Oktober 28, 2022

KENALI PUBLIC RELATION UNTUK BISNIS YANG LEBIH SUKSES


Oleh:

Oliver Gideon Parsaoran (@V21-OLIVER)

 

Abstrak

Artikel ini membahas tentang dasar – dasar dari public relation (hubungan masyarakat), serta hubungan dan manfaat bagi bisnis

 

Kata kunci: publik, bisnis, komunikasi

Abstract

This article discusses the basics of public relations, as well as relationships and benefits for business

 

Keywords: public, business, communication

 

PENDAHULUAN

Diambil dari buku Manajemen Public Relations (1994), Rhenald Kasali berpendapat bahwa humas adalah fungsi manajemen yang melakukan evaluasi terhadap sikap-sikap publik, mengidetifikasi kebijakan dan prosedur seseorang atau sebuah perusahaan terhadap publiknya. Selain itu, tugas seorang humas yakni menyusun rencana serta menjalankan program-program komunikasi untuk memperoleh pemahaman dan penerimaan publik. Menurut James Grunig dan Todd Hunt pada buku Managing Public Relations (1984), humas merupakan kegiatan manajemen komunikasi antara sebuah organisasi dengan berbagai macam publik.

 

PEMBAHASAN

A. Ruang Lingkup Public Relations

Hubungan masyarakat, humas, atau public relations mempunyai ruang lingkup dalam tugas yang dijalaninya. Ruang lingkup tersebut mengenai semua hal yang berhubungan dengan fungsi dan tujuan adanya humas. Setidaknya terdapat enam ruang lingkup humas yang disebutkan oleh Cutlip, Center, & Broom yang dikutip oleh Morrisan di dalam bukunya yang berjudul Manajemen Public Relation (2008). Berikut enam ruang lingkup humas:

a)     Publisitas

Humas bertugas untuk memberitakan hal yang berkaitan dengan perusahaan atau organisasinya pada media massa. Istilah publisitas sendiri adalah kegiatan penempatan berita mengenai seseorang, organisasi, atau perusahaan di media massa. Publisitas tidak berasal dari wartawan media massa itu sendiri, namun media massa menggunakan sumber dari pihak humas perusahaan karena mempunyai nilai berita. Sehingga keberhasilan publisitas bergantung pada nilai berita dari informasi yang disampaikan dan dapat menarik redaktur media massa. Terkadang wartawan juga diundang oleh humas perusahaan untuk meliput suatu acaranya. Walaupun begitu, tidak menjamin bahwa wartawan akan memberitakan acara tersebut. Kembali lagi bergantung pada nilai berita dan dapat menarik redaktur media massa. Oleh karena itu, humas hanya memiliki kontrol yang sedikit bahkan tidak memiliki kontrol terhadap berita yang diberitakan media massa.

b)    Public Affairs

Humas juga membangun dan mempertahankan hubungan dengan pemangku kebijakan dan komunitas lokal agar dapat memengaruhi kebijakan publik. Humas mempunyai dua fokus dalam hal ini, yaitu pemangku kebijakan atau pemerintah dan komunitas lokal atau masyarakat lokal. Humas dituntut untuk membangun dan mempertahankan hubungan harmonis dua aspek tersebut demi kelancaran bisnis yang dijalankan perusahaannya. Bila mempunyai hubungan yang harmonis, perusahaan tersebut tidak akan dipersulit bahkan tidak akan diboikot entah dari pemerintah maupun masyarakat di sekitar perusahaan itu berada.

c)     Manajemen Isu

Humas berupaya untuk melihat kecenderungan isu atau opini publik yang beredar di tengah masyarakat. Usaha humas tersebut sebagai bentuk upaya perusahaan atau organisasi untuk memberi tanggapan yang sebaik-baiknya. Tanggapan baik dari perusahaan diperlukan agar isu atau opini publik tidak mengarah dan berkembang ke arah negatif yang dapat merugikan perusahaan. Selain itu, tugas humas juga untuk menutupi kesenggangan yang jauh antara tindakan perusahaan dengan harapan pihak terkait ataupun masyarakat umum.

d)    Lobi

Jalannya setiap organisasi atau perusahaan pasti dipengaruhi oleh hukum atau peraturan yang berlaku. Produk hukum khususnya hukum baru adakalanya membawa situasi yang menguntungkan atau merugikan bagi perusahaan atau organisasi.  Humas khususnya pada perusahaan juga bertugas untuk melakukan pendekatan atau lobi (lobbying) dengan pemangku kebijakan atau pembuat undang-undang. Oleh karena itu, humas dalam hal ini juga dapat disebut dengan lobyis. Lobi ini berguna untuk membangun dan memelihara hubungan dengan pemerintah untuk memengaruhi peraturan dan undang-undang.

e)     Pemasaran

Humas dalam hal ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan dalam mencari keuntungan. Keuangan perusahaan khususnya perusahaan komersial dapat berjalan dengan baik bila mempunyai banyak konsumen tetap. Tujuan pemasaran adalah untuk menarik konsumen kemudian memuaskan dan menjaga agar konsumen tersebut terus menerus menggunakan jasa atau barang dari perusahaan tersebut. Terdapat dua istilah mengenai humas pada bidang konsumen, yaitu hubungan pemasaran atau ‘marketing relations’ dan hubungan pelanggan atau ‘customer relations’. Hubungan pemasaran melakukan pemasaran kepada konsumen baru atau tetap. Sedangkankan hubungan pelanggan melakukan proses untuk mempertahankan konsumen yang sudah untuk tetap menggunakan jasa atau barang dari perusahaan tersebut.

f)      Hubungan Investor

Humas juga bertugas untuk membangun dan memelihara hubungan yang saling menguntungkan dengan pemegang saham dan pihak lainnya untuk memaksimalkan nilai pasar. Humas dalam hal ini juga sering disebut dengan 'financial relations' karena berkaitan dengan keuangan perusahaan. Hubungan investor bertugas mengurus hal yang berkaitan dengan keuangan dalam bidang komunikasi kepada pihak lain atau ke perusahaannya sendiri. Tugas tersebut seperti mengikuti perkembangan bursa saham, menyediakan informasi dan memberikan jawaban terkait bidang keuangan. Selain itu, hubungan investor juga dapat memberikan saran kepada manajemen terkait keuangan perusahaan.

B. Peran Public Relations

Dikutip dari buku Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi: Konsep dan Aplikasi (2005) oleh Rosady Ruslan, menyebutkan beberapa peran dari humas sebagai berikut:

a)     Sebagai communicator, yaitu penghubung antara organisasi atau perusahaannya dengan publiknya

b)    Membina relationship, artinya berupaya membina hubungan yang baik dan saling menguntungkan dengan publiknya

c)     Berperan sebagai back up management, yaitu sebagai peundukung dalam fungsi manajemen dalam organisasi atau perusahaannya

d)    Membentuk corporate image, yakni menciptakan citra yang baik bagi organisasi atau perusahaannya

C. Tugas Public Relations

Disadur dari buku Manajemen Public Relations (2008) oleh Morissan, pekerjaan atau tugas humas mencakup hal-hal sebagai berikut:

a)     Humas memiliki kaitan erat dengan opini publik

Praktisi humas berupaya untuk memengaruhi publik agar memberikan opini positif kepada orgaisasi. Di sisi lain, humas juga berupaya mengumpulkan informasi dari publik, menginterpretasikan informasi tersebut, dan melaporkan kepada manajemen.  Terkadang informasi yang didapat dari khalayak banyak, dapat berpengaruh terhadap keputusan manajemen.

b)    Humas memiliki kaitan erat dengan komunikasi

Praktisi humas bertanggung jawan menjelaskan tindakan perusahaan kepada publik yang berkepentingan dengan organisasi atau perusahaan.  Praktisi humas harus memberikan oerhatian terhadap pikiran dan perasaan khalayak terhadap organisasi. Humas harus menjadi saluran aur bolak-balik antara organisasi dan khalayak.  Secara umum, khalayak humas terbagi menjadi dua, yaitu:

·       Khalayak internal, terdiri dari karyawan, organisasi buruh serta pemehang saham yang namanya tercatat pada perusahaan.

·       Khayalak eksternal, seperti badan atau instansi pemerintah, pemasok, masyarkat sekitar, media massa, dan pemegang saham yang tidak tercatat di daftar pemegang saham.

c)     Humas merupakan fungsi manajemen

Humas membantu manajemen dalam meetapkan tujuan yang ingin dicapai dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah. Humas secara rutin memberikan saran kepada manajemen. Selain itu, humas juga memiliki kegiatan yang terencana untuk mencapai tujuan tertentu.

D. Tujuan Public Relations

Diambil dari buku Dasar-Dasar Humas (2002), Frida Kusumastuti menyebutkan beberapa tujuan humas, sebagai berikut:

1)     Aspek kognisi

Aspek kognisi dalam humas artinya membentuk dan memelihara sikap saling pengertian. Dengan adanya humas, membuat publik dan organisasi bisa mengenal dalam hal kebutuhan, harapan, kepentingan, atau budaya masing-masing. Untuk mewujudkan aspek kognisi, dibutuhkan sifat komunikasi humas yang informatif. 

2)     Aspek afeksi

Aspek afeksi berhubungan dengan menjaga dan membentuk sikap saling percaya. Tujuan ini bersifat emosional, karena humas harus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap organisasinya.  Untuk mewjudkan aspek afeksi, humas wajib menggunakan prinsp komunikasi persuasif untuk memengaruhi sisi emosional masyarakat.

3)     Aspek prikomotoris

Artinya seorang humas harus memelihara dan menciptakan kerja sama. Dalam menjalin komunikasi, terbentuk bantuan dan kerja sama yang terwujud dengan perilaku atau tindakan.

E. Mengapa Pebisnis Butuh Public Relation?

1)     Menciptakan Rasa Saling Pengertian

Public Relation bisa menjadi sarana untuk menciptakan dan membangun rasa saling pengertian antara pelaku umkm dengan pelanggan atau masyarakat secara luas. Dengan komunikasi timbal balik yang terjalin dengan baik, besar kemungkinan rasa pengertian yang terbangun tersebut dapat memaksimalkan keuntungan bagi kedua belah pihak. Artinya, pelaku umkm dan pelanggan sama-sama mendapatkan keuntungan. Pelaku umkm mendapatkan keuntungan dalam bentuk laba penjualan. Pelanggan dapat keuntungan dalam bentuk kebutuhan yang terpenuhi dari produk dan layanan berkualitas.

2)     Dukungan untuk Mencapai Tujuan

Public relation mampu membangun komunikasi yang baik di dalam maupun di luar, sehingga bisa menciptakan citra yang baik pula untuk terbangunnya upaya saling mendukung dalam mencapai tujuan. Public relation juga harus mengupayakan terbangunnya gambaran masyarakat yang positif terhadap bisnis, sehingga ketika ada kebijakan tertentu yang diambi, maka public relation bisa pula meminimalkan reaksi masyarakat yang mungkin terjadi akibat kebijakan tersebut, terutama untuk kebijakan-kebijakan yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat di luar perusahaan.

3)     Berguna dalam Kegiatan Produksi

Seperti yang telah dibahas pada alasan kedua bahwa public relation harus mampu membangun hubungan yang baik dengan internal maupun dengan publik dan menjadi jembatan pertukaran informasi. Informasi yang didapat dari publik bisa digunakan sebagai acuan kegiatan produksi. Public relation menjadi jalan riset tentang barang yang akan di produksi dan bagaimana tanggapan masyarakat terhadap produk tersebut. Misal, barang apa yang dibutuhkan publik untuk saat ini? Apa alasannya publik butuh barang itu saat ini? Ketika produk telah diluncurkan ke pasar, bagaimana reaksi masyarakat? Apakah ada kritik? Apakah masyarakat puas, dan sebagainya.

4)     Publisitas dan Media

Keberadaan public relation dalam bisnis bisa membantu membangun hubungan yang baik pula dengan media massa, memberi respons terhadap ketertarikan publik terhadap perusahaan, dan melakukan publisitas untuk meningkatkan brand awareness positif dengan cara bekerja sama dengan media. Tujuan utama dari publisitas tersebut adalah untuk menyampaikan pesan yang sudah terencana sebagai cara untuk meningkatkan ketertarikan publik dengan bisnis teman-teman umkm.

5)      Penelitian dan Konseling

Alasan terakhir kenapa pelaku umkm perlu ada public relation yaitu sebagai tim atau bagian profesional dari perusahaan untuk melakukan penelitian dan sebagai tempat untuk meminta pendapat dan masukan terkait keberadaan dan citra brand. Public relation akan melakukan penelitian terkait dengan berbagai hal yang berhubungan dengan perilaku dan respons yang diberikan masyarakat terhadap bisnis. Dari hasil penelitian yang didapat, nantinya digunakan untuk menyusun strategi terbaik untuk membangun trust dan rasa saling percaya antara pelaku umkm dan masyarakat. Hasil penelitian yang dilakukan public relation akan berguna untuk menyediakan berbagai saran dan masukan bagi tim manajemen perusahaan dalam melakukan perbaikan dan pengembangan, pembuatan kebijakan, membangun komunikasi dengan pengampu kebijakan yang lebih tinggi, misalnya dengan pemerintah atau investor.

 

KESIMPULAN

Branding dan mengkomunikasikan produk merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha untuk bisa menembus pasar dan tetap eksis sehingga dapat memperluas usahanya. Penting bagi pelaku usaha untuk memaksimalkan fungsi public relation, karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis.

Public Relation dalam bisnis bisa diartikan sebagai komunikasi timbal balik atau komunikasi dua arah antara pelaku usaha dengan pelanggan atau masyarakat. Fakta yang tak bisa dipungkiri, bisnis yang dapat menjadi besar dan dikenal masyarakat adalah perusahaan yang mampu membangun interaksi dengan masyarakat secara aktif.

Bila perusahaan punya tim public relations berkualitas, nama brand pun terdengar di mana-mana dan pelaku usaha akan mendapatkan banyak keuntungan.

 

REFERENSI

https://www.kompas.com/skola/read/2022/03/18/130000869/hubungan-masyarakat--pengertian-tugas-peran-dan-tujuannya?page=all

https://www.ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/public-relation/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.