September 24, 2022

Orientasi Kewirausahaan

 

Orientasi Kewirausahaan

 



Orientasi kewirausahaan mengacu pada proses, praktik, dan pengambilan keputusan yang mendorong kearah baru dan mempunyai tiga aspek kewirausahaan, yaitu selalu inovatif, bertindak secara proaktif dan berani mengambil resiko. Mengukur orientasi kewirausahaan (entrepreneurial orientation) digunakan indikator yang dikembangkan dari penelitian Lee dan Tsang.

Variabel ini diukur dengan 4 dimensi, yaitu: Need for Achievement, Internal Locus of Control, Self Reliance, and Extroversion. Orientasi kewirausahaan memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja usaha dan menjadi suatu makna yang dapat diterima untuk menjelaskan kinerja usaha.

Seseorang tidak akan mengalami perkembangan tanpa menggunakan upaya pikir dan fisik untuk menciptakan suatu rekayasa positif demi satu perubahan. Seorang wirausaha senantiasa berupaya melakukan inovasi untuk memperbaiki suatu keadaan (Machfoedz & Mas’ud, 2006).

v  Dimensi Orientasi Kewirausahaan

Orientasi kewirausahaan yang tercermin dari sikap penuh inovasi, proaktif dan keberanian mengambil resiko diyakini mampu mendongkrak kinerja perusahaan. Untuk mengukur orientasi kewirausahaan (entrepreneurial orientation) digunakan indikator yang dikembangkan dari penelitian Lee dan Tsang yang terdiri dari (Anomsari, 2011):

1.      Need for achievement (kebutuhan berprestasi)

Kebutuhan berprestasi adalah faktor psikologis yang kuat yang memicu seseorang melakukan aktivitas sepanjang tujuannya belum tercapai. Indikator need for achievement meliputi:

a.       Tidak puas bila yang diinginkan belum diperoleh.

b.      Terus berusaha meski orang lain mengatakan tidak mungkin.

c.       Terus bekerja sampai mencapai tujuan yang diinginkan.

2.      Internal locus of control (keyakinan diri)

Locus of control merupakan keyakinan bahwa keberhasilan itu adalah karena usaha dari diri sendiri. Indikator internal locus of control meliputi:

a.       Apa yang dicapai adalah hasil kerja keras

b.      Untung atau ruginya usaha ditentukan oleh diri sendiri

c.       Mampu menguasai diri

3.      Self Reliance

a.       Orang lain banyak yang dapat bekerja sebaik saya

b.      Suka mengambil keputusan sendiri

4.      Extroversion

a.       Suka berjumpa dengan orang baru

b.      Berinisiatif untuk memulai pembicaraan

c.       Menyukai banyak kesibukan

 

v  Dimensi Orientasi Pasar

Orientasi pasar merupakan ukuran perilaku dan aktivitas yang mencerminkan implementasi konsep pemasaran (Tjiptono, 2008). Orientasi pasar memiliki tiga faktor lingkungan yang berpengaruh dalam memoderasi hubungan antara tingkat orientasi pasar dan kinerja bisnis, yaitu market turbulance, intensitas persaingan, and technological turbulance.

 

v  Dimensi Orientasi Pembelajaran

Orientasi pembelajaran dikonseptualisasikan sebagai sikap dasar terhadap pembelajaran, yaitu, organisasi dan manajerial karakteristik yang memfasilitasi proses pembelajaran organisasi (Real et al., 2014). Ketika perusahaan menjadi lebih besar, komitmen untuk belajar memainkan peran penting dalam mengembangkan aset dan kemampuan terkait dengan kegiatan utamanya (Wang, 2008).

 

 

References:

Anomsari, M. A. (2011). Analisis Pengaruh Orientasi Kewirausahaan, Kemampuan Manajemen, dan Strategi Bisnis Dalam Peningkatan Kinerja Perusahaan (Studi Pada Usaha Kecil Menengah di Kawasan Usaha Barito Semarang). Semantik, 1(1).

Machfoedz, M., & Mas’ud, M. (2006). Kewirausahaan: Metode, Manajemen, danImplementasi,(Edisi Pertama). Yogyakarta.

Real, J. C., Roldán, J. L., & Leal, A. (2014). From entrepreneurial orientation and learning orientation to business performance: analysing the mediating role of organizational learning and the moderating effects of organizational size. British Journal of Management, 25(2), 186–208.

Tjiptono, F. (2008). dkk, Pemasaran Stratejik. Andi, Yogyakarta.

Wang, C. L. (2008). Entrepreneurial orientation, learning orientation, and firm performance. Entrepreneurship Theory and Practice, 32(4), 635–657.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar