September 17, 2022

KEPEMIMPINAN SANGAT BERPERAN PENTING DALAM KEWIRAUSAHAAN

 


Laykha Fitriani Az Zahra (@V12-LAYKHA)

ABSTRAK

Artikel ini membahas lebih lanjut tentang wirausaha atau entreprenuer, bagaimana seorang pemimpin memegang peran yang sangat berpengaruh dalam keseluruhan usaha, perilaku serta apa saja orientasi tugas-tugas dari pemimpin tersebut, karakteristik pemimpin itu sendiri, dan sikap-sikap yang menuntun suskes pada seorang wirausaha itu. Tak dipungkiri bahwasannya seorang pemimpin memegang peranan yang sangat penting terhadap keseluruhan suatu usaha sehingga seorang pemimpin harus memiliki sikap “leadership”. Sikap ini merupakan salah satu kunci yang harus dimiliki sehingga usaha yang dibangun dapat bertahan dalam persaingan.

Kata kunci: Pemimpin, kewirausahaan, karakteristik, sikap-sikap.

 

PENDAHULUAN

Pada jaman saat ini, rasanya kata “Entreprenuer atau Wirausaha” sudah tidak asing ditelinga kita. Secara umum, Wirausaha bisa diartikan sebagai orang yang membangun/membuat/mendirikan suatu usaha/perusahaan. Kita juga mengetahui jumlah wirausaha dari waktu ke waktu bertambah dengan signifikan yang membuat persaingan di Indonesia menjadi sangat sulit dan juga ketat.

Dalam suatu usaha/perusahaan pasti memiliki seorang pemimpin. Pemimpin tersebut memegang peranan yang sangat penting terhadap keseluruhan usaha / perusahaan yang dimilikinya, sehingga pemimpin harus memiliki sikap “leadership”. Sikap ini adalah salah satu kunci yang harus dimiliki sehingga usaha yang dibangun dapat bertahan dalam persaingan. “Kepemimpinan” dalam wirausaha bisa dimaknai sebagai kemampuan seseorang dalam memimpin orang lain. Bukan hanya memimpin tetpai juga harus bisa memahami, karena dengan bisa memahami orang tersebut maka kita mengerti dan bisa untuk memimpinnya. Yang tak kalah pentingnya adalah seorang pemimpin harus bisa untuk mengerti dan bisa untuk memimpin dirinya sendiri, karena ketika pemimpin belum bisa mengerti memimpin dirinya sendiri maka pemimpin tersebut tidak bisa memimpin orang lain dengan baik yang akan berujung pada kineja dari usaha yang dijalani itu sendiri. Dengan kata lain, seorang pemimpin bukan harus memimpin didepan saja tetapi juga harus memimpin dibelakang. Sebagai seorang pemimpin kita tidak boleh untuk egois, maksudnya adalah tidak ingin tergantikan.

 

PEMBAHASAN

Kepemimpinan dalam Kewirausahaan

Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain kearah pencapaian suatu tujuan tertentu. Pengarahan dalam hal ini berarti menyebabkan orang lain bertindak dengan cara tertentu atau mengikuti arah tertentu. Wirausahawan yang berhasil merupakan pemimpin memimpin para karyawannya dengan baik. Seorang pemimpin dikatakan berhasil jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan, efisiensi yang meningkat dan keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan. Para wirausaha memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangkan gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi mereka dalam memajukan perusahaannya.

a)      Perilaku Kepemimpinan

Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama:

1)      Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran. Merencanakan dana mencapai sasaran.

2)      Berorientasi pada orang yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi.

b)      Orientasi Tugas Pemimpin

            Seorang pemimpin cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut:

1)      Merumuskan secara jelas peranan sendiri maupun stafnya.

2)      Menetapkan tujuan yang sukar dapat dicapai, dan memberitahukan orang-orang apa yang diharapkan dari merekan.

3)      Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan menuju tujuan dan untuk mengukur pencapaian tujuan itu, yakin tujuan yang dirumuskan secara jelas dan khas.

4)      Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan, mengarahkan membimbing dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan.

5)      Berminat mencapai peningkatan produktifitas.

Pemimpin yang orientasi orangnya rendah cenderung bersikap dingin dalam berhubungan dengan karyawan mereka, memusatkan perhatian pada prestasi individu dan persaingan daripada kerjasama, serta tidak pernah mendelegasikan tugas dan tanggung jawab.

 

Karakteristik Pemimpin

Kewirausahaan Cover dan Slevin (dalam Esmer dan Dayi, 2016: 161-162) mengemukakan bahwa ada enam karakteristik utama kepemimpinan kewirausahaan. Pertama, pemimpin tersebut mendukung ketrampilan kewirausahaan. Maksudnya, pemimpin dengan ciri kewirausahaan yang efektif mempertimbangkan unsur manusia sebagai sumber perilaku wirausaha dan mendukung pengembangan perilaku ini. Kedua, adanya interpretasi peluang. Pemimpin wirausaha dapat mentransmisikan nilai peluang ke tujuan umum organisasi atau pada seseorang yang mendapat manfaat dari peluang tersebut.

Ketiga, pemimpin dengan ciri kewirausahaan mampu melindungi inovasi yang mengancam model bisnis saat ini. Dengan kata lain, pemimpin menganggap inovasi tertentu sebagai peluang, bukan sebagai ancaman terhadap pribadi maupun organisasi. Di sisi lain, seorang pemimpin wirausaha dapat memberi tahu orang lain tentang manfaat potensial dari inovasi yang mengganggu. Keempat, pemimpin mampu bersikap kritis dengan mempertanyakan logika bisnis saat ini. Kepemimpinan kewirausahaan membutuhkan pertanyaan terus menerus mengenai asumsi yang mendasari logika dominan untuk mengidentifikasi peluang penciptaan nilai baru dan memastikan bahwa organisasi diposisikan dengan cara yang sukses.

Kelima, pemimpin mampu mengkaji pertanyaan-pertanyaan sederhana. Para pemimpin wirausaha mengulas pertanyaan-pertanyaan tentang identifikasi peluang dan pekerjaan sumber daya yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan organisasi, visi dan misinya, serta pencapaian organisasi dan hubungan yang dikembangkan dengan para pemangku kepentingan secara berkelanjutan. Keenam, pemimpin mampu mengaitkan kewirausahaan dengan manajemen strategis. Di sini pemimpin kewirausahaan yang efektif percaya bahwa organisasi harus memiliki keterampilan kewirausahaan secara strategis untuk menciptakan nilai tertinggi.

Selain keenam karakter yang di atas, menurut sebuah studi di Young Entrepreneur Council, ada 12 nilai utama yang diperlukan untuk pemimpin kewirausahaan yang sukses (Young Entrepreneur Council, 2016), yaitu: fleksibilitas, kerendahan hati, fokus, mampu mengambil keputusan serta mengambil risiko, tetap terhubung, visioner, kepercayaan paranoid (paranoid trust, dalam arti positif yakni senantiasa kritis terhadap sesuatu), kepemilikan, positif, pemasaran, kesadaran diri, dan mampu mendengarkan orang lain. Inilah yang menurut Sutiyo (2017:72) disebut dengan jiwa kewirausahaan (Enterpreneurial Spirit).

 

Sikap-sikap Pemimpin yang Sukses dalam Berwirausaha

1)      Memiliki tujuan yang jelas untuk dicapai (Purposeful)

Memiliki tujuan yang jelas berarti punya pendinian, memiliki fokus, memiliki keyakinan akan keputusannya, memiliki kemampuan memu­tuskan, dan berdaya tahan, sesungguhnya merupakan kualitas pencapaian yang sukses dan tuntutan tujuan apa pun. Tak dapat dipungkiri, ini adalah salah satu kualitas manusia yang paling dicari dalam kehidupan, namun banyak orang yang belum memilikinya. Seseorang yang tidak memiliki tujuan dapat diibaratkan sebagai sebuah kapal di tengah-tengah kabut di lautan yang telah kehilangan kemudi dan layar sekaligus. Di saat semuanya berjalan mulus, sering kali dilema muncul tanpa kita sadari, kecuali mungkin kurangnya pemahaman akan arah yang jelas atau gerakan yang meyakinkan. Saat cuaca berubah ia akan bereaksi dengan pengaruh dari luar. Namun kita tetap dapat kehilangan arah tujuan kita seandainyapun layar dan kemudi tetap ada di tempatnya. Kecuali jika Anda mcmiliki tujuan yang jelas dalam mengambil suatu tindakan, Anda akan menuju arah yang salah.

2)      Tanggung jawab (Responsible)

Pertanyaan-pertanyaan yang harus kita jawab sendiri mengenai ‘akan menjadi seperti apa perusahaan saya, jika semua orang seperti saya’ adalah sebagai berikut: Menanamkan akuntabilitas yang sebenarnya dalam diri kita membutuhkan evaluasi yang teratur. Kebiasaan memahami betapa kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang kita pikirkan dan lakukan menupakan hal bernilai untuk dibangun. Menanamkan akuntabilitas yang sebenarnya pada din orang lain membutuhkan pujian dan evaluasi kinerja yang teratur. Kebiasaan semacam ini akan mengembangkan loyalitas yang lebih mendalam dan pemahaman yang lebih besar sebagaimana tanggung jawab yang kita harapkan dan orang lain. Sebagian besar evaluasi kinerja tradisional terlalu terpisah-pisah dan lebih berlandaskan pada ‘bagaimana Anda dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik’ danipada ‘seberapa balk yang telah Anda lakukan.’ Evaluasi kinerja seharusnya mengikutsertakan secara tepat apa yang ingin dicapai dan kata itu: baik mengevaluasi maupun juga memuji.

3)      Keberanian (Coureqeous)

Ketika Anda memiliki keberanian terhadap pendirian Anda dan keberanian untuk menjadi diri Anda sendiri dan mengikuti jalan yang Anda percayai sebagai yang terbaik, kekuatan Anda yang sejati berkembang secara alami. Di dalamnya, Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman ditinjau ulang dan diperhatikan, sementara kategori Kelemahan lebih diutamakan daripada apa yang dianggap sebagai kekuatan. Setiap laporan akan menekankan lebih pada yang pertama daripada yang terakhir secara sungguh-sungguh, sekalipun salah pedoman, kepercayaan bahwa sesuatu yang salah haruslah menjadi perhatian.

4)      Kesabaran (Patience)

Manusia memiliki keunikan, dalam menempatkan batasan waktu bagi suatu hasil yang diinginkannya dalam hidup, khususnya berkaitan dengan relasi. Tentu saja, mudah bersikap sabar terhadap sesuatu yang ihasilnya sudah ten- tu, karena dalam kepastian, hanya sedikit ruang untuk kecemasan. Terdapat hubungan langsung yang berkaitan antara kesabaran dan kepastian, sebanyak antara ketidaksabaran dan keraguan. Semakin Anda tidak sabar untuk sesuatu berjalan sesuai kehendak Anda, semakin Anda bertanya-tanya apakah akan terjadi demikian. Kapanpun Anda mempertanyakan suatu ide intuitif yang Anda percayai benar, pertanyaan Anda menyebabkan meningkatnya keraguan sampai Anda berpikir bahwa ide itu tidak tidak masuk akal dan kemudian mengabaikan atau mengulurnya hingga sesuai dengan batasan rasional Anda. Sekalipun ide tersebut benar dalam rasio Anda, terpengaruh oelh ketidaksabaran Anda untuk mencapai apa yang Anda inginkan, akan tampak sebagai ide yang salah atau jalan yang terlalu lambat untuk apa yang Anda inginkan. Bersikap sabar membutuhkan keyakinan.

5)      Mendengarkan (Listen)

Pemasaran adalah istilah yang pada mulanya dimaksudkan untuk memberikan gambaran bagaimana keberhasilan suatu bisnis bergantung sepenuhnya pada sesuatu di luar dirinya. Pemasaran mengajarkan, jika kita mendengarkan perekonomian, masyarakat, dan konsumen, kita dapat menggunakan informasi tersebut untuk menentukan strategi internal. Anehnya pemasaran sangat jarang digunakan untuk hal ini. Bukan berarti ‘’siapakah konsumen kita’’pemasaran telah menjadi sekadar alat pendukung penjualan dengan bertanya ‘bagaimana kita dapat menjual lebih banyak yang kita inginkan. Dengan telah beralihnya kita dari budaya menjual produk menjadi melayani konsumen, sekarang menjadi lebih penting untuk mendengarkan pasar kita dan menentukan apa yang mereka inginkan dibanding masa-masa sebelumnya.

6)      Antusiasme (Enthusiasm)

Manusia dilahirkan dengan cara pandang yang optimis atau positif, namun pesimisme atau pandangan-pandangan negatif sering kali memung­kinkan untuk dikedepankan. Pesimisme datang dan kekecewaan, dari suatu impresi buruk yang terbentuk karena rintangan yang terjadi di masa lalu. Mungkin pesimisme menunjukkan kehati-hatian dan pengalaman, namun yang baik adalah untuk berpikir hanya pada kesulitan macam apa yang dapat terjadi di depan kita? Efek psikologis dan optimisme adalah dia membantu pencapaian keberhasilan.

 

KESIMPULAN

Kepemimpinan Kewirausahaan merupakan sebuah temuan reflektif yang sesungguhnya tampak dari nilai-nilai kepemimpinan yang telah lama berproses, tetapi dirumuskan secara baru; jadi bukan sesuatu yang sama sekali baru untuk dijadikan pegangan, tetapi malah sesuatu yang telah lama mengalami proses. Pemimpin dalam kewirausahaan memegang peranan yang sangat penting terhadap keseluruhan usaha / perusahaan yang dimilikinya, sehingga pemimpin harus memiliki sikap “leadership”. Sikap ini adalah salah satu kunci yang harus dimiliki sehingga usaha yang dibangun dapat bertahan dalam persaingan. “Kepemimpinan” dalam wirausaha bisa dimaknai sebagai kemampuan seseorang dalam memimpin orang lain. Bukan hanya memimpin tetpai juga harus bisa memahami, karena dengan bisa memahami orang tersebut maka kita mengerti dan bisa untuk memimpinnya. Adapun sikap-sikap pemimpin yang sukses dalam berwirausaha, antara lain seperti Purposeful; Responsible; Coureqeous; Patience; Listen; Enthusiasm.

 

DAFTAR PUSTAKA

Kusuma, Riza Perdana. 2018. Modern Leadership. Jakarta: Inspigo

Modul Mata Kuliah Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

Pinangkaan, A. A. (2020). Teori dan Model Kepemimpinan Kewirausahaan. Academia. Edu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.