November 09, 2022

Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan

Oleh: Shazfa Zakirah Yasmeenah

Abstrak
Corporate Culture atau budaya perusahaan merupakan cara interaksi perusahaan kepada karyawannya atau bisa juga bagaimana antar sesama karyawan saling berinteraksi. Tiga jenis budaya organisasi meliputi budaya konstruktif,  budaya pasif-defensif dan budaya  agresif defensive. Terdapat fungsi internal dan fungsi eksternal dalam budaya organisasi. Selain itu Budaya Organsasi juga mempengaruhi produktivitas dan kinerja karena membentuk sikap dan perilaku.
Kata Kunci: Budaya Organisasi, Kinerja Karyawan. 

Pendahuluan

Memahami bagaimana pentingnya latar belakang perusahaan adalah hal yang penting bagi karyawan. Dengan mengetahui bagaimana cara perusahaan berkomunikasi terhadap karyawannya, setiap orang yang bekerja dapat menyesuaikan diri agar sejalan dengan budaya perusahaan. Corporate Culture atau budaya perusahaan merupakan cara interaksi perusahaan kepada karyawannya atau bisa juga bagaimana antar sesama karyawan saling berinteraksi. 

             Budaya perusahaan yang dimaksud bisa berupa keyakinan, kepercayaan, nilai dan juga norma bersama sebagai ciri perusahaan dan diikuti juga oleh semua anggota perusahaan. Konsep yang terkait erat adalah etika perusahaan dan citra perusahaan. Etika perusahaan menyatakan nilai-nilai perusahaan, sedangkan citra perusahaan merupakan persepsi publik terhadap budaya perusahaan.

Anggota baru perlu mempelajarinya. Beberapa dari mereka mungkin membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi, sementara yang lain lebih cepat. Tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyesuaikan, mempelajari lingkungan budaya baru membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk bersinergi dengan anggota lain.

Hal inilah yang akan memberikan kerangka acuan umum untuk anggota perusahaan, sehingga dapat menafsirkan fakta atau peristiwa yang terjadi di lingkungan perusahaan. Misalnya, budaya mengirim pesan pada orang orang yang ada di luar perusahaan atau di dalam perusahaan tentang bagaimana bisnis dijalankan. Berakar dari tujuan, pendekatan organisasi pada tenaga kerja, strategi struktur sampai dengan pelanggan dan investor. Inilah mengapa Corporate Culture menjadi komponen bisnis yang penting untuk kegagalan atau keberhasilan bisnis.

 

Pembahasan

Kinerja adalah usaha yang dilakukan dari hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan norma maupun etika, menurut pendapat Prawirosentono dalam Husaini Usman (2010).

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah sebagai berikut:

1.      Efektivitas dan Efisiensi

Dalam hubungannya dengan kinerja organisasi, maka ukuran baik buruknya kinerja diukur oleh efektivitas dan efisiensi. Dikatakan efektif bila mencapai tujuan, dikatakan efesiensi bila hal itu memuaskan sebagai pendorong mencapai tujuan, terlepas apakah efektif atau tidak.

2.      Otoritas dan tanggung jawab

Dalam organisasi yang baik wewenang dan tanggung jawab telah didelegasikan dengan baik, tanpa adanya tumpang-tindih tugas. Masing-masing karyawan yang ada dalam organisasi mengetahui apa yang menjadi haknya dan tanggung jawabnya dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

3.      Disiplin

Secara umum, disiplin menunjukkan suatu kondisi atau sikap hormat yang ada pada diri karyawan terhadap peraturan dan ketetapan perusahaan. Disiplin merupakan ketaatan dan hormat terhadap perjanjian yang dibuat antara perusahaan dan karyawan.

4.      Inisiatif

Inisiatif seseorang berkaitan dengan daya pikir, kreatifitas dalam bentuk ide untuk merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan tujuan organisasi. Setiap inisiatif sebaiknya mendapat perhatian atau tanggapan positif dari atasan, kalau memang dia atasan yang baik.

 

Budaya organisasi adalah sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain (Robbins, 2006). Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi mengungkapkan nilai-nilai inti yang dianut bersama oleh mayoritas anggota organisasi. Budaya organisasi dapat memberikan stabilitas bagi suatu organisasi, tetapi juga dapat sebagai penghambat terhadap perubahan.

Secara umum terdapat tiga jenis budaya organisasi menurut Kreitner dan Kinicki (2003) yaitu:

1.      Budaya konstruktif

Budaya konstruktif adalah budaya di mana para karyawan didorong untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengerjakan tugas dan proyeknya dengan cara yang membantu mereka dalam memuaskan kebutuhannya untuk tumbuh dan berkembang.

2.      Budaya pasif-defensif

Budaya pasif-defensif bercirikan keyakinan yang memungkinkan bahwa karyawan berinteraksi dengan karyawan lain dengan cara yang tidak mengancam keamanan kerja sendiri.

3.      Budaya agresif defensive

Budaya agresif defensif mendorong karyawannya untuk mengerjakan tugasnya dengan kerja keras untuk melindungi keamanan kerja dan status mereka.

 

Perkembangan Budaya Organisasi

            Para pendiri biasanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap budaya awal perusahaan. Mereka akan berusaha membangun budaya untuk memfasilitasi pencapaian visi dan misi mereka. Tanpa itu, perusahaan tidak akan lebih terstruktur.

Budaya berkembang seiring pertumbuhan bisnis. Masuknya eksekutif baru berkontribusi pada perubahan budaya perusahaan. Mereka mungkin membawa perspektif yang berbeda dari yang dibawa oleh pendiri.

Budaya beragam antar perusahaan. Beberapa dari mereka lebih birokratis, sementara yang lain lebih fleksibel. Beberapa perusahaan mungkin secara terbuka menyelesaikan konflik untuk menciptakan konsensus, sementara yang lain menyelesaikannya secara hierarkis dan diam-diam di balik pintu tertutup. Seiring waktu, budaya dan sistem menjadi mapan. Itu tidak terganggu ketika beberapa orang meninggalkan perusahaan. Atau, ketika beberapa karyawan baru masuk.

            Meskipun telah ditetapkan, budaya perusahaan masih fleksibel untuk berubah. Sebagai contoh, eksekutif mengejar perubahan radikal atas arah perusahaan untuk beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang dinamis. Perubahan ini mengharuskan mereka untuk mengembangkan budaya baru yang lebih tepat.

 

Fungsi Utama Budaya Organisasi

1.      Sebagai proses integrasi internal, seperti pemersatu setiap komponen organisasi

2.      Sebagai proses adaptasi eksternal seperti sarana untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan luar organisasi.

 

Indikator budaya organisasi yaitu:

1.     Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.

2.      Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.

3.      Orientasi Hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.

4.      Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang–orang di dalam organisasi itu.

5.      Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukurannya individu.

6.      Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan.

7.      Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.

 

Cara Membangun Corporate Culture

1.      Budaya Komunikasi yang Baik

2.      Sistem tidak akan berjalan baik jika tidak ada komunikasi yang baik. Maka cara membangun budaya perusahaan yakni dengan budaya komunikasi yang baik. 

3.      Budaya Transparansi

Keterbukaan ini termasuk memberitahukan secara terbuka saat ada masalah terjadi. Budaya ini tentu harus ditumbuhkan secara perlahan.

4.      Sistem Perekrutan yang Selektif

Karena menjadi ciri perusahaan, budaya perusahaan juga bisa diterapkan karena karyawan yang memadai. Inilah mengapa harus dilakukan perekrutan yang selektif dari awal.

5.      Terbuka Terhadap Keluhan

Bukan hanya terbuka jika ada masalah, perusahaan juga seharusnya mendengarkan segala keluhan karyawan. Dari keluhan ini bisa dijadikan sebagai perbaikan jika memang ada yang harus diubah. Dalam prosesnya sebaiknya melibatkan tim HR yang profesional. 

6.      Tingkatkan Keterlibatan Karyawan

Budaya perusahaan tidak akan terbentuk jika karyawan tidak terlibat di dalam prosesnya. Ada baiknya untuk tidak ragu melibatkan karyawan dalam pekerjaan dan tanggung jawab. 

 

Kesimpulan

Budaya Organsasi mempengaruhi produktivitas dan kinerja karena membentuk sikap dan perilaku. Budaya dapat menjadi energi menuju tujuan bersama. Itu tidak hanya mendorong karyawan untuk bekerja keras untuk mencapai target, tetapi merasa senang melakukannya.

 

Daftar Pustaka

Gultom, D. K. (2014). PENGARUH BUDAYA ORGANISASI PERUSAHAAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) Tbk MEDAN. Jurnal Manajemen & Bisnis, 14(02).

Nasrudin, A. (2019, September 7). Budaya Perusahaan. Cerdasco. Retrieved November 9, 2022, from https://cerdasco.com/budaya-perusahaan/

Webmaster. (2022, June 3). Budaya Perusahaan – Pengertian, Tipe, Faktor, & Cara Membangunnya. thehoneylady. Retrieved November 9, 2022, from https://www.thehoneylady.co.id/blog/budaya-perusahaan/

Budaya Organisasi-Perusahaan. (2020). YouTube. Retrieved November 9, 2022, from https://www.youtube.com/watch?v=TBdOOCQ5N3k.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.