Mei 30, 2022

Partnership: Indonesia & Asian Development Bank

 Indonesia & Asian Development Bank

oleh @T14-Septian


Tentang ADB (Asian Development Bank)

    Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia merupakan lembaga keuangan multilateral yang didirikan pada tahun 1966 dengan tujuan membebaskan wilayah Asia dan Pasifik dari kemiskinan. ADB berkantor pusat di Manila dan mempunyai 67 negara anggota dimana 48 diantaranya berasal dari wilayah Asia Pasifik. Sebagai lembaga keuangan, ADB memiliki rating triple-A dari Standard and Poors, Moody’s, dan Fitch.

    ADB menawarkan beberapa jenis instrumen keuangan untuk sektor publik yang mencakup pinjaman (loan), hibah (grant) dan bantuan teknis (technical assistance). Khusus untuk instumen pinjaman diberikan dalam skema Ordinary Capital Resources (OCR) dan Asian Development Fund (ADF). Sebagian besar pinjaman dari ADB berupa skema OCR, yakni dengan terms mendekati harga pasar yang ditawarkan untuk negara berpendapatan menengah seperti Indonesia. Sementara ADF merupakan skema pinjaman dengan bunga sangat rendah disertai hibah guna membantu mengurangi kemiskinan di negara-negara miskin anggota ADB. edangkan peminjaman uang dengan dana pembangunan Asia memberikan suku bunga yang sangat rendah dan pemberian hibah. Anggota Bank Pembangunan Asia merupakan anggota-anggota dari Komisi Ekonomi Asia dan Asia Tenggara dan negara-negara lain di wilayah Asia. Selain itu, Bank Pembangunan Asia juga menerima anggota dari negara-negara berkembang yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Syarat pendaftaran anggota adalah hasil perhitungan suara yang diadakan oleh seluruh anggota Dewan Komisaris. Persetujuan penerimaan anggota baru dicapai jika diperoleh suara paling sedikit dua pertiga anggota Dewan Komisaris. Selain itu, suara tersebut harus mewakili suara dari sedikitnya tiga perempat total suara yang diberikan anggota. Pada awal pendiriannya, jumlah negara anggota Bank Pembangunan Asia sebanyak 31 negara anggota. 



    Kantor Pusat ADB terletak di 6 ADB Avenue, Kota Mandaluyong, Metro Manila, Filipina, dan memiliki kantor representatif di berbagai kota di dunia. Karyawan ADB kira-kira 2.400 orang, berasal dari 55 negara dari keseluruhan 67 negara anggotanya sedangkan lebih dari separuh staffnya adalah warga orang Filipina. 

Kanggotaan ADB

Wilayah Asia dan Pasifik:
  • Afganistan (1966)
  • Australia (1966)
  • Azerbaijan (1999)
  • Bangladesh (1973)
  • Bhutan (1982)
  • Kamboja (1966)
  • Republik Rakyat Tiongkok (1986)
  • Kep. Cook (1976)
  • Fiji (1970)
  • Hong Kong, China (1969)
  • India (1966)
  • Indonesia (1966)
  • Jepang (1966)
  • Kazakhstan (1994)
  • Kiribati
  • Kyrgyz Republic (1994)
  • Lao PDR (1966)
  • Malaysia (1966)
  • Maldives (1978)
  • Kepulauan Marshall(1990)
  • Micronesia (1990)
  • Mongolia (1991)
  • Myanmar (1973)
  • Nauru (1991)
  • Nepal (1966)
  • Selandia Baru (1966)
  • Pakistan (1966)
  • Palau (2003)
  • Papua Nugini (1971)
  • Filipina (1966)
  • Samoa (1966)
  • Singapura (1966)
  • Kepulauan Solomon (1973)
  • Korea Selatan (1966)
  • Sri Lanka (1966)
  • Taipei, China (Taiwan) (1966)
  • Tajikistan (1998)
  • Thailand (1966)
  • Timor Leste (2002)
  • Tonga (1972)
  • Turkmenistan (2000)
  • Tuvalu (1993)
  • Uzbekistan (1995)
  • Vanuatu (1981)
  • Vietnam (1966)
Wilayah lainnya:
  • Austria (1966)
  • Belgia (1966)
  • Kanada (1966)
  • Denmark (1966)
  • Finlandia (1966)
  • Prancis (1970)
  • Jerman (1966)
  • Italia (1966)
  • Luxembourg (2003)
  • Belanda (1966)
  • Norwegia (1966)
  • Portugal (2002)
  • Spanyol (1986)
  • Swedia (1966)
  • Swiss (1967)
  • Turki (1991)
  • Kerajaan Bersatu (1966)
  • Amerika Serikat (1966)

Partnership Indonesia dan ADB
    Kemitraan ADB dengan Indonesia telah berevolusi selama 50 tahun terakhir untuk mencerminkan kebutuhan yang kian mengemuka sebagai negara berpenghasilan menengah dengan fokus pada investasi infrastruktur, pengembangan sumberdaya manusia, dan tata kelola ekonomi. Sejak 1966 ADB telah memberikan komitmen $34,49 miliar dalam bentuk pinjaman yang dijamin dan tidak dijamin pemerintah, investasi ekuitas, dan jaminan; serta $251,88 juta dalam bentuk bantuan teknis (tidak termasuk pembiayaan bersama) bagi Indonesia.
    
    Operasi ADB di Indonesia akan mengambil pendekatan strategis, jangka panjang, dan terprogram untuk mengembangkan beberapa sektor inti perekonomian Indonesia—energi, transportasi, pasokan air, dan infrastruktur perkotaan lainnya, irigasi dan pembangunan perdesaan, keuangan, pendidikan, dan manajemen sektor publik. 
    ADB akan membantu Otorita Ibu Kota Negara Nusantara (Otorita IKN Nusantara) merancang kota baru tersebut, mengkaji potensi dampak lingkungan dan sosialnya, serta menggalang pembiayaan dari sumber pemerintah dan sektor swasta guna mendukung pembangunan kota itu. Otorita IKN Nusantara, sebagai lembaga pemerintah yang bertugas melakukan perencanaan dan pembangunan ibu kota yang baru, juga akan mengawal proses transisi pemerintahan ke Nusantara dan lantas menjadi pengelola kota tersebut.Sebagai langkah pertama, ADB akan mendukung upaya Otorita IKN Nusantara dalam menyelenggarakan konferensi internasional untuk mempelajari bagaimana negara-negara lain melaksanakan pembangunan kota yang netral karbon dan inklusif.
    ADB akan terus bekerja untuk memaksimalkan dampak pembangunan dengan memperkenalkan praktik-praktik terbaik, inovasi dan teknologi, serta dengan semakin meningkatkan efisiensi dalam persiapan dan pelaksanaan proyek. ADB juga akan meningkatkan upaya untuk memaksimalkan sinergi antara operasi publik dan swasta, termasuk mendorong kerja sama pemerintah-badan usaha di Indonesia. ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 68 anggota 49 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik.

Referensi:  
https://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Pembangunan_Asia
https://www.adb.org/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.