Oktober 02, 2022

Tahapan Pengembangan Produk dan Strategi Pemasaran Produk Baru Dalam Kewirausahaan

Oleh : Ryan Setya Rama (@V17-RYAN)

ABSTRAK

Perkembangan dunia usaha yang dinamis dan penuh persaingan menuntut perusahaan untuk melakukan perubahan orientasi terhadap cara mereka melayani konsumen, menangani pesaing, dan mengeluarkan produk. Persaingan yang ketat menuntut perusahaan untuk semakin inovatif dalam mengeluarkan produk yang sekiranya disukai konsumen.

Tanpa inovasi, produk suatu perusahaan bisa tenggelam dalam persaingan dengan produk-produk lain yang semakin memenuhi pasar. Pelanggan yang puas akan terus melakukan pembelian, dan pelanggan yang tidak puas akan menghentikan pembelian produk bersangkutan dan kemungkinanakan menyebarkan berita tersebut pada orang lain.

Kata Kunci : Pengembangan, Produk, Usaha

PENDAHULUAN

Pengembangan produk adalah suatu usaha yang dilakukan perusahaan melalui perbaikan bentuk, penyederhanaan, pembentukan kembali, menambah desain atau model dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan konsumen atau pelanggan. Langkah awal yang harus diketahui sebelum memulai produk baru yaitu menyusun strategi yang tepat. Strategi pengembangan produk adalah bagian dari strategi korporasi (corporate strategy). Dalam strategi pengembangan produk terdapat potensi keuntungan maupun risiko dari aktifitas pengembangan produk, dan banyak faktor yang menyebabkan suatu organisasi mempertimbangkan melakukan pengembangan produk baru. 

Selain itu, pengembangan produk termasuk dalam proses perubahan yang dilakukan pada produk yang sudah ada sebelumnya. Sekaligus sebagai proses mencari inovasi guna menambah nilai terhadap produk lama dan mengkonversikannya ke dalam bentuk produk tersebut. Dengan dilakukannya pengembangan produk, itu artinya perusahaan sudah paham dan mengetahui terkait kebutuhan dan juga keinginan pasar.

PEMBAHASAN

               Produk merupakan senjata utama seorang pengusaha. Sikap konsumen modern yang sangat kritis dan peka terhadap perkembangan produk-produk yang beredar di pasaran menuntut perusahaan untuk senantiasa mengembangkan jenis dan mutu produk. Pengembangan produk adalah proses perubahan yang dilakukan terhadap produk yang sudah ada sekaligus proses pencarian inovasi untuk menambah nilai terhadap barang lama dengan mengkonversikannya ke dalam produk tersebut. Dengan adanya pengembangan produk berarti wirausaha atau perusahaan sudah memahami tentang kebutuhan dan keinginan pasar.

Berikut adalah beberapa definisi pengertian Pengembangan produk dari beberapa sumber buku

  • Menurut Tjiptono (2008), pengembangan produk adalah strategi untuk produk baru meliputi produk orisinil, produk yang disempurnakan, produk yang dimodifikasi, dan merek baru yang dikembangkan melalui usaha riset dan pengembangan. 
  • Menurut Kotler dan Amstrong (2008), pengembangan produk strategi untuk pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan produk memodifikasi atau produk baru ke segmen pasar yang ada sekarang pengembangan konsep produk menjadi produk fisik dalam upaya memastikan bahwa ide produk bisa diubah menjadi produk yang bisa diwujudkan secara efektif. 
  • Menurut Simamora (2000), pengembangan produk adalah proses pencarian gagasan untuk barang dan jasa baru dan mengkonversikannya kedalam tambahan lini produk yang berhasil secara komersial. Pencarian produk baru didasarkan pada asumsi bahwa para pelanggan menginginkan unsur-unsur baru dan pengenaan produk baru akan membantu mencapai tujuan perusahaan. 
  • Menurut Alma (2002), pengembangan produk adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh pabrikan atau produsen dalam menentukan dan mengembangkan produknya, memperbaiki produk lama, memperbanyak kegunaan dari produk yang sudah ada dan mengurangi biaya produksi dan biaya pembungkus.

Tujuan Pengembangan Produk

Tujuan pengembangan produk adalah untuk memberikan nilai maksimal bagi konsumen, memenangkan persaingan perusahaan dengan memilih produk yang inovatif, produk yang dimodifikasi serta mempunyai nilai yang tinggi baik dalam desain warna, ukuran, kemasan, merek, dan ciri-ciri lain.

Menurut Kotler dan Keller (2008), umumnya tujuan pengembangan produk baru adalah:

  • Untuk memenuhi kebutuhan baru dan memperkuat reputasi perusahaan sebagai investor, yaitu dengan menawarkan produk yang lebih baru dari pada produk sebelumnya. 
  • Untuk mempertahankan daya saing terhadap produk yang sudah ada, yaitu dengan jalan menawarkan produk yang dapat memberikan jenis kepuasan yang baru. Bentuknya bisa bertambah terhadap lini produk yang sudah ada maupun revisi terhadap produk yang telah ada.

Sedangkan menurut Alma (2002), Terdapat beberapa alasan yang membuat wirausaha atau perusahaan melakukan pengembangan produk, yaitu :

  • Untuk memenuhi keinginan konsumen. 
  • Untuk menambah omzet penjualan. 
  • Untuk mendayagunakan sumber-sumber produksi.
  • Untuk memenangkan persaingan.
  • Untuk meningkatkan keuntungan dengan pemakaian bahan yang sama.
  • Untuk mendayagunakan sisa-sisa bahan.
  • Untuk mencegah kebosanan konsumen.
  • Untuk menyederhanakan produk pembungkus.

Menurut Simamora (2000), terdapat delapan tahap yang harus dilalui dalam pengembangan produk baru, yaitu:

1. Analisis Kebutuhan Pelanggan 

Kebutuhan konsumen merupakan titik pendahuluan untuk pengembangan produk, baik untuk pasar domestik ataupun global. Produk-produk baru merangsang perusahaan untuk mencapai sasaran unit bisnis dan korporat. Untuk menentukan lingkup produk baru yang akan dipertimbangkan, manajemen sering merumuskan garis-garis besar perencanaan produk baru. Keputusan ini menjadi garis-garis besar penting untuk proses perencanaan produk baru. Analisis kepuasan pelanggan menentukan peluang untuk produk dan proses baru.

2. Pemunculan gagasan 

Pencarian macam-macam gagasan yang menjanjikan merupakan titik pangkal dalam proses pengembangan produk baru. Penggalian gagasan terentang mulai dari perbaikan tambahan atas produk yang ada sekarang sampai ke produk yang sama sekali baru bagi dunia. Beraneka gagasan produk berasal dari banyak sumber. Membatasi pencarian gagasan-gagasan produk baru hanya pada aktivitas litbang interval merupakan pendekatan yang sangat sempit.

3.  Penyaringan Ide dan Evaluasi 

Pengevaluasian ide-ide baru merupakan bagian penting dari perencanaan produk baru. Produk yang berhasil adalah produk yang memuaskan kriteria manajemen untuk keberhasilan komersial. Manajemen memerlukan suatu prosedur penyaringan dan evaluasi yang akan menghapus ide-ide yang tidak akan menjanjikan sesegera mungkin. Tujuannya adalah untuk mengeliminasi ide-ide yang paling tidak menjanjikan sebelum terlalu banyak waktu dan dana yang dikucurkan ke dalamnya.

4. Analisis Bisnis 

Analisis bisnis mengestimasi kinerja komersial produk yang diusulkan. Perolehan suatu proyeksi finansial yang akurat tergantung pada mutu ramalan pendapatan dan biaya. Analisis bisnis normalnya dipecahkan pada beberapa tahap dan proses perencanaan produk baru. Setelah manajemen memutuskan konsep produk dan strategi pemasarannya, manajemen dapat mengevaluasi daya tarik bisnis proposal tersebut. Untuk memperkirakan penjualan, perusahaan dapat melihat angka penjualan historis produk sejenis dan melakukan survei untuk mengetahui opini pasar. Perusahaan tersebut dapat memperkirakan penjualan minimum dan maksimum untuk memperkirakan jangkauan risiko. Setelah mempersiapkan ramalan penjualan, manajemen dapat memperkirakan biaya dan laba yang di harapkan dari produk tersebut, yang memasukkan biaya-biaya pemasaran, penelitian, pengembangan, akuntansi, dan keuangan.

5. Pengembangan Strategi Pemasaran 

Tujuan pengembangan strategi pemasaran adalah penyempurnaan rencana lebih lanjut pada tahap-tahap berikutnya yaitu bagaimana strategi pemasaran untuk mengenalkan produk baru ke pasar. Dalam tahap ini perusahaan melakukan pengembangan rencana strategi, dimana strategi pemasaran lebih dulu mengalami penyaringan. Dalam melakukan pengembangan strategi pemasaran ada 3 bagian pokok, yaitu:

1.  Menjelaskan ukuran struktur, perilaku pasar sasaran, posisi produk yang direncanakan, penjualan, pangsa pasar, dan laba yang diinginkan dari lima tahun pertama. 

2.  Menggambarkan harga, strategi distribusi, dan anggaran perusahaan yang di rencanakan untuk produk tersebut dalam tahun pertama. 

3.     Menjelaskan jumlah penjualan, sasaran laba, dan strategi pemasaran selanjutnya.

6.     Pengembangan Produk 

Setelah berhasil merampungkan tahap analisis bisnis, perencanaan produk bergerak menuju tahap pengembangan dan pengujian (development and testing). Pengembangan dan pengujian berkenaan dengan pembuatan karakteristik fisik barang dan jasa baru yang dapat diterima bagi para pelanggan. Tujuannya adalah mengkonversikan gagasan ke dalam produk aktual yang aman, memberikan manfaat bagi para pelanggan, dan dapat diproduksi secara ekonomis oleh perusahaan.

7.     Pengujian Produk dan Pasar 

Pada tahapan ini, pengujian produk merupakan kelanjutan dari tahapan pengembangan produk. Tahapan-tahapan pengujian produk diantaranya:

1.     Pengujian tentang konsep produk.

2.     Pengujian desain produk.

3.     Pengujian kesukaan konsumen terhadap produk.

4.     Pengujian laboratorium terhadap produk.

5.    Pengujian operasi pabrik dan tes penggunaan produk. Setelah manajemen perusahaan merasa puas dengan produknya (setelah melakukan perubahan) maka untuk lebih lanjut adalah pengujian pada tujuannya yaitu untuk mengetahui reaksi konsumen.

8.     Komersialisasi 

Pada tahapan ini, semua fasilitas sudah disiapkan sedemikian rupa, baik fasilitas produksi maupun pemasarannya. Perusahaan yang sudah memasuki tahapan ini, harus sudah mempersiapkan strategi penetapan harga dan keuntungan yang diharapkannya. Di dalam tahapan ini, perusahaan sudah melaksanakan riset pemasaran terlebih dahulu, terutama yang menyangkut kebutuhan, keinginan, selera, kepuasan para konsumen yang akan dituju.

Strategi Pemasaran Produk Baru

Pemasaran produk dilakukan agar target pasar semakin mengenal mengenai produk Anda.  Pemasaran merupakan hal yang sangat penting ketika akan melakukan pengenalan produk baru. Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mengenalkan dan menginformasikan produk-produk Anda. Banyak orang yang tertarik berbisnis untuk menjual produk, namun banyak juga yang gagal dan merasa ragu ketika memulai bisnis ini karena sulit melakukan pemasaran dan mengenalkan produk ke target pasar. Sangat penting untuk fokus memperbaiki kegagalan tersebut karena telah banyak yang Anda investasikan untuk membuat prduk tersebut.

Berikut adalah Strategi Pemasaran Produk Baru :

  • Mengenal Pasar dan Target Marketing
  • Menciptakan Produk Berkualitas
  • Membuat kemasan yang Menarik
  • Memilih Lokasi yang Tepat
  • Membuat promo
  • Manfaatkan tenaga pelangan
  • Gunakan media sosial
  • Menjadi sponsor sebuah kegiatan

KESIMPULAN

Untuk menjadi wirausaha yang sukses, seseorang harus memiliki ide atau visi bisnis yang jelas, serta kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko, baik waktu ataupun uang. Apabila ada kesiapan dalam menerima risiko, maka langkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan dan menjalankannya. Agar usaha tersebut berhasil, wirausaha harus berusaha dan mengembangkan hubungan baik dengan mitra usaha dan semua pihak yang berkaitan dengan usaha.

Pengembangan Produk menjadi bagian yang sangat penting untuk sebuah bisnis. Baik produk yang baru maupun produk yang rebrand (brand refresh). Sebab seiring dengan perkembangan zaman, tentunya konsumen menginginkan produk yang selalu relevan dan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Selain itu, mengembangkan produk juga bisa mencegah kebosanan pada pelanggan. Konsep ini sama dengan ad fatigue, yakni perlunya melakukan pembaruan agar produk tetap terlihat fresh. Sehingga, Anda pasti akan jarang menemukan adanya brand yang tidak mengembangkan produk (minimal mengganti desain produk) dalam jangka waktu yang lama.

DAFTAR REFERENSI

https://fdikom.uinjkt.ac.id/pelatihan-kewirausahaan-proses-pengembangan-produk-baru/  

https://repository.unimal.ac.id/2062/1/BUKU%20KEWIRAUSAHAAN%20edit%20a.pdf

https://www.kajianpustaka.com/2020/03/pengembangan-produk.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.