Oktober 08, 2022

MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DALAM DUNIA KEWIRAUSAHAAN

Oleh : Tasya Reviana Azhari (@V28-TASYA)


ABSTRAK

Artikel ini membahas tentang cara meningkatkan produktivitas kerja dalam dunia kewirausahaan. Latar belakang dari artikel ini yaitu kurangnya produktivitas dalam bekerja yang mengakibatkan pekerjaan tidak berjalan dengan efektif dan efisien sehingga tujuan yang dimiliki perusahaan tersebut tidak tercapai. Artikel ini disusun bertujuan agar pengusaha yang ingin membuat suatu bisnis menyadari bahwa sebuah bisnis memerlukan pengelolaan produktivitas yang baik agar dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

Kata Kunci : bisnis, produktivitas, kerja, usaha, faktor.


PENDAHULUAN

Produktivitas merupakan salah satu faktor yang penting dalam mempengaruhi proses kemajuan dan kemunduran suatu perusahaan, artinya meningkatkan produktivitas berarti meningkatkan kesejahteraan dan mutu perusahaan. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu pengukuran di perusahaan yang bertujuan untuk mengetahui tolak ukur produktivitas yang telah dicapai dan merupakan dasar dari perencanaan bagi peningkatan produktivitas di masa yang akan datang. Karena bagaimanapun, dalam dunia bisnis, produktivitas memiliki kaitan yang linear dengan keuntungan yang bisa dihasilkan oleh bisnis tersebut. Semakin produktif seorang pelaku usaha dalam mengelola bisnisnya, semakin mudah pula pengembangan bisnis yang ingin dilakukan, dan sebagai tujuan akhirnya tentu saja pendapatan yang diterima pun dapat lebih ditingkatkan.

Aspek sumber daya manusia suatu perusahaan atau lembaga memegang peranan penting sebagai salah satu tolak ukur produktivitas pegawai, jika rendah maka akan sulit untuk menaikkan tingkat produktivitas kerja pegawai. Oleh karena itu, setiap institusi yang ingin sukses dalam bisnis harus lebih memperhatikan aspek sumber daya manusia agar dapat memenuhi harapan dan tujuannya. Dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja karyawan, perusahaan atau lembaga tidak hanya mengandalkan kualitas produk yang dihasilkan, tetapi juga perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan, seperti pengaruh kepuasan gaji/upah, kondisi kerja dan program pelayanan bagi karyawan. Dengan memperhatikan faktor– faktor yang dapat mempengaruhi tingkat produktivitas kerja karyawan, maka lembaga dapat lebih mengetahui serta memahami kebutuhan dan keinginan para karyawannya sehingga para karyawan bisa merasa lebih puas ataupun merasa lebih diperhatikan serta dapat melaksanakan kegiatan kerjanya secara optimal.


PEMBAHASAN

Menurut Muchdarsyah Sinungan (2000) mengemukakan bahwa Produktivitas adalah suatu konsep yang bersifat universal yang bertujuan untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa yang akan digunakan oleh banyak manusia, dengan menggunakan sumber-sumber riil yang semakin sedikit.

Menurut Muchdarsyah Sinungan (2003) mengatakan bahwa “Produktivitas mengandung pengertian suatu sikap mental patriotik yang memandang hari depan secara optimis dengan berakar pada keyakinan diri bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”.

Produktivitas kerja karyawan menurut Dewan Produktivitas Nasional mempunyai pengertian sebagai sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan kerja karyawan pada hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan mutu kehidupan kerja karyawan pada hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Dari beberapa pernyataan diatas, dapat disimpulkan secara umum, produktivitas kerja adalah ukuran yang digunakan untuk mengetahui selisih antara kualitas dan kuantitas dari seorang tenaga kerja yang dihitung dalam satuan waktu tertentu dalam mencapai hasil atau menorehkan prestasi kerja secara efektif serta efisien melalui pemanfaatan berbagai sumber daya yang digunakan.

Pada produktivitas kerja terdapat dua elemen yang perlu diperhatikan yaitu:

Efektivitas Kerja

Produktivitas kerja dapat dikatakan efektif ketika seseorang memiliki capaian kerja yang maksimal. Untuk menghitung apakah seseorang sudah maksimal atau belum terkait efektivitas kerjanya, pelaku usaha dapat menghitung kesesuaian kerjanya dengan capaian sejumlah target: kualitas, kuantitas, dan waktu. Penghitungan ini tentunya baru dapat dilakukan jika target-target tersebut sudah ditentukan dengan benar sebelum pekerjaan dimulai.

Efisiensi Kerja

Jika efektivitas kerja dihitung dari target yang telah ditentukan, efisiensi kerja dapat dihitung dari perbandingan antara sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan hasil yang berhasil dicapai. Suatu pekerjaan dapat dikatakan telah diselesaikan dengan efisien ketika sumber daya yang digunakan untuk memenuhi permintaan yang masuk dapat ditekan dengan seminimal mungkin. Semakin banyak sumber daya yang dibutuhkan, semakin tidak efisien pula pekerjaan yang dilakukan. Terlebih jika sumber daya yang dibutuhkan ternyata jauh lebih besar dari yang tersedia, maka pekerjaan tersebut dapat dikatakan tidak dilakukan dengan efisien.


FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA

1. Pengetahuan

Pengetahuan seorang tenaga kerja, baik yang didapatkannya dari pendidikan formal maupun informal, dapat memengaruhi produktivitas kerja yang dimilikinya. Dengan demikian, tidak heran jika antara tenaga kerja yang satu dengan tenaga kerja lain memiliki tingkat produktivitas kerja yang berbeda karena pengetahuan yang diterimanya sebelumnya pun berbeda. Tidak baik jika membandingkan produktivitas kerja dua tenaga kerja dengan dasar pengetahuan yang berbeda. Sebaliknya, faktor ini justru dapat dijadikan pegangan bagi pelaku usaha untuk membangun kapasitas yang dimiliki oleh tenaga kerjanya. Dengan melakukan perbandingan produktivitas kerja di antara karyawan yang dimiliki, dapat mencari tahu seberapa jauh perbedaan pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga-tenaga kerja yang tengah dievaluasi.

2. Keterampilan

Keterampilan dapat diperoleh dengan banyak berlatih serta belajar terkait bidang pekerjaan yang dilakukan. Dalam dunia bisnis, keterampilan menjadi sesuatu yang sangat penting karena dapat memengaruhi produktivitas kerja yang dimiliki oleh seseorang, khususnya jika memperhatikan elemen efisiensi kerja. Seseorang yang memiliki keterampilan lebih, besar kemungkinan akan membutuhkan sumber daya yang lebih sedikit dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan jika dibandingkan dengan tenaga kerja yang belum menguasai keterampilan di bidang pekerjaan tersebut.

3. Kemampuan

Kemampuan dibentuk dari sejumlah kompetensi yang dimiliki oleh tenaga kerja. Faktor ini terkadang tidak merata antara satu tenaga kerja dengan tenaga kerja yang lain, sehingga dapat membuat produktivitas kerja juga menjadi berjarak. Karena disusun dari sejumlah kompetensi, kemampuan seorang tenaga kerja terkait produktivitas kerja yang dimilikinya dapat ditingkatkan dengan penambahan kapasitas berupa pengetahuan serta keterampilannya. Agar seimbang dalam memenuhi kebutuhan, pengembangan kapasitas merupakan hal penting yang patut diperhatikan oleh pelaku usaha untuk memastikan setiap tenaga kerja yang dimilikinya memiliki kemampuan untuk menyelesaikan operasional bisnis dan lebih lanjut meningkatkan pula produktivitas kerjanya.

4. Sikap

Sikap dibentuk dari pola kebiasaan yang dimiliki oleh setiap pegawai kerja. Seseorang yang terbiasa menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien akan memiliki tingkat produktivitas kerja yang lebih tinggi dibanding tenaga kerja yang tidak terbiasa untuk bekerja secara efektif dan efisien. Untuk memastikan produktivitas kerja tetap tinggi, setiap pelaku usaha perlu dengan hati-hati memperhatikan sikap yang ditunjukkan oleh karyawannya dari berbagai aspek dan sumber informasi. Bagaimanapun, sikap yang buruk akan menular dari satu tenaga kerja ke tenaga kerja lainnya jika tidak ditangani dengan serius, dan sebagai dampaknya, produktivitas kerja pun akan terus merosot tajam dari waktu ke waktu.

5. Perilaku

Sama seperti kemampuan yang dapat dibangun dari pengetahuan dan keterampilan, perilaku juga bukanlah faktor yang berdiri sendiri karena faktor ini dibangun pula dari faktor lain: sikap dan pola kebiasaan. Dalam mengukur produktivitas kerja, sikap dan perilaku akan menunjukkan hubungan yang linear. Semakin positif sikap yang dimiliki oleh seorang karyawan, akan semakin positif pula perilaku kerja yang ditunjukkannya. Ketika sikap yang negatif telah menjadi sebuah kebiasaan dan berubah menjadi perilaku, pelaku usaha akan kesulitan untuk mengubahnya karena sudah terbentuk resistensi. Akan sulit untuk membangun produktivitas kerja yang tinggi dari karyawan yang dalam kesehariannya terus saja menunjukkan perilaku yang negatif. Pekerjaan yang diberikan pun akan dilakukan dengan apa adanya, sehingga efektivitas serta efisiensi yang membentuk produktivitas kerja tidak akan mudah untuk dicapai.


CARA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN

1. Bangun Lingkungan Kerja yang Baik

Perusahaan bisa memulai dengan membangun lingkungan kerja yang baik, aman serta kondusif. Hal ini bisa dimulai dari memberikan fasilitas kerja yang memadai kebutuhan karyawan. Hal ini menjadi penting karena kelengkapan fasilitas akan berkaitan langsung dengan kinerja karyawan diperusahaan tersebut. Selain itu perusahaan juga bisa membangun sistem kerja yang memadai sehingga meminimalisir pekerjaan manual guna menunjang peningkatan produktivitas karyawan.

2. Perbaiki Cara Komunikasi

Dalam beberapa permasalahan yang ada, produktivitas perusahaan biasanya berjalan tidak efektif ketika atasan kurang berkomunikasi dengan karyawannya. Maka dari itu penting bagi atasan untuk sering melakukan komunikasi langsung dengan karyawannya. Dengan hal ini, atasan bisa mendengar aspirasi, keluhan atau hambatan yang terjadi di dalam operasional perusahaan. Dengan adanya komunikasi, karyawan bisa merasa dihargai dan atasan bisa memberikan solusi untuk permasalahan yang ada agar bisa mencapai tujuan/target yang telah ditentukan oleh perusahaan.

3. Berikan Pelatihan atau Training

Perusahaan bisa meningkatkan produktivitas perusahaan dengan mengadakan training atau memfasilitasi untuk mengikuti training yang diadakan oleh pihak luar. Hal ini dilakukan agar kualitas SDM/karyawan bisa meningkat sehingga turut meningkatkan produktivitas perusahaan. Pelatihan/training akan membuat karyawan mendapatkan banyak ilmu baru yang kemudian bisa diterapkan pada perusahaan. Hal ini juga membuktikan bahwa perusahaan juga memberikan peluang kepada karyawannya untuk berkembang.

4. Atur Jam Kerja Efisien

Kelola jam kerja dengan wajar, karena membiarkan karyawan bekerja lembur hingga larut malam justru akan mengurangi produktivitasnya sehingga membuat produktivitas perusahaan menjadi tidak efektif. Cara meningkatkan produktivitas yang benar adalah dengan mengatur jam kerja yang wajar namun efektif agar bisa mencapai target perusahaan. Maksudnya tidak menjadi masalah ketika karyawan pulang lebih awal selama mereka telah menyelesaikan tanggung jawabnya pada hari itu, sehingga karyawan bisa mempunyai waktu lebih untuk beristirahat dan menjadi produktif keesokan harinya.

5. Pengawasan dan Evaluasi Secara Berkala

Melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala pada karyawan merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk meningkatkan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.  Hal ini bisa diterapkan oleh perusahaan agar bisa selalu update mengenai kinerja karyawan sehingga jika ada karyawan yang menyimpang dari tujuan perusahaan bisa segera diarahkan oleh atasan.

6. Berikan Reward

Memberikan reward kepada karyawan dirasa cukup efektif untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan sehingga berdampak baik pula pada produktivitas perusahaan. Reward biasanya diberikan kepada karyawan yang berprestasi sebagai apresiasi atas keberhasilannya. Reward bisa diberikan dalam bentuk kenaikan gaji, bonus, trofi/sertifikat atau bahkan kenaikan jabatan. Hal ini juga dilakukan agar karyawan merasa dihargai serta diapresiasi oleh perusahaan, sehingga nantinya karyawan akan lebih termotivasi untuk bekerja lebih baik.

7. Fokus pada Strategi dan Tujuan Perusahaan

Tips terakhir yaitu fokus pada strategi dan tujuan perusahaan. Sehingga segala upaya yang dilakukan tetap sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan perusahaan sebelumnya.


KESIMPULAN

Dalam melaksanakan target produktivitas, sumber daya manusia memegang peran penting, sebab kegiatan perusahaan tidak mungkin dapat dilakukan dengan baik tanpa didukung oleh sumber daya manusia walaupun alat dan pelengkapnya yang digunakan sudah lengkap dan canggih. Produktivitas kerja itu penting dan selalu ingin ditingkatkan karena dapat menggambarkan tingkat efisiensi kerja karyawan. Maka dari itu perlu dilakukan rangsangan untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan agar memperoleh hasil untuk mencapai tujuan perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

  • https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/4350/05.1%20bab%201.pdf?sequence=5&isAllowed=y
  • https://repository.uin-suska.ac.id/6726/2/BAB%20I%281%29.pdf
  • Memahami Pengertian Produktivitas Kerja dalam Dunia Bisnis. (2021, April 5). Online. 
  • Muchdarsyah. S. (1995). Produktivitas: Apa dan bagaimana. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Mysc-team. (2021, November 17). 7 Cara Meningkatkan Produktivitas Perusahaan dengan Efektif. MY Scorecard. Online.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.