September 04, 2022

BERTINDAK KREATIF DAN INOVATIF DALAM BERBISNIS KEWIRAUSAHAAN


 



Oleh : Fauzi Ardiansyah (@V16-FAUZI )

 

Abstrak

Wirausaha adalah orang yang mampu mengenali produk, jasa dan proses baru dengan pendekatan yang inovatif dan melihatnya sebagai peluang bisnis, ia juga harus berani menanggung risiko bisnis, sedangkan kewirausahaan merupakan semangat dan prilaku yang memiliki kemampuan manajemen, berpikir kreatif dan tindakan inovatif untuk menciptakan nilai yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Seiring perkembangan dan pesatnya persaingan dalam berwirausaha menuntut wirausahawan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk atau jasa yang dimilikinya dalam rangka menyelaraskan kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Untuk memupuk spirit bisnis diperlukan kreativitas dan inovasi agar produk yang dihasilkan tetap laku dan menguntungkan.

Kata kunci : Kreativitas, inovatif, kewirausahaan.

 

PENDAHULUAN

Definisi kewirausahaan memang banyak dibuat oleh para ahli, tetapi mereka melihat dari perspektifnya masing-masing. Agar pengertian kewirausahaan dapat diterapkan sesuai dengan lingkungan negara kita, maka telah disepakati definisi sebagai berikut ini. Kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat, nilai-nilai, dan prinsip serta sikap, kuat, seni, dan tindakan nyata yang sangat perlu, tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan piahak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat, bangsa dan negara.

jadi wirausaha harus lebih kreatif dan inovatif dalam membuat produk dan atau jasanya untuk memenuhi kebutuhan dan keingnan konsumen. pengusaha dapat bekerja lebih efektif dan efisien berkat adanya kreativitas dan inovasi. dengan demikian diharapkan akan terus ada pengembangan  produk  dan  jasa  yang  baru.  sehingga  pengusaha  itu  dapat menemukan peluang baru dalam menjalankan bisnisnya. terutama dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini dibutuhkan kretavitas dan inovasi untuk menunjang usahanya.

 

PERMASALAHAN

Seorang wirausaha dalam mendirikan perusahaan tidak untuk satu atau dua tahun saja, tetapi kelangsungan usaha tersebut harus berlangsung terus, kalau bisa sampai ke anak cucu dapat menikmati hasil usahanya tersebut. Untuk mewujudkan hal itu salah satu caranya adalah selalu membuat kreativitas dan inovasi. Hal ini akan membuat apa yang dihasilkannya selalu serasi dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Sehingga produk atau jasa yang dihasilkan laku di pasaran dan akan menghasilkan laba bagi perusahaan, dan kelangsungan perusahaan dapat menjadi stabil dan panjang.

 

PEMBAHASAN

Kreativitas Wirausaha

Kreativitas merupakan daya menciptakan sesuatu yang menuntut pemusata perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan Menurut Sulaiman Sahlan dan Maswan, kreativitas adalah ide atau gagasan dan kemampuan berpikir kreatif. Dalam konteks manajemen, peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu sistem. Aspek penting dalam kreativitas adalah proses dan manusia. Proses berorientasi pada tujuan yang di desain untuk mencapai solusi suatu problem. Manusia merupakan sumber daya yang menetukan solusi. Proses tetap sama namun pendekatan yang digunakan dapat bervariasi misalnya, pada suatu problem mereka mengadaptasikan suatu solusi, tetapi pada kesempatan yang berbeda mereka menerapkan solusi inovasi.

Menurut A.  Roe (1963, Psychological Approaches to Creativity in Science, New York University, New York), bahwa syarat-syarat agar seseorang disebut kreatif, antara lain: 

1.     Keterbukaan terhadap pengalaman (openness toexperience)

2.     Pengamatan melihat dengan cara yang biasa dilakukan (observance seeing things in unusual ways). 

3.     Keingintahuan (curiosity). 

4.     Menerima dan merekonsiliasi lawan yang tampak (accepting and reconciling apperent opposites).

5.     Toleransi terhadap ambiguitas (tolerence of ambiguity). 

6.     Kemandirian dalampenilaian, pikiran dan tindakan (independence in judgement, thought and action). 

7.     Memerlukan dan menerima otonomi (needing and assuming autonomy). 

8.     Kepercayaan terhadap diri sendiri (self-reliance). 

9.     Tidak sedang tunduk kepada pengawasan kelompok (not being subject to group standards and control). 

10.  Kesediaan untuk mengambil risiko yang diperhitungkan (willingness to take calculated risks). 

11.  Ketekunan (persistence)

 

Bertindak Inovatif.

Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang. Kewirausahaan diawali dengan proses imitasi dan duplikasi, kemudian berkembangan menjadi proses pengembangan, dan berakhir pada adalah proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan. Tahapan inovasi banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari pribadi maupun lingkungan. Faktor pribadi yang memicu kewirausahaan adalah motif berprestasi, komitmen, nilai-nilai pribadi, pendidikan, dan pengalaman. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan pada masa inovasi adalah peluang, model peran, dan aktivitas. Perilaku kewirausahaan merupakan fungsi dari kopetensi, insentif, dan lingkungan.

Definisi Inovasi menurut Kinicki dan Williams (2003) :

1. Inovasi adalah kaedah mencari jalan untuk menghasilkan produk baru yang lebih baik.

2. Organisasi tidak akan membenarkan perusahaan mereka berpuas hati dengan apa yang ada (complacent).

3. Terutama sekali apabila pesaing akan menghasilkan ide yang kreatif

 

KESIMPULAN

kewirausahaan adalah Kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Wirausaha yang sukses pada umumnya ialah mereka yang memiliki kompetensi, yaitu seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kualitas individu yang meliputi sikap, motivasi, nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/kegiatan. Wirausaha tidak hanya memerlukan pengetahuan tapi juga keterampilan. Secara mikro, peran wirausaha adalah penanggung risiko dan ketidakpastian, mengombinasikan sumbersumber ke dalam cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru. secara umum wirausaha memiliki dua peran, yaitu (1) sebagai penemu (innovator), (2) sebagai perencana (planner). Sebagai inovator, wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: Produk baru, Teknologi baru, Ide-ide baru, dan Organisasi usaha baru, Sebagai planner, wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: Perencanaan perusahaan, Strategi perusahaan, Ide-ide dalam perusahaan, dan Organisasi perusahaan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi. 2011. “Kewirausahaan”. Palembang : Rafah Press.

Modul Mata Kuliah Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

A.  Roe (1963, Psychological Approaches to Creativity in Science, New York University, New York),

Widjaja, indra. Inovasi dan Kreatifitas dalam Wirausaha. 2019

Ardiansyah, T. (2020). Kreativitas Dan Inovasi Dalam Berwirausaha. Jurnal Usaha1(2), 19-25.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.