April 11, 2022

Pentingya jiwa leadership dan Manageman dalam membangun UMKM Oleh : Ahmad Marsudin (@T17-Marsudin) 41620110051

 

Pentingya jiwa leadership dan Manageman dalam membangun UMKM

Oleh : Ahmad Marsudin (@T17-Marsudin)

41620110051

Pendahuluan

Kepemimpinan dipandang sangat penting karena dua hal: pertama, adanya kenyataan bahwa penggantian pemimpin seringkali mengubah kinerja suatu unit, instansi atau organisasi; kedua, hasil penelitian yang menunjukkan bahwa salah satu faktor internal yang mempengaruhi keberhasilan organisasi adalah kepemimpinan, mencakup proses kepemimpinan pada setiap jenjang organisasi, kompetensi dan tindakan pemimpin yang bersangkutan menurut Wibowo ,2011 dalam (Yukl, 1989).

Menurut Wibowo, 2011 dalam Watkins (1992) “kepemimpinan berkaitan dengan anggota yang memiliki kekhasan dari suatu kelompok yang dapat dibedakan secara positif dari anggota lainnya baik dalam perilaku, karakteristik pribadi, pemikiran, atau struktur kelompok”. Pengertian ini tampak berusaha memadukan ketiga kategori pemikiran secara komprehensif karena dalam definisi kepemimpinan tersebut tercakup karakteristik pribadi, perilaku, dan kedudukan seseorang dalam suatu kelompok. Berdasarkan pengertian tersebut maka teori kepemimpinan pada dasarnya merupakan kajian tentang individu yang memiliki karakteristik fisik, mental, dan kedudukan yang dipandang lebih daripada individu lain dalam suatu kelompok sehingga individu yang bersangkutan dapat mempengaruhi individu lain dalam kelompok tersebut untuk bertindak ke arah pencapaian suatu tujuan.

Tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara, menurut hemat penulis, termasuk melahirkan teori kepemimpinan dalam kategori kontingensi. Dengan ajaran triloka “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”, menunjukkan seorang pemimpin harus mampu bertindak sesuai dengan situasi yakni apabila di depan, ia memberikan keteladanan, apabila di tengah-tengah para bawahan, harus membangun kemauan, atau semangat pegawai; dan apabila di belakang, para pemimpin harus memberikan motivasi tiada henti kepada para pegawainya, menurut Wibowo, 2011.

Manajeman mempunyai tiga pengertian yaitu (1) Manajeman sebagai  suatu proses (2) Manajeman sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajeman (3) Manajeman sebagai seni (art) dan  sebagai suatu ilmu dalam Nugraheni dkk, 2014. Menurut Nugraheni, 2014 dalam Haiman (2006:15) mengatakan  bahwa  manajeman  sebagai proses adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha – usaha individu untuk mencapai tujuan bersama.

Manjeman  sebagai  kolektivitas orang-orang  yang  melakukan  aktivitas  manajeman,  dengan kata  lain  orang-orang  yang  melakukan  aktivitas  manajeman  adalah manajer.  Manajer  adalah  pejabat yang  bertanggung  jawab  atas  terselenggaranya  aktivitas-aktivitas  manjeman  agar  tujuan  unit  yang  di pimpin tercapai dengan menggunakan bantuan orang lain, masih dalam Nugraheni dkk, 2014.

 



Hasil dan Pembahasan

Kepemimpinan yang baik dalam sebuah organisasi akan menghasilkan keuntungan bahkan kemajuan. Mengutip dari sodexo, kita mengenal berbagai jenis kepemimpinan, seperti demokratis, visioner, multikultural, strategis, suportf, otokratis, dan transaksional. Gaya kepemimpinan demokratis ini sebenarnya mencoba mengambil masukan dari setiap anak buahnya agar mampu mendapatkan keputusan terbaik dan paling banyak didukung. Inilah yang membuat pemimpin dengan sifat ini menjadi favorit banyak orang. Komunikasi atasan ke bawahan tetap terjalin dengan lancar dan efektif, tanpa adanya sikap otoriter di sana. Gaya visioner mampu memberikan ide dan rencana yang dapat dimanfaatkan untuk masa depan perusahaan. Bahkan ide dan rencana ini belum pernah terpikirkan oleh pihak lainnya.

Gaya kepemimpinan multikultural, gaya ini diaplikasikan dalam perusahaan dengan karyawan yang memiliki lintas budaya. Salah satu keputusan yang biasa diambil oleh pemimpin dengan gaya multikultural adalah mau merayakan berbagai perayaan hari raya dari ragam latar belakang bersama seluruh karyawan. Dengan begitu, maka rasa kebersamaan di dalam perusahaan ini semakin kuat lagi. Gaya kepemimpinan strategis identik dengan tim riset karena mampu merancang pola dinamis agar sesuai perkembangan pasar. Semua keputusan yang dikeluarkan sudah didasari oleh berbagai riset sehingga menjadi lebih meyakinkan untuk dijalankan. Jika memang ada peluang baru, maka pemimpin dengan gaya strategis dapat segera sadar untuk memanfaatkan hal itu

Pemimpin yang bersifat suportif memiliki berbagai ciri-ciri serta mampu menguntungkan pihak bawahan juga. Setiap kebutuhan karyawan dapat terpenuhi dan dilibatkan dalam memecahkan masalah. Pemimpin seperti ini juga menggunakan pendekatan personal dalam interaksi bersama bawahan agar mampu meningkatkan hubungan personal. Bahkan gaya kepemimpinan terkadang tidak berfokus pada pencapaian target. Seseorang dengan gaya kepemimpinan ini memiliki kuasa penuh di dalam memimpin. Pemimpin otokratis akan mengambil keputusan secara mutlak tanpa meminta masukan dari bawahan. Selain itu, pengambilan keputusan dilakukan secara mutlak tanpa boleh ada bawahan yang mengganggu gugat. Bahkan pemimpin otokratis jarang membuka komunikasi dengan bawahan sehingga ada kesan hubungan yang jauh dan kaku.

Seseorang dengan gaya kepemimpinan transaksional berfokus pada aturan atau kontrak kerja yang telah disetujui pihak karyawan. Bawahan juga tidak bisa memberikan masukan atau kritik terhadap kinerja divisi tersebut karena pemimpin ini sangat berorientasi pada pencapaian target. Dengan begitu, ada kinerja yang harus dicapai bawahan jika tidak mau terkena sanksi. Namun, jika memang kinerja bawahan ternyata optimal, maka pemimpin transaksional tidak ragu untuk memberikan reward.

Diantara sekian banyak gaya kemepimpinan, tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik atau yang lebih unggul dibanding yang lainnya, kepemimpinan dan kesuksesan seorang pemimpin adalah jika dapat selalu selaras dengan kondisi dan keadaan yang dibutuhkan, fleksibel dalam arti dapat menyesuaikan dengan kondisi yang dibutuhkan saat ini, ada kalanya seorag pemimpin harus menggunkan gaya demokratis, namun juga harus menggunakan gaya yang tegas ketika karyawan atau bawahannya tidak  melakukan pekerjaan sesuai dengan tanggung jawabnya.

Manajemen adalah ilmu untuk mengatur  sebuah organisasi, dalam manajemen kita mengenal istilah POAC (Planning, organizing, actuating dan controlling). Planning adalah merencanakan, Planning merupakan sebuah proses menyusun suatu kerangka kerja yang objektif guna untuk mengejar tujuan yang ingin dicapai perusahaan. Dalam membuat sebuah perencanaan yang perlu dibahas adalah tujuan / goal perusahaan dan upaya yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, organizing adalh mengorganisasikan SDA yang ada, Setelah merencanakan semua hal yang dibutuhkan, selanjutnya adalah proses mengatur tim atau divisi, mengatur jadwal kerja, juga mengelompokkan tiap individu sesuai kemampuannya. Organizing akan menuntut suatu bisnis untuk memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki, khususnya sumber daya manusia, dalam upaya mengubah rencana ke dalam bentuk aksi yang nyata. Proses ini menghasilkan pembagian tugas atau tim dengan tugas spesifik,  actuatng adalah Mengimplementasi rencana ke dalam bentuk aksi menjadi langkah penting untuk mencapai sukses dalam bisnis. Dalam hal ini, tiap divisi diharapkan untuk mulai bisa mengerjakan tugasnya sesuai deskripsi pekerjaan masing-masing dengan mengaktualisasi ide dasar / rencana bisnis yang sudah diberikan. Dengan rencana matang dan proses aktualisasi yang sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan, sistem manajemen bisa berjalan dengan halus. Tapi untuk mewujudkan hal ini, diperlukan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja sama. Semua divisi harus seirama dalam mengeksekusi rencana, Controlling merupakan aksi yang dilakukan untuk memastikan alur kerja bisnis berjalan sesuai rencana. Bahkan tiga poin di atas (planning, organizing, dan actuating) tidak akan berjalan sempurna tanpa ada kontrol yang layak. Dalam hal ini, mengontrol bisa dimaknai sebagai aktivitas menjaga bisnis supaya tetap eksis. Mengontrol semua proses aktualisasi termasuk aspek penting dalam manajemen yang ideal. Tujuan utama controlling adalah untuk menjaga semua proses berjalan sesuai apa yang direncanakan.

Kepemimpinan dan manajemen yang baik sangat dibutuhkan untuk mendukung lancarnya proses kegiatan usaha atau bisnis, pada skala besar, menengah bahkan skala kecil. Kegiatan usaha skala kecil dan menengah di Indonesia dikenal dengan UMKM. UMKM di Indonesia jumlahnya banyak sekali, menyebar dihampir seluruh daerah. Fungsi UMKM bagi perekonomian masyarakat adalah ikut serta dalam membangun perekonomian di daerah.

Peran kepemimpinan dan manajemen yang baik bagi UMKM perlu di kembangkan terus-menerus, perlu prean serta pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi dan lembaga-lembaga untuk memberikan penyuluhan, sosialisasi, workshop dan pelatihan bagi pemilik UMKM, agar UMKM dapat belajar mengelola dan memimpin, karena sikap kepemimpinan bukan warisan ataupun gen yang dapat menurun, namun sikap yang bisa dilatih dan dikembangkan. Jika pemilik atau pengelola UMKM memiliki kepemimpinan dan manajemen yang baik maka peluang keberhasilan UMKM dapat lebih besar.

 

Kesimpulan

Kepemimpinan dan manajemen dapat membantu mensuskeskan suatu usaha atau bisnis dari skala besar, menengah dan kecil. Kemampuan memimpin dan mamanaje sebuah bisnis perlu dilatih dan dikembangkan karena bukan sebuah warisan

 

 

 

 

Referensi

Nugraheni, R., Prihatini, A. E., & Budiatmo, A. (2014). Pengaruh standar operasional prosedur dan pengawasan terhadap kinerja pramuniaga Pasaraya Sriratu Pemuda Semarang. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis3(2), 187-195.

Wibowo, U. B. (2011). Teori Kepemimpinan. Badan Kepegawaian Daerah Kota Yogyakarta [skripsi].[internet].[diunduh 26 September 2017]. Tersedia pada: http://staff. uny. ac. id/sites/default/files/tmp/C20201113.

 

https://www.trusvation.com/poac_dalam_manajemen_bisnis/#:~:text=POAC%20merupakan%20sebuah%20prinsip%20manajemen,Organizing%2C%20Actuating%2C%20dan%20Controlling.

https://www.sodexo.co.id/macam-macam-gaya-kepemimpinan/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar