Mei 30, 2022

PERILAKU KONSUMEN TERHADAP E-COMMERCE SAAT PANDEMI

Oleh : Elsania


 ABSTRAK

Pandemi Covid-19 memaksa orang untuk beraktivitas di rumah, termasuk berbelanja. Pada saat ini belanja online sudah menjadi kegiatan yang dipilih agar masyarakat tetap berdiam diri dirumah. Hal ini menjadi salah satu faktor terjadinya perubahan konsumen ke arah digital dan memanfaatkan layanan online seperti e-commerce dan media sosial. Tak hanya dirasakan oleh kalangan ibu rumah tangga dan pekerja, hampir semua gender dari berbagai kalangan usia merasakan dampaknya.

 

PENDAHULUAN

Saat ini kondisi covid-19 sangat berpengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat khususnya kondisi ekonomi, dikondisi pandemi  covid-19 seperti ini masyarakat  dihadapkan  faktor resiko yang banyak untuk menghindari melakukan transaksi secara langsung guna menghindari penyebaran virus corona ini. Dan Masyarakat diharuskan menghindari kontak fisik (physical distancing) sehingga dalam melakukan transaksi masyarakat lebih banyak menggunakan transaksi secara digital. Dengan kondisi seperti ini akhirnya membuat masyarakat mulai melakukan transaksi secara online dimulai dengan berbanja online, karena untuk menghindari kontak fisik. Dan dampak positif bagi perusahaan atau usaha mengalami peningkatan yang signifikan terhadap penjualan dan pembelian produk perusahaan dampai dari kondisi pandemi covid ini, dan menyebabkan perusahaan untuk bisa beralih fungsi sistem penjualan dan pembeli dengan berbasis digital dan ini bisa dilihat dari pergerakan transaksi   ecommerce   yang sangat meningkat,transaksi pembelian meningkat secara drastis dampak pandemi  covid  19  ini, serta penggunaan aplikasi belanja online mengalami peningkatan yang signifikan.

 

PEMBAHASAN

Upaya global untuk menahan wabah COVID-19 telah mengubah kebiasaan sehari-hari konsumen, pola konsumsi, dan cara berpikir, sehingga permintaan akan layanan online di berbagai kategori, menggunakan metode non-kontak yang inovatif.

Baik karena kebutuhan atau keinginan, konsumen memindahkan pembelian mereka secara online. Dan beberapa dari konsumen yang tidak pernah melakukan belanja online sebelum pandemi, lalu beralih dengan belanja secara online. Akibatnya, banyak bisnis e-commerce mengalami pertumbuhan yang cukup besar. Berikut adalah perubahan perilaku pelanggan saat pandemic:

1.    Masyarakat lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan

Wabah COVID-19 membuat kita benar-benar sadar akan betapa pentingnya kesehatan dan kebersihan. Hal ini dibuktikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pembelian produk kesehatan dan kebersihan meningkat sekitar 75% dan menjadi tambahan untuk kebutuhan primer lainnya.

2.    Hanya membeli kebutuhan makanan dan kebutuhan pribadi

Saat ini, masyarakat lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan primer, seperti pangan dan kebutuhan pribadi daripada kebutuhan non-esensial lainnya.

3.    Belanja online jadi pilihan

Kita yang terpaksa harus berdiam diri di rumah agar tidak tertular virus memilih untuk berbelanja online demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan kebiasaan baru ini bisa berlanjut meski pandemi telah berakhir.

Kebiasaan belanja online dimulai beberapa tahun yang lalu. Sebagian orang lebih memilih pergi ke toko secara langsung untuk membeli kebutuhan, namun karena adanya larangan keluar rumah dan social distancing saat ini, membuat kita hanya bisa berbelanja dengan satu-satunya cara, yaitu belanja online. Situasi ini memaksa semakin banyak orang untuk melakukan transaksi online. Berdasarkan data di bawah, menunjukkan peningkatan penjualan online pada April sebanyak 36 miliar GMV selama periode Covid-19. Ada juga kenaikan transaksi harian sebanyak 4,8 juta transaksi selama pandemi ini.

Katadata telah melakukan riset terhadap pertumbuhan E-commerce di masa pandemi yang menunjukkan adanya peningkatan penjualan sekitar 26% dibandingkan rata-rata penjualan bulanan pada kuartal II tahun 2019 dan konsumen baru juga meningkat sekitar 51% selama PSBB. Selain peningkatan penjualan online, juga terjadi peningkatan pendaftaran bisnis online. Banyak yang mendirikan bisnis online. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan aktivitas di luar sehingga retailer dan wholesaler harus beralih ke penjualan online atau e-commerce. Terbukti dengan meningkatnya konsumen baru sebanyak 51% yang baru pertama kali berbelanja online dan melonjaknya permintaan sebanyak 5-7 kali selama pandemi ini. Namun, social distancing juga berdampak pada pengiriman logistik yang membuat durasi pengiriman menjadi lebih lama dari waktu pengiriman biasanya. Oleh karena itu, perusahaan e-commerce harus melakukan mobile development dan web development mengikuti perubahan perilaku pelanggan di masa pandemi.

 

KESIMPULAN

Pandemi corona mengubah cara belanja konsumen, khususnya untuk produk non-pangan seperti pakaian, sepatu, kecantikan, furnitur dan lainnya. Survei Bank DBS mencatat, terdapat pergeseran signifikan terhadap prevelensi belanja masyarakat dari pertokoan sebelum wabah Covid-19 ke e-commerce saat  pandemi.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://suitmedia.com/ideas/perubahan-perilaku-pelanggan-e-commerce-selama-covid-19

https://katadata.co.id/ekarina/berita/5f7efbf709045/pandemi-ubah-perilaku-belanja-non-pangan-e-commerce-naik-mal-anjlok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.