November 12, 2022

PENTINGNYA EMPLOYEE ENGAGEMENT TERHADAP KARYAWAN & PERUSAHAAN

Oleh:

Oliver Gideon Parsaoran (@V21-OLIVER)

 

Abstrak

Artikel ini membahas tentang betapa pentingnya employee engagement (keterikatan karyawan) terhadap karyawan & perusahaan.

 

Kata kunci: Karyawan, keterikatan karyawan, loyalitas

Abstract

This article discusses how important employee engagement is for employees & the company.

 

Keywords: Employees, employee engagement, loyalty

 

PENDAHULUAN

Karyawan adalah mereka yang bekerja di suatu perusahaan atau instansi untuk mengerjakan sebuah tugas operasional dan mengharapkan balas jasa berupa komisi atau gaji. Menurut Hasibuan, “Dalam Manulang”, 2002, Karyawan adalah setiap orang yang telah menyediakan jasa (baik dalam bentuk pikiran atau dalam bentuk tenaga), kemudian menerima balas jasa kembali atau kompensasi yang besarannya telah ditentukan terlebih dahulu. Menurut Frederic W. Taylor, Karyawan adalah komunitas yang termotivasi untuk bekerja dalam memenuhi kebutuhan keuangan. Menurut Sedarmayanti, 2011:260, Karyawan adalah terjemahan dari kata kinerja yang mempunyai makna sebagai karya seorang pekerja. Suatu proses manajemen dari hasil kerja harus mempunyai bukti nyata yang juga bisa diukur.

Untuk mencapai tujuan perusahaan, serta kesesuaian visi & misi sebuah perusahaan, diperlukan kinerja karyawan yang bagus. Namun tidak semua karyawan bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan atau mungkin menyelaraskan visi & misi dengan perusahaan. Ada karyawan yang bekerja hanya sekedar untuk mencukupi kebutuhan hidup atau mencari uang, ada juga karyawan yang bekerja hanya untuk mencari pengalaman, dan lain sebagainya. Menurut saya, keterikatan karyawan adalah sebuah hubungan yang saling menguntungkan antara karyawan dengan perusahaan. Lalu apa itu keterikatan karyawan? Apa manfaatnya? Bagaimana caranya? Semua akan dibahas dalam artikel ini.

 

PEMBAHASAN

A. Definisi Keterikatan Karyawan

Keterikatan karyawan adalah komitmen emosional karyawan pada organisasi dan tujuannya. Komitmen emosional ini berarti karyawan benar-benar peduli tentang pekerjaan dan perusahaan mereka. Mereka tidak bekerja hanya untuk gaji, atau hanya untuk promosi, tetapi bekerja atas nama tujuan organisasi (Kruse, 2012).

Perasaan positif dan rasa antusias yang tinggi terhadap pekerjaan dapat disebut dengan employee engagement. Karyawan yang memiliki engagement tinggi cenderung lebih memiliki kinerja yang baik karena memiliki perasaan yang positif dan tidak menjadikan pekerjaannya sebagai beban. Penelitian telah menemukan hubungan positif antara employee engagement dan kinerja organisasi. Perusahaan dengan karyawan yang engaged memiliki retensi karyawan yang tinggi hasil dari menurunnya turn over karyawan, mengurangi niat untuk keluar dari perusahaan, meningkatkan produktivitas, profitabilitas, pertumbuhan dan kepuasan pelanggan (Markos, Sridevi 2010).

B. Manfaat Employee Engagement

Bagi perusahaan, keterlibatan karyawan dapat:

1)     Melihat loyalitas karyawan dalam pekerja

2)     Tugas yang diselesaikan tepat waktu dan dengan kualitas terbaik

3)     Jika karyawan merasa senang di tempat kerja, citra perusahaan menjadi bagus

4)     Produktivitas karyawan meningkat seiring dengan kepuasan kerja mereka

5)     Menghemat biaya karena turnover rate yang rendah

Bagi karyawan, untungnya adalah:

1)     Karyawan dapat merasa terus semangat bekerja karena sadar akan peran mereka di perusahaan

2)     Karyawan tidak merasa stres terhadap pekerjaan dan lingkungan kerja

3)     Kesehatan mental karyawan terjaga

4)     Ada kesempatan untuk mengembangkan keterampilan karyawan

C. Tingkatan Employee Engagement

Tingkat engagement karyawan dengan perusahaan dapat diukur dari 3 tipe berikut:

1)     Engaged. Karyawan yang engaged adalah seorang pembangun (builder). Mereka selalu menunjukkan kinerja dengan level yang tinggi. Karyawan ini akan bersedia menggunakan bakat dan kekuatan mereka dalam bekerja setiap hari serta selalu bekerja dengan gairah dan selalu mengembangkan inovasi agar perusahaan berkembang.

2)     Not engaged. Karyawan dalam tipe ini cenderung fokus terhadap tugas dibandingkan untuk mencapai tujuan dari pekerjaan itu. Mereka selalu menunggu perintah dan cenderung merasa kontribusi mereka diabaikan. 

3)     Actively disengaged. Karyawan tipe ini adalah penunggu gua (cave dweller). Mereka secara konsisten menunjukkan perlawanan pada semua aspek. Mereka hanya melihat sisi negatif pada berbagai kesempatan dan setiap harinya, tipe actively disengaged ini melemahkan apa yang dilakukan oleh pekerja yang engaged.

D. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Employee Engagement

Penyebab karyawan tidak engaged menurut MSW Research dan Dale Carnegie Training, selain karena masalah kompensasi juga diakibatkan karena kurangnya:

1)     Kepercayaan dengan pemimpin perusahaan

Pemimpin merupakan salah satu tolak ukur utama karyawan dalam bekerja di perusahaan. Pemimpin ibaratnya seperti nahkoda dalam kapal, seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh bagi bawahannya bertingkah laku santun, bertanggung jawab, serta adil dalam mengambil keputusan. Banyak dari pemimpin yang merasa sudah puas dengan pencapaian yang telah dicapai sehingga membuatnya tidak mempedulikan lagi orang yang dipimpinnya. Hal ini membuat karyawan merasa tidak punya arah lagi karena tidak ada inovasi yang akan dia buat untuk mempertahankan perusahaannya dimasa mendatang. Hal ini membuat karyawan tidak percaya lagi kepada pemimpinnya.

2)     Hubungan karyawan dengan tim manajemen

Manajer SDM selayaknya memiliki strategi jitu dalam menjaga kenyamanan karyawan saat bekerja di sebuah perusahaan. Hubungan yang dibangun antara karyawan dan manajer harus signifkan dan terarah, jika ini tidak terjadi maka banyak masalah yang akan timbul seperti konfik yang berkepanjangan, motivasi bekerja yang turun, serta sikap acuh karyawan terhadap tujuan perusahaan kedepannya.

3)     Kesempatan Berkarir

Bila terdapat karyawan yang berpotensi dan berkinerja baik, mereka memiliki harapan untuk bisa meraih karir yang menjanjikan bagi masa depan pekerjaannya, tentu dengan pendapatan yang layak, namun jika perusahaan kurang memberikan kesempatan dan mendorong karyawan untuk mengembangkan karir dan memfasilitasinya, maka bukan tidak mungkin rasa keterikatan karyawan semakin berkurang.

4)     Kebanggaan karyawan terhadap perusahaan

Perusahaan yang unggul, bereputasi sangat baik, dan mempunyai omset yang luar biasa menjadi kebanggaan tersendiri bagi karyawan yang bekerja disana. Pilihan yang mereka jalani akan menjadi tidak sia-sia sehingga menimbulkan stigma di pikiran mereka bahwa mereka harus terus memaksimalkan kemampuannya untuk nama perusahaan yang lebih baik lagi kedepannya. Berbeda dengan perusahaan yang kurang mempunyai reputasi yang baik serta karyawan memilih perusahaan tersebut karena terpaksa hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka cenderung tidak memiliki motivasi dalam menjalankan pekerjaan di perusahaan pilihannya.

E. Cara Meningkatkan Employee Engagement

Mengambil ide dari perusahaan lain tanpa terlebih dahulu memastikan praktiknya sesuai dengan budaya organisasi tidak akan berhasil. Yang harus digaris bawahi adalah strategi untuk mendorong engagement memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu karyawan merasa dihargai dan terhubung secara emosional dengan pekerjaan mereka.  Karena itu, berikut adalah enam pendekatan untuk mendorong keterlibatan yang dapat disesuaikan dengan budaya atau anggaran apa pun.

1)     Berikan perhatian ke perorangan

Membuat survei untuk menganalisa kecenderungan perorangan akan sangat membantu pemimpin atau manajer untuk memilih gaya komunikasi ke setiap orang di timnya dan apa yang memotivasi mereka. Survei tersebut juga dapat membantu perusahaan untuk mempekerjakan orang-orang yang cocok untuk pekerjaan tertentu, yang mana bisa meningkatkan engagement.

2)     Fasilitasi pelatihan dan pembinaan

Perusahaan yang mementingkan perkembangan skill karyawan dengan baik akan membuahkan keterlibatan karyawan yang tinggi.

3)     Dengarkan karyawanmu

Beri mereka kesempatan untuk berpendapat, perhatikan apa yang mereka katakan dan hormati pendapat mereka adalah salah satu bentuk apresiasi perusahaan terhadap karyawan. Memberikan feedback secara rutin dan membangun ampuh meningkatkan performa dan kebahagiaan karyawan juga, daripada menggunakan review tahunan.

4)     Bersosialisasi dengan tim

Cara sederhana untuk membantu karyawan lebih peduli tentang tempat kerja mereka adalah dengan membina hubungan yang lebih dekat dan sehat dengan rekan kerja. 

5)     Perhatikan kesehatan dan kebahagiaan karyawan

Karyawan yang stres dan kelelahan akan membuat produktivitas menurun. Maka dari itu, penting untuk memonitor keadaan mereka secara berkala.

6)     Berikan pengakuan

Karyawan yang diakui atas kerja kerasnya akan merasa dihargai, di mana perasaan ini akan mendorong karyawan untuk menjadi lebih engaged. Perlu diingat, pemimpin tim perlu menekankan makna pekerjaan di perusahaan itu karena pesan tersebut akan memperjelas tentang perilaku apa yang akan dihargai. Dengan meningkatkan engagement karyawan, mencapai target perusahaan akan lebih cepat karena kepuasan kerja karyawan.

 

KESIMPULAN

Employee engagement dijelaskan sebagai sebuah konsep yang dinilai dapat mengatur upaya-upaya karyawan yang sifatnya sukarela, yaitu ketika karyawan memiliki pilihan- pilihan, mereka akan bertindak lebih jauh untuk kepentingan organisasi mereka. Employee engagement adalah seorang yang terlibat penuh dalam pekerjaannya dan sangat antusias terhadap pekerjaan.

Kepuasan kerja merupakan hal yang penting yang harus ditumbuhkan pada setiap karyawan. Hal ini disebabkan karyawan yang engage akan memiliki keterikatan yang tinggi kepada perusahaan. Keterikatan yang tinggi mempengaruhi karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan (cenderung memiliki kualitas kerja yang memuaskan) dan akan berdampak pada rendahnya keinginan untuk meninggalkan pekerjaan.

 

REFERENSI

https://majoo.id/solusi/detail/karyawan-adalah

https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jembatan/article/download/5293/pdf#:~:text=Keterikatan%20karyawan%20adalah%20komitmen%20emosional,organisasi%20(Kruse%2C%202012).

https://benefitsapp.id/halo/benefits-wellbeing/pengertian-employee-engagement/#:~:text=Manfaat%20Employee%20Engagement&text=Melihat%20loyalitas%20karyawan%20dalam%20pekerja,seiring%20dengan%20kepuasan%20kerja%20mereka

http://repository.radenintan.ac.id/19240/1/PUSAT%20BAB%201%20DAN%202.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.