November 03, 2022

Meningkatkan Kinerja Karyawan Melalui Pelatihan dan Pengembangan SDM

Oleh: Shazfa Zakirah Yasmeenah (@V22-SHAZFA)

Abstrak
Salah satu fungsi manajemen SDM adalah training and development. Pelatihan dan pengembangan mempunyai peran penting untuk meningkatkan kinerja para karyawan untuk meningkatkan SDM yang lebih bermutu. Pelatihan dan pengembangan menjadi bagian utama strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja, kemampuan, keahlian, dan perilaku karyawan. Untuk itu perlu diperhatikannya hal-hal yang terkait dengan rancangan pelatihan dan pengembangan seperti memperhatikan Tujuan, Metode, Komponen dalam pelatihan dan pengembangan SDM serta Tolak ukur keberhasilan program pelatihan dan pengembangan SDM.

Kata Kunci: Pelatihan, Pengembangan, Sumber Daya Manusia 


PENDAHULUAN

    Sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen lainnya seperti modal, teknologi, dan uang sebab manusia itu sendiri yang mengendalikan elemen yang lainnya. Membicarakan sumber daya manusia tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan atau proses manajemen diantaranya adalah pelatihan dan pengembangan SDM. Pelatihan dan pengembangan memiliki kontribusi besar dalam organisasi karena dapat berfungsi sebagai agent of change terhadap individu dalam organiasi. Pelatihan dan pengembangan dapat menjadi media atau wahana untuk melakukan transfer atau internalisasi nilai-nilai strategis organisasi, membangun budaya organisasi, kompetensi inti organisasi kepada anggota atau individu.
    Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas orang-orang yang bekerja di dalamnya. Perubahan lingkungan yang begitu cepat menuntut kemampuan mereka dalam menangkap fenomena perubahan tersebut, menganalisa dampaknya terhadap organisasi dan menyiapkan langkah-langkah guna menghadapi kondisi tersebut. Hal ini dapat diasumsikan bahwa pelatihan dan pengembangan sangat penting bagi tenaga kerja untuk bekerja lebih baik dan menguasai pekerjaan yang dijabatnya atau yang akan dijabatnya kedepan.
    Pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi merupakan hal yang perlu mendapat perhatian, karena melalui pengembangan sumber daya manusia maka diharapkan kinerja daripada orang-orang yang berada di dalam organisasi tersebut tercapai dengan baik. 


PEMBAHASAN

Definisi

  • Manajemen Sumber Daya Manusia
    Veithzal (2008:6) mengemukakan sumber daya manusia adalah yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan usaha pencapaian tujuan organisasi. Hariandja (2012:2) menyatakan Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor yang lain seperti modal oleh karena itu SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Dapat disimpulkan mana sumber daya manusia merupakan sebuah proses perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan individu dan tujuan organisasi.
  • Pelatihan SDM
    Pelatihan adalah proses meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan. terdapat 3 tingkatan atau level anlisis dalam menentukan kebutuhan pelatihan yang harus dipenuhi, yaitu :
    1. Organization analysis (analisis organisasi): Memfokuskan pada pengenalan di dalam organisasi dimana pelatihan dibutuhkan.
    2. Operations analysis (analisis operasi): Mencoba mengenal isi pelatihan-apa yang tenaga kerja harus lakukan agar bekerja secara kompeten.
    3. Individual analysis (analisis individual): Menentukan seberapa baik setiap pekerja atau karyawan yang sedang melakukan tugas dalam menyelesaikan tugasnya.

  • Pengembangan SDM
    Pengembangan SDM adalah suatu proses pembelajaran jangka panjang yang menggunakan suatu prosedur yang sistematis dan terorganisasi dengan mana manajer belajar pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan umum. 

Tujuan Pelatihan dan Pengembangan SDM

Beberapa tujuan pelatihan dan pengembangan adalah sebagai berikut:

  1. Peningkatan Produktivitas kerja
  2. Efisiensi
  3. Menekan Tingkat Kecelakaan Karyawan dalam Menjalankan Pekerjaannya
  4. Pelayanan Lebih Baik
  5. Moral Karyawan Akan Lebih Baik
  6. Menunjuang Karier
  7. Mendukung Kepemimpinan
  8. Bertambahnya Kompensasi
  9. Meningkatkan fleksibilitas dari angkatan kerja
  10. Meningkatkan Komitmen Karyawan
  11. Mengurangi turn over dan absensi 

Metode Pengembangan SDM
    Untuk mencapai tujuan dari program pengembangan dan pelatihan maka metode pengembangan harus di pilih dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan karyawan perusahaan dan dapat dikembangkan oleh perusahaan. (Malayu, 2000)

  1. Pendidikan. Pendidikan dalam arti sempit yaitu untuk meningkatkan keahlian dan kecakapan manajer memimpin para bawahnnya secara efektif. Metode Pendidikan menurut hasibuan yaitu: Training Methods atau classroom methods; Under Study; Job Rotation and Planned Progression; Coaching and Conselling; Junior Board Executive or Multiple Management; Committee Assigment; Business Games.
  2. Pelatihan. Malayu Hasibuan memaparkan bebrapa metode pelatiahn diantaranya adalah: On the Job Training; Demonstration and Example; Vestiblue latihan; Simulation; Apprenticeship Metode; Classroom Methods 

Beberapa Komponen yang Harus Diperhatikan Dalam Merancang Pelatihan dan Pengembangan SDM, yaitu:

  1. Tujuan dan sasaran pelatihan dan pengembangan harus jelas dan dapat diukur.
  2. Para pelatih (trainers) harus ahlinya yang berkualifikasi memadai (professional).
  3. Materi pelatihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai.
  4. Metode pelatihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan pegawai yang menjadi peserta.
  5. Peserta pelatihan dan pengembangan (trainers) harus memenuhi persyaratan yang ditentukan. 

Tolak Ukur Keberhasilan Program Pelatihan dan Pengembangan

Tolak ukur yang dapat dipergunakan untuk mengukur hasil pelatihan atau pengembangan SDM diantaranya adalah:

  1. Perubahan kinerja
    Perubahan dari hasil pekerjaan merupakan salah satu petunjuk dari efektifitas program pelatihan dan pengembangan yang dilakukan. Hal ini semua dapat diketahui dari prestasi kerja karyawan, prakarsa karyawan, dan sebagainya.
  2. Perubahan kepribadian dan tingkah laku
    Tolak ukur lainnya adalah perubahan-perubahan dalam tingkah laku dari para karyawannya secara berkala akan membentu pemimpin dalam membandingkan kepribadian dan perilaku karyawan.
  3. Ujian
    Dengan cara ini suatu pengukuran dilakukan mengenai tingkat sampai dimana pengetahuan yang telah diperoleh karyawan
  4. Penilaian oleh peserta
    Dalam pengukuran ini, sikap-sikap dan pendapat karyawan sangatlah penting, karena hal ini mencerminkan sampai sejauh mana tingkat perubahan yang diperoleh karyawan setelah mengikuti pelatihan atau pengembangan.
  5. Pemeriksaan oleh ahli
    Peninjauan kembali bentuk pelatihan atau pengembangan, para pengajar, peserta, jenis pelatihan atau pengembangan, dapat dilakukan oleh para ahli di bidangnya. 


KESIMPULAN

    Kualitas organisasi sangat bergantung pada mutu SDM. Kualitas kinerja SDM dapat ditingkatkan melalui program pelatihan dan pengembangan yang disediakan oleh organisasi yang sedang dijankan. Oleh karena itu pengembangan SDM dalam organisasi merupakan hal yang perlu mendapat perhatian, karena melalui pengembangan sumber daya manusia maka diharapkan kinerja daripada orang-orang yang berada di dalam organisasi tersebut tercapai dengan baik. 


Daftar Pustaka

Hidayat, A. A. (2022). Kewirausahaan III : Training and People Management [Word File]. Universitas Mercu Buana.

Wiliandari, Y. (2014). RANCANGAN PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SDM YANG EFEKTIF . Jurnal Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi. 

Lolowang, M. G., Adolfina, & Lumintang, G. (2016). PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BERLIAN KHARISMA PASIFIK MANADO. Jurnal EMBA , 4(2).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.