September 11, 2022

Pentingnya Peranan Kepemimpinan Dalam Manajemen

 

Pentingnya Peranan Kepemimpinan Dalam Manajemen

                   

Oleh : @V11-WIDAYANTI (Indah Permata Widayanti)

 

ABSTRAK

Kepemimpinan merupakan bagian penting dalam proses manajemen dan dibutuhkan pada semua tipe organisasi. Pemimpin merencanakan dan mengorganisasikan sumber daya yang ada dengan mempengaruhi dan mengarahkan orang lain untuk mencapai kinerja karyawan yang optimal. Selain kepemimpinan, kepuasan bawahan terhadap atasan adalah hal yang harus dicapai untuk meningkatkan kinerja karyawannya. Keberhasilan kepemimpinan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang diterapkan dan kepuasan para bawahannya. Selain kepemimpinan, dibutuhkan juga fungsi manajemen agar organisasi berjalan aktif dan tidak kehilangan arah. Keberhasilan kepemimpinan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang diterapkan serta kepuasan para bawahannya.

Kata kunci : Kepemimpinan, manajemen


PENDAHULUAN

Kepemimpinan merupakan salah satu isu dalam manajemen yang masih cukup menarik untuk diperbincangkan hingga dewasa ini baik dari media massa, elektronik maupun cetak, seringkali menampilkan opini dan pembicaraan yang membahas seputar kepemimpinan. Peran kepemimpinan yang sangat strategis dan penting bagi pencapaian misi, visi dan tujuan suatu organisasi, merupakan salah satu motif yang mendorong manusia untuk selalu menyelidiki seluk-beluk yang terkait dengan kepemimpinan.

            Kepemimpinan merupakan masalah yang penting bagi suatu kelompok atau organisasi kelembagaan. Hal ini dikarenakan pemimpin merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh bagi keberhasilan suatu organisasi atau lembaga tersebut untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan bisa juga diartikan sebagai kekuatan atau kemampuan dalam menggerakkan orang dan mempengaruhi orang. Begitu pentingnya peran pemimpin karena dapat mencakup kegiatan motivasi, komunikasi, pelatihan, dan kepemimpinan dalam bentuk-bentuk pengaruh pribadi lainnya.

 

PEMBAHASAN

Definisi Kepemimpinan

Ordway Tead (1929)

Kepemimpinan adalah perpaduan karakter yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain untuk menyelesaikan tugasnya.

Rauch & Behling (1984)

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok organisasi ke arah pencapaian tujuan.

John W. Gardner (1990)

Kepemimpinan adalah proses pemujukan dimana setiap individu merangsang kumpulannya untuk meneruskan objektif yang ditetapkan oleh pemimpin dan dikongsi bersama oleh pemimpin dan pengikutnya.

 

Definisi Manajemen

James A.F. Stoner (2006)

Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Mulayu S.P. Hasibuan (2000)

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai satu tujuan.

 

Gaya Kepemimpinan

            1. Kekuasaan

Kekuasaaan adalah otorisasi dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu dalam rangka penyelesaian tugas tertentu.

2. Kewibawaan

Kewibawaan merupakan keunggulan, kelebihan, keutamaan sehingga pemimpin mampu mengatur orang lain dan patuh padanya.

3. Kemampuan

Kemampuan adalah sumber daya kekuatan, kesanggupan dan kecakapan secara teknis maupun sosial, yang melebihi dari anggota biasa.

 

Peran Kepemimpinan dalam Manajemen

Kepemimpinan lebih erat kaitannya dengan fungsi penggerakan (actuating) dalam manajemen. Fungsi penggerakan mencakup kegiatan memotivasi, kepemimpinan, komunikasi, pelatihan, dan bentuk-bentuk pengaruh pribadi lainnya. Fungsi tersebut juga dianggap sebagai tindakan mengambil inisiatif dan mengarahkan pekerjaan yang perlu dilaksanakan dalam sebuah organisasi.

Manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan mempunyai kepentingan masing-masing, yang bahkan saling berbeda dan berakibat terjadinya konflik. Perbedaan kepentingan tidak hanya antar individu di dalam organisasi, tetapi juga antara individu dengan organisasi di mana individu tersebut berada.


 

Kasus Kepemimpinan dalam Tim

1.      Tim yang Kompak

Tim yang kompak adalah tim yang selalu mengerjakan kegiatan- kegiatannya secara bersama-sama dan saling membantu, baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun di luar pekerjaan. Tim demikian merasa terdapat persamaan  dalam berbagai hal, antara lain dalam hal pola pikir, filosofi kehidupan, nilai-nilai (values), cara penanganan kasus, dapat dipercayainya karakter masing-masing anggota, dan sebagainya.

2.      Tim yang Kurang Kompak

Kekurang kompakan antar anggota tim dapat disebabkan oleh berbagai hal. Telah dikemukakan di atas bahwa semua pihak dalam suatu tim adalah manusia yang masing-masing mempunyai kepentingan pribadi yang berbeda-beda. Perbedaan kepentingan pribadi dan keluarganya, kepentingan sosial, kepentingan politik, daya tahan fisik dalam bekerja, perbedaan semangat pengabdian, perbedaan cara pandang atas suatu masalah, perbedaan strategi dalam penanganan masalah, kurangnya komunikasi antar anggota tim, dan sebagainya dapat menjadi penyebab terjadinya kekurang kompakan tersebut.

3.      Tim yang Tidak Kompak

Seperti halnya telah diuraikan pada tim yang kurang kompak, tim yang tidak kompak pada dasarnya disebabkan oleh adanya berbagai perbedaan di antara mereka. Dibandingkan dengan tim yang kurang kompak, tim yang tidak kompak ini memiliki tingkat perbedaan yang lebih besar. Pada tim seperti ini perbedaan yang menonjol terdapat pada tingkat intelektualitas, emosional, moralitas, dan karakter dari           masing-masing anggota/ketua timnya. Akibat dari tim yang tidak kompak dapat berupa kegagalan kerja dari tim yang bersangkutan, bahkan bisa sampai terjadi pertentangan di antara mereka. Ketua tim tidak dapat lagi mengendalikan para anggotanya dan para anggota tidak mau lagi mempercayai ketua timnya.

 

KESIMPULAN

Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok. Seorang pemimpin yang baik harus memiliki integritas (kepribadian), intelektual (pengetahuan), intelegensi (spiritual), skill atau kemampuan/keahlian, memiliki power atau dapat mempengaruhi orang lain, mau belajar, mendengar dan siap dikritik.

SARAN

            Dengan menetapkan kepemimpinan dalam diri kita dapat mengendalikan kepemimpinannya agar harus mendorong perilaku positif dan meminimalisir semua yang negatif, mencari pemecahan masalah, mempelajari perubahan di sekitarnya, serta merencanakan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.


DAFTAR PUSTAKA

Thoha, M. 2010. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Aynul. 2009. "Leadership: Definisi Pemimpin". (Online). (Http://referensi-kepemimpinan.blogspot.com /2009/03/definisi-pemimpin.html, diakses 11 November 2011)

Mullins, L. J. 2005. Management and Organisational Behaviour. England: Pearson Education Limited.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.