September 04, 2022

Kewirausahaan berbasis di era industri 5.0

 Kewirausahaan berbasis di era industri 5.0





Oleh: Putri Adelia (@V41-ADELIA)


ABSTRAK


Kewirausahaan merupakan suatu bakat yang dapat dimiliki setiap orang dimana bakat tersebut dapat dibuat oleh seseorang itu sendiri melalui usaha dan kerja keras. Wirausahawan harus memiliki tekad dan kemampuan untuk membaca peluang suatu fenomena serta menciptakan suatu produk yang inovatif dan kreatif. Era revolusi industri 4.0 telah merubah berbagai bidang kehidupan termasuk dalam dunia wirausaha, era revolusi industri 4.0 membuat strategi pemasaran yang dilakukan oleh wirausahawan berkembang pesat. Era revolusi industri 4.0 suatu saat pasti akan berganti dengan era revolusi industri 5.0 dimana era revolusi industri 5.0 juga membawa perubahan pada berbagai bidang kehidupan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apa saja tantangan yang harus di hadapi oleh wirausaha pemula dalam beradaptasi dengan revolusi industri 5.0. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi serta teknik pengambilan data dengan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa wirausaha pemula akan memiliki tantangan pada strategi pemasaran produk, pengembangan ide usaha, dan juga konsistensi dalam menjalankan usaha.


PENDAHULUAN


Penciptaan wirausaha (entrepreneur) menjadi alternatif solusi atas berbagai masalah di masyarakat seperti kemiskinan dan kesenjangan sosial, meningkatnya pengangguran usia produktif dan menipisnya cadangan pasokan energi, yang kesemuanya menuntut adanya tindakan kreatif dan inovatif. Jiwa kewirausahaan bukan hanya sebatas kecerdasan akademik dan keterampilan menghasilkan produk tetapi juga jiwa dinamis dalam menangkap tantangan dan resiko kemudian mengubahnya menjadi peluang dan potensi pertumbuhan (Soegoto 2009), dalam (Herwin Mopangga, 2015). Lebih lanjut dikemukakan bahwa entrepreneur mulai berkembang bukan hanya berdasarkan pada imitasi belaka, melainkan sudah mengikuti pada tiga tahapan spektrum, yaitu spectrum invensi, inovasi serta imitasi. Spektrum invensi merupakan tataran entrepreneur yang paling tinggi, setelah inovasi dan imitasi dimana pada spectrum imitasi pelaku bisnis hanya mendasarkan pada meniru produk atau bisnis yang sudah ada untuk mendapatkan bagian pasar dari produk tersebut. Sementara spectrum inovasi dimaknai sebagai kegiatan ber-entrepreneur dengan sentuhan-sentuhan perubahan pada berbagai aspek, sehingga menimbulkan nilai baru. Bahkan pandangan yang dikemukakan (Bryd & Brown, 2003) bahwa inovasi bisa dilakukan secara incremental maupun radikal. Spektrum akhir adalah invention atau menemukan sesuatu yang baru yang benar-benar belum diketemukan.


Untuk meningkatkan minat berwirausaha/entrepreneur salah satunya adalah dengan meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat terhadap bidang bidang kewirausahaan menurut (A.Rukmana & T.Sukanta, 2019). Kegiatan wirausaha harus didorong dengan keberanian dan keuletan serta tekad yang kuat, karena berwirausaha pada dasarnya berhimpitan dengan ketidakpastian, dalam hal keberhasilan maupun kegagalan. Karena hanya dengan menggeluti usaha secara penuh keberanian dan beresiko tinggi maka usaha akan tumbuh berkembang.


Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan kewirausahaan juga didukung dengan pengembangan teknologi yang semakin baik. Sehingga telah banyak entrepreneur muda yang mulai menggunakan teknologi dalam usaha mereka. Penggabungan kedua hal ini membangun suatu istilah baru dalam dunia kewirausahaan yaitu Technopreneurship. Beberapa tahun terakhir ini konsep Technopreneurship menjadi sangat popular di banyak kalangan, dibahas dalam banyak forum, dan dikembangkan di banyak negara dengan dukungan penuh dari pemerintah.


PEMBAHASAN


Sejalan dengan perkembangan teknologi digital yang memiliki peran penting pada era disrupsi di sektor industri, bidang kewirausahaan memiliki peluang untuk berkembang lebih besar. Indonesia memiliki sejumlah potensi seperti jumlah demografi penduduk yang besar, akses internet yang semakin mudah dan murah serta penetrasi yang cukup tinggi. Hal ini tentunya membuka jalan bagi para wirausahawan kecil untuk mengembangkan startup bisnisnya Pada Era Globalisasi saat ini perkembangan bidang Teknologi Infomasi terus berkembang sangat pesat an mendukung mengikuti perkembangan bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat menuntut para pelaku usaha untuk selalu berinovasi dan berdaya saing bisa lebih baik lagi dan bersaing secara sehat baik dalam kancah pasar skala nasional maupun internasional.


Dalam upaya mendukung kebijakan ekonomi dan kemajuan teknologi maka diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berjiwa inovatif yang merupakan lulusan dari perguruan tinggi yang kompeten dan mendorong semangat jiwa wirausaha. Peran Perguruan Tinggi dalam mendidik mahasiswanya menjadi seorang wirausaha sangatlah penting, karena membekali mereka dengan jiwa dan semangat entrepreneur serta keahlian dalam berteknologi sehingga terbentuklah Technopreneur muda yang penuh dengan semangat kerja yang tinggi. Istilah Technopreneur merupakan gabungan dari dua kata yaitu Technologi dan Entrepreneur yang memiliki arti masing-masing yakni Technopreneur diartikan sebagai suatu peluang bisnis yang memanfaatkan canggihnya teknologi yang ada saat ini dimana semuanya serba On-line dan Computerized.


KESIMPULAN 


Pemanfaatan teknologi dengan tepat menjadi pondasi utama dalam mengembangkan jiwa dan semangat Technopreneurship. Untuk melahirkan

entrepreneur-entrepreneur muda sukses tersebut di perlukan kesungguhan dan keseriusan dari perguruan tinggi dalam mengemban misi entrepreneurial campus dalam menyongsong masyarakat ekosistem pintar ( Society 5.0 ). Program-program kewirausahaan yang telah digagas dan dijalankan oleh berbagai perguruan tinggi khususnya di Indonesia, patut kiranya dijadikan sebagai teladan dalam memulai memfokuskan perguruan tinggi dalam melahirkan entrepreneur-entrepreneur muda sukses yang dapat pengintergrasikan konsep wirausaha dan konsep teknologi sehingga dapat meningkatkan potensi pengembangan usaha yang dimilikinya.


DAFTAR PUSTAKA


Modul Perkuliahan Kewirausahaan 3: Creativity, Idea, Oppurtunity, Matching, Future of Tech

Anam.C., Hanif. R.I., dan Survival. 2020. Enterpreneurial Leadership Society 5.0”. CIASTECH 2020.

Sundari, C. (2019). Revolusi Industri 4.0 Merupakan Peluang Dan Tantangan Bisnis Bagi Generasi Milenial di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.