Oktober 23, 2022

MEMAHAMI INVESTASI BERDASARKAN BENTUKNYA


Oleh : Tasya Reviana Azhari( @V-28TASYA)

ABSTRAK

Artikel ini membahas tentang pentingnya memahami investasi berdasarkan bentuknya. Latar belakang dari artikel ini yaitu banyaknya masyarakat yang belum tahu berbagai macam jenis – jenis investasi, pada artikel ini akan dibahas mengenai investasi berdasarkan bentuknya. Artikel ini disusun bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui berbagai macam jenis investasi khususnya investasi berdasarkan bentuknya. 

Kata Kunci: Investasi, Jenis, Obligasi, Saham.


PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, corak dan ragam investasi mulai mengalami perkembangan, dari investasi yang bersifat kebendaan dan dilakukan secara langsung menjadi investasi terhadap modal atau bentuk-bentuk investasi baru seperti surat berharga, seperti saham, obligasi, dan lain-lain.

Dunia investasi mulai menjadi ramai pada waktu kegiatan pencarian tanah jajahan dilakukan oleh negara-negara Eropa. Berita tentang penemuan dunia baru dan lahirnya berbagai ilmu pengetahuan baru membuat investasi mulai berkembang pesat. Keinginan menjadi pengusaha di tanah penemuan baru membuat berbagai pihak di Eropa berlomba-lomba untuk berinvestasi di tanah tersebut. Dalam berinvestasi tentunya tidak dapat lepas dari resiko. Karena dalam setiap investasi pasti terdapat resiko yang besarnya tergantung dari jenis investasi tersebut dan pengetahuan para pihak yang terlibat dalam investasi tersebut. Investasi secara langsung terhadap ternak misalnya, mempunyai resiko lebih besar, karena jika terjadi kematian masal ternak maka akan menimbulkan kerugian yang sangat besar secara langsung. Tapi ada juga investasi yang cukup atau lebih aman jika dibandingkan terhadap investasi di atas tadi seperti investasi terhadap surat berharga di mana investor hanya akan dibebankan kewajiban sesuai dengan dana yang diinvestasikannya.


PEMBAHASAN

Istilah investasi memiliki beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Teori ekonomi mengartikan investasi sebagai pengeluaran untuk pembelian modal atau barang-barang yang tidak dikonsumsi saat ini namum digunakan untuk kegiatan produksi guna menghasikan barang atau jasa di masa yang akan datang. Investasi dapat disebut juga sebagai penanaman modal.

Menurut Jogiyanto (2010:5) pengertian investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan didalam produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu. 

Menurut Tandelilin (2010:2) investasi adalah Komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Para investor membeli sejumlah saham saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham ataupun sejumlah dividen di masa yang akan datang, sebagai imbalan atas waktu dan risiko yang terkait dengan investasi tersebut

Menurut Martalena dan Malinda (2011:2) investasi merupakan bentuk penundaan konsumsi masa sekarang untuk memperoleh konsumsi di masa yang akan datang, dimana di dalamnya terkandung unsur risiko ketidakpastian sehingga dibutuhkan kompensasi atas penundaan tersebut.

Dalam bahasa Indonesia artinya adalah, investasi merupakan komitmen penanaman berupa uang dan sumber daya lainnya saat ini dengan pengharapan dapat memperoleh keuntungan di masa depan. 

Dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa investasi adalah kegiatan yang mengorbankan sumber-sumber daya yang terkait di masa kini untuk mendapat keuntungan atau laba di masa yang akan datang. Tidak hanya berharap keuntungan yang besar tetapi investor harus memperhatikan pula risiko-risiko yang menyertai kegiatan investasi ini.

Pihak-pihak yang melakukan investasi disebut investor. Investor pada umumnya digolongkan menjadi 2, yaitu : 

  1. Investor individual, terdiri dari individu-individu yang melakukan aktivitas investasi. 
  2. Investor institusional terdiri dari perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga penyimpan dana (bank dan lembaga simpan pinjam), lembaga dana pensiun, maupun perusahaan investasi.

Investasi juga mempelajari bagaimana mengelola kesejahteraan investor (investor's wealth). Kesejahteraan dalam konteks investasi berarti kesejahteraan yang sifatnya moneter bukan kesejahteraan rohaniah. Kesejahteraan moneter bisa ditunjukkan oleh penjumlahan pendapatan yang dimiliki saat ini dan nilai saat ini (present value) pendapatan di masa datang.

Tujuan investasi pada umunya adalah untuk menghasillkan sejumlah uang dan untuk meningkatkan kesejahteraan investor, kesejahteraan dalam hal ini adalah kesejahteraan moneter, yang bisa diukur dengan penjumlahan pendapatan saat ini ditambah nilai saat ini pendapatan masa datang. Menurut Tandelilin (2010:8) secara khusus, terdapat beberapa alasan seseorang melakukan investasi yaitu sebagai berikut : 

  1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa yang akan datang. Seseorang yang bijaksana akan berpikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa akan datang. 
  2. Mengurangi tekanan inflasi. Dengan melakukan investasi dalam pemilikan perusahaan atau objek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai kekayaaan atau hak miliknya akibata adanya pengaruh inflasi. 
  3. Dorongan untuk menghemat pajak. Beberapa negara di dunia banya melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investasi masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu. 

Sumber dana untuk investasi bisa berasal dari aset-aset yang dimiliki saat ini, pinjaman dari pihak lain, ataupun dari tabungan. Investor yang mengurangi konsumsinya saat ini akan mempunyai kemungkinan kelebihan dana untuk ditabung. Dana yang berasal dari tabungan tersebut jika diinvestasikan akan memberikan harapan peningkatan kemampuan konsumsi investor di masa datang, yang diperoleh dari peningkatan kesejahteraan investor tersebut.

Investasi Berdasarkan Bentuknya

Jenis investasi berdasarkan bentuknya merupakan investasi yang didasarkan pada cara menanamkan investasinya. Jenis investasi ini dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu investasi langsung (direct investment) dan investasi tidak langsung (indirect investment). 

a. Investasi langsung 

Investasi pada aset atau faktor produksi untuk melakukan usaha (bisnis). Misalnya investasi perkebunan, perikanan, pabrik, toko dan jenis usaha lainnya. Pada umumnya, dalam pembicaraan sehari-hari jenis investasi ini disebut juga investasi pada aset riil, atau investasi yang jelas wujudnya dan mudah dilihat. Tambahan lagi investasi langsung ini menghasilkan dampak berganda (multiplier effect) yang besar bagi masyarakat luas. Investasi langsung ini akan menghasilkan dampak ke belakang, berupa input usaha, maupun ke depan, dalam bentuk output usaha yang merupakan input bagi usaha lain.

b. Investasi tidak langsung

Investasi pada aset finansial, bukan pada aset atau faktor produksi. Contoh dari investasi tidak langsung ini, adalah: deposito, investasi pada surat berharga (sekuritas), seperti saham dan obligasi, CP (Commercial Paper), reksadana dan sebagainya. Investasi pada aset keuangan ini juga bertujuan untuk mendapatkan manfaat masa depan. Manfaat masa depan dari investasi ini lebih dikenal dengan balas jasa investasi, atau untuk menyederhanakannya disebut dengan istilah bunga


Kelebihan dan Kekurangan Investasi Langsung

Investasi langsung cenderung bersifat jangka panjang sehingga dinilai lebih menarik bagi investor. 

Investor memiliki hak untuk mengontrol manajemen produksi saham investasi secara langsung.

Investor bertugas menganalisis dan menentukan keputusan untuk investasi.

Investor memiliki pengaruh dalam investasi.

Bagi investor yang memahami konsep investasi, kelebihan yang ditawarkan investasi langsung akan menjadi peluang untuk mendapatkan keuntungan besar. Sementara bagi investor pemula yang masih awam dalam jual beli saham, kelebihan tersebut justru menjadi kekurangan. 

Selain itu, keharusan melalui serangkaian proses panjang untuk melakukan jual beli atau pindah tangan saham juga menjadi kekurangan investasi langsung.


Kelebihan dan Kekurangan Investasi Tidak Langsung

Investor hanya perlu mengeluarkan dana.

Seluruh kegiatan sudah diatur oleh Manajer Investasi.

Tidak perlu repot mengurus dan mengelola saham yang dibeli.

Memiliki sifat mudah dicairkan. 

Dengan demikian, investor tidak memiliki kontrol secara penuh terhadap pengelolaan dana, termasuk kegiatan di perusahaan investasi. Jika terdapat kerugian yang terjadi akibat kelalaian manajemen perusahaan, maka investor turut menanggung risiko dan tidak diperkenankan melakukan gugatan.


Manfaat Investasi Langsung & Tidak Langsung

Mengingat tujuan dari investasi adalah untuk meraih keuntungan dari penanaman modal, tidak terdapat perbedaan manfaat investasi langsung dan tidak langsung. Keduanya sama-sama menguntungkan karena dapat meningkatkan nilai aset kekayaan yang Anda miliki. Bahkan, keuntungan investasi bisa menjadi penghasilan pasif. Berikut manfaat investasi:

Terhindar dari inflasi.

Meningkatkan nilai uang.

Menambah sumber penghasilan dan memaksimalkan keuntungan dari investasi.

Tabungan masa depan dan mempersiapkan masa pensiun.

Dengan keuntungan investasi, Anda tidak perlu bekerja terlalu keras.

Merdeka secara finansial. 

Investasi dapat menambah wawasan dan memperluas relasi.

Investasi melatih Anda mengambil keputusan dan lebih bertanggung jawab.


KESIMPULAN 

Saham merupakan alternatif investasi bagi investor dalam melakukan portofolio investasi mereka. Banyak pertimbangan yang dipakai oleh investor untuk menentukan seberapa menarik suatu saham. Sebagai investor yang rasional dalam melakukan transaksi, faktor return dan risiko saham merupakan komponen pertimbangan yang penting dalam melakukan investasi pada pasar modal. Para investor dihadapkan pada keinginan untuk memperoleh return yang optimal dengan memperhatikan faktor resiko yang mereka hadapi. Investor berusaha untuk dapat memperoleh return saham yang maksimal dengan tingkat resiko tertentu atas investasi yang mereka lakukan atau memperoleh return tertentu pada tingkat resiko yang minimal.


DAFTAR PUSTAKA

http://e-journal.uajy.ac.id/2623/6/5EM16035.pdf

https://www.akseleran.co.id/blog/investasi-langsung-dan-tidak-langsung/

http://e-journal.uajy.ac.id/8229/3/EP216936.pdf

http://e-journal.uajy.ac.id/15569/3/MM025192.pdf

http://repository.ekuitas.ac.id/bitstream/handle/123456789/296/BAB%202.pdf?sequence=7&isAllowed=y#:~:text=Menurut%20Jogiyanto%20(2010%3A5),selama%20periode%20waktu%20yang%20tertentu.

http://eprints.ums.ac.id/42304/3/BAB%20I.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.