Oktober 30, 2022

 

PERAN MARKETING 4.0 DALAM PERKEMBANGAN DAN KEBERLANGSUNGAN SUATU USAHA

Oleh : Meli Restiana (@V33 – Meli)







ABSTRAK

Dalam Marketing 4.0 memungkinkan suatu usaha bisnis menjangkau konsumen lebih luas dan lebih menyeluruh di semua daerah. Marketing 4.0 ini memanfaatkan teknologi atau media sosial sebagai alat untuk melakukan promosi. Pendekatan marketing 4.0, menggabungkan antara sentuhan kepada konsumen secara manusiawi melalui kecanggihan teknologi.

Kata Kunci : Marketing 4.0 , Usaha , Bisnis, Teknologi.

PENDAHULUAN

Zaman semakin modern. Semuanya pun mengalami perkembangan. Begitu juga dengan pemasaran alias marketing. Saat ini, dunia marketing sudah berkembang. Dari yang dulu marketing 1.0 yang berfokus pada penjualan produk, kini telah menjadi marketing 4.0 . Marketing 4.0 memungkinkan suatu konsumen dapat terhubung dengan panjual baik itu untuk transaksi pembelian maupun untuk sekedar promosi penjualan tanpa pertemuan dan hanya lewat media sosial. Dalam marketing 4.0 ini membuat jangkauan konsumen lebih besar dan meluas, tanpa mengenal jarak dan waktu. Perkembangan marketing dari 1.0 hingga marketing 4.0 ini memudahkan penjual dan beli dalam melakukan proses jual beli serta lebih mengefisienkan waktu. Dengan perkembangan marketing 4.0 ini membuat persaingan di dunia usaha semakin ketat. Semua pelaku usaha secara tidak langsung dituntut untuk bersaing dalam menyempurnakan usahanya masing-masing.

PERMASALAHAN

Dengan adanya perkembangan marketing 4.0 pada zaman sekarang ini, maka :

1.      Apa itu Marketing 4.0 yang sedang berkembang sekarang ini?

2.      Apa saja perbedan Marketing 1.0 dengan Marketing 4.0?

3.      Bagaimana cara menerapkan Marketing 4.0 dalam usaha bisnis agar berjalan efektif?

4.      Apa saja dampak Marketing 4.0 dalam usaha bisnis?


PEMBAHASAN

1.      MARKETING 4.0

Pengertian marketing 4.0 secara harfiah adalah suatu pendekatan marketing yang menggabungkan interaksi online dan offline yang terjadi antar pengusaha dan pelanggannya. Pada era seperti saat ini, kegiatan marketing tidak cukup dilakukan secara online saja. Namun juga dibutuhkan upaya pemasaran offline agar bisa memastikan bahwa konsumen benar-benar telah mendapatkan pelayanan yang memuaskan atas jasa atau produknya.

Pada dasarnya, pasar online tidak sedang berusaha untuk menjatuhkan pasar offline, karena dalam marketing 4.0, keduanya malah mempunyai perannya masing-masing, dan peran tersebut sangat penting untuk melengkapi strategi markering 4.0.

Dilansir dari laman  Marketeers, marketing 4.0 tidak hanya menggabungkan toko offline dan online, namun juga memadukan style dan substace yang ada di baliknya. Sederhananya, selain suatu brand harus menerapkan strategi digital marketing yang bagus, mereka juga harus bisa menciptakan konten yang relevan, menarik dan terkini untuk para pelanggannya.

Oleh karena itu, proses pembuatan konten tersebut harus menggunakan sentuhan manusia dalam proses menciptakannya. Walaupun Machine-to-machine dan juga artificial intelligence (kecerdasan buatan) telah dikembangkan guna meningkatkan kemajuan marketing 4.0, namun peran penting manusia memang tetap diperlukan untuk memperkuat atau meningkatkan engagement. Jadi, adanya perpaduan itulah yang disebut dengan marketing 4.0

 

2.      PERBEDAAN MARKETING 1.0 DENGAN MARKETING 4.0

Menurut Kotler, Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan dalam buku Marketing 4.0, era pemasaran diawali dengan marketing 1.0 yang berorientasi pada produk. Pada era tersebut, fokus penjual adalah untuk menjual produk sebanyak mungkin tanpa memikirkan apa yang dibutuhkan konsumen. Sedangkan marketing 2.0 berorientasi pada konsumen. Di sini penjual sudah mulai berupaya untuk menyentuh hati konsumen, namun mereka hanya dianggap sebagai objek pasif.

Kemudian berkembanglah marketing 3.0 yang berorientasi pada manusia. Pada era pemasaran ini penjual tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga punya visi, misi, dan value yang sejalan dengan konsumen. Meskipun begitu, para penjual merasa bahwa model pemasaran tersebut masih perlu dikembangkan lagi.Sebab perkembangan teknologi yang pesat dianggap dapat mendorong pemasaran berjalan lebih efektif.

Hal tersebutlah yang adalah menjadi cikal bakal munculnya marketing 4.0. Pendekatan marketing 4.0, menggabungkan antara sentuhan kepada konsumen secara manusiawi melalui kecanggihan teknologi.


3.      CARA MENERAPKAN MARKETING 4.0 DALAM USAHA BISNIS AGAR  BERJALAN EFEKTIF

·         Gunakan Berbagai Saluran Pemasaran

Banyaknya saluran yang digunakan sebagai fungsi marketing ditujukan agar tercipta pengalaman konsumen yang mulus dan konsisten.Dengan menggunakan banyak saluran, konsumen bisa dengan mudah mengenal dan mengakses informasi produk atau jasa. Gunakanlah saluran online dan offline. Sebab marketing 4.0 mengintegrasikan style dan substance.Artinya, tidak hanya mengedepankan branding bagus, tetapi juga menawarkan konten yang relevan dengan konsumen dengan menyuguhkan konten yang bagus dan up-to-date.

·         Memberi Solusi

Konsumen sudah jemu dengan strategi pemasaran berupa iklan yang mereka temui di mana-mana. Marketing 4.0 hadir sebagai contoh solusi pemasaran yang menengahi antara kebutuhan bisnis dan konsumen. Oleh karenanya pesan yang Anda sampaikan janganlah hanya berfokus pada penjualan, tapi juga memberikan solusi bagi apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Penjual perlu mengidentifikasi titik frustasi (pain point) pelanggan, terutama saat menggunakan produk atau jasa sebuah layanan. Dari titik frustasi itu, pemasar harus memikirkan bagaimana aplikasi produk yang ditawarkan dapat membantu mengatasi masalah konsumen.

·         Mempraktikkan Antropologi Digital

Poin ini menitikberatkan pada pengertian marketing 4.0 yang menggabungkan antara sentuhan kepada konsumen secara manusiawi dengan kecanggihan teknologi contoh digital. Dalam antropologi digital, teknologi menyelidiki cara manusia berinteraksi antarmuka secara digital. Pada proses ini akan dilihat bagaimana konsumen berperilaku dalam konteks teknologi, dan bagaimana teknologi digunakan oleh manusia untuk berinteraksi satu sama lain. Salah satu praktiknya adalah social listening, yakni proses proaktif memantau percakapan tentang sebuah media di internet, khususnya di media sosial dan komunitas online.

Sebagai salah satu pelaku bisnis, persiapkan bisnis Anda agar mampu mengoptimalkan marketing 4.0 yang digadang-gadang dapat meningkatkan daya saing. Tidak hanya dalam dunia pemasaran Anda pun harus menyadari bahwa pengelolaan bisnis khususnya bagian administrasi dan keuangan merupakan hal lain yang membuat bisnis Anda bertahan.

4.      DAMPAK MARKETING 4.0 DALAM USAHA BISNIS

Berikut ini adalah perubahan yang terjadi di dunia pemasaran sebagai akibat maupun adaptasi dari Revolusi Industri 4.0:

1.      Pemasaran digital menjadi strategi utama pemasaran

Kalau pada masa Industri 1.0, 2.0, dan 3.0, pemasaran digital masih menjadi alat dan strategi pendukung saja, maka pada masa Industri 4.0 ini, digital marketing telah menjadi alat dan strategi utama yang diterapkan perusahaan–perusahaan di seluruh dunia.

Gaya hidup umat manusia di seluruh dunia pun mengalami perubahan drastis di masa Industri 4.0 ini. Kalau dahulu banyak orang di dunia ini hanya memanfaatkan komputer dan internet untuk berkomunikasi saja, kini di masa Industri 4.0 komputer dan internet telah menjadi bagian dari seluruh aspek kehidupan manusia sehari – hari, mulai dari berkomunikasi, bekerja, belajar, berbelanja, hiburan, dan lain sebagainya. Perubahan – perubahan yang diakibatkan Industri 4.0 pada dunia industri dan perubahan perilaku konsumen telah memaksa terjadinya perubahan pada dunia pemasaran juga.

2.      Banyak perusahaan manufaktur yang menjangkau produknya secara langsung dengan pemasaran digital

Mata rantai distribusi barang–barang hasil produksi manufaktur di seluruh dunia yang dulunya panjang, kini dipangkas menjadi semakin pendek. Karena, perusahaan–perusahaan manufaktur di seluruh dunia sudah banyak yang mulai menjangkau end user produknya lewat pemasaran digital. Kini, semakin banyak perusahaan manufaktur di dunia ini yang membuka toko online sendiri atau memanfaatkan situs seperti Global Sources dan Alibaba untuk memperpendek mata rantai distribusinya atau bahkan menjangkau end user produknya secara langsung.

Dan dengan semakin banyaknya perusahaan manufaktur yang menjangkau end user secara langsung melalui pemasaran digital, membuat kedua belah pihak tersebut diuntungkan. Alasannya, perusahaan manufaktur bisa mengurangi biaya dan waktu distribusi produknya, sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan profit mereka. Sementara, end user bisa menikmati produk dengan harga lebih murah dan cepat.

3.      Potensi Pertumbuhan Penjualan yang Sangat Besar

Pemanfaatan pemasaran digital pada dunia industri juga memberikan potensi pertumbuhan penjualan yang sangat besar. Sebab, digital marketing membuat perusahaan manufaktur di seluruh dunia mampu menjangkau pasar global dengan mudah, efisien, dan efektif. Dengan semakin mudah dan efisien dalam menjangkau end user, maka semakin mudah pula bagi industri manufaktur untuk meningkatkan penjualan dan profit-nya. Kalau dahulu pada masa Industri 1.0, 2.0, dan 3.0 pertumbuhan penjualan industri manufaktur sangat bergantung dan ditentukan oleh mata rantai distribusi yang kompleks dan berbiaya tinggi, kini pada masa Industri 4.0, distribusi menjadi lebih simpel dan murah.

4.      Data Menjadi Sangat Penting

Dalam Industri 4.0, data yang detail menjadi sangat mudah diakuisi oleh para industri manufaktur, baik itu mengenai pengadaan bahan baku dari para supplier, pada saaat proses produksi, sampai pengiriman produk kepada end user. Data mengenai perilaku end user industri manufaktur pun menjadi lebih mudah didapatkan.  Data–data yang sangat detail tersebut akan sangat diperlukan dalam membuat dan melaksanakan strategi pemasaran digital. “Marketing without data is like driving with your eyes closed” (Dan Zarella

 

KESIMPULAN

Dalam proses perkembangan zaman yang semakin canggih ini, pemanfaatan teknologi di semua sektor terutama di sektor usaha bisnis harus dimanfaatkan dengan benar. Misalnya dalam marketing 4.0 ini yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk melakukan promosi secara online. Hal ini tentu membuat biaya dan waktu lebih efisien. Selain itu jangkauan konsumen yang didapat pun lebih luas dan tidak mengenal batas negara dan waktu.

DAFTAR PUSTAKA

https://marketingcraft.getcraft.com/id-articles/dampak-revolusi-industri-4-0-pada-pemasaran-digital

https://www.jurnal.id/id/blog/menaklukkan-pemasaran-digital-dengan-marketing-4-0/#:~:text=Marketing%204.0%20adalah%20pendekatan%20pemasaran,offline%20dibutuhkan%20untuk%20saling%20melengkapi.

https://accurate.id/marketing-manajemen/marketing-4-0-pengertian-dan-penerapannya-dalam-bisnis/

https://qwords.com/blog/apa-itu-marketing-4-0/

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.