April 04, 2022

INOVASI PADA MASA PANDEMI COVID-19

INOVASI PADA MASA PANDEMI COVID-19


Oleh : Elsania (@T04-Elsania)
 

ABSTRAK

Kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi/tranformasi digital yang sangat cepat menjadi kunci untuk menghadapi tantangan pada masa pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi. Inovasi menjadi kunci untuk bisa beradaptasi dan menghadapi perubahan dalam setiap zaman.

 

PENDAHULUAN

Dunia sedang dilanda pandemi. Sangat sedikit negara yang bisa menghindari wabah Covid-19 ini. Sejak wabah ini melanda Indonesia pada Maret 2020 lalu, semua kehidupan berefek domino, bertumbangan satu demi satu. Jalan-jalan dan pusat perekonomian menjadi jauh lebih sunyi dari hari-hari biasanya. Di tengah ancaman pandemi, orang-orang harus bangkit agar tak terjadi dilema; tinggal di rumah saja akhirnya kelaparan, keluar rumah terancam Covid-19. Benar kata Presiden Joko Widodo, kita harus berdamai dengan virus corona. Maksudnya, saat ini kita belum mampu mengenyahkan virus ini, namun kita harus terus melanjutkan kehidupan ini.

Satu-satunya kesempatan untuk bertahan dan melanjutkan kehidupan ini adalah membuka peluang-peluang baru. Bersatu untuk saling mengingatkan kemampuan, bersama untuk membangun kembali kehidupan yang baik di tengah pandemi. Membuka peluang baru adalah jalan menuju strategi jitu dalam melanjutkan kehidupan di tengah pandemi ini.

 

PEMBAHASAN

Pandemi mendorong gebrakan inovasi dengan berfikir lebih kreatif dan produktif agar tetap bertahan dan bangkit dari keterpurukan. Proses critical thingking dan creativity yang digaungkan era revoluasi 4.0 esensinya adalah menuju pada inovasi. Inovasi merupakan jawabannya sebagai proses penting bagi kesehatan organisasi dan menjadi faktor kunci bagi keberlangsungan dan daya saing sebuah organisasi bisnis.

Berangkat dari pengalaman tahun 2020, maka pada tahun 2021 BPPT melalui konsorsium TFRIC-19 Next Generation hadir dengan lima aksi utama yakni:

1.   Aksi penguatan kajian keekonomian dan teknologi yang meliputi kajian rantai pasok, kajian supply demand, kajian pra komersialisasi, kajian kesiapan industri manufaktur, kajian Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), audit teknologi.

2.   Aksi inovasi teknologi alat kesehatan meliputi inovasi ventilator ICU, Direct Digital Radiography (DDR), kit pengukur kadar antibodi kuantitatif, dan rapid test antigen.

3.   Aksi inovasi teknologi suplemen kesehatan meliputi suplemen kesehatan berbasis bawang putih terfermentasi (black garlic), suplemen kesehatan berbasis beta glucan (polisakarida hasil fermentasi yeast), dan suplemen dalam bentuk biskuit padat gizi yang diperkaya dengan vitamin dan mineral.

4.   Aksi penguatan data sains dan aplikasi kecerdasan buatan. Beberapa aktivitas antara lain inovasi aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi Covid-19, database biosprospeksi tanaman obat, mikroba dan senyawa berpotensi obat untuk Covid-19 dan penyakit infeksi lainnya, sebagai data set kecerdasan buatan. Serta Pusat Inovasi Kecerdasan Buatan Pusat Penelitian tanaman obat dan hortikultura, dan Smart farming untuk tanaman obat.

5.   Aksi penguatan kerjasama komersialisasi dan media yang dapat memberikan muatan positif pada aksi-aksi inovasi produk yang dikembangkan konsorsium TFRIC 19 dalam berkolaborasi dan sinergi.

Tidak hanya menciptakan alat pendeteksi covid-19, karya anak bangsa yang berikutnya bertujuan untuk membantu proses pengobatan pasien covid-19 di Indonesia, yaitu:

1.   Ventilator

Ventilator menjadi barang yang sangat penting dimasa pandemi untuk membantu pasien covid—19 yang memiliki gejalan kesulitan bernafas Salah satu ventilator karya anak bangsa adalah GERLIP High Flow Nassal Canula (HFNC)-01 yang berfungsi untuk mencegah pasien agar tidak sampai gagal nafas dan tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasif dengan cara memberikan terapi oksigen beraliran tinggi.

2.   Disinfektan

Bertujuan untuk membantu membersihkan alat atau benda.

3.   Vaksin

Indonesia mampu meciptakan 2 vaksin covid-19 yaitu vaksin Nusantara yang dkembangkan oleh eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan vaksin merah putih yang dikembangkan oleh Unair.

Selain inovasi diatas, inovasi robot juga merupakan karya anak bangsa. Inovasi robot ini digunakan untuk membantu menangani covid-19 di Indonesia. Ini menandakan bahwa Indonesia tidak perlu tergantung kepada robot impor dikarenakan anak bangsa dapat membuat robot yang mumpuni untuk membantu pasien covid-19  dan perawat di rumah sakit. Contohnya yaitu Robot Medical Assistant ITS-Unair (RAISA), Robot Ivana dan robot SPERO.

Munculnya produk inovasi karya anak bangsa merupakan hal yang perlu kita apresiasi. Pandemi mendorong anak bangsa semakin kreatif, produktif dan inovatif untuk terus berkarya menuju Indonesia bangkit, maju dalam menghadapi pandemi.

 

KESIMPULAN

Pandemi memaksa kita untuk bisa berubah lebih cepat, beradapasi dan berinovasi. Berbagai strategi inovasi dilakukan, mulai dari pendekatan big data, digitalisasi, kolaborasi dan berbagai strategi kekinian dilakukan agar semua bidang bisa bertahan di tengah pandemi dan mampu bersaing. Pandemi mendorong anak bangsa semakin kreatif, produktif dan inovatif untuk terus berkarya menuju Indonesia bangkit, maju dalam menghadapi pandemi.

Negara yang terdepan, unggul dan tercepat adalah negara yang terus melakukan gebrakan inovasi dari berbagai bidang. Gebrakan Inovasi merupakan upaya agar kemandirian dan keunggulan bangsa bisa terwujud dengan menghasilkan produk-produk inovasi anak bangsa.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://diskominfos.baliprov.go.id/menerapkan-strategi-dan-inovasi-di-tengah-pandemi-selalu-ada-peluang-di-setiap-keadaan/

https://mediaindonesia.com/opini/417017/gebrakan-inovasi-kala-pandemi

https://itjen.kemdikbud.go.id/webnew/2021/09/30/inovasi-teknologi-di-masa-pandemi-karya-anak-bangsa/

https://www.bppt.go.id/berita-bppt/melalui-ekosistem-inovasi-perkuat-integrasi-dan-kolaborasi-dalam-menghadapi-pandemi

                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.