Agustus 30, 2022

Kewirausahaan Berbasis Teknologi (Technopreneurship)

 Kewirausahaan Berbasis Teknologi (Technopreneurship)



Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bapak Erick Thohir menyadari tingkat kewirausahaan atau entrepreneurship di Tanah Air masih lebih rendah jika dibandingkan negara lain di Asia Tenggara. Di mana, jumlah wirausaha Indonesia sendiri baru sekitar 3,47 persen dari total penduduk. Untuk itu, menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, jumlah wirausaha masih perlu ditingkatkan agar dapat mendukung tumbuhnya perekonomian di Indonesia.

Untuk meningkatkan minat berwirausaha/entrepreneur salah satunya adalah dengan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap bidang wirausaha. Kegiatan wirausaha harus didorong dengan keberanian dan keuletan serta tekad yang kuat, karena berwirausaha pada dasarnya berhimpitan dengan ketidakpastian, dalam hal keberhasilan maupun kegagalan. Karena hanya dengan menggeluti usaha secara penuh keberanian dan beresiko tinggi maka usaha akan tumbuh berkembang.

Technopreneur salah satu bagian dari perkembangan berwirausaha (entrepreneur) memberikan gambaran berwirausaha dengan menggunakan inovasi basis technologi. Konsep technopreneur didasarkan pada basis tekhnologi yang dijadikan sebagai alat berwirausaha, misalnya munculnya bisnis aplikasi online.

 

Apa itu Technopreneurship??

Menurut  (Drucker, 1984), entrepreneurship didefinisikan sebagai aktivitas yang secara konsisten dilakukan untuk mengkonversi ide untuk menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan. Di dalam entrepreneur, teknologi menjadi salah satu dari lima aspek entrepreneurship yang diperlukan, jadi teknologi bukan segalanya dalam Technopreneurship.  Technopreneurship berasal dari gabungan kata “technology” dan “entrepreneurship”. Technopreneurship merupakan proses sinergi dari kemampuan yang kuat pada penguasaan teknologi serta pemahaman menyeluruh tentang konsep kewirausahaan (Marti’ah, 2017).

Secara singkat, technopreneurship adalah entrepreneurship dalam bidang teknologi di mana keahlian yang dibutuhkan tak lagi hanya wirausaha, tetapi juga pengetahuan akan teknologi mutakhir. Saat ini, istilah technopreneur dikenal bagi seorang pengusaha startup atau bisnis rintisan yang memanfaatkan teknologi sebagai basis bisnisnya.

 

Peranan Technopreneurship bagi masyarakat

Menurut (Suparno et al., 2008), Technopreneurship dapat memiliki manfaat atau dampak baik secara ekonomi, social, maupun lingkungan. Dampak Technopreneurship secara ekonomi adalah

·         Meningkatkan efisiensi dan produktivitas

·         Meningkatkan pendapatan

·         Menciptakan lapangan kerja baru

·         Menciptakan peluang bisnis pada sector ekonomi yang lain.

Agar inovasi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terdapat beberapa kriteria yang digunakan untuk mengembangkan inovasi. Kriteria tersebut adalah

·         Memberikan performansi solusi lebih efisien.

·         Memenuhi karakteristik kebutuhan masayarakat.

·         Merupada ide orisinal.

·         Memenuhi kriteria kelayakan ekonomi.

·         Memiliki skala pasar dan skala manfaat yang memadai.

·         Dapat dipasarkan sebagai produk atau jasa.

·         Meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan lapangan kerja bagi masyarakat.

 

Langkah-langkah menjadi Technopreneurship

Jika mengacu dari kata technopreneur, mungkin banyak yang sudah bisa memperkirakan bahwa ada peran teknologi di sini. Pengertian technopreneur memang tidak jauh-jauh dari teknologi. Seorang technopreneur pada dasarnya adalah seorang wirausahawan atau wirausahawati yang memanfaatkan teknologi mutakhir sebagai basis dalam mengembangkan bisnisnya. Beberapa hal yang harus dilalui demi menjadi seorang technopreneur yang siap bersaing.

1.      Mencari ide bisnis

2.      Paham teknologi

3.      Kenal dengan target market

4.      Membangun tim

5.      Mencari modal

6.      Terus berusaha dan pantang menyerah

7.      Evaluasi secara berkala

8.      Selalu bersiap dengan perubahan

 

Sumber References:

Drucker, P. F. (1984). Inovasi dan Kewirausahaan, Praktek dan Dasar-Dasar. Erlangga.

Marti’ah, S. (2017). Kewirausahaan berbasis teknologi (technopreneurship) dalam perspektif ilmu pendidikan. Jurnal Ilmiah Edutic: Pendidikan Dan Informatika, 3(2), 75–82.

Suparno, O., Hermawan, A., & Syuaib, M. F. (2008). Technopreneurship, Recognition and Mentoring Program-Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB). Online.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.