April 25, 2022

Model Bisnis Untuk Membangun Usaha

Oleh : Fionalita Rahmi

(@T12-Fionalita)

 

Pendahuluan

Model bisnis bukan hanya sebuah rencana bisnis yang mencatat visi-misi saja. Lebih jauh, model bisnis membantu menciptakan cara mendapatkan profit. Dengan menentukan model yang tepat, bisnis yang dibangun akan memiliki tujuan yang jelas.

 

Rumusan Masalah

1.      Apa itu Model Bisnis ?

2.      Apa saja jenis Model Bisnis ?

3.      Manfaat Model Bisnis untuk membangun usaha?


Pembahasan

 

1.      Model Bisnis


Model bisnis adalah sebuah konsep dasar tentang bagaimana bisnis akan dijalankan, baik secara internal maupun eksternal.  Secara internal, model bisnis menentukan bagaimana organisasi bisnis akan dibangun agar usaha yang dijalankan mampu terus tumbuh dengan baik. Sedangkan secara eksternal, model bisnis membantu menentukan value apa yang ditawarkan kepada konsumen dan bagaimana cara memperoleh laba dari usaha yang dijalankan. 

 

2.      Jenis – Jenis Model Bisnis

A.    Model Bisnis Berdasarkan Produksinya

Ini dia beberapa jenis model bisnis berdasarkan kegiatan produksinya:

1. Manufaktur

Dalam model bisnis manufaktur, yaitu membuat sebuah produk dan menjualnya untuk mendapatkan laba. Biasanya produksi barang dilakukan dengan menggunakan mesin produksi.  Ketika menjalankan bisnis manufaktur, dapat menjual barang secara langsung ke konsumen atau menggunakan perantara pihak ketiga. 

2. Distributor

Sesuai namanya, distributor adalah model bisnis yang aktivitas utamanya adalah mendistribusikan produk. Artinya, mereka tidak memproduksi sendiri barang yang dijual. Kunci utama bisnis ini adalah kemampuan menjalin kerja sama dengan perusahaan manufaktur agar bisa mendistribusikan produk. Beberapa distributor ada yang bekerja sama dengan banyak supplier sekaligus. Ada juga yang khusus menjadi distributor resmi suatu produk. 

3. Retailer

Retailer adalah model bisnis yang membeli produk dari distributor dan menjualnya kembali ke konsumen. Bisa dikatakan retailer adalah penghubung antara produsen (manufaktur) dan konsumen. Model bisnis retail bisa diterapkan pada bisnis dengan skala kecil-menengah maupun besar. Mulai dari toko yang Anda jalankan dari rumah hingga perusahaan ritel besar seperti IndomaretAlfamartTrikomsel Oke, dan lainnya. 

 

B.     Model Bisnis Berdasarkan Fisiknya

Dilihat dari bentuk fisiknya, inilah beberapa model bisnis yang bisa Anda temui:

1.                   Brick and Mortar

Inilah model bisnis tradisional yang menjual barang dan jasa melalui toko fisik. Artinya, transaksi dilakukan ke konsumen akhir secara tatap muka langsung. Brick and Mortar ini bisa digunakan oleh produsen, distributor dan lainnya. 

2.                  eCommerce

Sesuai namanya, ecommerce (electronic commerce) adalah sebuah bisnis di mana penjual dan pembeli melakukan transaksi secara online. Dengan kata lain ecommerce adalah model bisnis toko online.  Model bisnis ini adalah perkembangan dari brick and mortar yang muncul seiring kemudahan akses internet. Jika brick and mortar memiliki wujud fisik baik toko maupun gudang, ecommerce menggunakan pendekatan digital. 

Untuk toko misalnya, Anda bisa menggunakan website toko online yang memajang semua produk yang dijual. Bahkan, jika produk yang Anda jual adalah produk digital seperti ebook, Anda tak lagi membutuhkan gudang sebagai tempat penyimpanan.

3.                  Bricks and Clicks

Model bisnis ini sebenarnya gabungan dari mortar and bricks dan ecommerce. Bricks and clicks adalah sebuah usaha yang memiliki toko offline dan toko online secara bersamaan.

Salah satu yang mendasari lahirnya model bisnis ini adalah keinginan untuk menyediakan kemudahan belanja online bagi konsumen sekaligus tetap mempertahankan konsep belanja offline yang sudah biasa dilakukan. 

Beberapa bisnis yang menerapkan model bisnis ini adalah bisnis fashion, penjualan obat, dan lainnya. 

 

C.     Model Bisnis Berdasarkan Sumber Revenue

Inilah beberapa jenis model bisnis dengan pendekatan cara menghasilkan laba yang berbeda. Apa saja?

1.                  Freemium

Anda pasti sudah bisa menebak bahwa freemium adalah sebuah bisnis yang menawarkan layanan gratis sekaligus premium dalam satu produk. Jenis model bisnis ini banyak ditemui pada bisnis online. Salah satunya adalah layanan penyimpanan berbasis cloud, DropBox. Pengguna bisa menggunakan DropBox Basic dengan kuota penyimpanan 2GB yang gratis digunakan sampai kapanpun. 

Jika ingin mendapatkan storage lebih banyak dan fitur lebih lengkap, pengguna harus melakukan upgrade paket premium mereka.

2.                  Subscription

Model bisnis ini mendapatkan penghasilan dari biaya berlangganan yang dibayarkan oleh konsumen, baik bulanan maupun tahunan. Hampir semua bisnis jasa bisa menggunakan model bisnis ini, tapi yang paling populer adalah bisnis edukasi dan bisnis hiburan yang diakses secara online. Contohnya, adalah Netflix.

3.                  Hidden Revenue

Salah satu bisnis yang menggunakan model bisnis hidden revenue adalah YouTube dari Google. Platform digital ini bisa digunakan gratis oleh konsumen sampai kapanpun. Peran pengguna tidak terlalu diperhitungkan bagi perusahaan dalam upaya mendapatkan laba. Lalu, bagaimana YouTube mendapatkan penghasilan? 

Jawabannya, dari iklan. Ketika Anda menggunakan YouTube, Anda akan disuguhi iklan berbagai produk. Biaya pemasangan iklan inilah yang menjadi revenue streamnya. 

Kenapa banyak perusahaan mau memasang iklan di platform ini? Jumlah pengguna nya sangat banyak dan tingkat penggunaannya sangat tinggi. Jadi, memasang iklan di YouTube memberikan keuntungan berupa eksposur yang lebih baik bagi bisnis.

 

D.    Model Bisnis Berdasarkan Strategi Harga

Model bisnis berdasarkan strategi harganya terdapat dua jenis yaitu:

1.                  Razor Blade

Model bisnis razor blade menggunakan strategi di mana produk utama berharga murah, bahkan gratis. Namun, produk pendukung berharga lebih tinggi dan digunakan untuk mendapatkan laba. Model bisnis ini sering disebut sebagai bait and hook alias umpan-kail.

Model bisnis ini menggunakan strategi lock-in, yaitu produk utama dan produk pendukung harus saling melengkapi satu sama lain. Artinya, konsumen hanya bisa membeli produk pendukung dari produsen yang sama.

2.                  Reverse Razor Blade

Inilah model bisnis yang berlawan dari strategi razorblade. Reversed razorblade memberi harga produk utama yang cukup tinggi, tapi memberikan banyak keuntungan konsumen dalam menggunakan produk pendukung. 

Contoh perusahaan yang menggunakan Reverse Razor Blade adalah Apple. 

3.                  Nickel and Dime

Model bisnis ini menjual sebuah produk utama dengan harga terjangkau sekaligus menawarkan berbagai fitur tambahan. Pada akhirnya, biaya yang dibayarkan konsumen jauh lebih tinggi dari harga standar, sesuai permintaan konsumen.

Jenis model bisnis ini bisa diterapkan pada bisnis online maupun offline. Contoh bisnis online yang menggunakan Nickel and Dime adalah Salesforce, perusahaan pembuat software CRM. 

 

E.     Model Bisnis Berdasarkan Interaksi dengan Konsumen

Berikut ini beberapa jenis model bisnis terkait dengan interaksinya dengan konsumen:

1.                  High Touch

Jenis model bisnis ini memerlukan banyak interaksi dengan konsumen dalam aktivitasnya. Artinya, ketika menjalankan bisnis ini, resource sumber daya manusia yang diperlukan cukup besar. Bahkan, peran sumber daya manusia cukup besar dalam membuat bisnis berkembang untuk jangka panjang.

Contoh dari model bisnis ini adalah salon kecantikan dan jasa konsultasi. 

2.                  Low Touch

Berbeda dengan high touch, low touch justru mengembangkan model bisnis yang tidak begitu banyak membutuhkan interaksi dengan konsumen. Artinya, baik dalam tahapan penjualan maupun  penggunaan produk, bisa dilakukan sendiri oleh konsumen. Hal ini dilakukan dengan berbagai pendekatan otomasi menggunakan kecanggihan teknologi. Salah satu contoh bisnis yang menggunakan pendekatan ini adalah Survey Monkey, penyedia platform survey online. 

 

F.      Model Bisnis Berdasarkan Strategi Produk

Berikut ini adalah beberapa model bisnis yang menggunakan strategi produk:

1.                  Blue Ocean Strategy

Blue Ocean adalah model bisnis yang menciptakan produk baru dengan pendekatan market berbeda. Tujuannya, menghindari persaingan yang tajam dan merangsang hadirnya “pasar baru” dengan biaya pemasaran yang rendah.

2.                  Renting Business

Model bisnis ini sebenarnya tidak asing bagi Anda. Namun, Anda tentu baru menyadari bahwa bisnis rental bisa digunakan untuk lingkup jenis bisnis yang lebih luas. Tidak hanya berupa barang tapi juga jasa. Dan, tidak hanya secara offline tapi juga online. 

3.                  Peer-to-Peer

Model bisnis peer to peer didasari pada sebuah kemitraan menggunakan platform tertentu yang mempertemukan supply dan demand. Artinya, kebutuhan konsumen dipenuhi oleh pihak lain dengan menggunakan pihak ketiga. 

 

 

 

G.    Model Bisnis Berdasarkan Kemitraannya

Inilah berbagai model bisnis dikelompokkan berdasar kemitraan yang dilakukan:

1.                  Business to Business (B2B)

Sesuai namanya, B2B adalah model bisnis yang dibangun dengan kemitraan dengan pebisnis lain. Artinya, transaksi pembelian dilakukan antar pebisnis, baik perusahaan manufaktur dengan distributor, atau distributor dengan retailer. 

Salah satu contoh bisnis B2B adalah antara Samsung dan Apple. Meskipun sama-sama bergerak di bisnis gadget, Samsung banyak menjual berbagai produk yang digunakan Apple untuk membuat iPhone. 

2.                  Business to Consumer (B2C)

Di dalam model bisnis B2C, pebisnis menjual produk mereka kepada konsumen akhir. Contoh yang paling sering kita temui adalah bisnis kuliner, di mana penjual langsung menjual produk kepada konsumennya. 

Pada perkembangannya, B2C menjangkau lebih banyak jenis bisnis dan dapat dilakukan secara online, terutama dengan banyaknya toko online yang menjual berbagai kebutuhan konsumen.

3.                  Konsumer to Business (C2B)

Sebaliknya, model bisnis C2B memungkinkan konsumen untuk menjual produk kepada pebisnis. Tentu saja yang dimaksud tidak hanya berupa barang atau jasa tapi bisa berupa data, partisipasi dan  bantuan promosi.

Salah satu contohnya adalah penjualan produk digital melalui situs microstock. Di mana pemilik foto bisa mengunggah hasil karyanya untuk dijual melalui situs seperti istockphoto dan lainnya. Tidak hanya itu, C2B juga bisa ditemui pada saat pengguna internet melakukan survey berbayar yang dilakukan oleh sebuah situs survey online.

 

3.     
Manfaat Model Bisnis Untuk Membangun Usaha

a.       Unggul dari competitor

Hal ini tentu akan menjadi point unggul bagi bisnismu dari competitor yang tidak memikirkan hal tersebut.

b.      MenarikPerhatian Investor

Bisnis Model yang bagus akan menarik perhatian investor untuk memberikan pendanaan kepada bisnis tersebut.

c.       Manajemen Keuangan Yang Teratur

Sebuah perusahaan akan dapat membuat anggaran yang tepat mengenai proses produksi, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan lain-lain.

d.      Mengetahui Target Pasar bagi Penjualan Produk

Model bisnis menuntun Anda untuk menentukan value proposition. Komponen ini akan membantu Anda mengetahui bagaimana produk Anda dapat menjadi solusi bagi permasalahan pelanggan. 

e.       Memahami Produk yang Harus Diciptakan

Dengan menggunakan model bisnis yang jelas, Anda tak perlu lagi terjebak pada penciptaan produk yang tidak diperlukan konsumen. Hal tersebut tentu tidak memberikan manfaat bagi perkembangan bisnis Anda.

f.       Mengetahui Strategi Bisnis yang Harus Dijalankan

Model bisnis yang Anda pilih akan secara otomatis turut menentukan strategi bisnis yang harus dijalankan. 

g.      Mengantisipasi Persaingan

Tanpa menggunakan model bisnis, akan sulit menentukan posisi bisnis Anda di pasar. Hasilnya, bisa saja Anda harus menghadapi persaingan yang belum Anda perhitungkan. 

 

 

Kesimpulan

Model bisnis adalah gambaran mengenai bagaimana usaha atau bisnis yang akan Anda lakukan. Lingkup product design hingga strategi marketing tiap business model berbeda satu sama lainnya.

Seringkali pemahaman tentang apa itu model bisnis tumpang tindih dengan pengertian business plan. Keduanya adalah hal yang berbeda. Business model adalah dasar atau gambaran bentuk usaha. Sedangkan business plan adalah perencanaan operasional usaha kedepannya seperti apa.


Daftar Pustaka

 

·         Modul 8 Kewirausahaan 2 “Jenis Model Bisnis, Manfaat, Model Canvas”

·         https://www.info.populix.co/post/model-bisnis

·         https://www.niagahoster.co.id/blog/model-bisnis/

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.