September 04, 2022

TECHNOPRENEURSHIP SEBAGAI DAYA CIPTA MASA KINI BERBASIS TEKNOLOGI


oleh : Shazfa Zakirah Yasmeenah (@V22-SHAZFA)


ABSTRAK

Tantangan yang sedang dihadapi pada negara berkembangan ialah masalah pengangguran. salah satu alasan tingginya tingkat pengangguran suatu negara adalah adanya persepsi bahwa lebih mudah untuk mencari pekerjaan di sektor formal atau non-formal sebagai karyawan dibandingkan dengan membuat lapangan pekerjaan sendiri. Dengan semakin berkembanganya ilmu teknologi dibidang kewirausahaan maka hadirlah istilah Teknopreneruship yang merupakan salah bagian dari suatu proses kegiatan bisnis yang didalamnya berisikan berbasis teknologi, dengan memiliki tujuan dan harapan agar dapat mengembangkan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dikalangan muda saat kondisi sekarang ini. Technopreneurship memiliki beberapa manfaat yaitu, Menciptakan lapangan kerja; Meningkatkan manfaat sumber daya lokal; Diversifikasi dan desentralisasi bisnis; Perkembangan teknologi; Peningkatan ekonomi dan Mendorong kewirausahaan. Oleh karena itu Proses pengembangan technopreneur  pada mahasiswa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai proses sejak dini memasuki pendidikan di perguruan tinggi, on going sampai mencapai kelulusan sebagai sarjana.

KATA KUNCI : Technopreneurship, Kewirausahaan, Mahasiswa


PENDAHULUAN

Technopreneurship dan entrepreneurship merupakan dua hal yang memiliki akar yang sama yaitu kewirausahaan, namun keduanya tidak bisa disamakan. Seperti yang diketahui entrepreneurship proses kegiatan kreativitas dan inovasi menciptakan perubahan dengan memanfaatkan peluang dan sumber-sumber yang ada untuk menghasilkan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain serta memenangkan persaingan adalah sedangakan Teknopreneruship merupakan salah bagian dari suatu proses kegiatan bisnis yang didalamnya berisikan berbasis teknologi, dengan memiliki tujuan dan harapan agar dapat mengembangkan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dikalangan muda saat kondisi sekarang ini. Istilah ini bisa dibilang baru dan kian populer bersama dengan berkembangnya teknologi. Saat ini, istilah technopreneur dikenal bagi seorang pengusaha startup atau bisnis rintisan yang memanfaatkan teknologi sebagai basis bisnisnya. teknologi yang sedang sangat diminati dan terus diteliti adalah kecerdasan buatan, augmented reality, blockchain, the internet of things, 3D printing, big data, cloud computing, dan masih banyak lagi.


PERMASALAHAN

Masalah kompleks di negara yang sedang berkembang adalah masalah pengangguran (Saraih, et al., 2018), salah satu alasan tingginya tingkat pengangguran suatu negara adalah adanya persepsi bahwa lebih mudah untuk mencari pekerjaan di sektor formal atau non-formal sebagai karyawan dibandingkan dengan membuat lapangan pekerjaan sendiri (Indrasari, Purnomo, Syamsudin, & Yunus, 2018). Pengangguran tidak terjadi hanya pada masyarakat pendidikan rendah tetapi terjadi pada kalangan berpendidikan tinggi juga. Lulusan dari universitas dan perguruan tinggi juga menemukan beberapa kesulitan untuk mengamankan pekerjaan mereka di sektor publik dan swasta karena lingkungan ekonomi yang bergejolak saat ini (Teshome, 2014).

Jika masalah ini terus dibiarkan maka akan berdampak para lulusan perguruan tinggi tetap banyak sebagai job seeker daripada job creator, sebagian besar lulusan masih berorientasi mencari pekerjaan dan mengalami masa tunggu kerja yang cukup lama (Handriani, 2011) hingga tingkat pengangguran Indonesia kian bertambah. Dampak secara perekonomian akan menyebabkan Indonesia sulit memperoleh keunggulan kompetitif karena peranan teknologi yang digunakan masih rendah sehingga menyebabkan produk nasional Indonesia menurun karena daya saing yang menurun.


PEMBAHASAN

Di era teknologi ini, tentu technopreneurship adalah suatu hal yang tak mungkin lagi dianggap sepele. Technopreneurship telah dianggap sebagai cara hidup agar dapat mengatasi pengangguran di antara lulusan yang telah menjadi masalah global (Hanapi & Nordin, 2014) sehingga lulusan didorong untuk menjadi seorang technopreneur. Technopreneurship intention membuat keadaan pikiran yang mengarahkan dan membimbing tindakan individu terhadap pengembangan, dan penerapan konsep bisnis teknologi baru (Hoque, Awang, & Siddiqui, 2017). Intensi usaha dalam bisnis merupakan komitmen untuk melakukan suatu usaha baru dalam dunia bisnis sebagai wujud dari perilaku (Ayub, Nasip, Fabeil, & Buncha, 2017). Untuk memulai menjadi seorang wirausaha kreatif dan efektif merupakan modal utama lahirnya seorang pengusaha untuk dapat memulai usahanya (Nguyen, 2018). Tingkat technopreneurship intention yang tinggi akan mendorong seseorang menjadi technopreneur.

Beberapa manfaat yang membuat technopreneurship penting adalah sebagai berikut:

  1. Menciptakan lapangan kerja
    Bisnis startup yang semakin banyak bermunculan merupakan hasil dari technopreneurship.Startup-startup ini tentu menciptakan lapangan kerja baru karena kebutuhannya akan sumber daya manusia untuk mengoperasikan bisnis. Oleh karena itu, technopreneurship memiliki dampak besar dalam mengurangi jumlah pengangguran dan menyelesaikan masalah kesulitan menemukan lapangan kerja.
  2. Meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal
    Startup berbasis teknologi dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada di sekitar kita. Contohnya seperti berbagai startup ojek dan taksi online yang menyelesaikan masalah kesulitan menemukan kendaraan umum. Dengan teknologi mereka, kini sangat mudah untuk memanggil kendaraan umum untuk transportasi sehari-hari.

    Startup tersebut pun tidak diragukan lagi telah menyerap banyak sumber daya manusia yang tergabung sebagai mitra dan memberikan mereka kesempatan akan kualitas hidup yang lebih baik.
  3. Diversifikasi dan desentralisasi bisnis
    Pemanfaatan teknologi mutakhir sebagai basis bisnis yang diciptakan seorang technopreneur mampu memberikan kesempatan bagi orang-orang tanpa peduli jarak. Kini, remote working atau kerja jarak jauh tak lagi asing dan justru semakin terfasilitasi.
  4. Perkembangan teknologi
    Technopreneurship adalah salah satu pendorong perkembangan teknologi serta inovasi. Perusahaan-perusahaan yang diciptakan oleh technopreneur visioner terus menerus berusaha mengembangkan teknologi agar menjadi lebih efisien dan bermanfaat setiap harinya.
  5. Peningkatan ekonomi
    Dengan terbukanya lapangan baru, tentu saja technopreneurship dan bisnis berbasis teknologi adalah salah satu penyokong ekonomi negara. Perkembangannya yang cepat mengundang banyak investor yang memberikan suntikan dana sebagai bentuk dukungan bisnis masa kini yang bermanfaat.
  6. Mendorong kewirausahaan
    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, technopreneurship adalah aplikasi entrepreneurship yang menitikberatkan penggunaan teknologi.Oleh karena itu, dengan terus berkembangnya technopreneurship, orang-orang akan semakin tergerak untuk juga berusaha memulai bisnisnya sendiri.

Motivasi Untuk Menjadi Seorang Technopreneur
    Sumberdaya manusia yang lemah dalam menangkal dan mengantisipasi krisis yang terjadi dapat menyebabkan keterpurukan sebuah negara. Pendidikan tinggi dalam hal ini ditantang untuk dapat mencetak sarjana yang memiliki kepribadian dan karakter baik, dengan skill yang mumpuni menjadi ahli bidangnya dan dilengkapi jiwa kewirausahaan. Dengan dibekali technopreneur, sarjana dapat menjadi individu yang mandiri sekaligus membuka kesempatan kerja bagi yang lain.
    Upaya pembentukan jalinan kemitraan dengan berbagai pihak terkait yang mendukung sosialisasi technopreneur pada kalangan mahasiswa perlu terus dilakukan secara intensif. Program lain yang potensial dilaksanakan ialah kampanye nasional yang bergerak dalam rangka memasyarakatkan semangat, jiwa dan perilaku kewirausahaan muda.

Mahasiswa bukan lagi hanya slogan belaka. Akan tetapi, yang lebih penting adalah menumbuhkan kesadaran bahwa technopreneur bagian integral dan tak terpisahkan dari eksistensi mahasiswa agar dapat bergerak menuju pada suatu kenyataan yang lebih baik. Hal ini tentu perlu didukung bersama oleh semua komponen anak bangsa.

Beberapa Contoh Technopreneur Dunia

  1. Elon Musk
    Elon Musk adalah technopreneur paling relevan yang sangat terkenal saat ini. Elon Musk adalah CEO perusahaan SpaceX, PayPal, dan Tesla. Sosok ini adalah seseorang yang cukup revolusioner dan patut menjadi technopreneur panutan. Elon Musk adalah sosok pekerja keras yang bekerja hingga 80 jam seminggu. Ia tidak ragu untuk mengambil risiko dan selalu berusaha mengembangkan teknologinya agar dapat memberikan kepuasan lebih terhadap para konsumennya. Tak heran jika Ia adalah seorang technopreneur yang berhasil meluncurkan roket ke luar angkasa.
  2. Nadiem Makarim
    Nadiem Makarim adalah pendiri Gojek, yaitu startup transportasi online yang sangat terkenal. Kini, Gojek tak hanya beroperasi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara tetangga sekitar Asia Tenggara. Sosok technopreneur ini merupakan lulusan lulusan S2 Harvard Business School di Harvard University, Amerika Serikat. Usaha rintisan miliknya dimulai tahun 2010 berawal dari keresahan dirinya sendiri yang sulit mendapatkan ojek untuk berangkat kerja. Kemampuan problem solving atau pemecahan masalah technopreneur ini berbuah startup yang memudahkan hidup jutaan orang saat ini.
  3. Bill Gates
    Bill Gates adalah salah satu technopreneur yang paling terkenal di dunia sebagai orang terkaya selama beberapa tahun. Jiwa technopreneurship dalam dirinya bersama Paul Allen adalah awal dari terbentuknya perusahaan Microsoft yang mengubah dunia.

KESIMPULAN
    Manfaat Technopreneurship yaitu, Menciptakan lapangan kerja; Meningkatkan manfaat sumber daya lokal; Diversifikasi dan desentralisasi bisnis; Perkembangan teknologi; Peningkatan ekonomi dan Mendorong kewirausahaan. Contoh Technopreneur Dunia yang menginspirasi meliputi, Elon Musk, Nadiem Markarim dan Bill Gates
    Proses pengembangan technopreneur  pada mahasiswa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai proses sejak dini memasuki pendidikan di perguruan tinggi, on going sampai mencapai kelulusan sebagai sarjana.


Daftar Pustaka

Santosa. I. (2014). MASALAH DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN   KEWIRAUSAHAAN PADA KALANGAN  MAHASISWA  DI INDONESIA. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan, (Vol. 3, No. 3)

Suhartini., Sudianto. A., Gunawan. I., Bq.Andriska., Ahmadi. H., Fathurrahman. I., Wasil. M., Wijaya. L. K., Nurhidayati. (2021). Pembinaan Kewirausahaan Berbasis Teknologi untuk Mengembangkan Jiwa Technopreneurship. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, (Vol. 2, No. 1)

Sumber Lain :

https://glints.com/id/lowongan/technopreneurship-adalah/#.YxSiDEdBzIX

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.