September 02, 2022

Mengenal Lebih Jauh Technopreneurship

oleh : Aditya Vieri Saputra (V09-ADITYA)


Abstrak


Artikel ini berlatar belakang dengan seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi membuat perkembangan dunia kewirausahaan semakin menarik dan diminati oleh banyak orang. Generasi millenial mulai memberikan pandangannya pada bidang entrepreneurship sebagai suatu hal yang menjanjikan di masa depan. Dengan banyaknya contoh generasi muda yang telah sukses menekuni bidang ini dan dunia bisnis yang semakin melebar dan maju setiap hari membuat generasi millenial tidak ragu untuk terjun dalam bidang entrepreneurship ini. 

Keywords : Entrepreneurship, Kreativitas, Peluang.


Pendahuluan

Seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi membuat perkembangan dunia kewirausahaan semakin menarik dan diminati oleh banyak orang. Generasi millenial mulai memberikan pandangannya pada bidang entrepreneurship sebagai suatu hal yang menjanjikan di masa depan. Dengan banyaknya contoh generasi muda yang telah sukses menekuni bidang ini dan dunia bisnis yang semakin melebar dan maju setiap hari membuat generasi millenial tidak ragu untuk terjun dalam bidang entrepreneurship ini. Menurut Drucker (1996) entrepreneurship sendiri didefinisikan sebagai aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengkonversi ide - ide yang bagus menjadi kegiatan yang menguntungkan. Sedangakan menurut Suparno et al. (2008), entreoreneurship adalah proses mengorganisasikan dan mengelola risiko untuk sebuah bisnis baru. 

Permasalahan

Di Indonesia saat ini mempunyai paradigma menjadi seorang karyawan/pegawai kantoran dirasa cukup lebih baik dibandingkan menjadi pengusaha karena banyak yang berfikir lebih baik mendapatkan gaji tetap setiap bulannya daripada harus merasakan naik/turunnya pendapatan perbulannya., bahkan sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang memiliki sifat entrepreneurship yang lemah dan kurang kreatif serta kurang memperhatikan peluang yang ada. Padahal suatu negara dapat dikatakan maju jika setidaknya memiliki 2% masyarakat yang berprofesi sebagai entrepreneur.

Pembahasan

Technopreneurship adalah gabungan dari kata technology dan entrepreneur yang diartikan sebagai bisnis atau usaha yang berbasis teknologi sehingga tak hanya keahlian dalam berbisnis dan berwirausaha tetapi pengetahuan akan teknologi yang berkembang juga dibutuhkan. Teknologi sendiri merupakan cara atau metode untuk mengolah sesuatu agar terjadi efisiensi biaya dan waktu sehingga menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan menguntungkan. Dan seorang entrepreneurship bisa dikatakan entrepreneur jika melakukan hal - hal sebagai berikut : 

1. mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pasar. 
2. menemukan solusi - solusi untuk mengisi peluang pasar tersebut. 
3. memperoleh sumber daya yang diperlukan (uang, orang, dan peralatan) untuk menjalankan bisnis.
4. mengelola sumber daya dari tahap awal (start-up) ke fase bertahan (survival) dan fase pengembangan (ekspansi). 
5. mengelola segala resiko yang berhubungan dengan bisnisnya.

Menurut Posadas (2007), istilah technopreneurship dalam cakupan yang lebih luas, yakni sebagai wirausaha dibidang teknologi yang mencakup teknologi semikonduktor sampai ke aksesoris komputer pribadi (PC). Menurut Hartono (2011) menyatakan bahwa tehnopreneurship adalah sebuah kolaborasi antara penerapan teknologi sebagai instrumen serta jiwa usaha mandiri sebagai kebutuhan.

Seperti yang dijelaskan diatas seorang entrepreneurship harus bisa membaca peluang yang tersembunyi dari sebuah gagasan agar dapat menjadikan sebuah tantangan menjadi sebuah peluang bisnis. Dan disinilah muncul sebuah kreativitas untuk mengubah atau mengembangkan sebuah ide atau gagasan. 

Sutomo (2007) menjelaskan bahwa kreativitas menjadikan peluang sebagai ide praktis yang dapat diterapkan ke pekerjaan sehari-hari memerlukan kemampuan pengembangan ide (divergen) dan kemampuan mengerucutkan ide (konvergen). Beberapa hal yang perlu diingat oleh seorang wirausaha dalam melihat peluang adalah (Supriyadi&Widodo, 2002):

1. Pengalaman dan Objektifitas

Pengalaman akan membantu seorang wirausaha dalam menilai sebuah peluang usaha.

2. Kedekatan Pasar

Hal ini diperlukan untuk mengetahui dan memenuhi keinginan pasar atau konsumen.

3. Pemahaman teknis

Mencari tahu segala hal yang berhubungan dengan bisnisnya secara mendetail.

4. Kebutuhan finansial

Diperlukan perhitungan untuk membuat suatu produk baru seperti alat yang dipakai, orang yang nantinya bekerja akan digaji berapa, dll.

5. Diferensiasi produk

Menawarkan sesuatu yang berbeda dengan kompetitor dengan memberikan value yang lebih dan berbeda dari yang lain.

6. Pemahaman Aspek Hukum 

Terutama berkaitan dengan masalah hak cipta, merk dagang, hak paten, dll (SIUT, SIUP, SIUJK, TDP, NPWP, PKP). Pemahaman terhadap aspek hukum membantu mengurangi faktor resiko.

Kesimpulan

Menjadi seorang technopreneur tidaklah mudah banyak hal - hal yang harus dipelajari untuk bisa mendapatkan kesuksesan namun bukan berarti para mahasiswa tidak bisa menjadi seorang technopreneur dengan diasahnya cara berfikir, mengembangkan kreativitas dengan cara tertarik dalam suatu bidang tertentu, melihat suatu peluang dari sebuah ide atau gagasan dan mengembangkannya. Banyak sekali contoh seorang techopreneur yang berawal dari banyak kegagalan namun tetap berusaha dan mencari peluang untuk bisa sukses seperti Mark Zuckerberg (Pendiri Facebook) dan Steve Jobs (Pendiri Apple).

Daftar Pustaka

Modul Mata Kuliah Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

Sutomo, Djati. 2007. Menjadi Enterpreneur Jempolan. Republika. Jakarta

Setiawan, Rony. 2021. Memahami apa itu Technopreneurship?. Dicoding

Baihaqi, Imam dan M Nurif. 2015. Pengantar Technopreneurship. Surabaya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.