September 11, 2022

KEBERANIAN PEMIMPIN DALAM BERBISNIS KEWIRAUSAHAAN

     

Rajib fahmi(@V27-Rajib)

Abstack

Pihak pengguna lulusan pendidikan pada berbagai jenjang seperti pendidikan dasar, menengah dan tinggi membutuhkan orang orang yang terampil dan menguasai ilmu pengetahuan sesuai bidang dan jenjang pendidikannya. Kualitas lulusan ini menjadi penting bagi dunia usaha untuk memperoleh sumber daya manusia yang handal, terampil, berkarakter dan memiliki etika. Untuk memperoleh lulusan yang berkualitas diperlukan pemimpin pendidikan pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang memiliki karakter wirausaha untuk memenangkan persaingan yang semakin kuat dan semakin menyempitnya lapangan pekerjaan. Proses penanaman sikap wirausaha ini bukan hanya kepada pebisnis, tetapi juga pimpinan pendidikan untuk memajukan usaha dan mutu pendidikan. Penanaman jiwa wirausaha ini bagi pimpinan pendidikan tentu dapat dilakukan melalui jalur meningkatkan kapasitas diri pemimpin pendidikan maupun melalui penguatan oleh pemerintah. Pemimpin wirausaha berani dan sanggup menerima resiko, cermat dan tepat dalam mengambil keputusan, arif dan bijaksana dalam menentukan kebijakan, melakukan perbaikan terus menerus. Kata kunci: kepemimpinan, wirausaha, keuasaan, kualitas pendidikan

 

 

PENDAHULUAN

Pada dasarnya, seorang wirausaha merupakan pemimpin bagi diri dan perusahaanya. Kepemimpinan merupakan keinginan untuk mencapai suatu komunikasi yang berdampak dan berakibat dalam mempengaruhi tindakan orang lain. Kepemimpinan adalah kegiatan membujuk orang untuk bekerja sama dalam pencapaian suatu tujuan.

Kata pemimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur dan menunjukkan ataupun mempengaruhi. Jadi dalam kata pimpin termuat dua unsur pokok yaitu subjek sebagai unsur pemimpin dan objek sebagai unsur yang dipimpin.Dalam kaitannya dengan organisasi atau suatu kegiatan usaha, kata pemimpin mengacu pada posisi seseorang yang secara formal memiliki status tertentu melalui pemilihan, pengangkatan keturunan, revolusi, atau cara lain. Jadi, kepemimpinan mengacu pada perilaku yang ditunjukkan seseorang atau banyak orang dalam suatu kelompok dengan maksud mencapai tujuan organisasi.

karakteristik seorang pemimpin berkaitan dengan kekuasaan yang dimilikinya, bahkan hingga saat ini para ilmuwan juga menekankan kebutuhan akan konsep kepemimpinan sebagai fenomena kekuasaan. Walaupun para ilmuwan tidak sepakat tentang definisi yang tepat dari kekuasaan atau pengaruh, namun kekuasaan mungkin merupakan konsep tunggal yang paling penting di seluruh bidang ilmu sosial. Secara umum kekuasaan didefinisikan sebagai kemampuan untuk memberikan pengaruh pada orang lain atau potensi untuk mempengaruhi orang lain. Kekuasaan secara fungsional biasanya dikaitkan dengan pemimpin, orang-orang yang dipimpin dan situasi. Kekuasaan adalah kemampuan oleh orang orang yang mempunyai otoritas menggunakan kekuatan dimana suatu kapasitas dimiliki oleh seorang pemimpin.

 

 

 

 

PEMBAHASAN

kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi kegiatan pengikut melalui proses komunikasi untuk mencapai tujuan tertentu. Dari definisi ini terdapat 3 unsur yaitu:

 

  •   Unsur Pertama, menunjukkan bahwa kepemimpin an melibatkan penggunaan, pengaruh, dan karenanya semua hubungan dapat merupa kan upaya kepemimpinan.
  •      Unsur kedua dari definisi itu menyangkut pentingnya proses komunikasi. Kejelasan dan ketepatan komunikasi. Kejelasan dan ketepatan komunikasi mempengaruhi peri laku dan prestasi pengikut.
  •     Unsur ketiga berfokus pada tujuan, yaitu pemimpin yang efektif mungkin harus berurusan dengan tujuan individu, kelompok, dan organisasi. Keefektifan pemimpin khu susnya dipandang dengan ukuran tingkat pencapaian satu atau kombinasi tujuan tersebut. Individu mungkin memandang se orang pemimpin sebagai efektif atau tidak efektif dari sudut kepuasan yang mereka peroleh selama pengalaman kerja secara me nyeluruh.

 

Kepemimpinan atau leadership adalah ke mampuan seseorang untuk mempengaruhi orang -orang lain agar bekerjasama sesuai dengan ren cana demi tercapainya tujuan yang telah ditetap kan sebelumnya. Dengan demikian kepemimpin an memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen, bahkan dapat dinyatakan, kepemimpinan adalah inti dari manajemen.

Di dalam kenyataan, tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki ‘ke pemimpinan’,sebaliknya banyak orang yang me miliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya. Sedang pengertian ‘kepala’ menunjukan segi formal dari jabatan pemimpin saja, maksudnya secara yuridis-formal setiap orang dapat saja diangkat mengepalai sesuatu usaha atau bagian (berdasarkan surat keputusan atau surat pengangkatan), walaupun belum tentu orang yang bersangkutan mampu menggerakan mempengaruhi dan membimbing bawahannya serta (memimpin) memiliki kemam puan melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan.

 

 

Beberapa karakter yang perlu dimiliki oleh para wirausahawan dalam memimpin setiap karyawannya, antara lain:

 1 Keberanian untuk Bertindak (Dare to Act)

Keberanian dalam menembus semua anggapan ketidakpastian serta ketidakmungkinan merupakan salah satu risiko yang harus dihadapi oleh seorang yang terjun dalam duniaentrepreneur. Perhitungan yang cermat, antisipatif terhadap segala risiko dari setiap keputusan yang diambil (Plan B) serta visioner merupakan sifat yang perlu dipertajam seiring dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh seorang wirausahawan yang andal. 

 

2 Membangun Tim yang Solid (Build a Solid Team)

Kebersamaan dan kesatuhatian dari para karyawan untuk melakukan tanggung jawab mereka sesuai arahan dari pemimpin perusahaan merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan tujuan dari keberhasilan yang akan dicapai. Tentu saja hal ini diperlukan komitmen yang dilakukan bersama oleh para karyawan dengan semakin terlibat aktif melalui kontribusi tenaga, waktu dan pikiran demi terwujudnya tujuan yang akan dicapai perusahaan. Membangun dan memupuk tim yang baik dan solider tidaklah mudah dan membutuhkan proses yang relatif tidak singkat mengingat perbedaan karakter, kepribadian, kompetensi dan komitmen dari para karyawan yang perlu pengarahan secara intensif serta keteladanan yang positif dari pemimpin (Ingat bahwa kepemimpinan merupakan suatu pengaruh yang diberikan oleh pemimpin).

 

3 Menjadi Pendengar yang Baik (Eager to Learn)

Visioner dan optimis akan keberhasilan yang akan diraih merupakan salah satu modal yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Ada kalanya seorang pemimpin perlu untuk menerima masukan mengingat sebuah ungkapan mengatakan bahwa nobody perfect (tidak ada seorang pun yang sempurna). Oleh sebab itu, berjiwa besar dan lapang dada dalam menerima input, saran, pandangan orang lain serta kritik adalah sikap hati yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Terkadang ada karyawan yang memiliki kemampuan lebih dan pemikiran yang dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil sebuah langkah.

 

 4 Berani Mengambil Risiko

Setiap keputusan dan langkah yang akan diambil pasti akan menuai hasil tertentu, entah itu menguntungkan atau justru malah merugikan perusahaan. Keberanian dalam mengambil sebuah risiko merupakan salah satu sikap dan merupakan tantangan tersendiri yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin yang andal. Risiko yang diambil sering kali akan menjadi suatu pengalaman yang memberikan proses pembelajaran untuk dapat meraih keberhasilan di waktu kemudian. Sebuah kutipan mengatakan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Jangan biarkan kegagalan membuat Anda enggan untuk kembali bangkit dan mengambil risiko untuk mencapai keberhasilan yang menanti di depan.

 

 5 Memiliki Seorang Mentor/Pembimbing

Dalam menjalankan proses kepemimpinan, terkadang kita memerlukan bimbingan dan arahan dari orang lain yang lebih senior yang dapat kita sebut sebagai mentor/pembimbing. Mengingat kemampuan seorang pemimpin wirausaha dan karyawan ada batasannya. Setiap orang memiliki kekurangan, disinilah letak seorang pembimbing yang dapat mengarahkan dan membimbing untuk mengembangkan usaha baik dalam bidang teknis, maupun manajemen usaha.


6 Pikiran yang Terbuka (Open Minded)

Terbuka terhadap saran, ide-ide yang baru dan kreatif perlu ditanamkan dalam jiwa seorang wirausahawan. Pikiran yang terbuka untuk menerima masukan untuk pembaruan dapat membawa seseorang kepada proses kepemimpinan yang legowo (rendah hati) karena kesadaran akan keterbatasan diri dan mau belajar dari orang lain.

 

7 Memiliki Kepercayaan Diri (Self Confident)

Memiliki keyakinan teguh, kepercayaan diri, optimis terhadap tujuan dan keberhasilan yang akan diraih merupakan salah satu sikap yang tidak dapat dikesampingkan. Rasa percaya diri ini membawa kepada motivasi untuk melakukan setiap tugas dengan lebih bergairah untuk menyelesaikannya dan kita perlu mengingat sebagai pemimpin perlu memberikan pengaruh yang positif kepada para karyawan yang kita pimpin. Bagaimana jadinya ketika kita sebagai seorang pemimpin tidak memiliki keyakinan yang pasti akan keberhasilan yang akan dicapai? Apakah hal ini tidak akan mempengaruhi kinerja para karyawan kita? Milikilah sikap yang optimis dalam menentukan suatu target bahwa Anda akan mencapai keberhasilan melalui setiap strategi yang akan dilakukan bersama-sama dengan para karyawan Anda. 

 

Kesimpulan

Pemimpin merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang -orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetap kan sebelumnya. setiap pemimpin harus bisa Berani Mengambil Risiko,karena keputusan dan langkah yang akan diambil pasti akan menuai hasil tertentu, entah itu menguntungkan atau justru malah merugikan perusahaan. Keberanian dalam mengambil sebuah risiko merupakan salah satu sikap dan merupakan tantangan tersendiri yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin yang andal.

 

Refrensi

http://smkn1girimulyo.sch.id/read/29/kepemimpinan-wirausaha

http://digilib.unimed.ac.id/902/1/Full%20Text.pdf

https://www.kajianpustaka.com/2015/08/kepemimpinan-wirausaha.html

Banirestu, Herning. (2010). Sekolah Pemimpin Ala Garudafood. (www.swa.co.id, diakses tanggal 22 Maret 2010).

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar