September 25, 2022

Mengenal Joint Veture Dalam Bidang Bisnis.

 oleh : Indah setyawati (V10-SETYAWATI)


Abstrak

Artikel ini berisi tentang Joint Venture atau yang biasa disebut dengan perusahaan patungan adalah perusahaan yang didirikan oleh dua atau lebih entitas bisnis dengan tujuan untuk menyatukan sumber daya dan menjalankan bisnis dalam jangka waktu tertentu. Pihak yang terlibat akan membentuk entitas bisnis baru dan masing masing akan berkontribusi untuk memaksimalkan rencana bisnis yang dibuat.

Kata kunci : bisnis, joint veture, internasional

Pendahuluan

Ada kalanya saat menjalankan bisnis, pengusaha menghadapi banyak kesulitan seperti kekurangan dana, tidak memiliki ide untuk inovasi, kesulitan menjangkau pasar yang luas atau bahkan kurangnya pengetahuan teknologi. Umumnya hal ini terjadi saat sedang melakukan ekspansi ke pasar baru atau melakukan diversifikasi di suatu lini perusahaan. Modal menjadi salah satu aspek penting dalam keberlanjutan bisnis, termasuk apabila suatu entitas atau individu ingin mengekspansi bisnisnya. Guna menambah pundi-pundi permodalannya, tidak jarang entitas atau individu menjalin kerja sama dengan pihak lain. Memudarnya batas negara akibat globalisasi membuat kerja sama bisnis tidak hanya terjalin dengan pihak di dalam negeri, tetapi juga merambah pihak lain di luar negeri. Kerja sama dengan pihak asing mengadopsi berbagai model, salah satunya joint venture.

 

Pengertian Joint Ventures

Joint venture adalah usaha gabungan antara dua atau beberapa perusahaan untuk menjalin bisnis bersama dalam bentuk kebersamaan dalam suatu perusahaan, baik perusahaan yang sudah ada atau perusahaan yang akan didirikan. Atau, perusahaan joint venture adalah perusahaan patungan.

Diterangkan Sunaryati Hartono (dalam Hasanudin, 2010:14) joint venture dipergunakan sebagai istilah verzamelnaam untuk berbagai kerja sama antara penanaman modal nasional dengan penanaman modal asing. Dalam dunia akademik, istilah joint venture dikenal dengan istilah lain, yakni foreign collaboration, internasional enterprise, dan lainnya.

Tujuan dari Joint Venture

Adapun tujuan dari joint venture, yaitu :

  1. Untuk menekan biaya produksi dengan melakukan investasi di negara berkembang, di mana upah buruh tergolong lebih rendah dari negara asal.
  2. Lokasi yang strategis atau dekat dari bahan baku utama yang dimiliki.
  3. Mencari pasar baru atau pasar yang lebih luas.
  4. Mendapatkan hasil dari penjualan bahan baku, royalti, penjualan hak merek, paten, rahasia dagang, dan desain industri.
  5. Adanya status khusus dari suatu negara tertentu dalam perdagangan internasional.

 

Ciri-Ciri Joint Venture dalam Penanaman Modal Asing

Aminuddin Ilmar menerangkan bahwa ada ciri-ciri khusus dari joint venture dalam penanaman modal asing. Ciri-ciri yang dimaksud antara lain:

  1. Perusahaan baru atau badan hukum baru yang didirikan oleh perorangan atau badan hukum swasta asing dengan pihak modal nasional.
  2. Modal joint venture adalah terdiri dari know how dan modal saham yang disediakan oleh para pihak yang kekuasaannya, baik manajemen atau pengambilan keputusan, dilakukan sesuai dengan banyaknya saham.
  3. Para pihak yang mendirikan perusahaan tetap memiliki eksistensi dan kebebasan masing-masing.
  4. Kerja sama antara modal asing dengan modal nasional.

Model Manajemen Joint Venture 

Menurut Maulana Hasanudin, ada empat model yang biasanya diadaptasi perusahaan joint venture. Keempat model manajemen joint venture adalah sebagai berikut.

1.      Model transplant

Dalam model manajemen ini, perusahaan induk mencangkokkan rumus-rumus bisnis dan praktik manajemen kepada perusahaan joint venture.

2.      Model dominant parent 

Dalam model manajemen ini, perusahaan saham mayoritas memiliki perananan utama dalam penentuan gaya manajemen perusahaan (dominan). Gaya dari perusahaan dengan saham yang lebih rendah menjadi minoritas.

3.      Model independent role

Dalam model manajemen ini, masing-masing pemegang saham memiliki penyertaan yang sama dalam manajemen. Akibatnya, ada tanggung jawab terpisah untuk fungsi-fungsi manajemen tertentu.

4.      Model shared management

Dalam model manajemen ini, urusan manajemen, meliputi tugas dan tanggung jawabnya dilakukan bersama terhadap perusahaan induknya masing-masing

 

Faktor Pendukung Joint Venture

Faktor pendukung terjadinya joint venture meliputi:

1. Faktor Internal Faktor-faktor internal perusahaan yang mendorong terjadinya joint venture adalah:

  1. Membangun kekuatan perusahaan. Dengan joint venture, perusahaan nasional menjadi lebih kuat karena didukung oleh perusahaan asing.
  2. Menyebarkan biaya dan risiko. Terjalinnya kerja sama perusahaan asing dalam joint venture membuat perusahaan nasional dapat menyebarkan biaya produksi dan risiko kerugian ke perusahaan asing tersebut.
  3. Menambah akses ke sumber daya keuangan. Melalui joint venture, masalah keuangan dapat diatasi karena perusahaan asing memberi suntikan dana kepada perusahaan nasional.
  4. Ekonomi skala dan keuntungan kekuatan. Dengan joint venture, perusahaan nasional akan diuntungkan secara skala ekonomi meningkat dan kekuatan dari perusahaan asing dapat menguntuntungkan perusahaan nasional.
  5. Akses teknologi dan pelanggan baru. Perusahaan nasional akan mudah memanfaatkan teknologi dari sumber daya yang dimiliki perusahaan asing dan mendapat pelanggan baru dari perusahaan asing.
  6. Akses ke praktik manajer inovatif. Joint venture akan membawa perubahan perusahaan nasional dalam manajemen perusahaan, sehingga akses manajer harus lebih inovatif

2.      Faktor Tujuan Persaingan Faktor tujuan persaingan yang mendorong terjadinya joint venture meliputi:

  1. Mempengaruhi evolusi struktural industri. Joint venture memberikan warna tersendiri dalam persaingan bisnis. Adanya dukungan perusahaan asing mempengaruhi kekuatan perusahaan nasional.
  2. Kompetisi sebelum selesai. Bentuk persaingan bisnis yang semakin kompetitif karena perusahaan nasional mendapat dukungan perusahaan asing dalam joint venture.
  3. Penciptaan unit kompetisi yang kuat. Dengan adanya joint venture, dua perusahaan semakin menguatkan sehingga tercipta unit kompetisi semakin kuat dan lebih baik.
  4. Kecepatan pasar. Joint venture memberikan akses pasar lebih luas dengan lebih cepat kepada perusahaan nasional.

3.      Faktor Tujuan Strategi Adapun faktor tujuan strategi terjadinya joint venture adalah sebagai berikut.

  1. Sinergi. Tujuan strategi perusahaan nasional dapat dilakukan dengan bersinergi dengan perusahaan asing.
  2. Transfer teknologi atau kecakapan. Perusahaan nasional dengan mudah dapat mengakses dan menerima transfer teknologi/kecakapan dari perusahaan asing tersebut. Diversifikasi. Joint venture akan menciptakan diversifikasi melalui perusahaan asing dalam mencapai tujuan strategi perusahaannya.

Jenis Perjanjian Joint Venture

perjanjian joint venture dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Joint venture domestik, terjadi antara perusahaan domestik, yaitu perusahaan yang terdapat di dalam negeri.
  2. Joint venture internasional, terjadi apabila salah satu dari perusahaan itu adalah perusahaan asing


Dasar Hukum Joint Venture

ketentuan mengenai joint venture dalam hal penanaman modal diatur dalam beberapa peraturan, di antaranya:

  • Pasal 1 angka 3 UU 25/2007 yang menyatakan bahwa penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.
  • Pasal 77 UU Cipta Kerja yang menerangkan bahwa pemerintah memberikan fasilitas kepada penanam modal yang melakukan penanaman modal, baik yang melakukan perluasan usaha atau melakukan penanaman modal baru.
  • Pasal 2 PP 20/1994 yang menerangkan bahwa penanaman modal asing dapat dilakukan dalam dua bentuk, yakni (1) patungan antara modal asing dengan modal yang dimiliki warga negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia; dan (2) langsung, dalam arti seluruh modalnya dimiliki oleh warga negara dan/atau badan hukum asing.

Contoh Joint Venture

Berikut beberapa contoh joint venture yaitu:

  • Lotte bekerja sama dengan Grup Salim membentuk usaha patungan (joint venture) di sektor perdagangan daring (e-commerce) dengan nama iLotte pada 2017.
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) bersama JC Comsa Corporation (JC Comsa) membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan produk makanan.
  • PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) membentuk joint venture dengan Ito En Asia Pacific Holdings asal Jepang.

Kesimpulan

joint venture adalah istilah dari usaha gabungan antara dua atau beberapa perusahaan untuk menjalin bisnis bersama dalam bentuk kebersamaan dalam suatu perusahaan, baik perusahaan yang sudah ada atau perusahaan yang akan didirikan. Dalam peraturan perundang-undangan, istilah ini dikenal dengan sebutan usaha patungan.

Referensi 

Hidayat,A.A. 2022, Modul Mata Kuliah Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

Iftitah Nurul Laily, 2021  "Joint Venture: Pengertian, Faktor Pendukung, Perjanjian, dan Contohnya". Online.

Trias, 2021. Apa Itu Joint Venture? Online .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.