November 19, 2022

PENTINGNYA MONITORING DALAM BERWIRAUSAHA SEBAGAI EVALUASI KINERJA

 

Oleh: Seisha Milanisti (@V32-Seisha)

ABSTRAK

Artikel ini  mendeskripsikan  proses  monitoring  dan  evaluasi  dan  faktor  pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam proses monitoring dan evaluasi dalam berwirausaha. Kegiatan monitoring dilakukan untuk dapat mengukur kemajuan dan memantau perubahan yang terjadi dalam rangka pencapaian tujuan sebuah perusahaan. Fungsi lain dari monitoring adalah melakukan pengamatan atas kualitas dari layanan yang Anda berikan pada konsumen. Hasil dari artikel ini didapatkan 1)  Proses  evaluasi  dan monitoring  ada  3  tahap  yaitu  melalui  tahap  perencanaan,  pelaksanaan,  dan  tahap  pelaporan. 2) Faktor  pendukung monitoring  dan  evaluasi adalah  semua  kebutuhan  terpenuhi  dan  adanya jaringan  kemitraan  yang luas, sehingga kewirausahaan ikut berkembang. Faktor penghambat monitoring dan evaluasi, yaitu waktu dan tenaga kerja yang terbatas untuk melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi.

Kata kunci: Monitoring, Berwirausaha, Evaluasi

 

PENDAHULUAN

            Monitoring adalah suatu aktivitas yang tidak boleh dilewatkan bagi pebisnis karena dengan monitoring, para pebisnis dapat memantau perkembangan bisnisnya secara berkala. Dalam berwirausaha diperlukan evaluasi dan monitoring yang digunakan untuk menentukan keberhasilan suatu program wirausahaan. Evaluasi dan monitoring merupakan kegiatan dan mencatat pelaksanaan program yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan, untuk mengetahui keberhasilan suatu program (Direkorat Jenderal P2PNFI II Semarang).

Peran monitoring lebih menekankan pada upaya penjaminan program antara yang sudah dilaksanakan maupun yang direncanakan itu sesuai. Sedangkan peran evaluasi adalah untuk mengukur perbedaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta sebelum dan sesudah mengikuti program serta mengukur efisiensi dan keefektifan, artinya dana yang digunakan seimbang dengan hasil yang dicapai dalam penyelenggaraan program wirausaha. Monitoring dan evaluasi tidak hanya untuk kepentingan peserta, tetapi juga menyangkut kepentingan organisasi sehingga evaluasi memiliki fungsi multi dimensi.

 

PEMBAHASAN

Menurut pendapat Daman (2012:15) monitoring dan evaluasi adalah suatu proses kegiatan dimana untuk menentukan keberhasilan suatu program dapat dilihat dari apa yang diperoleh berkesesuaian dengan hasil perencanaan yang dilakukan. Penilaian atau evaluasi dilakukan ada tiga tahap yaitu:

1.      Tahap awal kegiatan (Perencanaan)

Evaluasi awal dimulai pada saat penentuan fokus dan jenis kegiatannya. Setelah penentuan fokus dan jenis kegiatannya, petugas monitoring dan evaluasi mengevaluasinya dari tingkat kesesuaiandan data dukung. Keduanya sudah dilakukan oleh petugas monitoring dan evaluasi dengan baik.

2.      Tahap tengah (Pelaksanaan)

Yaitu pada saat proses perjalanan pelaksanaan kegiatan wirausaha produk unggulan bergeser atau tidak dan adanya estimasi harga dan barang. Penilaian yang dilakukan meliputi penilaian terhadap tujuan program, isi program, strategi program serta masukan yang ditetapkan.

3.      Evaluasi akhir (Pelaporan)

Tahap ini dilakukan dengan menyusun laporan untuk mengetahui sejauh apa keberhasilan dari kewiraushaan produk unggulan dan hambatan-hambatan apa yang dialami selama melakukan kegiatan usaha, dokumentasi kegiatan juga dilakukan sebagai bukti adanya kegiatan monitoring dan evaluasi.

Ketiga tahap tersebut dilakukan agar kegiatan dalam berwirausaha yang sudah dipantau secara berkala dapat dijadikan bahan untuk evaluasi atas program-program yang sudah dilakukan. Kegiatan monitoring dan evaluasi memiliki beberapa tujuan untuk keberlangsungan sebuah proyek. Berikut ini beberapa tujuan monitoring dan evaluasi terdiri dari:

  1. Mengevaluasi kinerja suatu proyek untuk tetap sesuai dengan keinginan dan kinerja yang direncanakan.
  2. Memberikan estimasi proyek dan wawasan kinerja yang dapat digunakan untuk memperbarui anggaran serta
  3. Mendapatkan informasi yang akurat dan terbaru tentang status serta kinerja proyek sepanjang proyek berjalan.
  4. Menentukan perlu atau tidaknya tindakan korektif dan pencegahan.
  5. Menilai efektivitas perubahan yang dilakukan serta memberikan informasi yang mendukung perencanaan pada fase berikutnya.

Ada beberapa faktor pendukung monitoring dan evaluasi dalam kegiatan kelompok usaha tersebut diantaranya:

1.      Adanya instrumen secara rinci artinya mempunyai kisi-kisi yang   konkrit untuk mendukung data menjadi valid.

2.      Mempunyai perangkat administrasi artinya adanya perangkat administrasi petugas akan dengan mudah menjalankan kegiatan evaluasi dan monitoring.

3.      Adanya jaringan kemitraan

4.      Mempunyai catatan awal/data awal yang merupakan kunci utama untuk memotret kegiatan pelaksanaan evaluasi dan monitoring.

Sedangkan faktor yang penghambat dalam monitoring dan evaluasi dalam berwirausaha yaitu tidak tercukupnya tenaga kerja, waktu yang terlalu singkat untuk melakukan kegiatan evaluasi dan monitoring.

 

KESIMPULAN

Tahapan yang dilakukan dalam monitoring ada beberapa tahap, tahap paling awal adalah tahap perencanaan. Tahap perencanaan ini dilakukan sebelum kegiatan monitoring terlaksana. Tahap kedua yaitu pelaksanaan monitoring dan tahap yang terakhir yaitu pelaporan hasil monitoring yang nantinya akan dievaluasi. Monitoring dan evaluasi memiliki tujuan, yaitu mengevaluasi kinerja suatu proyek untuk tetap sesuai dengan keinginan dan kinerja yang direncanakan. Faktor-faktor yang ada dalam proses monitoring dan evaluasi ada dua macam yaitu faktor pendukung dan penghambat.

 

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. 2010. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.

Direktorat Pendidikan Masyarakat. 2009. Pedoman Monitoring dan Evaluasi Diklat. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan NonFormal Informal Departemen Pendidikan Nas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.