Mei 23, 2022

PENGEMBANGAN PRODUK INDUSTRI OLAHRAGA

 

PENGEMBANGAN PRODUK INDUSTRI OLAHRAGA

Oleh: Ahmad Marsudin (41620110051)

(@T17-Marsudin)

Teknik Industri, Universitas Mercu Buana Jakarta

 

 

 

Industri Olahraga

Industri olahraga sudah menjadi identitas industri yang memiliki nilai tambah yang signifikan. Industri olahraga merupakan industri yang memiliki nilai tambah dengan memproduksi dan menyediakan olahraga. Kondisi industri olahraga yang masih kecil tentu saja sangat bertentangan dengan tuntutan arus pasar bebas. Industri olahraga bisa dibagi menjadi dua, yaitu olahraganya sendiri serta pendukungnya (Priyono, 2012).

Kata atau istilah “olahraga” di Indonesia sudah sangat akrab dalam kehidupan keluarga, masyarakat, berbangsa dan bertanah air. Dari anak-anak sampai orang tua, dari rakyat biasa sampai para pejabat, dari desa sampai ke kota, laki-laki dan perempuan, semua kenal olahraga. Olahraga dianggap sesuatu yang penting dalam kehidupan. Berbagai slogan diucapkan seperti “tiada hari tanpa olahraga”, “olahraga menjadikan orang sehat”, “olahraga membangun karakter bangsa” dan tahun 1980an muncul gerakan “memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat”, bahkan di mas media, baik cetak maupun elektronik terdapat ruang khusus berita olahraga (Irianto, 2020)

Setiap manusia dapat memiliki perilaku yang baik atau buruk. Perilaku yang buruk dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam kehidupan, baik masalah pribadi maupun masalah sosial. Salah satu masalah perilaku yang sering dialami orang adalah perilaku kurang berolahraga. Perilaku ini dapat menimbulkan masalah pribadi berupa buruknya tingkat kesehatan dan daya tahan tubuh. Perilaku ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu kurangnya pemahaman akan pentingnya berolahraga, kurangnya alat/cara/sarana olahraga yang mendukung, kurangnya waktu yang disisihkan untuk berolahraga, dan kurangnya pemahaman akan waktu olahraga yang ideal (Theopilus, 2018). Olah raga beberapa tahun belakangan ini dilakukan dirumah, didalam ruangan baik dengan gerakan sendiri maupun dengan menonton video olahraga dari berbagai laman youtube yang dilakukan oleh penggiat badan sehat dan langsing. Perancangan dan pengembangan produk dapat menjadi solusi terbaik untuk mengatasi masalah perilaku kurang berolahraga.

 

Pengembangan Produk

Pengembangan produk ialah apabila suatu perusahaan meluncurkan produk baru yang ditujukan pada pasar yang sekarang pun sudah dimasuki. (Siagian, 2007 dalam Sa’diyah & Arifin, 2014)). Di dalam kamus marketing, arti dari istilah pengembangan produk adalah kegiatan yang mengarah ke dimilikinya ciri khas yang baru atau berbeda dari sebuah produk atau manfaat konsumen. Pengembangan tersebut membentang dari konsep yang sama sekali baru untuk memenuhi “keinginan” konsumen yang ditetapkan secara baru hingga modiikasi dari sebuah produk yang telah ada, penyajian dan kemasannya. Ia merupakan bagian dari sebuah proses yang harus berkesinambungan untuk menahan masa penurunan dalam daur hidup intrinsik dari suatu produk yang ada. (Hart, 2005 dalam Sa’diyah & Arifin, 2014) Pengembangan produk adalah suatu usaha yang direncanakan dan dilakukan secara sadar untuk memperbaiki produk yang ada, atau untuk menambah banyaknya ragam produk yang dihasilkan dan dipasarkan. Pengembangan produk terdiri atas penjualan-penjualan yang bertambah yang diusahakan oleh perusahaan-perusahaan dengan mengembangkan yang diperbaharui untuk pasarpasarnya yang sekarang. (Moekijat, 1990 dalam Sa’diyah & Arifin, 2014) Menurut Kotler (2000 dalam Sa’diyah & Arifin, 2014) pengembangan produk adalah tiap perusahaan harus mengembangkan produk baru. Pengembangan produk baru membentuk masa depan perusahaan. Produk pengganti harus diciptakan untuk mempertahankan atau membangun penjualan. Perusahaan dapat menambah produk baru melaui akuisisi dan/atau pengembangan produk baru

 

 

Hasil dan Pembahasan

Pemberdayaan Industri Olahraga

Diera globalisasi ini munculnya perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang olahraga mempunyai makna ganda. Di satu sisi perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang olahraga menjadi harapan, di sisi lain perusahaan-perusahaan tersebut menghadapai kekhawatiran. Menjadi harapan karena di Indonesia sekarang ini banyak sekali muncul bisnis olahraga yang amat berpotensi untuk dapat berkembang. Menjadi kekhawatiran karena industri olahraga (terutama yang masih kecil) mempunyai masalah pokok yaitu (1) permodalan, (2) perolehan peluang pasar, (3) teknologi, (4) strategi pemasaran, (5) jaringan usaha dan kerja sama dan (6) lemahnya mentalitas dan jiwa kewirausahaan Jika para pengelola bisnis di bidang olahraga dapat membaca dan memanfaatkan peluang pasar, industri olahraga merupakan bisnis yang menjanjikan. Produk industri olahraga akan memperoleh peluang yang besar apabila mampu bersaing dengan produk yang dihasilkan oleh berbagai negara dengan berbagai keunggulannya. Ini tergantung pada kemauan dan kreativitas pengelola bisnis olahraga tersebut. Agar produk industri olahraga mampu bersaing dengan produk dari berbagai negara maka perlu dilakukan pemberdayaan industri tersebut. Pembinaan industri olahraga mencakup pemahaman bisnis olahraga itu sendiri dan lingkungan pasar sekarang, serta kemampuan membuat analisis pasar (Farida, 2012)

 

Permasalahan Industri Olahraga

Permasalahan yang terkait degan industri olahraga serta fokus pengembangan industri mikro keolahragaan. Berikut permasalahan industri olahraga:

1.    Masalah permodalan

2.    Lemah dalam memperoleh peluang pasar dan memperbesar pangsa pasar

3.    Keterbatasan pemanfaatan dan penguasaan teknologi

4.    Masalah strategi pemasaran produk merupakan salah satu kendala besar bagi industri olaharaga yang kecil untuk masuk pasar bebas

5.    Lemah dalam jaringan usaha dan kerja sama  usaha (Priyono, 2012)

 

Pengembangan Industri olahraga

Fokus pengembangan industri mikro keolahragaan antara lain:

    a.        Produk pakaian dan alat-alat olahraga

    b.        Event-event kejuaraan olahraga

    c.        Pemasaran industri olahraga

    d.        Meningkatkan kapasitas kemampuan pelaku industri olahraga (Priyono, 2012)

 

Produk dan pakaian-pakaian olahraga terdiri dari berbagai jenis merek dan jenis, seperti baju, celana olahraga, topi, sarung tangan, sepatu dan kaos kaki dll. Peningkatan kapasitas kemampuan pelaku industri/atlit di Indonesia dikelola oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), saat ini Indonesia pun memiliki prestasi pada cabang olahraga basket (SEA Games 2021 yang dilaksanakan pada tahun 2022 di Vietnam). Pemasaran industri olahraga saat ini juga sudah didukung oleh banyak pihak, diciptakannya pada aplikasi-aplikasi buatan yang dapat mempermudah dan membantu masyarakat berolahraga secara mandiri.

Kesimpulan

Industri olahraga merupakan industri yang dapat mendukung pengembangan produk-produk mikro keolahragaan. Kehadiran industri olahraga dapat menjadi sebuah peluang kemajuan bagi industri di Indonesia. Industri mikro yang dapat tumbuh seperti pakaian olahraga, event-event olahraga, pemasaran industri olahraga serta peningkatan kapasitas pelaku industri olahraga perlu terus ditingkatan agar Indonesia bisa bersaing dengan industri olahraga yang lain.

 

Daftar Pustaka

Arifin, M. A., & Sa’dhiyah, M. (2014). Pengembangan Produk-Produk Lembaga Keuangan Mikro Syariah. Jurnal Equilibrum2(1), 163.

Farida, M. (2012). Pemberdayaan Industri Olahraga Dalam Menghadapi Pasar Bebas

Irianto, T. (2020). Olahraga

Priyono, B. (2012). Pengembangan Pembangunan Industri Keolahragaan Berdasarkan Pendekatan Pengaturan Manajemen Pengelolaan Kegiatan Olahraga. Media Ilmu Keolahragaan Indonesia2(2)

Theopilus, Y. (2018). Perancangan alat penunjang olahraga persuasif yang universal untuk menunjang perilaku berolahraga secara teratur (Master's thesis, Program Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.