16 Maret 2022. https://blog.ub.ac.id/mathilda/2016/09/11/perkembangan-wirausaha-di-indonesia/.

Modul 2 Kewirausahaan 2

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.