Mei 23, 2022

Professionality and Productivity

 

Oleh : Fionalita Rahmi

(@T12-Fionalita)


Pendahuluan

Seorang wirausahawan harus dapat menekuni setiap usahanya secara profesional, sehingga usaha yang didirikan dapat berkembang dengan baik dan dapat menguntungkan semua pihak. Seorang wirausahawan haruslah mampu melihat ke depan, dalam arti melihat dan berpikir dengan penuh perhitungan mencari pilihan berbagai alternatif masalah dan pemecahannya. Untuk itu diperlukan seorang wirausahawan yang handal dan profesional. Pentingnya arti produktivitas dalam meningkatkan kesejahteraan nasional telah disadari secara universal. Tidak ada jenis kegiatan manusia yang tidak mendapatkan keuntungan dari produktivitas yang ditingkatkan sebagai kekuatan untuk menghasilkan lebih banyak barang-barang maupun jasa-jasa.

 

Rumusan Masalah

    1.      Apa itu Profesional dan Produktivitas?

    2.      Bagaimana cara meningkatkan profesionalisme dalam berbisnis?

    3.      Apa saja faktor - faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas?

 

Pembahasan

    1.      Profesional dan Produktivitas

A.    Profesional

Profesional artinya ahli dalam bidangnya. Secara sederhana professionalism yang diartikan perilaku, cara, kualitas yang menjadi ciri suatu profesi. Seseorang dikatakan professional apabila pekerjaanya memiliki ciri standar teknis atau etika suatu.

Secara leksikal, profesionalisme berarti mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. Dalam dunia bisnis, profesionalisme berarti menjadi pintar, efisien, ramah, dan tepat sasaran. Profesionalisme dalam berbisnis akan mempertahankan keyakinan klien bahwa mereka bekerja bersama orang-orang yang bisa dan akan menyelesaikan pekerjaannya. Profesionalisme dalam bisnis tidak hanya terbatas pada saat menghadapi klien atau pelanggan, tetapi juga bagaimana membawa diri dalam kehidupan sehari-hari di kantor bersama rekan kerja.

B.     Produktivitas

Produktivitas adalah mendapatkan hasil yang Anda inginkan dengan sedikit waktu dan usaha. Saat Anda mencoba memahami cara menjadi produktif, yang sebenarnya Anda cari adalah cara untuk mencapai tujuan Anda sambil memiliki waktu untuk hal-hal yang penting. Contoh nyata adalah, kita semua memiliki 24 jam sehari; produktivitas adalah mampu memaksimalkan waktu tersebut. Dengan kata lain, bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras. Intinya, arti produktivitas adalah bagaimana seseorang bisa menghasilkan lebih banyak output dengan waktu yang sedikit atau terbatas. Semakin banyak output yang dihasilkan, maka tingkat produktivitas kita akan semakin tinggi.

 

    2.      Cara Meningkatkan Profesionalisme dalam berbisnis



·         Penampilan yang rapi untuk memberikan kesan baik

Pastikan untuk memperhatikan penampilan. Berpakaian rapi, menarik bagi klien maupun pelanggan, dan juga memberikan kesan bahwa anda memiliki profesionalisme.

·         Sikap yang baik dan etis

Bersikaplah sopan dan bertutur kata dengan baik sepanjang waktu. Sangat penting untuk menampilkan perilaku etis setiap saat untuk menunjukkan profesionalisme.

·         Dapat diandalkan

Sebagai profesional, selesaikan pekerjaan tepat waktu. Tanggapi permintaan dengan segera dan kerjakan dengan tepat waktu. Tentukan tolok ukur dan penuhilah untuk menunjukkan keandalan.

·         Kompeten

Jadilah ahli di bidangmu. Lanjutkan pendidikan, hadiri seminar, dan teruslah belajar.

·         Perbaiki komunikasi anda

Hubungan bisnis dimulai dari komunikasi dan dari sinilah profesionalisme anda akan meninggalkan kesan. Untuk surel, pastikan penulisan bahasa baik dan sopan dengan format penulisan surel yang benar, serta memiliki tanda tangan dan alamat surel profesional.

·         Etika bertelepon yang baik

Perkenalkan diri anda dengan nama, perusahaan, dan jabatan saat menjawab atau menerima telepon. Jangan mendominasi percakapan, dengarkan dengan seksama dan pahami yang lawan bicara katakan. Jangan menggunakan bahasa informal dan jaga nada bicara. Pastikan staf yang menerima telepon sudah terlatih untuk menjawab telepon dengan baik.

·         Terorganisir

Jaga area anda tetap rapi dan tertata untuk memudahkan mengerjakan tugas. Perbarui jadwal janji dan bawa hanya barang yang dibutuhkan dalam tas anda.

·         Bertanggung jawab

Bertanggung jawablah atas tindakan anda dengan mengakui kesalahan dan perbaiki sesegera mungkin, serta belajar dari kesalahan.

·         Miliki situs web yang cerdas

Mintalah beberapa pengembang web untuk mengubah situs web anda dengan desain modern dan fitur yang akan memposisikan anda di puncak situs web yang cerdas.

·         Jangan mengecewakan

Pebisnis profesional tahu bahwa transaksi dengan pelanggan hanya berhasil ketika kedua belah pihak senang. Jadi jika terdapat permasalahan dalam kerja sama bisnis, pastikan anda memberikan kompensasi dan penyelesaian yang tepat, sehingga kedua belah pihak merasa senang dan puas dengan kerja sama tersebut.

    3.      Faktor – Faktor yang dapat mempengaruhi Produktivitas

Produktivitas yang tinggi akan dapat dicapai apabila faktor yang mempengaruhi produktivitas itu selalu dipenuhi. Untuk itu dibawah ini akan diberikan beberapa cara bagaimana meningkatkan semangat kerja baik yang bersifat material maupun non material, adapun cara untuk meningkatkan adalah sebagai berikut :

a.   Gaji yan cukup. Setiap perusahaan seharusnya dapat memberikan gaji yang cukup kepada karyawan, artinya jumlah gaji tersebut mampu dibayarkan oleh perusahaan tanpa menimbulkan kerugian bagi perusahaan dan dengan jumlah gaji yang diberikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produkrivitas kerja.

b.  Memperhatikan kebutuhan rohani. Kebutuhan rohani antara lain menyediakan tempat menjalankan ibadah, rekreasi, partisipasi dan lain sebagainya.

c.   Sekali-kali perlu menciptakan suasana santai. Dengan cara tidak membebankan karyawan pekerjaa-pekerjaan rutin pada saat tertentu dan memberikan konsumsi cuma-cuma dan bersama-sama menikmatinya.

d. Tempatkan karyawan pada posisi yang tepat. Setiap perusahaan harus mampu menempatkan keryawan pada posisi yang tepat sesuai dengan keterampilan dan pendidikan yang dimiliki oleh karyawan tersebut.

e.   Berikan kesempatan kepada mereka untuk maju. Hal ini menimbulkan semangat kerja baik bagi karyawan tersebut untuk itu perusahaan hedaknya memberikan kesempatan kapada setiap karyawan untk mengembalikan diri.

f.    Perasaan aman menghadapi masa depan perlu diperhatikan, Karena karyawan biasanya enggan terlalu detil menanyakan keadaannya dan status dirinya dipersuhaan kepada atasannya keran takut resiko akan dipecat/ diperlakukan berbeda dengan karyawan lain.

g. Pemberian insentif yang terarah, Karena ini sangat efektif dan dalam mendorong semangat dan kegiatan kerja para karyawan.

 

Kesimpulan

Seorang yang profesional ia harus mampu menunjukkan bahwa dia ahli dalam bidangnya. Harus mampu menunjukkan kualitas yang tinggi dalam pekerjaanya. Berbicara mengenai profesionalisme mencerminkan sikap seseorang terhadap profesinya. Secara sederhana, profesionalisme yang diartikan perilaku, cara, dan kualitas yang menjadi ciri suatu profesi. Seseorang dikatakan profesional apabila pekerjaannya memiliki ciri standar teknis atau etika suatu. Arti kata produktivitas sendiri masih memiliki kandungan yang sama dengan daya produksi dan keproduktifan. Kata tersebut biasa digunakan untuk menilai tingkat efisiensi suatu pabrik, mesin, perusahaan, sistem atau seseorang dalam mengubah input menjadi output yang diinginkan.

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita pahami bahwa produktivitas sendiri mempunyai tiga unsur penting di dalamnya. Pertama, efektivitas yang dijadikan sebagai nilai dari ketepatan dalam memilih cara dalam melakukan sesuatu agar bisa mencapai target. Kedua, efisiensi yang digunakan untuk menilai ketepatan dalam melaksanakan sesuatu dengan cara menghemat sumber daya yang ada. Ketiga, kualitas yang akan menyatakan seberapa jauh tingkat pemenuhan atas berbagai persyaratan, spesifikasi, atau harapan  pelanggan.

 

Daftar Pustaka

·         Modul 11 Kewirausahaan 2 “Product Development, Market Demand, Professionality and Productivity, Business Growt and Response

·         http://repository.uin-suska.ac.id/8915/4/BAB%20III.pdf#

·         https://sobatmateri.com/10-konsep-wirausahawan-profesional/

·         https://samahitawirotama.com/tips-untuk-meningkatkan-profesionalisme-dalam-bisnis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.