November 27, 2022

Bisnis Internasional Sebagai Upaya Pengembangan Usaha

 

Oleh : Ellyza Tri Septianingrum (@V23-Ellyza)

Pendahuluan

Kata “bisnis” berasal dari bahasa Inggris yaitu “business”, yang diambil dari kata “busy”, yang berarti sibuk. Jadi bila melihat pola bahasanya, kata “business” bisa diartikan sebagai kesibukan. Pengertian tersebut mungkin kurang relevan bila digunakan sekarang ini karena “bisnis” diasosiasikan sebagai aktivitas ekonomi. Sedangkan kata internasional yang diambil dari bahasa Inggris “international” artinya tentang bangsa atau negara di seluruh dunia; antar bangsa. Jadi bisnis internasional secara bahasa adalah aktivitas ekonomi yang dilakukan antar bangsa.

Donald A Ball (2004) mendefinisikan bisnis internasional sebagai bisnis yang kegiatan-kegiatannya melewati batas-batas negara. Definisi ini tidak hanya termasuk perdagangan internasional dan perusahaan manufaktur di luar negeri tetapi juga industri jasa yang berkembang di bidang-bidang seperti transportasi, pariwisata, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa. Beberapa definisi lain yang terkait dengan bisnis internasional antara lain: “Bisnis luar negeri berarti operasi-operasi domestik di dalam sebuah negara asing”. Perusahaan multidomestik (multidomestic company-MDC) adalah sebuah organisasi dengan cabang-cabang di banyak negara, yang masing-masing cabang merumuskan strategi bisnisnya sendiri berdasarkan perbedaan-perbedaan pasar yang dipahami. Perusahaan global (global company-GC) adalah organisasi yang berupaya untuk melakukan dan memadukan operasi-operasi di seluruh dunia dalam bidang fungsional. Perusahaan internasional (international company-IC) merujuk pada perusahaan-perusahaan global maupun multidomestik.

Permasalahan

Ø  Apa itu pengertian bisnis internasional?

Ø  Apa tujuan dan manfaat dari bisnis internasional?

Ø  Apa saja tahapaan dalam memasuki bisnis internasional?

Ø  Apa saja hambatan dalam memasuki bisnis internasional?

Pembahasan

Pengertian Bisnis Internasional

Bisnis Internasioanl adalah bisnis yang kegiatan-kegiatannya melewati batas-batas negara. Definisi ini tidak hanya termasuk perdagangan internasional dan pemanufakturan di luar negeri, tetapi juga industri jasa yang berkembang di bidang- bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa.

Sedangkan menurut Hadi (2010) bisnis internasional adalah suatu studi tentang transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan internasional (ekspor dan impor) dan foreign investment (direct maupun indirect) yang dilakukan oleh individu dan perusahaan atau organisasi dengan tujuan mendapatkan keuntungan dan manfaat tertentu

 

Tujuan dan Manfaat Dari Bisnis Internasional

Perdagangan merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan perekonomian suatu negara, termasuk di dalamnya adalah bisnis internasional. Seiring majunya teknologi, perdagangan internasional juga semakin pesat dilakukan karena semakin mudahnya proses produksi dan transaksi. Adapun tujuan adanya perdagangan internasional sendiri adalah untuk memenuhi segala kebutuhan dalam negeri, yang mana di dalam negeri itu sendiri kebutuhan tersebut belum bisa terpenuhi karena adanya keterbatasan.

Selain itu, beragam manfaat juga bisa didapat dengan adanya bisnis internasional, baik bagi perusahaan sendiri maupun bagi negara secara luas. Manfaat bagi Perusahaan Bagi perusahaan, pengembangan menjadi bisnis internasional biasanya bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Bisnis internasional dapat bermanfaat untuk meluaskan pasar bagi suatu perusahaan. Hal ini membuat produksi barang bisa dilakukan secara lebih efisien, tanpa takut lagi jumlah hasil produksinya melebihi batas. Selain itu, dengan adanya perdagangan internasional, perusahaan juga dapat menjalankan beberapa mesin produksinya secara maksimal. Dengan begitu, meningkatnya produktivitas tentu mampu meningkatkan pendapatan dan menghasilkan keuntungan lebih banyak.

Tahapan Dalam Memasuki Bisnis Internasional

Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Adapun tahap tersebut secara kronologis adalah sebagai berikut :

– Ekspor Insidentil

Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian ada yang membeli barang-barang kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.

– Ekspor Aktif

Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “ekspor aktif”, sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.

– Penjualan Lisensi

Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.

– Franchising

Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk “Franchising”. Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai “Franchisee” sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai “Franchisor”. Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya.

– Pemasaran di Luar Negeri

Tahap berikutnya adalah bentuk Pemasaran di Luar negeri. Bentuk ini akan memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang (Host Country) harus aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya itu di negeri asing (HomeCountry). Pengusaha pendatang yang merupakan orang asing harus mampu untuk mengetahui perilaku (segmentasi) di negeri penerima itu sehingga dapat dilakukan program-program pemasaran yang efektif.

– Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri

Tahap yang terakhir adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri pada bisnis internasional yaitu tahap “Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri”. Tahap ini juga disebut sebagai “Total International Business”. Bentuk inilah yang menimbulkan MNC (Multy National Corporation) yaitu Perusahaan Multi Nasional. Dalam tahap ini perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negeri asing dengan segala modalnya, kemudian memproduksi di negeri itu, lalu menjuaI hasil produksinya itu di negeri itu juga. Bentuk ini memiliki unsur positif bagi negara yang sedang berkembang karena dalam bentuk ini negara penerima tidak perlu menyediakan modal yang sangat banyak untuk mendirikan pabrik tersebut.

Hambatan Dalam Memasuki Bisnis Internasional

Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestik. Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kali menghambat terlaksananya transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis internasional yaitu :

 

1.      Batasan perdagangan dan tarif bea masuk : Tarif bea masuk adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan baik barang impor maupun ekspor.

2.      Perbedaan bahasa, sosial budaya/cultural : Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional , hal ini disebabkan karena bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun bahasa tulis.

3.      Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan : Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis dari kedua negara tersebut.Ketentuan hukum ataupun perundang-undang yang berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional.

4.      Hambatan operasional : Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah berupa masalah operasional yakni transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan tersebut dari negara yang satu ke negara yang lain.

            a). Peraturan atau kebijkan Negara lain, dalam bentuk proteksi yaitu: usaha melindungi      industry-industri di dalam negri

            b). Perbedaan tingkat upah

Kesimpulan

Bisnis Internasioanl adalah bisnis yang kegiatan-kegiatannya melewati batas-batas negara. Definisi ini tidak hanya termasuk perdagangan internasional dan pemanufakturan di luar negeri, tetapi juga industri jasa yang berkembang di bidang- bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa. Bisnis internasional memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negri yang tidak bisa di produksi sendiri. Bisnis internasional juga memiliki manfaat yaitu dapat meluaskan pasar dari produk perusahaan tersebut. Bisnis beberapa tahapan dalam memulai bisnis internasioanl diantaranya adalah expor insidential, expor aktif, franchising, dll. Bisnis internasiaonal juga memiliki beberapa hambatan seperti perbedaan bahasa, tarif bea masuk, regulasi hukum, dll.

Daftar Pustaka

Ø  Hidayat, Atep Afia. 2022. Strategies For Going Global and Barrier to International Trade. Dalam : https://umb-post.mercubuana.ac.id/mod/resource/view.php?id=410630

Ø  Maharani, Estu. 2018. Pendahuluan, Pengertian Dan Ruang Lingkup Bisnis Internasional. Dalam : http://repository.upi-yai.ac.id/582/3/DIKTAT%20BHN%20AJAR%20BI_BKD%20Estu%20Agustus%202020.pdf

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.