Mei 23, 2022

Devisi Product Development Dalam Manufaktur

 Oleh : Rizky Dana Wahyu Putra

(@T09 – Dana)


Melihat persaingan bisnis yang sudah semakin kompetitif di era digital seperti saat ini, para pemilik bisnis harus terus mencari ide-ide segar untuk meningkatkan kualitas produknya. Salah satu strategi yang perlu Anda pertimbangkan untuk memenangkan persaingan ini adalah dengan melakukan product development.

Pendahuluan

Sangatlah penting bagi perusahaan untuk terus menciptakan produk baru yang memenuhi keinginan konsumen untuk menggantikan produk perusahaan yang mulai memasuki tahap decline. Kendala lainnya adalah keinginan dan selera konsumen yang cenderung berubah dari waktu ke waktu, karena itu perusahaan harus selalu peka terhadap perubahan yang terjadi, karena apabila perusahaan kurang peka terhadap perubahan yang terjadi, hal tersebut dapat menyebabkan kegagalan perusahaan dalam mempertahankan posisinya dipasar serta memberikan kesempatan kepada pesaing untuk memasuki pasar. Untuk mengatasi hal-hal tersebut diatas perusahaan harus melaksanakan

“Product Development.”Product Development sangatlah penting, baik untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada maupun menarik pelanggan baru, dan melawan perusahaan pesaing, serta secara otomatis mencegah penurunan tingkat penjualan yang dapat membahayakan kelangsungan hidup perusahaan. Product Development dapat dilakukan dengan memodifikasi produk lama maupun dengan meluncurkan produk baru. Perusahaan yang ingin mengembangkan produknya harus menjawab pertanyaan yang mendasar , yaitu produk baru apakah yang harus ditawarkan kepada konsumen. Perusahaan juga perlu mempelajari faktorfaktor yang mendorong terlaksananya pengembangan produk baru.

Pembahasan

Melalui product development, Anda akan menciptakan produk-produk baru sehingga peluang mendapatkan lebih banyak pelanggan akan terbuka semakin luas. Meskipun demikian, agar produk tersebut sesuai dengan harapan yang diinginkan terdapat beberapa tahapan yang perlu Anda lakukan dalam proses product development ini.

A. Pengertian

Product development adalah proses lengkap yang dilakukan untuk menghasilkan produk baru kepada pelanggan atau pasar. Proses ini mencakup beberapa tahap mulai dari menghasilkan ide, mengumpulkan informasi tentang kebutuhan dan keinginan target pasar, merancang produk, dan mengujinya.

Sebuah produk dianggap baru ketika memenuhi beberapa kriteria, seperti berikut:

    ·         Produk yang sepenuhnya baru di pasaran

    ·         Produk baru bagi perusahaan yang mengembangkannya

    ·         Adanya modifikasi pada produk lama yang sudah ada

Produk yang dimaksud di atas dapat berupa perangkat keras, perangkat lunak, barang, atau bahkan layanan. Tujuan dari product development ini adalah untuk memastikan bahwa produk baru atau yang disempurnakan memenuhi kebutuhan pelanggan dan membantu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya. 

B. Tim dalam Product Development

Dalam proses pengembangan produk baru, product manager bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan suatu produk perusahaan. Product Manager akan menetapkan strategi dan membantu membangun product roadmap.

Meskipun demikian, Product Development membutuhkan kerjasama dan masukan dari berbagai tim yang ada di dalam sebuah perusahaan. Beberapa diantaranya seperti :

    ·         Developer

    ·         Designer

    ·         Marketing

    ·         Sales

    ·         Finance & Testing

C. Mengapa Product Development penting bagi Perusahaan?

Product Development mempunyai peran penting bagi kelangsungan suatu perusahaan karena dapat mendorong terciptanya lebih banyak produk baru serta inovasi-inovasi terhadap produknya. Pada akhirnya, hal tersebut akan membuka peluang lebih besar untuk menjangkau target pasar yang lebih luas sehingga keuntungan yang diperoleh dapat semakin meningkat.

Selain itu diperlukannya sebuah development product adalah untuk memenuhi beberapa alasan, seperti :

1.    Memberikan value baru kepada pelanggan

Alasan pertama dan terpenting untuk setiap pengembangan produk adalah untuk memberikan value baru kepada pelanggan. Hal inilah yang dapat menarik pelanggan untuk terus menggunakan produk-produk Anda.

2.    Menjaga eksistensi dan perkembangan bisnis

Product development perlu dilakukan karena tanpa adanya peningkatan maka sebuah perusahaan akan menjadi layu dan tidak bisa berkembang. Perusahaan juga tidak bisa bersaing dan kehilangan pelanggan jika mereka tidak mengeluarkan inovasi-inovasi baru terhadap produknya.

3.    Memberi produk yang berguna bagi masyarakat

Selain berguna untuk bisnis, tujuan adanya product development adalah untuk  membawa dampak positif bagi masyarakat. Selama proses pengembangan, pihak perusahaan atau bisnis akan melakukan berbagai analisis untuk mengetahui apa saja masalah dan kebutuhan masyarakat.

D. Tahapan Product Development

1. Penciptaan Ide

Menciptakan ide atas suatu produk baru adalah tahap pertama yang harus ada dalam pengembangan produk baru. Dalam proses penciptaan ide baru ini, pihak perusahaan harus mampu mengikuti berbagai upaya sistematika dalam menciptakan produk baru.

Umumnya, akan ada banyak sekali ide produk dalam proses penciptaan ide ini. tapi, tentu saja semua ide tersebut harus bisa dilanjutkan ke dalam tahapan selanjutnya, sehingga akan ada banyak sekali ide baru yang terseleksi pasca melewati beragam syarat kelayakan dalam suatu ide produk.

2. Penyaringan Ide

Tahapan lain yang harus dilakukan pasca mendapatkan ide baru adalah melakukan penyaringan terkait seluruh ide produk yang di dapatkan.

Penyaringan ini dilakukan agar bisa mendapatkan ide produk yang benar-benar layak agar bisa diproses ke tahap selanjutnya, mengurangi biaya pembuatan produk, meminimalisir risiko gagal, serta untuk memilih ide produk yang dinilai sempurna dan bisa diproduksi oleh perusahaan saja.

3. Pengembangan dan Pengujian Konsep

Setelah menemukan ide produk dan penyaringan ide, maka hal lain yang harus dilakukan adalah mengembangkan konsep dan menguji konsep produk baru.

Dalam hal ini, konsep merupakan hasil dari upaya pengembangan atas berbagai ide yang sudah diseleksi, yang mana konsep produk tersebut harus bisa dinyatakan dalam bahasa sehari-hari, sehingga bisa lebih dimengerti oleh target market dalam suatu segmen tertentu.

4. Pengembangan Strategi Pemasaran

Setelah sudah menemukan atau sudah memilih produk baru, maka tahap selanjutnya adalah menyusun dan juga mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Strategi pemasaran yang harus dikembangkan akan dimulai dari strategi awal, yakni meluncurkan produk baru ke pasar, sampai produk tersebut bisa diterima oleh pasar mulai menampilkan perkembangannya.

5. Analisis Bisnis

Tahapan selanjutnya yang harus dilakukan jika sudah memutuskan konsep produk dan juga strategi pemasaran adalah melakukan evaluasi terkait daya tarik bisnis pada produk baru yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Dalam tahapan ini, nantinya diperlukan peninjauan ulang terkait proyeksi penjualan, biaya dan juga keuntungan penjualan dari produk baru tersebut, tujuannya adalah agar bisa mengetahui apakah seluruh faktor tersebut mampu memenuhi tujuan utama perusahaan.

6. Pengembangan Produk

Dalam tahapan ini, produk yang sedang dikembangkan tersebut umumnya belum produk yang sebenarnya, tapi hanya berupa suatu konsep produk dalam rangkaian kata, video animasi, gambar, atau suatu prototype produk.

Bila sudah melewati tahap analisa bisnis, maka nantinya akan dilanjutkan dengan pengembangan pada produk yang sesungguhnya. Nantinya, konsumen sendirilah yang akan melakukan evaluasi terkait produk pra-rilis atau produk prototipe tersebut, karena pengalaman mereka akan sangat berguna dan bermanfaat dalam tahap pengembangan produk.

7. Uji Pemasaran

Sebelum suatu produk benar-benar diluncurkan ke pasar yang diiringi dengan strategi pemasarannya, maka sebelumnya harus dilakukan uji pemasaran pada pasar yang sesungguhnya, namun dalam skala kecil saja.

Dengan begitu, maka perusahaan dan pihak pemasar akan bisa mendapatkan gambaran dan juga pengalaman terkait pemasaran produk tersebut, sebelumnya nantinya benar-benar dijual dalam skala yang lebih luas, yang mana hal tersebut akan memerlukan biaya pemasaran yang sangat banyak.

8. Komersialisasi

Tes pemasaran yang dihasilkan seharusnya sudah mampu memberikan gambaran terkait prospek pada produk baru tersebut.

Berdasarkan hasil dari tes pemasaran tersebut, nantinya pihak manajemen perusahaan bisa memutuskan apakah produk baru tersebut bisa diluncurkan, ditunda, atau bahkan membatalkannya.

Kesimpulan

    Manajemen perusahaan sudah yakin ingin meluncurkan produk baru, maka pihak perusahaan harus mempersiapkan berbagai kegiatan lain, yakin kegiatan komersialisasi, yang dimulai dari persiapan produksi dalam kapasitas yang lebih besar, persiapan untuk kegiatan peluncuran produk baru seperti promosi penjualan, iklan, distribusi dalam cakupan yang lebih besar, serta berbagai kegiatan pemasaran lain.

    Agar hasil development product dapat tersampaikan dengan baik kepada customer, maka Anda perlu mengabarkan tentang product di berbagai saluran bisnis Anda. Selain itu, dengan membuat strategi yang menyatukan kampanye dari berbagai saluran akan menciptakan peluang untuk pesan yang lebih berdampak.

Referensi

·         https://www.logique.co.id/blog/2021/01/08/apa-itu-product-development/

·         https://www.qiscus.com/id/blog/product-development/

·         https://www.logique.co.id/blog/2021/01/08/apa-itu-product-development/

·         https://inmarketing.id/product-development-adalah.html 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.