Mei 30, 2022

Keselarasan Partnership dan Enterpreneurship dalam Menjalankan Bisnis

 Oleh : Gilang Ramadhan

(@T07-Gilang)



A. Partnership

a. Pengertian Partnership

Dalam menjalankan bisnis, penting sekali bagi Anda mengetahui apa itu partnership atau kemitraan. Menurut Investopedia, pengertian partnership adalah perjanjian kerja sama formal yang dilakukan dua pihak atau lebih dengan tujuan mengelola sebuah bisnis dan membagi perolehan laba.

Berbeda halnya dengan joint venture yang dijalankan oleh sejumlah perusahaan, partnership berlaku untuk himpunan perorangan saja. Meski terbagi dalam berbagai jenis, akan tetapi secara umum pengertian partnership adalah seperti penjelasan di atas.

Sementara itu, aktivitas kemitraan meliputi kegiatan membangun bisnis, menjalani tugas harian, hingga menghasilkan keuntungan bersama secara merata. Meski demikian, ada juga jenis partnership yang menjadikan salah satu pihak tidak perlu terlibat langsung dalam operasional sehari-hari, lho. Pihak ini biasanya disebut sebagai silent partner.

b. Jenis-jenis Partnership

Berdasarkan The Balance Small Business, jenis-jenis partnership adalah sebagai berikut.

1. General partnership (GP)

General partnership adalah tipe kemitraan yang dilakukan dengan pembagian secara merata. Artinya, pihak-pihak di sini memiliki kesamaan kewajiban dan tanggung jawab dalam operasional harian, utang, serta permasalahan apapun yang terikat hukum. Contoh dari jenis general partnership adalah firma.

2. Limited partnership (LP)

Lalu, apa itu partnership terbatas? Well, pengertian partnership ini ialah gabungan beberapa orang dengan kewajiban berbeda dalam menjalankan bisnis. Artinya, limited partnership memiliki silent partner.

Meskipun keuntungan dibagi rata kepada seluruh pihak sesuai porsinya, namun tanggung jawabnya tetaplah berbeda. Mitra yang tidak melakukan aktivitas operasional harian tentu terlepas dari beban tanggung jawab atas utang maupun persoalan hukum. Adapun contoh limited partnership adalah CV.

3. Limited liability partnership (LLP)

Sementara, dalam limited liability partnership, perlindungan hukum diberikan kepada seluruh pihak, baik bersifat general maupun limited. Sehingga, ketika terdapat salah satu partner melakukan kesalahan, maka proses hukum hanya berlaku kepada dirinya saja sementara pihak lainnya tetap terlindungi.

Selain tiga jenis partnership di atas, Anda juga perlu mengenali jenis-jenis mitra yang ada dalam sebuah perjanjian kerja sama, yaitu:

1. General and limited Partners

General partners merupakan jenis mitra yang mengelola partnership, melaksanakan operasional harian, serta memiliki tanggung jawab penuh terhadap semua hal dalam bisnis. Sementara, limited partners hanya menanamkan modal tanpa kewajiban tertentu atas urusan manajemen.

2. Partner beda tingkat

Partner dalam kemitraan juga dibedakan ke dalam tingkatan, seperti senior dan junior. Titel tersebut menunjukkan perbedaan tugas, kewajiban, serta hak-hak yang dimiliki oleh setiap pihak. Misalkan, junior partner hanya perlu membayar dana investasi awal sebesar 5 juta. Sementara, senior partner wajib melakukan pembayaran lebih banyak.

c. Manfaat Partnership

Bukan cuma sekedar untuk menghasilkan laba bersama, partnership juga memiliki banyak manfaat yang dapat membantu para pengusaha mencapai kesuksesan. Adapun manfaat partnership adalah sebagai berikut.

  • Bisnis dapat didirikan dengan mudah. Bahkan, usaha kemitraan bisa dilakukan secara informal jika dinilai belum perlu untuk menjadikannya formal dan tercatat.
  • Berbagai keterampilan yang ada dapat saling melengkapi keterbatasan dalam menjalan bisnis.
  • Pembagian laba bisa dilakukan secara sederhana dengan berdasar atas kesepakatan bersama yang telah ditentukan pada awal kontrak.
  • Mudah mencari mitra general maupun limited.
  • Pengumpulan modal aktif lebih besar. Bahkan bisa memungkinkan adanya perluasan bisnis.
  • Memiliki kecepatan pengambilan keputusan serta keluwesan dalam beradaptasi dengan dunia bisnis.

d. Kelemahan Partnership

Di balik deretan manfaat di atas, partnership tentu memiliki kelemahan yang patut Anda pertimbangkan. Adapun kelemahan partnership adalah sebagai berikut.

  • Lebih berpotensi menimbulkan konflik.
  • Cenderung tidak berkesinambungan karena bisa jadi ahli waris dari pihak yang telah meninggal enggan menjalin hubungan kerja sama dengan mitra pewaris.
  • Kewajiban tidak terbatas pada mitra umum, sehingga mengharuskan pertanggungjawaban hingga ke harta pribadi.
  • Akumulasi modal kurang optimal dan tidak begitu efektif
  • Sulit bila ingin melepaskan diri dari kemitraan, sebab harus menjual saham terlebih dahulu kepada mitra lainnya. Seringkali hal ini membuat partnership dibubarkan hingga menimbulkan masalah yang lebih rumit.

e. Cara Kerja Partnership

Setiap jenis partnership sebetulnya mempunyai cara kerjanya masing-masing. Yup, seperti penjelasan sebelumnya, terdapat bentuk kemitraan dengan kesamaan tanggung jawab serta hak pada seluruh pihak dan ada pula yang tidak.

Maka dari itu, hal pertama untuk menjalin partnership adalah dengan menentukan jenis kemitraan yang diinginkan. Di samping itu, Anda dapat mempertimbangkan apakah memulai kerja sama bagi bisnis baru atau ikut dalam usaha milik orang lain.

Nah, ketika jenis partnership sudah ditentukan, Anda dan calon mitra perlu membuat kontrak perjanjian atau memorandum of understanding (MoU) guna mengikat hak serta tanggung jawab secara hukum.

Setelah semuanya selesai, rekan partnership pun bisa langsung mengoperasikan bisnis seperti pada umumnya. Mereka kemudian berkewajiban melaksanakan hal-hal yang tertulis dalam kontrak, begitu pula dengan pembagian keuntungan. Akan tetapi, meskipun bagi hasil dilakukan merata, setiap pihak tetap harus melakukan pembayaran pajak penghasilannya masing-masing.

B. Entrepreneurship

a. Pengertian Entrepreneurship

Secara etimologis berasal dari bahasa Perancis yakni entreprende, yang berarti berusaha, berkembang di abad ke-18. Diperkenalkan oleh seorang ahli ekonomi bernama Richard Cantillon, diartikan sebagai upaya dalam mengejar peluang tanpa mempedulikan sumber daya yang dimiliki, kerap dikaitkan dengan istilah kewirausahaan ini.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kewirausahaan atau entrepreneurship disebut perihal usaha, sementara wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru. Menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya kemudian mengatur modal operasinya.

Wirausaha memainkan peran penting dalam perkembangan perekonomian suatu negara, dituntut memiliki kualitas untuk menjadi seorang pemimpin dan mengerti bagaimana cara untuk memimpin tim atau perusahaan agar bersatu dan mendapatkan keuntungan maksimum. Berikut ini beberapa pengertian entrepreneurship oleh ahli.

·         Peter Drucker

Kewirausahaan adalah sebuah kemampuan menciptakan hal baru dan memiliki ciri khas tersendiri, sehingga menghasilkan sesuatu yang berbeda dari lainnya.

·         Zimmerer

Kewirausahaan adalah proses atau kegiatan yang membutuhkan kreativitas dan inovasi untuk menemukan peluang dalam kehidupan bisnis.

·         Eddy Soeryanto Soegoto

Usaha yang dilakukan seseorang berdasarkan perlakuan kreatif dan inovatif untuk menghasilkan suatu karya dan punya nilai jual, tujuan memberi manfaat bagi orang lain.

·         Siswanto Sudomo

Arti entrepreneurship adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan seorang wirausaha yang punya sikap mau bekerja keras dan berkorban, berani melakukan dengan daya dan upaya.

 

b. Manfaat Entrepreneurship

Perubahan zaman membawa dampak pada entrepreneurship , mulai dari social entrepreneurship hingga digital entrepreneurship. Meski demikian, tidak mengubah manfaat yang diberikan dan justru semakin bertambah, berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapat dari kewirausahaan baik bagi personal maupun masyarakat luas.

·         Peluang dan Kebebasan Menentukan Nasib Sendiri

Memiliki usaha sendiri adalah manfaat dari entrepreneurship yang pertama, menjadi seorang bos sekaligus pemimpin yang mengarahkan akan dibawa kemana bisnis yang dijalankan dan peluang mencapai tujuan hidup.

·         Membuat Perubahan

Seiring memberi peluang dalam mencapai tujuan hidup, kewirausahaan juga mampu menghasilkan perubahan. Perubahan ini bisa beraneka ragam, seperti penyedia rumah perumahan sederhana, sehat dan layak pakai atau perubahan dalam bisnis daur ulang limbah guna melestarikan alam.

·         Peluang Mencapai Potensi Diri

Bekerja di suatu perusahaan memang membosankan, bahkan bisa jadi kurang menantang dan tidak memiliki daya tarik baru. Berbeda dengan membuat usaha sendiri, bisnis yang dijalankan merupakan alat aktualisasi diri. Keberhasilan yang didapat tentu merupakan hasil yang ditentukan oleh kreativitas, inovasi dan sikap antusias terhadap visi yang diusung.

·         Meraih Keuntungan Optimal

Keuntungan bisa didapat dari melakukan wirausaha, selain merupakan sumber motivasi yang penting bagi seorang pelaku dalam membuat usaha sendiri. Keuntungan banyak menjadi tujuan utama dari seorang menjalankan wirausaha.

 

C. Peran Partnership dalam Percepatan Bisnis

Entrepreneur mendefinisikan partnership sebagai sebuah bentuk operasi bisnis yang legal di antara dua individu atau lebih yang saling berbagi manajemen dan keuntungan bisnis. Sebagai ilustrasi, kamu mungkin masih ingat, bagaimana Apple dan IBM mulai menjalankan partnership dalam bisnis mereka. Dua raksasa teknologi yang pernah terlibat persaingan ini telah memulai kemitraan mereka sejak beberapa tahun silam.

Di tahun 2015, partnership keduanya telah menghasilkan seratus aplikasi yang berjalan di perangkat iOS. Kemudian, di awal tahun 2018, dua perusahaan ini semakin “mesra” dengan mengumumkan langkah mereka menggabungkan machine learning IBM Watson dengan Apple Core ML untuk membuat aplikasi bisnis di perangkat Apple menjadi lebih cerdas.

Contoh tersebut adalah salah satu kisah partnership legendaris yang dilakukan oleh dua perusahaan raksasa dunia. Pada dasarnya, partnership juga bisa menjadi pilihan strategis bagi pebisnis yang memiliki bujet terbatas.

 

D. Tips memilih partner bisnis dalam berwirausaha

Partnership adalah bagian penting dalam bisnis yang tidak boleh dilakukan tanpa pertimbangan matang. Apalagi ketika memilih mitra, alangkah lebih baik jika Anda memperhatikan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan bisnis. Nah, agar tak salah memilih, Anda bisa memperhatikan hal-hal seperti berikut.

  • Jujur dan bisa dipercaya.
  • Kompeten di bidangnya.
  • Dapat saling melengkapi dan mengisi kekurangan.
  • Dapat bersikap tenang serta mampu memotivasi.
  • Memiliki keinginan kuat untuk terus belajar.
  • Memiliki nilai yang sama agar bisa saling membantu.
  • Memiliki kesamaan tujuan.
  • Memilih orang yang memiliki keseriusan terhadap tujuan dan kesuksesan.
  • Memiliki standar moral yang tinggi dan beretika.

 

Referensi

https://entrepreneur.uai.ac.id/bagaimana-peran-partnership-dalam-percepatan-bisnis/

https://info.populix.co/articles/partnership-adalah/

https://www.sampoernauniversity.ac.id/id/pengertian-entrepreneurship-manfaat-dan-contohnya/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.