September 18, 2022

MEMBANGUN JIWA KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN STRATEGIS DALAM KEWIRAUSAHAAN

 


Oleh : Fhiladelvia (@V25-Fhiladelvia)

ABSTRAK

Perkembangan wirausaha di Indonesia terus mengalami kemajuan. Usaha atau bisnis yang berkembang saat ini memiliki banyak jenis, mulai dari kuliner, jasa, ataupun produk yang memiliki nilai tambah atau manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Banyaknya usaha yang berdiri ini menciptakan adanya persaingan bisnis, sehingga diperlukan suatu strategi dan manajemen yang baik agar usaha yang dikembangkan dapat bertahan bahkan memenangkan persaingan pasar. Selain itu, faktor pemimpin juga sangat penting dalam mengembangkan suatu usaha. Karakteristik yang positif, seperti kreatif, inovatif, percaya diri, berani mengambil risiko, hingga mampu membangun tim yang solid merupakan aspek penting yang harus dimiliki seorang wirausahawan sebagai pemimpin dalam usahanya tersebut.

Kata Kunci : Wirausaha, kepemimpinan, manajemen strategis


PENDAHULUAN

Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan dan mengelola sesuatu yang baru melalui proses kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang sukses, memecahkan persoalan, dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan atau usaha. Orang yang mendirikan atau membangun sebuah bisnis disebut dengan wirausahawan. Kegiatan wirausaha ini dapat membantu mendorong perekonomian negara dan membantu menurunkan angka pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan melalui sektor usahanya tersebut. Seorang wirausahawan dalam menjalankan usaha atau bisnisnya diperlukan adanya jiwa kepemimpinan yang tumbuh di dalam dirinya, sehingga dapat membimbing dan mengarahkan tenaga kerjanya agar tujuan dari usahanya dapat tercapai.

Selain itu, dalam menjalankan sebuah usaha juga dibutuhkan manajemen yang baik supaya semua aktivitas bisnis, seperti proses produksi, distribusi, dan pemasaran dapat berjalan dengan lancar. Manajemen merupakan alat, strategi, dan sistem yang berfungsi untuk mencapai tujuan melalui kinerja dan aktivitas. Kelangsungan perusahaan sangat bergantung pada ketahanan wirausaha dalam meraih keunggulan dan bersaing melalui strategi yang dimilikinya.


PEMBAHASAN

Karakter Kepemimpinan Seorang Wirausahawan

Menurut George R. Terry (Iswanto, 2014), kepemimpinan (leadership) adalah Kepemimpinan sebagai keseluruhan kegiatan/aktivitas utnuk mempengaruhi kemauan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan bisnis adalah proses pemimpin bisnismenentukan visi perusahaan dan memengaruhi para pegawai, konsumen dan para pemasok perusahaanuntuk mencapai tujuan perusahaan denganmempergunakan prinsip-prinsip kewirausahaan (Wirawan, 2017:512).

Jiwa kepemimpinan atau leadership dapat dilihat dari bagaimana seseorang mampu mempengaruhi, mengkoordinir, memimpin dan mengambil keputusan dalam sebuah tim. Berikut ini beberapa karakteristik pemimpin dalam kewirausahaan, yaitu:

1. Kreatif dan Inovatif

Dedi Supriadi (1994:7) mengatakan kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang sudah ada sebelumnya. Karakter inovatif adalah keterampilan untuk menciptakan pembaruan. Wirausaha yang inovatif menciptakan ide-ide bisnis baru yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan, membantu komunitas, serta mencapai tujuan perusahaan.

2. Proaktif

Proaktif adalah sikap dimana seseorang mampu untuk menentukan pilihan dan meresponsnya secara positif. Pemimpin proaktif berarti seorang pemimpin yang berani mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab atas penuh atas tindakan yang diambilnya tersebut. 

3. Percaya Diri

Rasa percaya diri menunjukan adanya perasaan yakin dan mampu melakukan sesuatu hal. rasa percaya diri juga merupakan jaminan umum dalam penilaian, pengambilan keputusan, gagasan, dan kemampuan seseorang. Semakin besar rasa percaya diri, semakin bagus pula tindakan yang dihasilkan. Sehingga dengan kepercayaan diri, diharapkan seseorang akan menghasilkan kesuksesan bagi bisnis, karena karakter ini menghasilkan pribadi yang tidak takut gagal, tidak mudah putus asa, dan akan selalu merasa bahwa dirinya mampu serta tidak ragu-ragu dalam memecahkan masalah.

4. Mampu Membangun Tim yang Solid

Kebersamaan dan kesatuan dari para karyawan untuk melakukan tanggung jawab mereka Sesuai dengan arahan pemimpinnya merupakan kunci dalam mewujudkan keberhasilan perusahaan. Membangun sebuah tim yang baik dan Solid tidaklah mudah dan juga membutuhkan proses yang tidak singkat karena adanya perbedaan karakter, kepribadian, kompetensi dan juga komitmen dari para karyawan sehingga perlu pengarahan serta keteladanan yang positif dari seorang pemimpin.

5. Berani Mengambil Risiko

Seorang wirausahawan sejati akan memilih untuk keluar dari zona aman, melakukan hal yang mungkin tidak dilakukan oleh orang lain, menelurkan ide-ide baru dan melaksanakannya, serta berani menghadapi resiko. Keberanian mengambil resiko juga perlu didukung oleh perhitungan yang matang. Seseorang yang berani mengambil resiko akan mengambil peluang keberhasilan yang hanya 50% itu, lalu kecermatan dan persiapan yang matang akan membantunya meningkatkan probabilitas keberhasilan itu menjadi 70% atau 90%.

6. Pendengar yang Baik

Ada kalanya seorang pemimpin perlu menerima masukan dari orang lain karena mengingat sebuah ungkapan mengatakan bahwa Nobody Perfect tidak ada seorangpun yang sempurna. Oleh sebab itu berjiwa besar dan berlapang dada dalam menerima input saran atau pandangan orang lain merupakan sikap yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Menerima masukan untuk pembaruan dapat membawa seseorang pada proses kepemimpinan yang legowo atau rendah hati karena dia sadar akan keterbatasan dirinya dan mau belajar dari orang lain.

Manajemen Strategis dalam membangun sebuah bisnis

Manajemen kewirausahaan dapat diartikan sebagai seluruh kekuatan perusahaan yang menjamin kesuksesan atau keberhasilan perusahaan dengan menggunakan proses kreativitas dan juga inovasi sebagai alat pemberdayaan seluruh sumber ekonomi untuk menciptakan nilai tambah barang ataupun jasa. Manajemen strategis adalah serangkaian dan tindakan manjerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Fungsi-fungsi manajemen merupakan kegiatan yang sifatnya berulang-ulang (siklus), sehingga sering juga disebut proses manajemen.

Fungsi-fungsi Manajemen

1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai sesuatu tujuan tertentu. “Merencanakan berarti memilih.” Artinya, perencanaan merupakan proses memilih diantara berbagai kegiatan yang diinginkan karena tidak semua yang diinginkan dapat dilakukan dan dicapai dalam waktu yang bersamaan.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah suatu bentuk untuk dapat menetapkan, dan menggolongkan serta mengatur berbagai macam suatu aktivitas, untuk dapat menentukan tugas-tugas pokok, wewenang serta pendelegasian wewenang oleh seorang pimpinan kepada staff dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan salam organisasi.

3. Pengarahan (Directing)

Pengarahan adalah bentuk menggerakkan dan mengarahkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi perusahaan agar menjalankan tugas sesuai dengan wewenang yang telah ditentukan atausesuai dengan uraian tugasnya (job description). Caranya adalah memberi kan perintah, petunjuk, dan motivasi dengan berpedoman pada rencana yang telah disusun.

4. Pengendalian & Pengawasan (Controlling)

Pengendalian atau pengawasan (controlling) adalah kegiatan untuk melakukan pengukuran terhadap kinerja perusahaan dan kemudian membandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. Apabila kinerja tidak sesuai dengan standar, maka perlu adanya evaluasi atau perbaikan terhadap aktivitas tersebut. Pengendalian dan pengawasan ini juga berguna untuk mengatasi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi selama aktivitas usaha berjalan.

Proses-Proses Manajemen Strategis

1. Perumusan Strategi (Strategy Formulation)

Pengembangan visi dan misi, analisis SWOT (kelebihan, kekurangan, peluang, dan ancaman), merumuskan tujuan jangka panjang, menciptakan alternatif strategi, dan memilih strategi yang akan digunakan oleh perusahaan.

2. Implementasi Strategi (Strategy Implementation)

Penerapan strategi ini memerlukan suatu keputusan dari pihak yang berwenang dalam mengambil keputusan untuk menetapkan tujuan tahunan, menyusun kebijakan, memotivasi karyawan dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang dirumuskan dapat dilaksanakan.

3. Evaluasi Strategi (Strategy Evaluation)

Ada tiga aktivitas utama dalam tahap ini, yakni: melakukan review faktor internal dan eksternal sebagai dasar strategi, mengukur prestasi atau capaian, serta mengambil tindakan untuk perbaikan pada masa datang.


KESIMPULAN

Bila dalam mengelola suatu usaha tidak ada pemimpin, maka akan terjadi kekacauan dan kerancuan dalam pembagian tugas-tugas yang mengakibatkan kebangkrutan. Jiwa kepemimpinan pun sangat penting dimiliki oleh seorang wirausahawan agar mampu membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usahanya dapat bekerja sesuai dengan target. Selain itu, setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses produksi, distribusi, dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas.


DAFTAR PUSTAKA

Effendi, M. I., & Kusmantini, T. (2016). Manajemen Strategi : Evolusi Pendekatan dan Metodologi Penelitian.

Rahim, A. R., & Radjab, E. (2017). MANAJEMEN STRATEGI. Makassar: Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sagala, S. (2016). MENUMBUHKEMBANGKAN KEPEMIMPINAN WIRAUSAHA DALAM SISTEM MANAJEMEN PENDIDIKAN . Universitas Negeri Medan.

Soegoto, E. S. (2017). Tren Kepemimpinan Kewirausahaan dan Manajemen Inovatif di Era Bisnis Modern. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.