Oktober 23, 2022

INVESTASI AKAN SELALU BERDAMPINGAN DENGAN RETURN DAN RESIKO

 


Laykha Fitriani Az Zahra (@V12-LAYKHA)

ABSTRAK

Artikel ini membahas lebih dalam tentang investasi apa pengertiannya, apa tujuan dari investasi itu sendiri, bagaimana tahapan investasi, bagaimana cara mendapatkan investor bisnis yang tepat, dan return serta resiko dari investasi itu sendiri. Berbagai cara ditempuh untuk menginvestasikan hartanya pada berbagai bidang kehidupan mulai dari baik investasi pada sektor riil maupun sektor non riil dengan tujuan mendapatkan keuntungan untuk menambah kekayaannya. Dalam ekonomi konvensional kapitalis, dalam hal bidang dan cara berinvestasi seseorang dapat dengan bebas melakukannya sepanjang ia dapat memperoleh keuntungan (return). Saat ini invetasi non riil sangat berkembang dan cenderung lebih diminati masyarakat dari pada sektor riil. Hal ini disebabkan karena untuk berinvestasi disektor non riil seseorang tidak perlu harus memiliki modal ratusan juta, akan tetapi dengan modal kecil pun sesorang dapat berinvestasi. Sedangkan berinvestasi di sektor riil seseorang diperlukan modal yang cukup besar dan resikonya pun cukup besar.

Kata kunci       : Investasi, Return, Bisnis

 

PENDAHULUAN

Perkembangan dunia usaha dan investasi saat ini merupakan dampak langsung dari perkembangan di bidang teknologi. Kemajuan teknologi membuat setiap individu dapat mengakses informasi secara online tanpa adanya halangan. Bagi para entrepreneur atau pebisnis ketersediaan informasi ini dapat dijadikan acuan dalam mengambil peluang bisnis, dimana informasi-informasi yang dapat diakses melalui internet tersebut secara tidak langsung menggambarkan kebutuhan masyarakat secara umum, baik sifatnya domestik maupun internasional. Hal ini dapat menjadi peluang bagi para entrepreneur ataupun pebisnis untuk menyediakan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan juga berdampak pada banyak bermunculannya perusahaan-perusahaan startup di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Ruang lingkup bisnis pada perusahaan startup pada umumnya bergerak di bidang e-commerce atau perdagangan online, sehingga perusahaan startup dikenal sebagai perusahaan berbasis digital (Gunawan, 2018). Pengetahuan Investasi merupakan pemahaman yang harus dimiliki seseorang mengenai berbagai aspek mengenai investasi dimulai dari pengetahuan dasar penilaian investasi, tingkat risikonya, dan tingkat pengembalian (return) investasi. karena semakin banyak ilmu yang didapatkan mengenai investasi baik itu melalui pembelajaran maupun sosialisasi dari pasar modal maka semakin besar keinginan seseorang dalam melakukan investasi di pasar modal.

 

PEMBAHASAN

Investasi

Pengertian investasi pada beberapa literatur dan penelitian yang sudah ada akan selalu menekankan pada tingkat return dan resiko. Menurut Herlianto (2011) investasi merupakan suatu komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang. Apabila investor bersedia untuk melakukan investasi pada suatu perusahaan artinya investor tersebut sudah mengorbankan sejumlah dana atau pun sumber daya lainnya dengan harapan mendapatkan hasil di masa yang akan datang. Keuntungan atau profit merupakan alasan para investor mau merelakan sejumlah uangnya untuk investasi. Namun pada kenyataannya tidak semua hasil investasi sesuai dengan harapan para investor, melainkan sebaliknya investor malah mendapatkan kerugian yang cukup besar. Ketidakpastian dalam berinvestasi membuat para investor tidak jarang memperhitungkan tingkat kehilangannya atau resiko sebagai acuan dasar perhitungan tingkat pengembalian atau return investasinya. Dan juga dari tingkat resiko tersebut investor dapat menentukan arah investasinya apakah berupa aset riil (real assets) seperti tanah, bangunan, mesin, emas atau pada aset finansial (financial assets) seperti saham, obligasi, dan deposito (Tandelilin, 2001). Adapun tujuan dari investasi menurut Tandellin (2010) untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa depan. Seseorang memiliki persepsi bagaimana ia dapat meningkatkan taraf hidupnya di masa yang akan datang atau setidaknya berusaha bagaimana seseorang tersebut mempertahankan pendapatan yang sekarang agar tidak berkurang dari nilai sekarang.

 

Tahap-tahap Investasi

Tahap-tahap investasi terdiri dari lima tahap yaitu:

1)   Penentuan tujuan investasi. Tujuan investor antara yang satu dengan yang lain tidak sama, tergantung dari keputusan yang dibuat.

2)   Penentuan kebijakan investasi. Tahap ini merupakan tahap penentuan kebijakan untuk memenuhi tujuan investasi yang telah ditetapkan.

3)   Pemilihan strategi portofolio. Ada dua strategi yang dipilih, yaitu strategi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif. Strategi portofolio aktif meliputi penggunaan informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan secara aktif untuk mencari kombinasi portofolio yang lebih baik. Strategi portofolio pasif meliputi aktivitas investasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indek pasar.

4)   Pemilihan asset. Tahap ini merupakan proses pengevaluasian setiap sekuritas yang ingin dimasukan dalam portofolio.

5)   Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio. Tahap ini meliputi kinerja portofolio dan pembandingan hasil pengukuran tersebut dengan kinerja 9 portofolio lainnya melalui proses benchmarking (Tendelilin:2000). Portofolio yang efisien adalah portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan risiko yang sudah pasti atau portofolio yang mengandung risiko terkecil dengan tingkat return ekspektasi yang sudah pasti. Portofolio yang efisien ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan risikonya atau menentukan tingkat risiko yang tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekpektasinya (Hartono:2000)

 

Cara Mendapatkan Investor Bisnis yang Tepat

Setelah Anda mengetahui pengertian investasi, sekarang saatnya mempersiapkan bisnis Anda untuk menemukan investor yang tepat.

      Siapkan Profil Bisnis

Untuk menyakinkan calon onvestor, berikan informasi bisnis Anda selengkapnya mungkin. Jangan terlalu banyak, yang terpenting adalah informasinya jelas dan menarik. Jelaskan latar belakang bisnis Anda, produk atau jasa yang ditawarkan, serta kelebihan bisnis yang dijalankan. Mungkin saja investor tidak langsung luluh, namun setidaknya berikan mereka kesempatan untuk terus mencari tahu profil bisnis Anda.

      Buat Laporan Keuangan yang Rapi

Salah satu faktor yang meyakinkan investor pada bisnis adalah cara Anda mengelola keuangan. Semua perhitungan harus jelas dan laporan keuangan bisnis harus dicatat dengan rapi. Laporan keuangan yang rapi adalah cara terbaik untuk membuat investor percaya bahwa mereka sedang menanamkan modal pada bisnis yang tepat. Salah satu software akuntansi yang membantu Anda untuk mendapatkan laporan keuangan yang baik adalah Jurnal.

      Jelaskan tentang Proyeksi Bisnis

Tidak bisa dipungkiri bahwa tujuan seorang investor menanamkan modal pada bisnis Anda adalah untuk memperoleh keuntungan. Sehingga perhitungan proyeksi bisnis jangan sampai tertinggal untuk diinformasikan. Buat perhitungan se-real mungkin, jangan terlalu berlebihan agar investor percaya dan bukan menganggap Anda sebagai penipu. Jelaskan mengenai target penjualan dan jangka waktu kapan target akan tercapai. Investor ingin tahu bagaimana mereka bisa mendapatkan keuntungan dari bisnis Anda.

      Mungkin saja investor tidak langsung tertarik dengan bisnis Anda. Namun jangan mudah menyerah, terus lakukan perbaikan pada rencana bisnis sampai menemukan investor yang tepat. Jangan lupa untuk melakukan investasi pada bisnis Anda sendiri.

 

Return dan Risiko Investasi

Risiko investasi merupakan suatu kemungkinan yang terdiri dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan tidak kembalinya dana yang diinvestasikan pada suatu instrumen investasi tertentu atau dengan kata lain, merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerugian dalam suatu investasi. Seseorang yang menginvestasikan dananya ke dalam saham akan mengharapkan memperoleh return (pengembalian). Jogiyanto (2010) menyatakan return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi yang dapat berupa return realisasian (realized return) yang telah terjadi atau return ekspektasian (expected return) yang belum terjadi tetapi diharapkan akan terjadi di masa datang. Perbedaan antara return ekspektasian dan return realisasian merupakan pengukur risiko yang harus dipertimbangkan oleh investor dalam proses investasi (Tandelilin, 2003). Suharli (2005) menyatakan return saham adalah keuntungan yang diperoleh dari kepemilikan saham investor atas investasi yang dilakukannya, yang terdiri dari dividen dan capital gain/loss.

Dalam pasar saham tidak selalu menjanjikan suatu return yang pasti bagi investor. Untuk mendapat return tertentu seorang investor juga harus memperhatikan risiko yang akan ditanggung. Risiko merupakan kemungkinan perbedaan antara return aktual yang diterima denganreturn yang diharapkan, yang terdiri dari dua jenis yaitu risiko umum (general risk) yang merupakan risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi di pasar secara keseluruhan dan risiko spesifik (risiko perusahaan) adalah risiko yang tidak berkaitan dengan perubahan pasar secara keseluruhan (Utomo, 2007). Persepsi terhadap risiko memainkan peran penting dalam perilaku manusia khususnya terkait pengambilan keputusan dalam keadaan tidak pasti. (Rosyidah, 2013). Investor mengalami risiko saat investor tidak mengetahui dengan pasti hasil investasi yang dilakukannya (Malik, 2017). Kusmawati (2011) menyatakan investasi di pasar modal tidak dapat dipisahkan antara return dan tingkat risiko, kecuali jika investasi tersebut diproteksi oleh pemerintah/institusi yang berwenang, seperti praktek-praktek bisnis pada masa orde baru.

 

KESIMPULAN

Pengetahuan Investasi merupakan pemahaman yang harus dimiliki seseorang mengenai berbagai aspek mengenai investasi dimulai dari pengetahuan dasar penilaian investasi, tingkat risikonya, dan tingkat pengembalian (return) investasi. Apabila investor bersedia untuk melakukan investasi pada suatu perusahaan artinya investor tersebut sudah mengorbankan sejumlah dana atau pun sumber daya lainnya dengan harapan mendapatkan hasil di masa yang akan datang. Return dan Risiko Investasi Risiko investasi merupakan suatu kemungkinan yang terdiri dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan tidak kembalinya dana yang diinvestasikan pada suatu instrumen investasi tertentu atau dengan kata lain, merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerugian dalam suatu investasi. Risiko merupakan kemungkinan perbedaan antara return aktual yang diterima denganreturn yang diharapkan, yang terdiri dari dua jenis yaitu risiko umum (general risk) yang merupakan risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi di pasar secara keseluruhan dan risiko spesifik (risiko perusahaan) adalah risiko yang tidak berkaitan dengan perubahan pasar secara keseluruhan (Utomo, 2007). Kusmawati (2011) menyatakan investasi di pasar modal tidak dapat dipisahkan antara return dan tingkat risiko, kecuali jika investasi tersebut diproteksi oleh pemerintah/institusi yang berwenang, seperti praktek-praktek bisnis pada masa orde baru.

 

DAFTAR PUSTAKA

Modul Mata Kuliah Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

Riyadi, A. 2016. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa untuk Berinvestasi di Pasar Modal (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Yanuarti, I., & Dewi, H. (2018). Startup Bisnis Sebagai Alaternatif Investasi. Ultima Management: Jurnal Ilmu Manajemen, 10(2), 81-96.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.