Oktober 23, 2022

Kenali Pentingnya Berinvestasi dan Resikonya untuk Para Pemula

 

Kenali Pentingnya Berinvestasi dan Resikonya untuk Para Pemula



Putri Virginia Valensi (@V26 – Virginia)

Abstrak

investasi merupakan kegiatan penempatan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan tujuan mendapatkan penghasilan atau peningkatan nilai. Proses investasi meliputi pemahaman dasar-dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktifitas-aktifitas dalam proses pengambilan keputusan. Dalam dunia bisnis investasi khususnya saham, informasi harga bisa berubah dengan cepat tergantung penawaran yang terjadi di lantai bursa dan juga aspek-aspek lain yang juga sangat berpengaruh. suatu kemungkinan yang terdiri dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan tidak kembalinya dana yang diinvestasikan pada suatu instrumen investasi. Investor harus bersedia menanggung resiko investasi tersebut.

Kata Kunci : Investasi, Proses Investasi, Resiko Investasi

Abstract

Investment is an activity of placing funds in one or more types of assets during a certain period, with the aim of earning income or increasing value. The investment process includes understanding the basics of investment decisions and how to organize activities in the decision-making process. In the investment business world, especially stocks, price information can change quickly depending on the offers that occur on the stock exchange and other aspects that are also very influential. a possibility that consists of various factors that can cause no return of funds invested in an investment instrument. Investors must be willing to bear the investment risk.

Keywords: Investment, Investment Process, Investment Risk

Pendahuluan

Investasi adalah aktifitas menanamkan sejumlah dana untuk dikembangkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan di masa depan untuk memperoleh profit atau keuntungan. Investasi adalah salah satu cara untuk melawan tingkat inflasi. Indonesia masih dianggap sebagai tempat berinvestasi yang cukup prospektif karena banyaknya sumber daya yang tersedia di Indonesia. Beberapa investor luar bahkan tidak ragu untuk berinvestasi di Indonesia, hal ini membuat pertumbuhan investor dan investasi dalam negeri cukup positif meskipun tidak terlalu tinggi. Dalam memulai investasi tidak bisa sembarangan harus ada pertimbangan yang matang, terutama bagi pemula. Pertimbangan-pertimbangan tersebut haruslah diperhatikan dengan baik agar investasi dapat berlangsung sesuai dengan apa yang kita inginkan, yaitu memperoleh keuntungan. Pada saat seperti ini dimana teknologi sudah berkembang pesat untuk melakukan investasi bukan lah hal yang sulit tetapi yang cukup sulit adalah untuk menentukan investasi mana yang sekiranya cocok untuk kita.

Permasalahan

Dapat kita lihat dari pendahuluan diatas Mengapa kita harus memilih investasi yang tepat ?

Pembahasan

Dari permasalahan diatas mengapa kita harus memilih investasi yang tepat karena kita sebagai investor pemula harus mengantisipasi akan resiko, maka dari itu kita harus mengenal pentingnya berinvestasi dan resikonya. Berikut ini penjelasan mengenai tentang investasi

    A.         Pengertian Investasi

Investasi merupakan atas sejumlah dana atau sumber  daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan  tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang  akan datang (Tandelilin:2000).

Atau dapat juga didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu dengan harapan dapat memberikan pendapatan atau keuntungan (Hartono:2000).

Defenisi investasi menurut PSAK adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (accreation of wealth) melalui distribusi hasil investasi seperti bunga, royalti, dividen dan uang   sewa, untuk apreasiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang   diperoleh   melalui   hubungan perdagangan.

    B.         Jenis-jenis Investasi

1)     Jenis Investasi Berdasarkan Asetnya

Jenis investasi berdasarkan asetnya merupakan penggolongan investasi dari aspek modal atau kekayaan. Investasi berdasarkan asetnya terbagi atas dua jenis, yaitu real asset dan financial asset. Real Asset adalah investasi yang berwujud seperti gedung-gedung, kendaraan dan lain sebagainya, sedangkan Financial Asset merupakan dokumen (surat- surat) klaim tidak langsung dari pemegangnya terhadap aktivitas riil pihak yang menerbitkan sekuritas tersebut.

2)      Jenis Investasi Bedasarkan Pengaruhnya

Jenis investasi menurut pengaruhnya merupakan investasi yang didasarkan pada faktor-faktor yang memengaruhi atau tidak berpengaruh dari kegiatan investasi. Jenis investasi berdasarkan pengaruhnya dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu investasi autonomus (berdiri sendiri) dan Investasi Induces (memengaruhi atau menyebabkan). Investasi Autonomus adalah investasi yang tidak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, bersifat spekulatif. Contoh investasi ini : pembelian surat- surat berharga. Investasi Induced ialah investasi yang dipengaruhi kenaikan permintaan akan barang dan jasa serta tingkat pendapatan. Contoh investasi ini : penghasilan transitori, yaitu penghasilan yang diperoleh selain dari bekerja, seperti bungan dan sebagainya.

3)     Jenis Investasi Berdasarkan Sumber Pembiayaannya

Jenis investasi berdasarkan sumber pembiayaannya merupakan investasi yang didasarkan pada asal-usul Pengelolaan Investasi terhadap Laporan Keuangan (Aries Veronica, Selvi Erianda) 5 investasi yang diperoleh. Jenis investasi ini dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu investasi yang besumber dari modal asing dan investasi yang bersumber dari modal dalam negeri.

4)     Jenis Investasi berdasarkan bentuknya

Jenis investasi ini merupakan investasi yang didasarkanpada cara menanamkan investasinya. Jenis investasi ini dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu investasi portofolio dan investasi langsung. Investasi Portopolio dilakukan melalui pasar modal dengan instrumen surat berharga, contohnya seperti saham dan obligasi. Investasi langsung merupakan bentuk investasi yang dilakukan dengan membangun, membeli total, atau mengakuisi suatu perusahaan.

    C.         Tujuan Investasi

Menurut Tandellin (2010) tujuan investasi adalah sebagai berikut :

·       Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa depan. Seseorang memiliki persepsi bagaimana ia dapat meningkatkan taraf hidupnya di masa yang akan datang atau setidaknya berusaha


·       bagaimana seseorang tersebut mempertahankan pendapatan yang sekarang agar tidak berkurang dari nilai sekarang.

·       Mengurangi tekanan inflasi, dengan melakukan investasi dalam pemilik perusahaan atau obyek lainnya, seseorang dapat menghindarkan dirinya dari sebuah risiko penurunan nilai kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi.

·       Adanya dorongan untuk menghemat pajak, beberapa negara di dunia banyak yang melakukan kebijakan yang bersifat mendorong pertumbuhan investasi di kalangan masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan pada masyarakat yang melakukan investasi di bidang- bidang tertentu.

    D.         Resiko Investasi

faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerugian dalam suatu investasi. Dilihat dari kesediaanya menanggung risiko investasi, seorang investor dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok, yaitu:

1)    Risk seeker merupakan investor yang menyukai risiko. Jika investor dihadapkan kepada dua pilihan investasi yang memberikan tingkat keuntungan yang sama dengan risiko yang berbeda, maka investor akan senang mengambil investasi dengan risiko yang lebih besar.

2)    Risk averter merupakan investor yang tidak menyukai risiko atau menghindari risiko. Investor model ini akan mengambil investasi dengan risiko yang lebih kecil dengan tingkat keuntungan yang sama.

3)    Risk netrality merupakan investor yang bersikap netral terhadap risiko. Artinya investor akan meminta kenaikan tingkat keuntungan yang sama setiap kenaikan risiko (Sartono:1998).

 

Jenis-jenis risiko yang umumnya dihadapi perusahaan dalam investasi yaitu:

1)    Business Risk (Risiko Bisnis),

2)    Financial Risk (Risiko Finansial),

3)    Inflation Risk/Purchasing Power Risk (Risiko Inflasi/Penurunan Daya beli),

4)    Interest Rate Risk (Risiko Suku Bunga),

5)    Social Risk (Risiko Sosial),

6)    Foreign Exchange Risk (Risiko Nilai Tukar),

7)    Political Risk (Risiko Situasi Politik).

Jenis-jenis risiko di atas merupakan risiko yang tergabung baik dalam risiko tidak sistematis (unsystematic risk) dan risiko sistematis (systematic risk).

    E.         Proses Investasi

Proses investasi terdiri dari lima tahap yaitu :

a)   Penentuan tujuan investasi. Tujuan investor antara yang satu dengan yang lain tidak sama, tergantung dari keputusan yang dibuat.

b)   Penentuan kebijakan investasi. Tahap ini merupakan tahap penentuan kebijakan untuk memenuhi tujuan investasi yang telah ditetapkan.

c)    Pemilihan strategi portofolio. Ada dua strategi yang dipilih, yaitu strategi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif. Strategi portofolio aktif meliputi penggunaan informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan secara aktif untuk mencari kombinasi portofolio yang lebih baik. Strategi portofolio pasif meliputi aktivitas investasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indek pasar.

d)   Pemilihan asset. Tahap ini merupakan proses pengevaluasian setiap sekuritas yang ingin dimasukan dalam portofolio.

e)   Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio. Tahap ini meliputi kinerja portofolio dan pembandingan hasil pengukuran tersebut dengan kinerja 9 portofolio lainnya melalui proses benchmarking (Tendelilin:2000). Portofolio yang efisien adalah portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan risiko yang sudah pasti atau portofolio yang mengandung risiko terkecil dengan tingkat return ekspektasi yang sudah pasti. Portofolio yang efisien ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan risikonya atau menentukan tingkat risiko yang tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekpektasinya (Hartono:2000)

     F.         Cara Mendapatkan Investor Bisnis yang Tepat

1)     Siapkan Profil Bisnis

2)     Untuk menyakinkan calon onvestor, berikan informasi bisnis Anda selengkapnya mungkin. Jangan terlalu banyak, yang terpenting adalah informasinya jelas dan menarik. Jelaskan latar belakang bisnis Anda, produk atau jasa yang ditawarkan, serta kelebihan bisnis yang dijalankan. Mungkin saja investor tidak langsung luluh, namun setidaknya berikan mereka kesempatan untuk terus mencari tahu profil bisnis Anda.

3)     Buat Laporan Keuangan yang Rapi

4)     Salah satu faktor yang meyakinkan investor pada bisnis adalah cara Anda mengelola keuangan.

5)     Jelaskan tentang Proyeksi Bisnis

6)     Tidak bisa dipungkiri bahwa tujuan seorang investor menanamkan modal pada bisnis Anda adalah untuk memperoleh keuntungan.

7)     Mungkin saja investor tidak langsung tertarik dengan bisnis Anda.

Kesimpulan

investasi juga mampu membantu memenuhi kebutuhan di masa mendatang. Investasi merupakan bentuk penanaman modal dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa mendatang.

Investasi dapat dilakukan dalam berbagai instrumen dengan imbal balik dan resiko yang dapat dipilih sesuai profil resiko kita.

Daftar Pustaka

Hidayat, A. A. (2022). W162100004 : Kewirausahaan III : Business Investment & Copyright [Word File]. Universitas Mercu Buana.

1.     Hartono, Jogiyanto. 2002. “ Teori Portofolio dan Analisis Investasi”. BPFE YKPN: Yogyakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.