November 04, 2022

PELATIHAN DIGITAL ENTREPRENEURSHIP UNTUK MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA

 


Oleh : Umi Nurul Solikhah (@V08-UMI)

ABSTRAK

Tingginya pengangguran dan terbatasnya lowongan pekerjaan di Indonesia memaksa kita semua untuk berwirausaha, namun keterbatasan akan pengetahuan, keterampilan dan motivasi menjadi kendala utama. Generasi milenial sebagai generasi muda masa depan bangsa Indonesia perlu dilatih dan ditingkatkan kompetensinya sehingga teknologi yang menjadi konsumsi mereka dapat bermanfaat dan menghasilkan penghasilan bagi dirinya atau orang lain. Tujuan dari pelatihan digital entrepreneurship adalah sebagai pendidikan kewirausahaan berdasarkan teknologi yang sudah melekat pada mereka, yang merupakan salah satu aspek penting dan strategis untuk meningkatkan daya saing dan mengurangi pengangguran yang berdampak pada stabilitas ekonomi Indonesia. Pelatihan kewirausahaan berusaha mewujudkan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya. Kewirausahaan perlu ditanamkan dan dikembangkan sejak masih muda. Munculnya permasalahan saat ini adalah banyaknya pengangguran dan sulitnya mendapatkan pekerjaan, maka hasil yang diharapkan dengan pengetahuan kewirausahaan yang didapat dari pelatihan digital entrepreneurship akan menjadi modal kelak untuk membuka usaha sendiri.

Kata kunci: Pelatihan Digital, Entrepreneurship, Kewirausahaan

PENDAHULUAN

Persaingan global sudah sangat sengit dan tidak bisa dielakkan lagi, sehingga menjadi tantangan bagi negara Indonesia. Hampir setiap negara bersaing menonjolkan keunggulan sumber daya masing-masing. Pemberdayaan sumber-sumber ekonomi dapat dilakukan apabila sumber daya manusia di negara tersebut memiliki kompetensi keterampilan, keahlian, dan pengetahuan yang cukup untuk mengembangkan sumber tersebut. Namun dipastikan akan kalah bersaing secara global, apabila minimnya pengetahuan SDM, minimnya keterampilan SDM, sempitnya lapangan pekerjaan serta kurangnya perhatian dari pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan (Misnawati & Yusriadi, 2018).

Pelatihan digital entrepreneurship mendorong masyarakat agar membuka usaha dengan memanfaatkan teknologi informasi. Bentuk usahanya pun bisa beraneka ragam, bisa sifatnya barang atau jasa. Apabila sudah memiliki produk maka didorong untuk menjualnya secara online dengan memanfaatkan media sosial atau market place yang sudah terkenal seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan sebagainya. Jika produknya berupa jasa maka dapat didorong untuk membuat website sendiri dan dan beriklan di media sosial. Apabila belum memiliki produk barang atau jasa, maka didorong memunculkan ide kreatif sehingga memiliki keyakinan untuk melangkah menjadi pengusaha.

PERMASALAHAN

Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi momok bangsa Indonesia bahkan menjadi tugas besar pemerintah Indonesia, karena kondisi tersebut lambat laun akan mengganggu stabilitas ekonomi Indonesia. permasalahan saat ini adalah banyaknya pengangguran dan sulitnya mendapatkan pekerjaan.

PEMBAHASAN

Pelatihan Dasar Digital Entrepreneurship

Tujuan dari pelatihan adalah dalam rangka membangkitkan semangat peserta pelatihan agar termotivasi untuk berwirausaha di era digital, kemudian membantu mereka menemukan ide-ide kreatif untuk dirancang sebagai sebuah usaha dengan memaksimalkan teknologi informasi saat ini. Ide tersebut tidak lepas dari kemampuan, skill dan hobi yang mereka miliki agar usaha yang dijalankan terasa lebih ringan dan menyenangkan. Sasaran pelatihan dasar digital entrepreneurship adalah para generasi milenial yang memiliki kecendrungan untuk berwirausaha dan memiliki minat untuk segera memulai usaha (pre start-up stage). Menurut Ambarita dkk. (2018), pengetahuan e-commerce juga perlu ditanamkan pada pelatihan, sehingga ada gambaran umum akan bisnis di era digital. Setelah mengikuti pelatihan para pemuda generasi milineal diharapkan terdorong untuk segera berwirausaha dengan mengubah kebiasan mereka menggunakan gadget kepada hal yang positif dan menghasilkan dengan diawali mengajari mereka untuk membuat sebuah perencanaan bisnis (bussiness plan) yang jelas.

Pelatihan Penguatan Usaha Digital Entrepreneur

Menurut Yuliani, dkk (2019, kewirausahaan diawali dengan mengamati, meniru, dan memodifikasi. Proses imitasi dan duplikasi tersebut kemudian berlanjut menjadi proses pengembangan produk yang memiliki inovasi sehingga sangat berbeda dengan produk sebelumnya. Tingkat prestasi, pengalaman, pendidikan dan komitmen akan mempengaruhi tingkat inovasi dan kreativitas produk tersebut.

Pelatihan penguatan usaha digital entrepreneurship mengajarkan bagaimana memulai usaha digital, dimulai dari belajar pembuatan website, mengelola website, beriklan di internet baik menggunakan media sosial atau google adsense, atau media lainnya. Sebelum pelatihan diharapkan sudah berada pada tahap berani memulai usaha (the start-up stage) dan tahap pertumbuhan usaha (early-growth stage). Tahap ini sudah mulai harus memiliki website, terdaftar di market place dan media sosial dan beriklan secara online. Arsyad dkk. (2015) menyatakan bahwa beriklan dalam ranah digital menjadi keharusan terutama bagi UMKM yang diawali usahanya secara konvensional, sehingga dengan beriklan secara online dan memiliki website membuat usahanya tersebut naik level menjadi lebih baik dan tinggi.

Pelatihan Pengembangan Usaha digital Entrepreneur

Pada pelatihan pengembangan, generasi milenial selama pelatihan diharapkan sudah memiliki pengetahuan yang cukup dan kemampuan yang mumpuni untuk dapat bertahan mengelola bisnis berbasis teknologi komunikasi. Mereka sudah mengerti sistem kerja SEO (search engine optimization) agar website dan iklan yang dipasang dapat terindeks lebih mudah dan cepat, sehingga konsumen akan lebih memilih produk yang ditawarkan. Selain itu, mengerti sistem kerja market place agar lebih mudah menarik pelanggan. Dalam kondisi persaingan yang cukup ketat harus dihadapi sehingga inovasi dan kreativitas dituntut agar dapat memenangkan kompetisi. Pengusaha akan memenangkan kompetisi tersebut apabila produk yang dimiliki kualitasnya terbaik dan unggul dalam kualitas pelayanan terhadap konsumen seperti pengirimanan tepat waktu, merespon pertanyaan konsumen dengan cepat, pengemasan produk rapi, dan proses pemesanan mudah dan cepat (Mastura dkk., 2018).

Kegagalan dalam berwirausaha di era digital dapat dihindari apabila faktor-faktor penyebab kegagalan segera diatasi seperti kurangnya pengetahuan dunia teknologi informasi dapat diatasi dengan memperbanyak belajar baik secara online atau offline. Saat ini media pembelajaran sudah sangat mudah tersedia di serarch engine seperti Google, Youtube dan lain-lain. Sikap kurang sungguh-sungguh dalam berwirausaha juga akan teratasi apabila kita mengikuti komunitas kewirausahaan yang sudah banyak menjamur dimana-mana baik secara online maupun offline (Priastiana dkk., 2018). Pengembangan digital entrepreneurship tidak boleh terhenti, maka diperlukan role model yang membantu usaha tersebut tetap bertahan dan berkembang semakin besar yaitu inkubator bisnis. Inkubator bisnis adalah lembaga yang dibentuk untuk membantu bisnis tetap bertahan dan berkembang sehingga akan menjadi wirausahawan tangguh, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.

Demi mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan, maka inkubator bisnis bukan hanya saja tanggung jawab perguruan tinggi tapi menjadi tanggung jawab pemerintah. Dukungan pemerintah sangat diperlukan agar inkubator bisnis semakin banyak bermunculan di Indonesia sehingga memunculkan generasi milenial yang menjadi pengusaha. Sinergitas antar pemerintah, perguruan tinggi, masayarakat dan dunia usaha tidak dipungkiri menjadi sebuah keharusan demi terwujudnya inkubator bisnis yang berkualitas.

KESIMPULAN

Pelatihan digital entrepreneurship merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas generasi milenial agar memiliki jiwa kewirausahaan dengan harapan kedepannya memiliki usaha sendiri sehingga dapat mengurangi pengangguran, kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan dengan memaksimalkan teknologi informasi saat ini. Pelatihan digital entrepreneurship juga dimaksudkan untuk membawa generasi milenial ke arah penggunaan teknologi secara positif dan menghasilkan keuntungan bagi dirinya dan orang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Misnawati & Yusriadi. 2018. Efektifitas pengelolaan kewirausahaan berbasis kognitif personal melalui penggunaan infrastruktur digital. JMM Online, 2(3), 138-145.

Ambarita, I., Sihombing, A., & Buaton, R. 2018. Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa dan Alumni Guna Era Digital. Jurnal Methomika, 2(2), 109-115.

Yuliani, N., Novita, D., & Pramestari, D. (2019, Juli). Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Kawula Muda di Era Milenial melalui Pendekatan Inside Out. IKRAITH-ABDIMAS, 2(2), 12-22.

Pristiana, U. & Andjarwati, T. 2018. Menumbuhkan minat entrepreneur agar mandiri dan berkarya di era digital. Abdikarya, 1(1), 18-20. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.