September 08, 2022

Proses Manajemen Strategis Dalam Berwirausaha

Oleh: Yulfara Kartini (@V05-Yulfara)

Abstrak 

Latar belakang artikel ini yaitu banyaknya persaingan usaha. Hal ini yang menyebabkan pelaku usaha harus menghadapi banyak berbagai masalah akibat dari persaingan yang semakin ketat. Artikel ini bertujuan agar para pelaku usaha dapat melakukan perencanaan yang baik dengan meninjau proses yang ada didalam manajemen strategis. Usaha yang dibangun harus memiliki keunggulan agar usahanya berumur panjang atau berkelanjutan. Proses manajemen strategis ini merupakan proses yang berkelanjutan.

Keywords: Usaha, Perencanaan, Manajemen Strategis.

Pendahuluan

Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah yang menjadi keunggulan untuk dijadikan sebuah peluang. Pemimpin perusahaan harus dapat menciptakan strategi yang efektif, dalam arti bahwa strategi tersebut dapat mendorong terjadinya keselarasan antara perusahaan dengan lingkungannya dan juga dengan pencapaian tujuan strategisnya. Peluang usaha baru tentunya memiliki berbagai resiko. Oleh karena itu, dalam memulai sebuah bisnis baru harus mampu menilai tingkat kemampuan dan memiliki rasa percaya diri terhadap kemampuannya. Dari sinilah muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan mempunyai cara berfikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka cenderung mempunyai motivasi, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan sikap dan perilaku sebagai manusia yang unggul.

Permasalahan

Dalam lingkungan bisnis yang semakin ketat, sebuah usaha harus memiliki keunggulan kompetitif agar dapat mempertahankan keberlanjutan usaha serta memenangkan persaingan. Untuk itu setiap wirausaha dituntut untuk selalu mengerti dan memahami apa yang terjadi dipasar dan apa yang menjadi keinginan konsumen, serta berbagai perubahan yang ada di lingkungan bisnis sehingga mampu bersaing dengan dunia bisnis lainnya dan berupaya untuk meminimalisasi kelemahan-kelemahan dan memaksimalkan kekuatan yang diimiliki.

Pembahasan

Setelah ide untuk memulai usaha muncul, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan usaha. Perencanaan usaha sebagai persiapan awal yaitu sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha dan sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar. Proses perencanaan ini sebagai penentu arah yang akan ditempuh dalam kegiatan-kegiatan yang diperlukan dalam pencapaian tujuan suatu usaha. Penentuan ini seperti hasil yang akan dicapai, bagaimana cara mencapainya, kapan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan dan siapa yang akan melakukan. Dalam hal ini maka diperlukannya manajemen strategis.

Pada proses manajemen strategis ini adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Terdapat beberapa proses dalam manajemen strategis, yaitu:

a.   Mengembangkan visi yang jelas dan diterjemahkan menjadi misi, dimana visi merupakan hasil dari impian wirausaha atas sesuatu yang belum terwujud dan kemampuan menggambarkan impian yang menarik agar bisa dilihat orang lain. Sedangkan misi merupakan pernyataan jangka panjang mengenai tujuan perusahaan.

b.   Menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan, yang dimana kekuatan adalah faktor internal produktif yang dapat digunakan perusahaan untuk mencapai misi. Sedangkan kelemahan adalah faktor internal negatif yang dapat menghambat kemampuan perusahaan mencapai misinya.

c.     Mengamati lingkungan sekitar agar mengetahui peluang dan ancaman, yang artinya peluang ini adalah faktor eksternal positif yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sedangkan ancaman sendiri adalah faktor eksternal negatif yang bisa menghalangi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya.

d.  Mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan utama perusahaan, artinya ini dapat menentukan kemampuan perusahaan untuk memenangkan persaingan.

e.     Menganalisis persaingan, adalah sebuah cara agar pelaku usaha waspada terhadap pesaing.

f.      Menyusun sasaran dan tujuan perusahaan, dimana ini merupakan atribut jangka panjang dan luas yang berusaha dicapai oleh perusahaan.

g.     Merumuskan opsi-opsi strategis dan memiliki strategi yang tepat, ini adalah tindakan yang disusun oleh wirausaha untuk mencapai tujuan usahanya.

h.  Menterjemahkan rencana strategis ke dalam rencana aksi, artinya adalah agar suatu strategi dapat diimplementasikan maka dibutuhkan proses yang sesuai dengan budaya perusahaan.

i.      Menentukan pengendalian yang tepat, dimana pengendalian ini adalah untuk menilai efektivitas strategi.

Kesimpulan

Menjadi seorang wirausaha harus dapat menciptakan strategi yang efektif, itulah mengapa seorang wirausahawan mempunyai cara berfikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Dalam menjalankan usaha perlu melakukan perencanaan terkait hasil yang akan dicapai, bagaimana cara mencapainya, kapan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan dan siapa yang akan melakukan. Perencanaan ini dipengaruhi oleh proses manajemen strategis, yang dimana manajemen strategis ini adalah proses yang berkelanjutan.

Daftar Pustaka

Recalmaru (2017). Perencanaan Strategis dalam Kewirausahaan. Online.

Ianin (2019). Strategi Kewirausahaan. Online.

Agus, Suryono (2018). Perencanaan, Pengelolaan, dan Strategi Bisnis. UPN Veteran. Yogyakarta.

Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan (2018). Volume 12, Nomor 12. Universitas Udayana. Bali.

Modul 2 Kewirausahaan III. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.