November 20, 2022

PENTINGNYA EVALUASI USAHA DALAM BERBISNIs


Oleh : Ryan Setya Rama (@V17-RYAN)

Abstrak

Perkembangan dunia bisnis mengharuskan para pebisnis untuk memikirkan strategi terbaik yang harus dilakukan agar usahanya berjalan dengan baik sesuai dengan rencana. Sebuah usaha tidak akan bisa bertahan apabila tidak melakukan perbaikan atau perkembangan dalam usahanya yang digunakan untu menjadi senjata persaingan dengan bisnis lainnya. Evaluasi bisnis merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan pebisnis untuk keberlangsungan usahanya. Evaluasi bisnis dilakukan dengan membandingkan rencana bisnis yang dibuat di awal dengan hasil yang dicapai dalam kurun waktu tertentu. Dari hasil tersebut, bisa diketahui keuntungan yang bisnis peroleh. Evaluasi usaha memberikan informasi bisnis terkait kondisinya. Dari informasi tersebut, bisnis bisa menindaklanjutinya dengan membuat strategi yang lebih efektif untuk mengembangkan usahanya.

Kata kunci: evaluasi, bisnis, strategi

PENDAHULUAN

Adanya perubahan lingkungan perusahaan yang semakin kompleks dan kompetitif, maka setiap perusahaan dituntut untuk siap menghadapi perkembangan teknologi, mengatasi segala kebutuhan konsumen, dan menghadapi persaingan yang ketat dengan perusahaan lain. Perusahaan yang ingin tetap bertahan harus menghadapi perubahan tersebut dengan strategi masing–masing. Salah satu strategi tersebut adalah dengan melakukan evaluasi usaha. Ketika menjalankan bisnis atau usaha, seorang pebisnis tentunya menetapkan tolak ukur sebagai acuan untuk menilai tingkat keberhasilan bisnis yang sedang kamu jalankan. Tercapai atau tidaknya target usaha tentunya bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di kemudian hari. Evaluasi usaha merupakan suatu usaha untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan usaha, apakah usaha tersebut berjalan sesuai rencana dan akan memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Kegiatan dalam dunia bisnis tidak mungkin tanpa adanya persaingan kecuali perusahaan monopoli, untuk itu perusahaan akan selalu berusaha untuk menghadapi persaingan dengan berbagi upaya agar perusahaan dapat unggul atau paling tidak mempertahankan posisi perusahaan dalam persaingan. Suatu usaha dikatakan berhasil apabila usaha tersebut dapat memenuhi kewajiban membayar bunga modal, alat - alat luar yang digunakan, upah tenaga kerja luar serta sarana produksi yang lain dan termasuk kewajiban pada pihak ketiga. Melakukan evaluasi kemajuan usaha merupakan proses yang berlangsung terus menerus dan berkesinambungan. Evaluasi berangkat dari kegiatan montoring setiap proses dalam usaha yang dijalankan, dari hasil monitoring dapat dibuat analisis kemajuan, kemunduran dan pencapaian apa yang sudah dilaksanakan. Evaluasi dan monitoring bagi seorang enterpreneur sekaligus menjadi sarana belajar dan proses mengupgrade diri. dalam proses inibisa jadi ditemukan hal-hal baru dan strategi baru mencapai sukses bisnis.

PEMBAHASAN

1. Evaluasi

Evaluasi merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan, mendeskripsikan, menginterpretasikan, dan menyajikan informasi tentang suatu program untuk dapat digunakan sebagai dasar membuat keputusan, menyusun kebijakan maupun menyusun program selanjutnya (Widoyoko, 2012:6). Sedangkan menurut pengertian istilah “evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan” (Yunanda, 2009).

Evaluasi juga merupakan suatu riset untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan informasi yang bermanfaat mengenai objek evaluasi, selanjutnya menilainya dan membandingkannya dengan indikator evaluasi dan hasilnya dipergunakan untuk mengambil keputusan mengenai objek evaluasi tersebut (Wirawan, 2012:7). Menurut Wirawan (2012: 22-23) ada beberapa tujuan evaluasi di antaranya adalah:

·       Menilai apakah objek evaluasi telah dilaksanakan sesuai rencana.

·       Mengukur apakah pelaksanaan objek evaluasi sesuai dengan standar.

·       Evaluasi objek dapat mengidentifikasi dan menentukan kekurangan dari objek evaluasi.

·       Pengembangan pengguna dari objek yang dievaluasi.

·       Mengambil keputusan mengenai objek yang dievaluasi.

·       Akuntabilias.

·       Memberikan saran kepada user.

·       Mengembangkan teori evaluasi dan riset evaluasi.

2. Bisnis

Bisnis merupakan salah satu aktivitas usaha yang utama dalam menunjang perkembangan ekonomi. Kata “bisnis” diambil dari bahasa Inggris “bussines”. Pengertian bisnis secara umum dalam ekonomi yaitu bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara histori kata bisnis berasal dari bahasa Inggris business, dari kata dasar yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas maupun masyarakat. Dalam artian sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Menurut Peterson, bisnis adalah merupakan serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan penjualan ataupun pembelian barang dan jasa secara konsisten. Sedangkan, menurut Prof. L. R. Dicksee, bisnis adalah suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut. Menurut pendapat Cristopher Pass,dkk., Bentuk ekonomi dari suatu bisnis terdiri dari:

·       Bisnis horizontal (horizontal business): suatu bisnis yang mengfokuskan diri pada aktivitas tunggal, misalnya produksi roti

·       Bisnis vertikal (vertical business): suatu bisnis yang menggabungkan dua atau lebih aktivitas yang berhubungan secara vertikal, misalnya pembuatan gandum dan roti

·       Bisnis konglomerat atau bisnis terdiversifikasi (conglomerate atau diversified business): suatu bisnis yang menggabungkan sejumlah aktivitas produksi yang tidak berhubungan, misalnya produksi pembuatan roti dan jasa keuangan.

3. Evaluasi Bisnis

Evaluasi usaha adalah upaya yang dilakukan bisnis untuk mengukur seberapa efektif usaha yang dijalankan. Pasalnya setiap bisnis tentu ingin mendapatkan keuntungan optimal dengan usaha seminimal mungkin. Namun, tidak semua bisnis yang dijalankan bisa menghasilkan keuntungan besar secara instan. Pasti dalam perjalanannya akan menjumpai berbagai kendala. Kendala tersebutlah sebagai bahan pertimbangan dalam evaluasi usaha. Tujuannya untuk menghasilkan strategi bisnis yang lebih baik, sehingga meminimalisir kerugian.

Evaluasi usaha dilakukan dengan membandingkan rencana bisnis yang dibuat di awal dengan hasil yang dicapai dalam kurun waktu tertentu. Dari hasil tersebut, bisa diketahui keuntungan yang bisnis peroleh. Evaluasi usaha memberikan informasi bisnis terkait kondisinya. Dari informasi tersebut, bisnis bisa menindaklanjutinya dengan membuat strategi yang lebih efektif untuk mengembangkan usahanya. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan setelah melakukan evaluasi bisnis, diantaranya:

  • Memperbesar peluang untuk mencapai tujuan atau sasaran bisnis
  • Membantu dalam pengambilan keputusan yang baik berdasarkan data akurat
  • Mengidentifikasi elemen apa saja yang berhasil diterapkan dalam bisnis
  • Mengidentifikasi kendala yang terjadi sehingga bisa segera dilakukan perbaikan
  • Meningkatkan kinerja dan pendapatan bisnis

4. Hal-hal yang Perlu Dievaluasi Dalam Bisnis

            Ketika melakukan evaluasi bisnis, ada beberapa hal penting untuk dievaluasi dalam bisnis agar bisnis dapat berjalan dan berkembang dengan sesuai rencana, yaitu:

·       Posisi Keuangan

Salah satu faktor penggerak bisnis adalah keuangan. Maka dari itu, faktor ini sangat penting untuk dievaluasi. Untuk mengevaluasinya, ada beberapa komponen yang perlu pebisnis hitung yakni, arus kas, modal kerja, laba rugi, pendapatan jualan dan lainnya.

·       Mendeteksi progres usaha

Setelah mengetahui posisi keuangan, Pebisnis bisa mulai mengukur kegiatan usaha. Cara mengukurnya dengan membandingkan perjalanan bisnis diawal dengan terakhir. Biasanya untuk pengukurannya ditentukan dalam jangka waktu tertentu, misalnya 3 bulan, 6 bulan, atau satu tahun sekali setelah usaha berjalan.

·       Apakah bisnis memiliki klien tetap dan setia?

Apakah bisnis memiliki banyak penggemar setia atau pelanggan sering membicarakan bisnis ini? Hal paling dasar yang bisa pebisnis lihat adalah melalui kanal ulasan (review) baik melalui website ataupun mesin pencari. Apabila bisnis belum memiliki ulasan, cobalah minta pelanggan untuk memberikan ulasan secara online. Pebisnis bisa meminta pelanggan untuk memberikan ulasan di Google.

·       Apakah bisnis menghasilkan profit?

Yang namanya bisnis memang belum tentu langsung balik modal tetapi pebisnis tetap harus menghitung keuntungan bisnis. Hitung keuntungan sesederhana apakah pemasukan lebih tinggi dibanding pengeluaran.

·       Apakah profit bisnis Anda terjaga dengan baik?

Jika bisnis sudah menghasilkan keuntungan, maka pastikan profit tersebut terjaga dengan baik. Distribusikan profit tersebut kepada yang membutuhkan dan pastikan mereka yang layak mendapatkan menjadi prioritas utama – stakeholder dan karyawan.

·       Apakah bisnis memiliki hutang? Rasio hutang sehat?

Setiap bisnis tentu memiliki hutang, minimal hutang modal. Namun perlu diperhatikan apakah hutang pada bisnis masih pada tahap yang wajar.

·       Menentukan rencana usaha selanjutnya

Hasil evaluasi biasanya berupa parameter yang menggambarkan bisnis terkini. Oleh karena itu, parameter ini juga digunakan untuk merencanakan target pertumbuhan usaha selanjutnya.

·       Keterampilan Karyawan

Memiliki karyawan dengan keterampilan yang tepat dapat membantu pebisnis lebih cepat dalam mencapai tujuan bisnis. Pebisnis bisa menjalankan perencanaan pelatihan dan pengembangan untuk karyawan di perusahaan.

5. Tahapan Evaluasi Bisnis

Sebelum memulai evaluasi usaha, ada beberapa tahapan yang perlu diketahui agar kegiatan evaluasi usaha berjalan dengan optimal. Tahap-tahap evaluasi tersebut yaitu sebagai berikut:

·       Analisis Aspek Pasar

Tahapan evaluasi usaha yang pertama adalah analisis pasar. Analisis pasar dilakukan untuk mengetahui situasi permintaan pasar dan target pasar dari produk yang dijual. Dalam tahapan ini, pebisnis bisa mengukur seberapa tinggi peluang produk yang dijual akan diterima dan dibeli oleh konsumen. Pebisnis perlu menganalisis pergerakan permintaan pasar dan trend pasar pada saat itu. Misalnya, jika pebisnis menjual produk minuman kemasan, maka pebisnis perlu menganalisa jenis dan rasa minuman kemasan apa yang sedang diminati dan bagaimana cara memasarkannya.

·       Analisis Teknis

Tahapan selanjutnya adalah analisis teknik yang berkaitan dengan teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha atau bisnismu. Teknologi yang dimaksud dalam tahapan analisis ini merupakan perangkat atau mesin yang dibutuhkan dalam proses produksi hingga pemasaran produk. Dalam memilih jenis teknologi yang sesuai, perlu dipertimbangkan dengan modal yang dimiliki, kemampuan SDM, dan standar mutu yang diinginkan konsumen.

·       Analisis Finansial

Tahapan akhir dari evaluasi adalah analisis finansial. Analisis finansial berkaitan dengan laporan keungan usaha, seperti laporan laba rugi dan neraca keuangan dalam periode waktu tertentu. Analisis finansial dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan posisi finansial usaha yang pebisnis miliki, apakah berada pada posisi keuangan yang defisit atau surplus (untung).

PENUTUP

Kegiatan dalam dunia bisnis tidak mungkin tanpa adanya persaingan kecuali perusahaan monopoli, untuk itu perusahaan akan selalu berusaha untuk menghadapi persaingan dengan berbagi upaya agar perusahaan dapat unggul atau paling tidak mempertahankan posisi perusahaan dalam persaingan. Perusahaan yang ingin tetap bertahan harus menghadapi perubahan tersebut dengan strategi masing–masing. Salah satu strategi tersebut adalah dengan melakukan evaluasi usaha. Evaluasi merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan, mendeskripsikan, menginterpretasikan, dan menyajikan informasi tentang suatu program untuk dapat digunakan sebagai dasar membuat keputusan, menyusun kebijakan maupun menyusun program selanjutnya.

Evaluasi usaha adalah upaya yang dilakukan bisnis untuk mengukur seberapa efektif usaha yang dijalankan. Evaluasi usaha dilakukan dengan membandingkan rencana bisnis yang dibuat di awal dengan hasil yang dicapai dalam kurun waktu tertentu. Dari hasil tersebut, bisa diketahui keuntungan yang bisnis peroleh. Evaluasi usaha memberikan informasi bisnis terkait kondisinya. Dari informasi tersebut, bisnis bisa menindaklanjutinya dengan membuat strategi yang lebih efektif untuk mengembangkan usahanya. Evaluasi adalah salah satu hal terpenting yang tidak boleh dilupakan oleh pebinis dalam menjalankan usahanya, karena evaluasi bisa menjadi tombak dimana usaha tersebut tetap bertahan atau berkembang diantara banyak pesaing bisnis yang ada.

Daftar Pustaka

Sunyoto, Danang. 2014. Studi Kelayakan Bisnis, CAPS (Center, of Academic Publishing Service)

Umar, Husein. 1997. Studi Kelayakan Bisnis. Cetakan-1. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Fahmi, Irham. 2014. Studi Kelayakan Bisnis dan keputusan investasi. Mitra wacana media

Sumarni, Murti dan John Soeprihanto. 1998. Pengantar Bisnis. Liberty: Yogyakarta.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar